Just be With You {Special Siwon’s Birthday}

Tittle                : Just be With You {Special Siwon’s Birthday}

Cast                 : Choi Siwon, Im Yoona

Support Cast   : Find by yourself

Genre              : Romance

Rate                 : PG 13

Length             : Oneshot (almost 3000 words)

Disclaimer       :

Cast Dalam FF ini merupakan tokoh real dan juga OC

Namu alur ceritanya ASLI dan MURNI hasil imajinasiku

DON’T BE A PLAGIATOR !!!

Reri say           :

Yeayeee, This is special day for 407. I made this FF special for Choi Siwon’s birthday. I can’t give him anything, just this FF that I can give as his gift on his beautiful day. #HappySiwonday #Happy407  YoonWon FF again 😀

Happy reading chingudeul!

“Menghabiskan waktu denganmu adalah hal terindah di dunia ini…”

Sekujur tubuhku merinding, merasakan sesuatu yang janggal. Seperti ada yang mengawasi dan mengikutiku sejak tadi. Kubuka resleting tasku dengan cepat, namun aku tidak bisa menemukan kunci mobil atau pun ponselku.

Derap langkah kaki mendekati tempatku berdiri saat ini, membuat sekujur tubuhku membeku dan tengkukku meremang. Perasaanku semakin tak menentu, bercampur antara rasa takut dan khawatir. Aku kembali mengaduk-ngaduk isi tasku, dengan tangan yang gemetar aku berhasil menemukan kunci Audi putihku. Kupencet sembarang tombol hingga terdengar bunyi yang menandakan pintu mobilku telah terbuka.

Kakiku bergetar, aku bahkan tak mampu melangkah untuk menggapai pintu mobilku saat langkah kaki itu semakin jelas terdengar. Kini tubuhku hanya mampu berdiri layaknya patung ketika kurasakan sebuah tangan menyentuh pundak kananku.

Perlahan aku memutar kepalaku dengan keberanian yang sekuat tenaga kukumpulkan, “Arrrrggghhhhhhhh….” teriakku sebelum pandanganku menggelap dan kehilangan kesadaranku.

oOo

Aku mengerjapkan kedua bola mataku dan seketika kepalaku terasa berdenyut, aku berusaha menghalau rasa sakitnya dengan memegangi kepalaku menggunakan kedua tanganku. Berhasil, denyutan di kepalaku perlahan menghilang dan seiring dengan itu, kesadaranku kembali pulih.

Aku tersentak karena aku tidak tahu dimana aku berada sekarang. Aku terbangun di sebuah kamar yang terasa sangat asing, dindingnya terbuat dari kaca dan sepenjuru kamar ini dilengkapi dengan furniture super mewah.

Aku bisa melihat ruangan lain dari kamarku, tapi tak ada siapapun yang bisa kumintai penjelasan kenapa aku bisa berada di tempat ini. Kuedarkan pandanganku lagi, mencari tas yang di dalamnya terdapat ponselku, namun kedua mataku tidak menemukan prada merah itu dimanapun.

Rasa cemas dan takut menjalari setiap inchi tubuhku, aku takut jika sesuatu yang buruk telah terjadi padaku. Kulangkahkan kakiku dengan cepat menuju cermin besar yang ada disamping tempat tidur ini, kutatap tubuhku dari atas sampai bawah, aku masih mengenakan pakaian lengkap seperti terakhir kalinya yang kukenakan. Setidaknya aku bisa bernafas dengan lega untuk hal ini.

Aku berlari menuju pintu utama kamar yang berjarak sekitar 6 meter dari tempatku tadi berdiri, sayangnya pintu itu terkunci. Walau berulang kali aku mencoba untuk menggedornya, pintu itu tetap terkunci. “Apa ada orang di luar? Kumohon buka pintu ini.” tak ada sahutan atau pun tanda-tanda kehidupan dari luar.

Tubuhku terperosot dan terduduk di depan pintu dan kepalaku menunduk lemah. Tidak, aku tidak boleh lemah, aku harus mencari cara agar bisa keluar dari tempat ini, besok adalah hari ulang tahun kekasihku dan aku tidak ingin jika tidak bisa mengucapkan selamat ulang tahun padanya karena tersekap di tempat yang belum pernah kudatangi ini. Tuhan, kumohon selamatkan aku dari siapapun yang telah menculikku ke tempat ini.

Aku kembali berdiri dan melangkah menuju pintu balkon yang tepat berada di depan tempat tidur, tempatku terbangun tadi. Kugeser pintu kaca itu dan seketika semilir angin menerpa sekujur tubuhku. Aku terperangah memandang pemandangan yang tersaji dengan sangat indah, deburan ombak yang berwarna biru shappire menerjang hamparan pasir putih yang menimbulkan buih-buih di sekitar bibir pantai.

Menakjubkan. Aku belum pernah melihat pemandangan menakjubkan seperti ini seumur hidupku. Pemandangan ini telah menghipnotisku, membuatku melupakan semua rasa takut, khawatir atau pun rasa cemas yang tadi kurasakan.

“Apa kau menyukainya?” ucap seseorang yang membuatku terlonjak. Aku langsung membalik tubuhku untuk melihat wajahnya. Walau sebenarnya tanpa melihat wajahnya pun, aku mengenal dengan baik suara ini. Suara seseorang yang telah bersamaku dalam kurun waktu lebih dari 6 tahun.

“Oppa?” ucapku dengan mata membulat.

“Jeongmal bhogoshihppo.” Ucap Siwon Oppa dengan senyum khasnya.

Aku tidak membalas ucapan Siwon Oppa karena aku terlalu terkejut dengan situasi ini, “Bagaimana bisa Oppa disini? Bukannya Oppa sedang liburan di Jerussalem?” Siwon Oppa mendekatiku, menghapus jarak diantara kami berdua “Karena aku ingin menghabiskan waktu hanya bersamamu, jagiya,” bisiknya tepat di telinga kiriku.

Siwon Oppa menenggelamkan tubuh mungilku di atas dada bidangnya, lalu tangan kanannya mengelus puncak kepalaku dengan lembut. “Mianhae, aku telah menakutimu dan membuatmu pingsan. Jeongmal mianhae.”

“Kenapa Oppa harus mengikutiku dengan mengendap-endap dan mengenakan topeng seperti itu? Aku benar-benar takut, aku fikir seseorang ingin berbuat jahat padaku. Hikz….” Aku tidak mampu lagi menahan tangisku yang memang sudah susah payah kutahan sejak pertama kali terbangun tadi.

“Mianhae, Oppa tidak berfikir kalau kau akan ketakutan seperti itu. Oppa hanya berusaha menutupi identitas Oppa agar tidak ada yang mengenali Oppa. Mianhae jagiya, Jeongmal mianhae.” Siwon Oppa menghapus air mataku dengan lembut, matanya menyiratkan penyesalan yang mendalam, aku tidak akan pernah tega jika sudah menatap kedua bola matanya seperti ini. Senyumku mengembang dan aku mengeratkan pelukanku pada tubuhnya. “Ne, tapi aku mohon, Oppa jangan mengulangi itu lagi. Yakso?” Siwon Oppa menganggukan kepalanya dan membalas pelukanku tak kalah erat.

“Oppa”

“Hemm…”

“Kita sedang berada dimana?”

“Busan, tapi tenang saja kita bukan berada di pusat kota, pulau ini cukup berada jauh dari jangkauan paparazzi dan yang terpenting belum banyak orang yang mengetahui tentang pulau ini.”

“Pulau?” tanyaku menatap Siwon Oppa.

“Ne, Sudah lama Oppa ingin membawamu ke pulau ini sejak pertama kali Oppa membelinya tahun lalu, tapi baik jadwalmu mau pun jadwalku tidak pernah bisa mengizinkan kita untuk liburan bersama,” jawab Siwon Oppa dengan mencubit pipiku.

“Aw, Appo…” Aku mengerucutkan bibirku.

“Hehehe, mianhae jagiya, habis kau sangat menggemaskan.”

“Oppa menyebalkan. Tadi menculikku dan sekarang mencubiti pipiku. Huh, aku ingin pulang ke Seoul sekarang juga.”

“Sayangnya kau tidak akan bisa merealisasikan keinginanmu Jagiya, pulau ini hanya bisa dijangkau dengan helicopter dan tadi Oppa telah menyuruh sang pilot untuk meninggalkan kita berdua di tempat ini. Kecuali jika kau ingin berenang sampai pusat kota, mungkin kau bisa pulang sekarang juga. hahahaa…”

“Mwo?” Siwon Oppa semakin tertawa dengan keras melihat reaksiku, terkadang sifat evil Kyuhyun Oppa juga bisa merasuki Siwon Oppa. Aku melepaskan tubuhku dari pelukan Siwon Oppa dan berpura-pura memfokuskan pandanganku pada birunya laut yang terbentang seakan tak berbatas.

Kurasakan dagu Siwon Oppa bertumpu pada pundak kananku dan perlahan kedua tangannya melingkari pinggangku. Siwon Oppa paling tahu titik lemahku, aku memang paling menyukai jika Ia memelukku dari belakang. Kami tetap berada dalam posisi ini sampai matahari telah tenggelam secara sempurna, kembali bersembunyi ke dalam peraduannya.

oOo

Aku mengganti bajuku dengan baju yang telah Siwon Oppa siapkan di dalam lemari. Aku hanya dapat mengulum senyum, melihat begitu banyak pilihan dress dalam lemari ini. Siwon Oppa benar-benar telah menyiapkannya dengan sempurna.

Aku keluar kamar, namun aku tidak melihat Siwon Oppa dimana pun. Aku mengetuk pintu kamarnya, tapi tak ada sahutan. Aku kembali ke dalam kamarku, mengambil ponsel yang telah diberikan Siwon Oppa tadi, kupencet angka 3 sebagai panggilan cepatku untuk Siwon Oppa karena angka 1 untuk Appa dan angka 2 untuk Eonnie.

“Yoboseyo, Oppa dimana?”

“Oppa ada dibawah. Kalau kau sudah mandi, ayo cepat turun kesini. Ke halaman depan, oppa sedang menyiapkan makan malam untuk kita berdua.”

“Ne.”

Aku mempercepat langkahku menuruni anak tangga, berbelok menuju pintu depan dan keluar ke halaman. Siwon Oppa melambaikan tangannya, “Palli jagiya,” teriaknya.

Pasir menggelitik telapak kakiku yang memang sengaja tidak mengenakan alas kaki. Aku menghampiri Siwon Oppa yang tengah sibuk memanggang irisan daging sapi. “Boleh kubantu?” tanyaku.

“Aniyo, malam ini kau adalah seorang princess dan hamba akan melayani tuan putri dengan pelayanan super maksimal,” ucap Siwon Oppa dengan mengedipkan matanya.

Aku duduk di sebuah kursi dengan tetap memperhatikan setiap gerakan dari tangan Siwon Oppa. Ia memasak dengan lincah layaknya seorang master chef. Tak butuh waktu lama, Siwon Oppa telah menyajikan berbagai makanan diatas meja yang juga dilangkapi dengan wine serta lilin.

“Kau harus makan dengan banyak agar tetap sehat.” Siwon Oppa menyuapiku sepotong steak dan aku membalas untuk menyuapinya juga.

“Oppa, gomawo,” ucapku dengan menatap matanya intens seusai kami menghabiskan makan malam yang telah dimasak khusus oleh Siwon Oppa. Ini adalah candle light dinner teromantis yang pernah kami berdua rasakan.

“Cheonmaneyo jagiya, mianhae karena Oppa sering tidak bisa meluangkan waktu untuk terus bersamamu.”

“Aniyo, aku tahu bukan karena Oppa tidak mau, tapi kita sama-sama mempunyai jadwal yang super padat. Aku sangat berterimakasih mempunyai kekasih yang sangat pengertian dan juga penuh perhatian seperti Siwon Oppa. Aku tidak tahu bagaimana bisa aku melalui hari-hariku yang sangat melelahkan jika tidak ada Oppa yang selalu memberikan semangat untukku. Jeongmal gomawo, Oppa.”

Siwon Oppa berdiri dari tempat duduknya dan menghampiriku “Bukan Oppa yang memberikan semangat untukmu Jagiya, namun Kau lah yang selalu berhasil menyemangati Oppa. Kau adalah malaikat terindah yang dikirim Tuhan untukku. Oppa tidak akan bisa berbuat apa-apa jika kau menghilang dari hidupku karena kau memiliki separuh sayap serta napasku.”

Aku berdiri dan menghambur ke pelukan Siwon Oppa, Aku dapat merasakan jantung Siwon Oppa yang berdetak dengan cepat, aku juga bisa mencium wangi khas tubuh Siwon Oppa yang menjadi candu untukku. Rasanya aku tidak ingin jika waktu ini berlalu dengan cepat.

oOo

Kami menyusuri tepi pantai setelah membereskan semua peralatan dinner, hanya sinar rembulan yang menerangi suasana pantai yang menghitam. Hembusan angin menerpa tubuhku yang hanya berbalut dress selutut, Siwon Oppa menghentikan langkahnya, Ia melepaskan jazz yang Ia kenakan dan memakaikannya padaku. Perasaan hangat kembali menjalari tubuhku. “Gomawo,” ucapku tulus.

Siwon Oppa menyunggingkan senyumnya dan mencium keningku dalam, “Tidak perlu berterimakasih karena sudah sewajibnya Oppa melindungimu dalam kondisi apapun. Oppa tidak akan membiarkanmu sampai jatuh sakit. Jeongmal saranghae, jagiya.”

“Naddo.” Siwon Oppa mengenggam tanganku dan mengajakku duduk di atas pasir. Aku duduk di sebelah kiri Siwon Oppa dengan menyenderkan kepalaku pada bahunya.

“Oppa…” gumamku pelan.

“Ne?”

“Aku  masih penasaran, kenapa Oppa bisa berada di Korea dan membawaku ke tempat ini? Bukankah Oppa sedang mendapat jatah liburan dari Soo Man Sajangnim?”

“Hemm, kau ingin tahu yang sebenarnya?”

“Jika Oppa tidak keberatan menceritakannya. Aku tidak akan memaksa.”

“Sebenarnya Oppa ingin merayakan moment ulang tahun kali ini hanya berdua denganmu, jagiya. Namun Oppa tahu itu tidaklah mudah. Oppa meminta saran pada Kyuhyun dan juga Seohyun, Seohyun yang memberikan ide cemerlang ini kepada Oppa.”

“Seohyun? “

“Ne, Seohyun yang menyarankan Oppa untuk meminta waktu liburan pada Soo Man Sajangnim. Seohyun juga menyarankan agar Oppa mengambil banyak poto saat liburan sebagai bukti untuk meyakinkan ELF dan media bahwa Oppa memang masih berada di Jerusalem. Tanpa sepengetahuan siapapun, Oppa telah kembali ke Seoul tadi siang.”

“Bagaimana bisa Oppa lolos dari pantauan media dan ELF?” tanyaku tak percaya.

“Emm, itu karena Oppa menggunakan pesawat pribadi milik Appa.”

“Mwo?”

“Selama ini Oppa tidak pernah menggunakan fasilitas yang dimiliki Appa, namun karena keadaan mendesak, Oppa terpaksa meminjam pesawat dan juga helicopter Appa.”

“Jeongmal gomawo Oppa. Aku sangat terharu dengan perjuangan Oppa agar kita bisa bersama malam ini. Mianhae karena kita tidak bisa leluasa seperti pasangan lainnya.”

“Aniyo, saat ini, asalkan kau berada disisiku itu sudahlah cukup. Kita pasti bisa mempublikasikan hubungan kita berdua kelak dan Oppa yakin, baik ELF dan Sone bisa menerimanya.” Aku menganggukkan kepalaku, mayakini ucapan Siwon Oppa.

Tak terasa sudah hampir pukul 11 malam, Siwon Oppa menuntunku berdiri dan mengajakku kembali ke dalam villa karena udara yang semakin dingin. Sepanjang perjalanan menuju villa, Aku menggamit lengan Siwon Oppa dengan manja, membuat Siwon Oppa tesenyum sumringah.

“Oppa, aku akan memasak sup rumput laut untuk Oppa. Otte?”

“Molla, tidak perlu jagiya. Kau harus istirahat, kau pasti sudah sangat lelah.”

“Aniyo, aku akan memasak untuk Oppa. Sup rumput laut adalah makanan wajib untuk seseorang yang sedang berulang tahun.”

Aku meninggalkan Siwon Oppa di ruang tamu menuju dapur, aku membuka kulkas dan menyiapkan semua bahan-bahan yang kuperlukan. Aku membersihkan semua bahan yang kubutuhkan lalu mulai memasak dengan ingatan yang pernah Hyoyeon Eonnie ajarkan padaku tentang cara memasak sup rumput laut.

Senyumku mengembang mencicipi hasil masakanku, setidaknya masih bisa dikategorikan lezat dan terpenting bisa dimakan jika dibandingkan legenda sungai han milik Kyuhyun Oppa.

Aku menatap arlojiku, 5 menit lagi sebelum waktu pergantian tanggal menjadi 7 April 2013. Aku menyajikan sup rumput laut buatanku ke dalam mangkuk dan membawanya ke ruang tamu. “Saengil chukka hamnida, saengil chukka hamnida, saengil chukkae Siwon Oppa, saengil chukka hamnida.”

Siwon Oppa menatapku dengan senyuman, “Gomawo Jagiya.” ucapnya dengan mata berbinar.

Aku meletakkan mangkuk sup rumput laut itu di atas meja, lalu meminta Siwon Oppa untuk berdoa. Setelah itu, Siwon Oppa mencicipi sup rumput laut buatanku, “Mashita,” ucapnya. Mataku tak bisa berpaling dari Siwon Oppa yang menyantap semangkuk sup rumput laut itu dengan lahap.

“Chakkaman,” ucap Siwon Oppa. Ia mengambil I-Phonenya, mengetikkan sesuatu lalu kembali menatapku dengan senyuman lebar.

“Wae?” tanyaku penasaran.

“Oppa memposting balasan atas ucapan dan juga doa yang dikirimkan ELF pada akun twitter Oppa. Selain keluarga dan dirimu, ELF adalah hal terpenting dalam hidup Oppa.”

“Itulah kenapa aku sangat mencintai Oppa. You ARE You, No OTHERS. Nobody can be like you. You’re the most important person in my life too.”

Siwon Oppa merengkuhku ke dalam pelukannya, lalu mencium puncak kepalaku. “Jagiya,” ucap Siwon Oppa melepaskan pelukannya dan berlutut di depanku, “Dari dulu hingga saat ini dan bahkan di masa yang akan datang, aku sangat yakin bahwa kau adalah yang terbaik untuk hidupku. Im Yoona, aku Choi Siwon, dengan cinta yang tulus, memintamu untuk menjadi pendamping hidupku, memintamu untuk menjadi menantu bagi kedua orang tuaku serta memintamu untuk menjadi ibu dari anak-anak kita kelak. Will you marry me?”

Aku mengatupkan kedua tanganku pada mulutku, aku sangat tidak menyangka bahwa Siwon Oppa akan melamarku malam ini dengan penuh ketulusan. Aku merasa sangat bahagia hingga tetesan kristal bening mengalir dari kedua sudut mataku. “Ne, I will karena menghabiskan waktu denganmu adalah hal terindah di dunia ini,” ucapku mantap.

Siwon Oppa mengeluarkan sebuah kotak dari dalam saku celananya, lalu Ia membuka kotak warna biru itu dan memasangkan cincin dengan permata berwarna biru shappire pada jari manisku. Siwon Oppa mencium jari manisku yang kini telah melekat sebuah cincin sebagai tanda ikatan antara aku dan dirinya.

oOo

Mentari pagi menyambut hariku dengan cerah, secerah perasaanku saat ini. Aku langsung tersenyum menatap kilauan yang berasal dari jari manisku. Eonniedeul dan juga dongsaengku pasti akan berteriak histeris jika mengetahui tentang ini.

Dengan perasaan yang luar biasa bahagia, kulangkahkan kakiku menuju kamar mandi, lalu aku menyapu tubuhku dengan guyuran air hangat. Ponselku berdering saat aku sedang memilih pakaian, kuangkat dan aku terlibat dalam pembicaraan yang cukup serius. Kumatikan dan kulempar sembarangan ponselku di atas kasur sebelum aku keluar menuju ruang makan.

“Good morning my beautiful lady,” sapa Siwon Oppa.

“Good morning Oppa,” balasku dengan mencium pipi Siwon Oppa singkat.

Aku membantunya menyiapkan sarapan untuk kami berdua, sandwich beserta 2 gelas chappuchino. Kami menikmati sarapan pagi sambil bersenda gurau dan mengganggu satu sama lain.

“Jagiya, apa jadwalmu sibuk hari ini?”

“Ne, aku harus mengadakan pemotretan pada beberapa majalah dan iklan, selain itu, aku juga harus latihan dengan eonniedeul. Wae Oppa?”

“Oooo, Aniyo. Ayo cepat habiskan sarapanmu, setelah itu kita akan langsung pulang ke Seoul.” Ucap Siwon Oppa tanpa melihat ke arahku.

Setelah sarapan, Siwon Oppa langsung meninggalkanku sendirian di ruang makan. Ia kembali dengan koper di tangannya, “20 menit lagi helicopter Appa akan menjemput kita.”

Aku menghampiri Siwon Oppa, aku melingkarkan kedua tanganku pada tubuhnya lalu menyenderkan kepalaku pada dada bidangnya, “Oppa, apa kau tidak ingin jika kita menghabiskan waktu lebih lama lagi? Jika kau tidak mau, aku terpaksa harus meminta Taecyeon Oppa untuk menemaniku karena aku akan bosan hanya seharian di dorm. Hemm..”

“Mwo? Apa maksudmu jagiya? apa kau berniat selingkuh dengan Taecyeon?”

“Hahhaaa… aniyo, aku hanya bercanda Oppa. Tadi pagi, managerku menelpon dan aku berhasil memintanya untuk menunda semua jadwalku hari ini. Aku ingin menghabiskan hari ini hanya berdua denganmu.”

“Jinjja?” Aku menganggukkan kepalaku sebagai jawaban. Siwon Oppa langsung mengambil ponselnya lalu menghubungi sang pilot untuk menjemput kami nanti sore.

Siwon Oppa menarik tanganku keluar dari Villa, Ia berlari menuju tepi pantai, Aku melepaskan sepatuku sebelum menyusulnya dengan cepat. Siwon Oppa menyambutku dengan mencipratkan air laut, aku tak mau kalah, aku juga membalasnya hinga kini pakaian kami telah basah secara keseluruhan.

“Oppa, hentikan! Air lautnya masuk ke dalam mulutku, itu sangat asin. Huekzz…”

“Hahhaa…. rasakan karena tadi kau telah berani mempermainkan calon suamimu. Hahaaa….”

Aku mengerucutkan bibirku melihat tingkah laku Siwon Oppa yang kembali telah terasuki oleh sifat evil Kyuhyun Oppa. Siwon Oppa menghentikan aksinya mencipratiku dengan air laut, Ia mendekatiku dan tanpa kusangka Siwon Oppa malah menggelitiki perutku tanpa ampun.

“Op-pa, hen-ti-kan! ge-li,” ucapku terbata.

“Shirreo. Hahahaa..”

Saat mendapat kesempatan, aku membalas menggelitiki perut Siwon Oppa. Aku tahu, Ia sangat tidak bisa menahan geli, Ia berteriak minta ampun, namun kali ini giliranku yang memimpin permainan. Tak akan aku biarkan Siwon Oppa lepas begitu saja. Hahaaa….

END…

Sekali lagi, Happy Birthday my beloved Oppa. best wishes for you Oppa. *kiss and hug from Choi Reri*

Advertisements

About choireri

I'm not a writter, but I LIKE writing. Siwon is my priority bias and I like YoonWon + SeoKyu too ^^ author at CRFF

Posted on April 7, 2013, in Fan Fiction, Oneshot and tagged , , , . Bookmark the permalink. 92 Comments.

  1. So sweet mudah2n yoonwon Real author update FF yoonwon donk

  2. Waaa…
    Yoonwon sweetttt bngt sih
    Snang ny bsa nkmatin lburan brduan:)

  3. Senangnya baca story ini..andaikan ini kenyataan..psti senang sekali melihat kebahagian yoonwon..gumawo chingu ud buat story ini dgn bagus…daebak

  4. wewww… momentnya itu lho… ❤ it

  5. Hehehe so sweet bnget

  6. Oneshoot yang baik untuk Siwon’s birthday (last year) :))

  7. Yeeeee yoonwon jjang!!! Berharap di reallife mereka juga kaya gituu aminamin!!! Daebak ditunggu ff yoonwon yg lainya thor 🙂

  8. Wwkwkwkkwkw dua2nya sama2 jailll

  9. wowwwww…pasangan yg bnr2 perfect 🙂 ❤

  10. Oooooowwww….so sweet….I like it

  11. yaa walau pun singkat tapi keren bukannya gimna

    aku sngat suka critanya dan gak rela klo gak sampe nikah

  12. Berharap mereka kayak gini di kehidupan nyata..

Leave Your Words, Chingudeul ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: