It Started with A Dream Chapter 4 {End}

Tittle: It Started with A Dream Chapter 4 {End}
Cast: Choi Siwon, Im Yoona
Support Cast: Super Generation
Genre: Romance
Rate: PG-17
Length: Chapter 4 of 4 (6.201 words)
Disclaimer:

Cast Dalam ff ini merupakan tokoh real
Namun alur ceritanya ASLI dan MURNI hasil imajinasiku
DON’T BE A PLAGIATOR !!!

Reri Say:
Ada yang nungguin chapter 4 ISWAD kah? Kekekee~
Mianhae chingudeul karena Reri baru bisa update setelah sekian lama hiatus. T_T
Buat chinguduel yang udah baca chapter sebelumnya boleh langsung baca tapi kalau belum, silahkan obrak abrik dulu Library FF chapter Reri. Hehehe…

Emm, btw this chapter will be the end of ISWAD. Yeayyeee, finally dan ceritanya juga cukup panjang (Chapter terpanjang yang pernah Reri buat). Prepare yourself ^^

Happy Reading chingudeul !!! 🙂

Yoona Pov

Aku menyingkap jendela kereta ketika kami telah memasuki gerbang Kerajaan Daerishi. Banyak rakyat yang menghentikan aktifitas mereka saat melihat kereta kami melintasi jalan raya menuju istana. Aku berusaha tersenyum pada setiap wajah yang menatapku dengan mata yang berbinar. Sungguh aku sangat merindukan tatapan mereka dan juga tempat yang sudah cukup lama kutinggalkan ini.

Sooyoung menuntunku turun dari atas kereta saat kereta kami telah berada di depan istana utama, sedangkan Sunny dibantu dengan pengawalku yang lain, sibuk mengeluarkan semua peralatan yang kubawa dari dalam kereta. Aku merentangkan kedua tanganku serta menutup kedua kelopak mataku, lalu menghirup oksigen disekitarku dengan perlahan. Udara segar langsung memenuhi rongga paru-paruku.

Aku membuka kedua kelopak mataku, lalu beranjak melangkahkan kakiku menyusuri lorong istana menuju kamarku. Aku ingin menjernihkan fikiranku terlebih dahulu karena aku belum siap jika harus langsung bertemu dengan Appa dan Eomma. Tanpa menunggu Sooyoung dan Sunny, aku membuka pintu kamar dengan tanganku sendiri.

Krek

Wangi lavender langsung menusuk hidungku, membuat perasaanku terasa nyaman. Kakiku melangkah secara perlahan, mengitari penjuru kamar dan langkahku berhenti tepat di hadapan cermin besar yang ada di dekat jendela kamarku.

Aku memandang pantulan diriku, wajahku terlihat pucat ditambah dengan lingkaran hitam di bawah mataku membuat penampilanku terlihat mengerikan. Aku menghembuskan napas sejenak dan kini tatapanku terfokus pada kedua bola mataku, warna coklatnya sedikit tersamarkan karena gumpalan cairan yang kapan saja siap berubah menjadi kristal-kristal bening.

Aku menutup mataku dan sekelebat kenangan bersama Putra Mahkota Siwon berputar di kepalaku, mulai dari wajah acuhnya ketika aku bertemu dengannya pertama kali di meja makan bersama Raja Leeteuk dan Ratu Taeyeon sampai kenangan manis diantara kami berdua saat menunggang kuda, memancing dan juga mengelilingi kebun bunga. Aku merindukan senyuman yang selalu terukir indah di wajahnya dan juga sikap manisnya yang selalu bisa membuatku merasa menjadi wanita paling berharga di dunia ini. Tapi itu semua tinggal kenangan, karena sekarang Putra Mahkota Siwon pasti sudah sangat membenciku.

Kakiku terasa lemas dan tak mampu menopang tubuhku lagi, seketika tubuhku gontai dan terduduk di lantai yang berlapiskan permadani. Hatiku terasa sakit seolah ribuan belati menyayatnya secara perlahan, perih dan teramat pedih. Cairan bening yang sejak tadi kutahan akhirnya berhasil menerobos kelopak mataku yang masih terpejam, merembes dan membasahi kedua pipiku. Semakin aku menahan air mataku, semakin deras alirannya dan sekarang, isakan tangis telah memenuhi ruang kamarku.

Tok
Tok
Tok

Aku mengabaikan suara ketukan pintu kamarku dan aku kembali tenggelam dalam duniaku sendiri. Aku bahkan tidak menyadari suara pekikan Sunny sebelum Ia mengguncang tubuhku untuk menyadarkanku. Sorot matanya menyiratkan penuh kekhawatiran, aku berusaha tersenyum untuk menenangkannya, tapi aku tidak bisa. Isak tangisku malah semakin menjadi. Sunny merangkulku dalam pelukannya, Ia menepuk-nepuk punggungku, memberikan rasa nyaman yang sangat kubutuhkan saat ini.

“Menangislah tuan putri, menangislah jika bisa membuat perasaan tuan putri menjadi lebih baik,” ucap Sunny dengan suara serak.

Sunny mengendurkan pelukannya saat irama tangisku semakin mereda, dan perlahan Ia melepaskan pelukannya. Ia menatap wajahku dan ibu jarinya mulai menghapus bekas air mata yang masih membasahi kedua pipiku.

“Gomawo,” ucapku tulus.

“Cheonmaneyo, Yoona-ya. Kau harus kuat karena sahabat yang aku kenal adalah seorang tuan putri yang kuat dan selalu ceria, arraseo?”

Aku menganggukkan kepalaku, aku sangat berterimakasih karena memiliki seorang dayang yang sekaligus bisa menjadi sahabatku dengan baik. Aku sangat menyanyangi Sunny dan juga seluruh kerajaanku. Aku harus kuat dan tidak boleh lagi larut dalam perasaanku sendiri. Aku berjanji akan bertanggungjawab atas semua kekacauan yang telah kulakukan.

End Yoona Pov

oOo

Siwon Pov

Matahari mulai tenggelam, menyisakan warna jingga kemerahan yang menghiasi langit luas. Terlihat sangat indah dan mempesona. Aku yakin, Putri Yoona akan sangat menyukai pemandangan ini. Aarrgggg…. mengingat namanya, membuat dadaku kembali bergemuruh.

Kupacu kudaku untuk berlari lebih kencang, menimbulkan bunyi lengkingan dan hentakan dari kaki kuda yang cukup kuat untuk memecah kesunyian hutan. Sesekali, terdengar kicauan burung yang entah berasal dari mana, turut meramaikan suasana hutan yang mulai mencekam.

Sepanjang mata memandang, hanya beberapa titik yang terlihat sedikit terang karena cahaya rembulan, selebihnya hitam pekat, seakan hutan ini tak ada ujungnya. Kutarik tali kekang kudaku dan seolah dapat mengerti yang kuinginkan, langkahnya langsung terhenti. Terdengar suara kaki kuda yang juga berhenti dibelakangku. Aku menolehkan kepalaku dan terlihat siluet dari 2 orang yang sangat kukenal.

Awalnya aku ingin pergi sendiri tapi baginda ratu langsung menolak karena terlalu khawatir dengan keselamatanku. Aku tidak ingin membuat baginda ratu cemas dan khawatir sehingga aku meminta Kangin dan Juga Eunhyuk untuk menemani perjalananku kali ini. Mereka berdua adalah sahabatku dan juga Pangeran Donghae sejak kecil.

“Kita istirahat sejenak,” Ucapku ketika Kangin dan Eunhyuk menghampiriku. Mereka menundukkan kepala tanda setuju dengan permintaanku. Aku turun dari atas kuda, lalu mulai mencari pohon untuk mengikat kudaku. Dengan penerangan yang terbatas, aku sedikit mengalami kesulitan hingga Eunhyuk datang membantuku.

“Gomawo, Hyukie,” ucapku.

“Itu sudah tugasku untuk melayani yang mulia putra mahkota,” ucapnya yang membuatku kesal.

“Sudah berulang kali kukatakan, cukup panggil aku siwon. Toh hanya ada kita bertiga saat ini.”

“Hahahaaa……”

Aku mengernyitkan keningku melihat Eunhyuk yang tertawa dengan kencang. “Waeyo?” Ucapku keras.

“Aniyo, seharusnya kau melihat ekspresimu tadi Won-ah. Kau sangat lucu kalau sedang kesal, aku lebih menyukaimu seperti tadi dibanding wajah kusutmu yang belakangan ini kulihat,” ucapnya lalu terus tertawa.

“Aiss, jadi kau sengaja mengerjaiku, hah? Awas kau monyet jelek.”

Aku memasang kuda-kuda dan berpura-pura hendak menendang perut Eunhyuk, sebelum Kangin berusaha mencegahku.

“Waeyo? Kenapa kalian berdua bertengkar?”

“Hahaa… Aniyo hyung. Kami hanya bercanda,” ucap Eunhyuk.

“Aigo, kalian masih bisa bercanda disaat seperti ini. Hyukie, cepat hidupkan api unggun sebelum ada binatang buas yang menerkam kita!” Ucap Kangin sambil mengangkat kedua tangannya dan mengubah mimik mukanya seperti beruang, berusaha menakuti Eunhyuk yang memang takut terhadap beruang. Melihat ekspresi Eunhyuk yang berusaha bertingkah seolah tidak takut membuatku menahan tawa, begitu pula dengan Kangin hyung.

“Arraseo, tapi berhentilah bertingkah seperti itu. Kau terlihat kekanakan hyung,” ucap Eunhyuk sebelum berlalu untuk membuat api unggun. Aku membantu Kangin hyung untuk mengeluarkan perbekalan kami, walau Ia menolak namun aku tetap membantunya. Aku tidak ingin hanya berpangku tangan sendirian dan melihat mereka melakukan semuanya untukku.

Kami duduk mengelilingi api unggun, lalu mulai menikmati perbekalan yang disiapkan khusus oleh baginda ratu. Setelah selesai mengisi ulang tenaga, kami mengistirahatkan tubuh sejenak dengan bersender di bawah pohon.

“Tidurlah Won-ah!” ucap Kangin hyung tegas, membuatku mengurungkan niat untuk menolak. “Kau juga Hyukie! aku yang akan berjaga,” sambung Kangin hyung lagi.

“Ne, hyung. Tapi nanti bangunkan aku, kau juga harus istirahat. Perjalanan kita masih cukup panjang,” Ucap Hyukie yang mendapat anggukan dari Kangin hyung. Aku meletakkan pedang disamping tangan kananku, lalu menutup mataku secara perlahan. Wajah Putri Yoona langsung memenuhi kepalaku, tersenyum dengan sangat cantik, seakan Ia benar-benar ada disini bersamaku. “Tunggu aku, tuan putri,” batinku sebelum aku benar-benar masuk ke alam bawah sadarku.

End Siwon Pov

oOo

Yoona Pov

“Tuan Putri sudah bangun? Mianhae atas keterlambatan hamba,” ucap seorang dayang padaku dengan membungkukkan kepalanya. Aku tidak mengenal dayang ini, bahkan sepertinya aku belum pernah melihatnya sebelumnya.

“Apa kau dayang baru?” tanyaku lembut.

Ia kembali menengadahkan kepalanya, menatapku gugup, seolah aku akan menghukumnya, “Emm, ne, tuan putri. Aku dayang baru. Namaku Tiffany. Mulai hari ini, aku ditugaskan yang mulia ratu untuk menggantikan tugas dayang Sunny dan juga dayang Sooyoung melayani Tuan Putri Yoona.

“Mwo?” ucapku kaget. “Apa yang terjadi pada dayang Sunny dan dayang Soyoung?” tanyaku lagi.

“Emm, baginda ratu menghentikan dayang Sunny dan dayang Soyoung sejak semalam, tuan putri,” ucapnya dengan menundukkan kepala.

Aku menarik nafas sejenak untuk menenangkan fikiranku lagi. “Siapkan pakaianku, aku ingin menemui baginda ratu secepatnya.”

“Ne, tuan putri.”

Aku mandi dengan cepat, lalu mengganti pakaianku dengan baju yang telah disiapkan Tiffany. Aku merias wajahku sendiri karena aku masih belum terbiasa dengan Tiffany. Aku memoleskan bedak sedikit lebih tebal pada bagian mataku untuk menutupi lingkaran mataku yang menghitam akibat terlalu lama menangis. Setelah merias wajahku, aku langsung mengenakan sepatu dan beranjak keluar dari kamar diikuti Tiffany dan beberapa dayang istanaku untuk menuju istana baginda ratu.

“Yang mulia tuan putri berkunjung,” teriak dayang istana baginda ratu.

“Persilahkan tuan putri masuk,”

Seorang dayang membukakan pintu untukku, aku membungkukkan kepalaku sebagai ungkapan terimakasih sebelum aku melangkahkan kaki masuk ke kamar baginda ratu. Aku memberi salam penghormatan di depan baginda ratu, lalu baginda ratu mempersilahkanku duduk.

“Mianhae karena kedatangan hamba mengganggu waktu istirahat yang mulia,” ucapku sopan berusaha menahan amarahku karena Sunny dan Sooyoung yang digantikan tanpa sepengetahuanku terlebih dulu.

“Aniyo, tuan putri sama sekali tidak mengganggu. Eomma bahkan sudah berencana untuk mengunjungi istana tuan putri hari ini, tapi tuan putri sudah datang terlebih dulu. Apa yang membawa tuan putri pagi-pagi sudah mengunjungi Eomma?”

“Jeongmal mianhae baginda ratu. Maaf atas kelancangan hamba, tapi hamba ingin menanyakan langsung pada baginda ratu mengenai dayang Sunny dan Sooyoung. Jika baginda ratu menghentikan mereka menjadi dayang karena menemani hamba ke Kerajaan Shappirieor, maka hamba mohon baginda ratu mencabut perintah tersebut. Mereka tidak bersalah sedikitpun karena hambalah yang sepenuhnya bersalah atas semua ini. Hamba akan mempertanggungjawabkan semuanya.” Ucapku dengan berlutut di hadapan eomma.

“Ne, Eomma yang memerintahkan kepala dayang untuk menghentikan dayang Sunny dan Sooyoung. Eomma melakukan ini sebagai pelajaran bagi dayang lainnya untuk tidak melanggar aturan di kerajaan ini. Kau seharusnya sangat faham dengan semua ini tuan putri.”

“Tapi itu bukanlah kesalahan mereka, akulah yang bersalah. Maka hamba mohon, hukumlah hamba yang mulia. Jangan hukum mereka, hamba sudah siap dengan semua hukuman yang akan baginda raja dan baginda ratu berikan kepada hamba. Hamba mohon yang mulia ratu, cabut hukuman dayang Sunny dan Sooyoung. Hamba percaya, ratu kerajaan Daerishi adalah seorang yang bijaksana, yang tidak akan memberikan hukuman pada siapapun yang memang tidak bersalah.”

“Baiklah, kalau itu permintaanmu. Eomma akan mencabut hukuman dayang Sunny dan Sooyoung. Mereka akan tetap menjadi dayang, tapi tidak akan lagi bertugas di istana tuan putri.”

“Jeongmal gomawo, yang mulia,” ucapku tulus.

“Cheonmaneyo tuan putri.”

Aku mengangkat kepalaku berusaha menatap kedua mata baginda ratu. Mata beliau terlihat sayu, membuat perasaan bersalahku semakin memuncak. ‘Mianhae, eomma,’ batinku. Aku bangkit lalu kembali membungkuk hormat.

“Mianhae karena telah mengganggu yang mulia, hamba mohon undur diri. Semoga kesehatan selalu menyertai yang mulia baginda ratu,”

“Gomawo tuan putri. Temui baginda raja secepatnya karena tuan putri harus menjelaskan semuanya pada baginda raja dan juga dewan istana. Hadapi dengan tenang seperti Putri Yoona yang Eomma kenal. Arraseo?”

“Ne, yang mulia. Aku akan menemui baginda raja sore ini.” ucapku berusaha tersenyum.

Aku melangkahkan kakiku keluar dan aku menghentikan langkahku sejenak. Aku menekan dada kiriku yang terasa amat sakit. Eomma pasti telah melewati masa yang sulit dalam menghadapi dewan istana karena kelakuanku. Aku tahu, Eomma sangat menyayangiku dan Eomma tidak akan pernah menghukumku tapi beliau tetap harus menjalankan tugasnya sebagai ratu kerajaan ini.

‘Tenanglah Eomma, aku pasti bisa menyelesaikan semua ini karena Eomma yang mengajariku untuk menjadi putri yang kuat dalam menghadapi apapun,’ ucapku dalam hati.

End Yoona Pov

oOo

Siwon Pov

Semalam, setelah menghilangkan rasa kantuk, kami melanjutkan perjalanan kembali, memacu kecepatan kuda ditengah gelap dan dinginnya hutan. Kali ini pun begitu, kami beristirahat sejenak ketika menemukan sebuah sungai kecil. Airnya begitu jernih dan segar. Aku langsung mencuci wajahku yang sudah terasa lengket dan tak lupa pula, kami mengisi ulang cawan air minum karena bekal yang semakin menipis.

“Masih berapa lama lagi perjalanan kita Hyung?” Tanyaku pada Kangin Hyung. Jabatan sebagai panglima perang membuatnya mengetahui hampir semua wilayah negeri ini dengan akurat.

“Jika kita cepat, nanti malam kita akan sampai,” jawabnya sambil menepuk-nepuk kepala kuda kesayangannya.

“Arraseo.”

Eunhyuk membereskan semua perlengkapan dan setelah memastikan tak ada yang tertinggal, kami kembali melanjutkan perjalanan. Aku dan Eunhyuk mengikuti jalan yang dipandu oleh Kangin Hyung karena aku belum pernah pergi ke daerah ini sebelumnya.

“Heyaaa……” Kupacu kudaku untuk berlari lebih cepat, namun aku tersentak karena Kangin Hyung menghentikan kudanya secara mendadak. Langsung kutarik tali kekang kudaku dengan spontan, membuatku hampir terjatuh dari pelana kuda.

“Waeyo, hyung?” tanya Eunhyuk.

“Ssssstttttt, apa kalian tidak mendengar suara kuda?”

Aku menajamkan pendengaranku dan benar apa kata Kangin Hyung, ada suara hentakan kaki kuda yang berlari menuju kesini dengan kecepatan yang tidak biasa.

“Kita harus bersembunyi,” ucapku.

“Ne, keluar dari jalan dan bersembunyi di belakang pepohonan yang besar. Kita harus melihat dulu berapa orang yang mengikuti kita dan kita juga harus memastikan itu musuh atau bukan. Hyukie, dampingi yang mulia putra mahkota!” perintah Kangin Hyung tegas.

“Ne, hyung,” jawab Eunhyuk. Aku dan Eunhyuk segera bersembunyi di balik pohon yang sangat besar. Entah apa nama pohon ini, tapi yang pasti pohon ini mampu menyembunyikan 2 buah kuda yang kami tunggangi dengan baik. Sedangkan Kangin Hyung bersembunyi di belakang pohon yang tepat berada di depan kami, Ia mengawasi jalan dengan cermat.

Suara kuda itu semakin jelas dan kami sudah siap dengan pedang di tangan kanan sedangkan tangan kiri memegang tali kekang kuda. Aku melihat seekor kuda yang semakin mendekat, tapi aku tidak bisa melihat penungganggnya karena Ia menggunakan topi yang menutupi sebagian wajahnya. Ia menghentikan laju kudanya kemudian mengamati sekeliling, sepertinya Ia bisa merasakan kehadiran kami disini.

Ada perasaan aneh dalam hatiku, walau aku tidak bisa melihat wajahnya, namun sepertinya aku mengenal perawakan tubuh dari orang yang menunggang kuda itu. Apa hanya perasaanku saja?

“Siapa dirimu?” teriak Kangin Hyung keluar dari persembunyiannya. Melihat itu, aku juga langsung memacu kudaku untuk keluar dari persembunyian, mengacuhkan ucapan Eunhyuk yang melarangku. Kangin Hyung telah mengacungkan pedangnya, namun penunggang kuda itu tetap tidak bergeming.

“Apa kabar yang mulia putra mahkota?” ucapnya yang membuat kami semua tersentak. Ia perlahan melepas topinya dan aku tidak bisa menahan rasa terkejutku ketika melihat wajah dari orang yang sudah sangat lama tidak kujumpai.

“Pangeran,” ucap Kangin Hyung.

“Jangan panggil aku pangeran, Hyung! Kau tahu, aku tidak menyukai itu. Aku bersyukur, kau tidak melupanku,” ucapnya dengan senyuman.

“Kau benar-benar membuatku kesal Pangeran Lee, apa kau tidak merindukan kami semua, hah? Bertahun-tahun kau tidak pernah pulang. Kau lah yang melupakan kami,” bentakku.
Pangeran Donghae malah semakin melebarkan senyumnya, “Mianhae karena telah membuat putra mahkota merindukanku,” ucapnya yang membuat Kangin dan Eunhyuk Hyung tertawa. Aku pun tak bisa menahan untuk tidak ikut tertawa. Setelah sekian lama, akhirnya aku bisa bertemu dengan sepupu yang sudah kuanggap seperti saudara kandungku sendiri, sama seperti Putri Seohyun.

“Apa yang membuatmu ada disini Hae?” Tanya Eunhyuk disela tawa kami.

“Takdir,” jawabnya misterius, membuat keningku berkerut.

End Siwon Pov

oOo

Yoona Pov

Kuhirup udara dari hidungku dengan dalam hingga memenuhi seluruh rongga paru-paruku, lalu menghembuskannya perlahan dari mulutku. Cara ini mampu meminimalisir kekhawatiran yang sejak tadi kurasakan. Kuyakinkan hatiku bahwa aku bisa menghadapi semua ini dan dengan senyum pasti, kulangkahkan kakiku masuk ke dalam ruang pertemuan istana utama.

Aku sempat goyah ketika puluhan pasang mata menatapku dengan tajam, namun dengan cepat kudongakkan lagi wajahku, menatap lurus ke depan dan terus berjalan sampai di hadapan baginda raja. Aku memberikan salam penghormatan kepada baginda raja, lalu kepada baginda ratu dan juga beberapa penasehat kerajaan.

“Apa kesehatanmu sedang tidak baik Putri Yoona? Wajahmu terlihat pucat,” tanya baginda ratu dengan nada yang lembut. Aku tersentuh karena aku yakin, baginda ratu menanyakan ini bukan hanya sekedar basa basi, namun sebagai perhatian seorang Eomma kepada putrinya.

“Kesehatan hamba baik-baik saja baginda ratu. Baginda ratu tidak perlu mencemaskan hamba,” jawabku dengan senyuman hangat. Baginda ratu membalas senyumanku dan itu semua sudah cukup untuk menguatkanku kembali.

“Jika kesehatan tuan putri baik-baik saja, bersediakah tuan putri untuk menjelaskan semua kekacauan yang sudah tuan putri lakukan!” ucap Menteri Kang dengan lantang.
Aku menatap baginda raja sejenak dan beliau menundukkan kepala sebagai tanda bahwa aku bisa langsung menjawab pertanyaan yang diberikan Menteri Kang.

“Sebelum hamba menjawab pertanyaan Menteri Kang, bolehkah hamba bertanya kepada baginda raja dan seluruh pejabat tinggi kerajaan Daerishi, apakah lelulur kita pernah menentang jika seorang putri, pangeran atau bahkan putra dan putri mahkota telah menentukan pilihan pasangan hidupnya berdasarkan cinta? dan apakah ada peraturan mutlak bahwa seorang putri mahkota harus menikah dengan seorang putra mahkota juga?” ucapku lembut namun penuh penekanan. Aku menatap satu persatu setiap pasang mata yang ada di hadapanku. Mereka terlihat terkejut dengan pertanyaan yang kuajukan, namun aku bisa melihat senyuman kecil dari baginda ratu.

“Kenapa tidak ada yang menjawab pertanyaan hamba? Bukankah itu hanyalah sebuah pertanyaan sederhana?” tanyaku kembali dan aku langsung menatap kedua mata Menteri Kang, sebagai tanda bahwa aku ingin dia lah yang menjawabnya.

“Hemmm… apa maksud tuan putri menanyakan semua ini?”

“Maaf atas kelancangan hamba, tapi hamba hanya meminta tuan untuk menjawab pertanyaan sederhana yang hamba ajukan sebelum hamba menjawab pertanyaan yang tuan berikan kepada hamba tadi, tapi jika tuan tidak berkenan, maka hamba meminta kepada salah satu dewan istana yang lain untuk menjawabnya.” Wajah Menteri Kang memerah, menahan amarah, namun kuacuhkan dan aku kembali mengedarkan pandanganku ke sekeliling ruangan. Menatap satu persatu dewan istana dan tatapanku berhenti pada Menteri Cho.

“Tidak ada peraturan mutlak tentang itu semua tuan putri dan leluhur kita juga tidak pernah menentang salah seorang anggota kerajaan dalam menentukan pasangan hidupnya,” jawab Menteri Cho.

“Terimakasih atas penjelasan tuan. Bolehkah hamba bertanya sekali lagi. Kenapa? Kenapa leluhur kita tidak pernah menentang itu semua?”

Hening, tidak ada yang menjawab, kubulatkan tekadku dan kembali aku membuka mulutku “Sederhana, hanya butuh satu kata untuk menjawab pertanyaan tadi yaitu Cinta. Kenapa cinta? karena leluhur kita telah menyadari bahwa ikatan pernikahan itu bukan hanya sekedar untuk mempertahankan garis keturunan kerajaan, namun juga sebagai wujud untuk menjaga kedamaian, kententraman dan keharmonisan kerajaan Daerishi,” Aku menghentikan ucapanku, lalu menunggu reaksi dari baginda raja dan seluruh dewan istana, namun semuanya hanya diam.

“Bagaimana semua ini bisa terjadi jika dalam kehidupan pribadi anggota kerajaan sendiri tidak harmonis karena pernikahan yang dipaksakan dan tanpa cinta? bukan kedamaian yang didapat melainkan kehancuran. Itulah mengapa leluhur kita tidak pernah membuat peraturan seperti itu. Tapi mengapa sekarang kita berniat mengubah peraturan yang sudah jelas terbukti untuk kebaikan Kerajaan Daerishi dengan peraturan baru yang hanya akan menimbulkan perpecahan seperti saat ini?” ucapku dengan menatap mata baginda raja secara langsung. “Apakah penuturan hamba salah yang mulia?”

“Tidak. Sepenuhnya, penuturanmu adalah benar tuan putri.” Jawab baginda raja.

“Jika itu adalah benar, kenapa baginda raja dan dewan istana tetap mamaksa untuk menjodohkan putri mahkota dengan putra mahkota Kerajaan Shappirieor padahal baginda tahu bahwa putri mahkota telah memiliki tambatan hati? Bukankah ini menyalahi aturan yang telah ditetapkan leluhur kita, baginda raja?”

Aku tidak memberikan kesempatan baginda raja ataupun dewan istana untuk menjawab, langsung kulanjutkan lagi penjelasanku “Tanpa perlu dijawab pun, kita sudah tahu bahwa itu salah. Oleh karena itu, hamba menggantikan putri mahkota untuk pergi ke Kerajaan Shappirieor, hamba tidak akan membiarkan putri mahkota yang sangat hamba sayangi melakukan sesuatu yang akan Ia sesali seumur hidupnya. Dan jika perbuatan yang hamba lakukan disebut kekacauan, lalu perintah yang dikeluarkan oleh baginda raja dan dewan istana harus kita sebut apa? Kebaikan kah?”

“Sudah cukup tuan putri! Dayang Han, tolong antar Putri Yoona ke istananya!” perintah baginda raja.

“Terimakasih telah mendengarkan penjelasan hamba yang mulia baginda raja dan dewan istana yang terhormat. Maaf atas kelancangan hamba dan tanpa mengurangi rasa hormat, hamba mohon agar baginda raja dan dewan istana memikirkan ini dengan kepala dingin agar tidak mengambil keputusan yang melanggar norma-norma yang telah ditetapkan leluhur kita. Hamba mohon undur diri, semoga baginda raja selalu diberi keberkahan,” ucapku sebelum melangkah mundur dan meninggalkan ruang pertemuan istana utama dengan senyuman percaya diri.

End Yoona Pov

oOo

Siwon Pov

Matahari telah kembali ke peraduannya ketika kami memasuki Kerajaan Daerishi. Suhu udara yang mulai mendingin, membuat bulu kudukku sedikit meremang. Aku menggosok kedua tanganku, setidaknya bisa sedikit membuatku merasa hangat.

Setelah menunjukkan lambang Kerajaan Shappirieor dan menyampaikan tujuan kedatangan kami, petugas penjaga gerbang membukakan gerbang dan seorang pengawal menuntun kami menuju istana utama.

Walau tidak semegah Kerajaan Shappirieor, namun Kerajaan Daerishi terlihat menawan. Bangunannya tersusun dengan rapi dan kebersihannya terjaga dengan baik, mempesona mata siapapun yang melihatnya.

Beberapa pengawal mengambil kuda kami, lalu mengantar kami memasuki sebuah bangunan yang sangat luas. Seperti dugaanku, bangunan ini adalah ruang pertemuan Kerajaan Daerishi. Raut terkejut jelas terlihat dari wajah baginda raja. Namun baginda raja, baginda ratu dan beberapa dewan istana tetap menyambut kedatangan kami dengan senyum hangat. Kami langsung memberikan salam penghormatan kepada baginda raja.

“Maaf jika kedatangan kami mengagetkan baginda raja karena tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Perkenalkan hamba Putra Mahkota Kerajaan Shappirieor, Choi Siwon imnida dan ini Pangeran Lee Donghae, Panglima Kangin dan juga Prajurit Lee Hyukjae,” ucapku sambil menunjuk satu persatu pada Pangeran Donghae, Kangin Hyung dan Eunhyuk.

“Sama sekali tidak, saya bahkan merasa tersanjung, putra mahkota mau berkunjung ke Kerajaan Daerishi yang sederhana ini,” balas Baginda Raja Yesung.

“Baginda terlalu merendah,” ucapku, lalu mengambil buah tangan yang sejak tadi dipegang oleh Eunhyuk Hyung. “Terimalah buah tangan sederhana sebagai salam dari Baginda Raja Leeteuk dan Baginda Ratu Taeyeon. Semoga baginda raja dan baginda ratu bersedia mengenakannya kelak.” Aku menyerahkan kotak yang berisi tunik itu kepada seorang dayang untuk diberikan kepada Baginda Raja Yesung.

“Sampaikan rasa terimakasih kami pada Raja Leeteuk dan Ratu Taeyeon,” ucap Baginda Raja Yesung.
Setelah berbincang-bincang, baginda raja mengundang kami untuk makan malam bersama. Aku menyetujuinya karena berharap dapat bertemu dengan Putri Yoona, namun harapanku sia-sia, sampai jamuan makan malam selesai Putri Yoona tidak juga muncul. Aku kembali menahan hasratku untuk menatap wajah cantiknya malam ini, semoga esok hari kami dapat bertemu.

Beberapa dayang istana mengantar kami untuk beristirahat. Kangin dan Eunhyuk Hyung mendapatkan kamar yang sama, sedangkan aku dan Pangeran Donghae mendapatkan kamar tersendiri. Aku mengucapkan selamat malam kepada Kangin, Eunhyuk dan Pangeran Donghae, lalu masuk ke dalam kamarku. Tubuhku sangat lelah, namun aku masih menyempatkan diri untuk mandi terlebih dulu. ‘jaljayo Putri Yoona,” ucapku sebelum terlelap di atas kasur yang terasa sangat empuk.

End Siwon Pov

oOo

Yoona Pov

Aku tengah menyirami pot bunga yang ada di balkon kamarku ketika seseorang masuk ke dalam kamarku. Aku masuk ke dalam kamar dan senyumku langsung mengembang ketika melihat wajah seseorang yang sangat ingin kutemui sejak menginjakkan kaki di Kerajaan Daerishi lagi.

“Eonniee….” teriakku sambil berlari ke dalam pelukannya.

“Apa kau berniat membunuhku dengan pelukan posesifmu itu saeng,” ucap Jessica Eonnie.

“Upss… mianhae, aku sangat merindukan Eonnie,” ucapku sambil terus mengeratkan pelukanku.

“Ne, Eonnie juga merindukanmu. Mianhae karena Eonnie tidak bisa langsung menemuimu ketika kau pertama sampai. Eomma mengawasiku dengan ketat. Eonnie tidak bisa keluar kamar dengan mudah lagi.”

“Tidak apa-apa, yang penting sekarang kita bisa bertemu lagi. Aku sangat lega melihat Eonnie baik-baik saja.” Jessica Eonnie membelai pipiku dengan lembut, lalu kembali memelukku.

“Putri mahkota dan Putri Yoona, baginda raja memanggil Putri mahkota dan Putri Yoona ke istana utama sekarang,” ucap dayang istana dari luar kamarku.

Mataku bertatapan dengan Jessica Eonnie, “Ne, kami akan segera keluar,” ucap Jessica Eonnie.
Jessica Eonnie menggenggam tanganku, mengalirkan kekuatan untukku. Aku membalas dengan menggenggam tangannya dan memberinya senyuman hangat. Aku siap dengan segala hukuman yang akan kuterima karena ucapanku kemarin sore. Aku tidak akan goyah, membela Jessica Eonnie adalah kewajibanku sebagai seorang putri.

Kakiku kembali memasuki ruang pertemuan istana utama dan langkahku langsung terhenti, begitu pula dengan Jessica Eonnie, sekujur tubuhku seakan membeku melihat sosok yang selalu hadir dalam mimpiku.

End Yoona Pov

oOo

Siwon Pov

Aku menatap sosoknya yang masih sama seperti terakhir kali aku melihatnya, Ia masih tetap bersinar dengan kecantikan alaminya. Aku memberikan senyuman terbaikku untuknya, namun Ia langsung menghentikan langkahnya ketika matanya bertemu dengan tatapanku.

“Putri Mahkota Jessica dan Putri Yoona dipersilahkan masuk,” suara seorang pejabat istana mengembalikan kesadaranku.

Mataku tetap memperhatikan setiap gerakan dari tubuh sempurnanya, Ia melangkah dengan anggun dan kini Ia telah duduk berseberangan dengan kursiku. Matanya menatap lurus padaku, menyiratkan kesedihan dan penyesalan. Ingin rasanya aku berlari dan memeluknya saat ini juga. Namun, aku sadar bahwa aku harus menahan diri.

“Putri mahkota, apa kau mengenal namja yang ada di hadapanmu kini?” ucap Baginda Raja Yesung sambil menunjuk Pangeran Donghae, membuatku mengerutkan kening.

“Ne, hamba mengenalnya baginda raja,” jawab seseorang yang ada disamping Putri Yoona. Wajahnya putih dan Ia juga sangat cantik. Aku yakin, Ia adalah Putri Mahkota Jessica, saudara yang sangat disayangi Putri Yoona.

“Siapa dia?” tanya baginda raja lagi.

“Dia adalah namja yang hamba cintai yang mulia. Maaf karena hamba telah menolak perjodohan yang baginda inginkan. Hamba telah jatuh cinta pada namja yang ada di hadapan hamba ini yang mulia. Jika hamba harus melepaskan gelar putri mahkota untuk bersamanya, hamba dapat menerimanya yang mulia. Hamba tidak ingin dijodohkan dengan seorang putra mahkota atau pun pangeran, hamba hanya ingin menikah dengannya. Namja biasa namun mencintai hamba dengan luar biasa.” Jawabnya yang semakin membuatku terkejut.

Aku langsung menatap Pangeran Donghae dengan tatapan penuh tanda tanya. Apakah Pangeran Donghae yang dimaksud Putri Yoona sebagai namja yang disukai Putri Mahkota Jessica dalam suratnya waktu itu? Namja biasa? Jadi Putri Mahkota Jessica tidak mengetahui identitas Pangeran Donghae sebenarnya?

“Namja biasa? Jadi kau hanya mengenalnya sebagai namja biasa Putri Mahkota?” ucap Baginda Raja Yesung yang membuat kening Putri Mahkota Jessica berkerut.

“Bolehkah saya meminta sesuatu yang mulia? Mungkin permintaan hamba tidak sopan tapi hamba mohon yang mulia dapat mengabulkan permintaan hamba,” tanya Pangeran Donghae.

Baginda Raja Yesung terlihat berfikir sejenak, namun kemudian Ia menganggukkan kepalanya, “Ne, silahkah katakan permohonanmu,” Pangeran Donghae melanjutkan kata-katanya, “Hamba mohon baginda mengizinkan hamba berbicara dengan Putri Mahkota sejenak, tapi bukan disini, hamba mohon dengan sangat yang mulia,” Baginda Raja Yesung terlihat kembali berfikir dan tanpa kusangka, yang mulia raja menganggukkan kepalanya.

Pangeran Donghae mengikuti Langkah Putri Mahkota dan juga beberapa dayang yang menemani mereka. Mereka keluar dari istana utama dan kini hanya tinggal aku yang terus menatap Putri Yoona yang sejak tadi menundukkan wajahnya, menghindari tatapan wajahku.

“Apa ada yang ingin kau sampaikan Putri Yoona?” ucap Baginda Raja yesung memecah kesunyiaan sejak kepergiaan Pangeran Donghae dan Putri Mahkota Jessica.

Aku melihat Putri Yoona mengangkat kepalanya, namun sebelum Ia mengeluarkan sepatah katapun, aku berbicara terlebih dulu “Baginda raja, hamba tahu hamba mungkin bukanlah namja yang baik, namun hamba mohon kesudiaan baginda raja dan dewan istana untuk mengizinkan hamba meminang Yang Mulia Putri Yoona. Saat ini, hamba hanya membawa sebuah perhiasaan yang tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Putri Yoona, tapi jika baginda raja dan dewan istana menerima pinangan hamba, hamba akan segera meminta Kerajaan Shappirieor untuk mengirimkan tanda pinangan sebagaimana mestinya. Hamba memohon atas nama Putra Mahkota Kerajaan Shappirieor agar Putri Yoona, baginda raja, baginda ratu serta semua dewan istana Kerajaan Daerishi menerima pinangan hamba,” ucapku mantap dengan berlutut di hadapan baginda raja dan baginda ratu.

“Terimakasih atas niat baik yang mulia putra mahkota, atas nama Raja dari Kerajaan Daerishi, saya merasa tersanjung, namun saya tidak bisa memutuskan saat ini juga. Saya harus meminta pendapat dari semua dewan istana beserta Putri Yoona sendiri.”

Aku mengangkat kepalaku menatap wajah baginda raja, aku menyunggingkan senyumku, “Ne, Terimakasih yang mulia, hamba menanti jawaban dari yang mulia raja dan juga Putri Yoona,”

“Ne, berdirilah putra mahkota, saya akan memanggil yang mulia putra mahkota kembali jika kami telah menemukan jawabannya. Saya meminta yang mulia untuk kembali ke kamar yang mulia terlebih dulu,” ucap baginda raja, aku menundukkan kepalaku, lalu undur diri dan tersenyum kepada Putri Yoona sebelum aku melangkah keluar.

End Siwon Pov

oOo

Yoona Pov

“Yeoppoda, Eonnie neomu kyeopta,” ucapku ketika melihat Jessica Eonnie masuk ke dalam ruang riasku. Ia menggunakan gaun putih panjang yang mengembang dari bagian pinggang sampai bawah tanpa lengan dengan taburan permata pada bagian dadanya, gaun itu melekat sempurna mengikuti lekukan indah tubuh Jessica Eonnie. Pada bagian kepala Jessica Eonnie dihiasi tiara yang berkilauan serta slayer putih tipis yang menutupi sebagian rambut hitam bergelombangnya. Penampilanku hampir sama dengan Jessica Eonnie, namun aku tidak menggunakan taburan batu permata pada gaunku. Aku juga tidak menggunakan slayer putih pada rambutku karena aku lebih memilih menggunakan tiara yang dirangkai dari bunga-bunga indah daripada menggunakan tiaraku sendiri.

Jessica Eonnie tersenyum, Ia berjalan mendekatiku yang masih berdiri memandang kecantikan yang dipancarkan oleh Jessica Eonnie. “Gomawo, tuan putri juga sangat cantik. Putra Mahkota Siwon pasti semakin bertekuk lutut melihat adik kesayangan Eonnie ini nanti,” ucap Jessica Eonnie mengedipkan mata sebelah kanannya, lalu memeluk tubuhku.

“Ah, kedua putri eomma neomu kyeopta, hikz….. eomma masih belum bisa percaya kalian akan segera menikah. Rasanya baru kemarin Eomma melahirkan kalian berdua. Hikz…” Aku dan Jessica Eonnie melepaskan pelukan kami dan menghambur ke pelukan Eomma.

“Eomma, uljimma, nanti riasan Eomma rusak, baginda ratu Kerajaan Daerishi harus selalu tampil cantik, apalagi di hari spesial seperti ini, Eoh?”

“Ne, Eomma hanya terlalu bahagia. Eomma sangat menyayangi kedua putri Eomma,”

“Kami juga sangat menyayangi Eomma dan Appa,” ucapku serentak dengan Jessica Eonnie.

Sesaat setelah dayang istana selesai merapikan riasan wajah serta gaun kami kembali, Appa masuk dengan tegap, beliau tersenyum melihat kami, “Kajja, semua sudah siap,”. Mataku bertemu pandang dengan mata Jessica Eonnie, kami saling mengangguk lalu mulai berjalan sampai berada di samping Appa. Aku berdiri disamping kiri Appa, sedangkan Jessica Eonnie berdiri disamping kanan Appa. Kami memegang masing-masing sebuket bunga dibawah dada dengan kedua tangan kami.

Pintu terbuka perlahan dan suara musik pengiring pengantin menggema memenuhi pendengaranku. Perasaan gugup seketika menjalari tubuhku saat sepasang mata terang itu menatapku dengan lekat. Ia menggunakan sepasang baju berwarna putih dengan aksen berwarna ungu pada bagian leher dan ujung kedua tangannya. Begitu pula dengan Pangeran Donghae, Ia juga menggunakan sepasang baju berwarna putih, namun dengan aksen berwarna merah pada bagian leher dan ujung kedua tangannya.

Kami melangkah perlahan menuju altar yang telah dihiasi dengan berbagai bunga yang berwarna-warni. Appa menyerahkan tangan Jesssica Eonnie pada Pangeran Donghae, kemudian tanganku pada Putra Mahkota Siwon. Aku menatap Appa dengan senyuman lalu melangkahkan kakiku hingga berada di samping kiri Putra Mahkota Siwon.

Aku dan Putra Mahkota Siwon mengucapkan janji pernikahan setelah Jessica Eonnie dan Pangeran Donghae selesai mengucapkan janji pernikahan. Perasaanku bercampur aduk, terharu dan sangat bahagia. Rasanya semua ini masih seperti mimpi, mengingat Appa dan dewan istana sempat menolak pernikahan ini, namun perjuangan gigih Putra Mahkota Siwon serta Pangeran Donghae berhasil meyakinkan Appa dan dewan istana.

Wajahku bersemu merah ketika melihat Pangeran Donghae mencium bibir Jessica Eonnie. “Cium, cium, cium.” Suara sorakan dari seluruh keluarga kerajaan Shappirieor dan juga Daerishi, dewan istana serta rakyat Kerajaan Daerisihi menggema di seluruh kebun istana yang telah disulap menjadi tempat pernikahan dengan sangat indah.

Wajah Putra Mahkota Siwon mendekati wajahku dan dapat kurasakan bibirnya menyapu bibirku dengan lembut, menimbulkan sensasi perasaan yang belum pernah kurasakan sebelumnya, aliran darahku mengalir dengan cepat seakan berkumpul di sekeliling wajahku, membuatnya terasa begitu panas.

Setelah kami melepaskan ciuman pertama kami, aku dan Jessica Eonnie bersiap untuk melempar buket bunga yang sejak tadi kami pegang. Jessica Eonnie memberikan kode dengan matanya, lalu kami melemparkan buket bunga itu ke belakang, membuat suasana semakin meriah.

End Yoona Pov

oOo

Siwon Pov

Pesta pernikahan dilaksanakan selama 3 hari 3 malam di kebun istana. Semua anggota kerajaan, dewan istana dan juga rakyat Kerajaan Daerishi menikmati suasana pesta yang sangat meriah. Hidangan pesta yang selalu memenuhi meja serta alunan musik yang terus menggema membuat suasana pesta terasa sangat menyenangkan.

Hatiku terasa lega setelah pesta pernikahan selesai dilaksanakan karena aku sangat mengkhawatirkan kesehatan Putri Yoona yang tidak dapat beristirahat dengan baik. Ah, aniyo bukan Putri Yoona lagi melainkan Putri Mahkota Yoona mengingat Ia telah resmi menjadi istriku.

“Gwenchana?” tanyaku ketika kami telah berada di kamar.

“Ne, hamba baik-baik saja yang mulia.”

“Aigo, kita sedang berdua saja jagiya. jangan memanggilku yang mulia. Arrachi?”

“Keundae…”

“Aniyo, tidak ada tapi-tapian. Aku ingin mendengarmu memanggilku yeobo, jagiya. bisakah?”

“Em, Ne Yeobo,” ucapnya dengan menundukkan kepala. Aku mengangkat dagunya hingga aku dapat melihat semburat merah pada kedua pipinya.

“Gomawo jagiya.”

Aku melihat matanya yang jernih, begitu meneduhkan dan menghipnotis. Aku bahkan tak mampu mampu mengalingkan tatapanku, seakan terkunci untuk hanya menatap kedua bola matanya. “Yang Mulia,” ucapnya lembut.

Kukunci bibir ranumnya dengan bibirku sehingga Ia tidak bisa melanjutkan kata-katanya lagi. Aku menekan bibir atas dan bibir bawahnya, lalu mengubahnya menjadi kuluman sampai Ia membalas ciumanku. Aku menarik pinggang Putri Mahkota Yoona untuk mempersempit jarak diantara kami berdua, sedangkan tangan Putri Mahkota Yoona telah mengalung di leherku. Aku segera memasukkan lidahku ketika Putri Mahkota Yoona membuka mulutnya, lidah kami bertemu dan terus berpagutan. Putri Mahkota Yoona meremas rambutku dan menekan kepalaku hingga ciuman kami terasa semakin dalam membuat sekujur tubuhku terasa panas. Aku menuntun tubuh Putri Mahkota Yoona ke atas kasur kami, tanpa melepaskan ciumanku sedikitpun. Kini tubuhku berada di atas tubuh Putri Mahkota Yoona. Aku menarik bibirku dari bibir Putri Mahkota Yoona, mengalihkan ciumanku ke dagu hingga turun ke leher mulus Putri Mahkota Yoona. Aku mendaratkan ciuman di setiap inci leher Putri Mahkota Yoona sampai menimbulkan bercak-bercak kemerahan.

-SKIP-

End Siwon Pov

oOo

Yoona Pov

Tak terasa sudah hampir setahun aku meninggalkan Kerajaan Daerishi dan tinggal di Kerajaan Shappirieor. Terkadang aku merindukan Jessica Eonnie, Eomma, Appa dan juga keponakanku yang baru berusia 4 minggu. Aku sangat yakin putra yang dilahirkan Jessica Eonnie pasti sangat tampan. Ia akan menjadi pemuda yang gagah karena kelak Ia adalah putra mahkota, penerus Kerajaan Daerishi.

Aku merasakan seseorang mengecup leherku, lalu beralih ke pundakku. “Saranghae Jagiya,” ucap Putra Mahkota Siwon. Ia memutar tubuhku hingga tubuhnya berada di hadapanku. Ia mengelus perut buncitku, lalu Ia berlutut dan mencium perutku, “Annyeong, anak Appa apa merindukan Appa? Appa sangat merindukanmu sayang. Appa sudah tidak sabar untuk menggendongmu. Jeongmal saranghae.”

Aku tersenyum melihat Putra Mahkota Siwon yang masih mendarati perutku dengan ciuman yang bertubi-tubi. Aku tahu, Ia sudah sangat menantikan kelahiran anak pertama kami. Menurut tabib istana kelahiranku hanya tinggal menghitung hari mengingat kandunganku sudah memasuki bulan ke sembilan. Aku dan Putra Mahkota Siwon telah mempersiapkan segala kebutuhan calon bayi kami, begitu juga dengan baginda ratu, baginda raja dan juga keluarga kerajaan lainnya.

“Yeobo,” teriakku ketika perutku terasa sangat sakit.

“Waeyo, Jagiya?”

“Panggil tabib, sepertinya bayi kita akan segera lahir, yeobo,” ucapku dengan napas yang tersengal-sengal. Ia membantuku naik ke atas tempat tidur kami.

“Jaga Yang Mulia Putri Mahkota Yoona,” ucap Putra Mahkota Siwon tegas kepada dayang istana yang sudah ada dalam kamar kami sebelum Putra Mahkota Siwon berlari keluar kamar.

Tanganku meremas sprei sebagai pengalih rasa sakit, dayang istana mengelap peluh yang mengalir deras dari wajah dan sekujur tubuhku. “Arrghhhh,” pekikku.

Aku melihat Putra Mahkota Siwon berlari masuk ke dalam kamar kami, diikuti beberapa tabib istana. “Kau harus kuat Jagiya, demi anak kita dan juga demi diriku,” ucap Putra Mahkota Siwon dengan menggenggam tanganku erat.

End Yoona Pov

oOo

Siwon Pov

Aku masih tidak dapat mempercayai bahwa sekarang aku telah menjadi seorang Appa dari kedua putra putri kembarku. Choi Nawon adalah nama yang kuberikan untuk putra kami sedangkan putri kami bernama Choi Yoonsin. Sekarang mereka telah berusia 3 bulan, walau belum bisa berbicara atau pun berjalan, namun tingkah laku mereka sudah sangat lucu dan menggemaskan.

“Oekkk, oekkk, oekkkk…” tangis Yoonsin memenuhi penjuru kamar kami.

“Oppa tolong gendong Nawon dulu, sepertinya Yoonsin kehausan,” ucap Putri Mahkota Yoona. Aku mengambil Nawon dari tangan Putri Mahkota Yoona lalu menggendongnya dengan penuh cinta.

Aku melihat Putri Mahkota Yoona menyusui Yoonsin, Ia mengelus kepala Yoonsin dengan lembut meredakan tangis Yoonsin yang tadi sempat terdengar. Aku sangat bersyukur mempunyai seorang istri yang begitu cantik dan juga penuh kasing sayang seperti Putri Mahkota Yoona. Aku yakin Putri Mahkota Yoona kelak dapat menjadi permaisuri yang arif dan dicintai oleh seluruh rakyat Kerajaan Shappirieor dan juga putra putri kami dapat menjadi penerus kerajaan dengan baik jika diasuh oleh seorang Eomma seperti Putri Mahkota Yoona.

Aku tidak menginginkan wanita manapun juga untuk berada disisiku lagi selain Putri Mahkota Yoona, hanya dialah yang kuinginkan untuk menemaniku dan juga putra putriku sampai ajal yang memisahkan kami karena aku sudah berjanji pada diriku sendiri, aku tidak akan pernah mempunyai seorang selir pun dalam hidupku dan sebagai calon seorang raja, aku akan menepati janjiku itu.

“Aigo, pangeran Eomma juga sudah tertidur,” ucap Putri Mahkota Yoona. Ia mengambil Nawon dari tanganku, lalu meletakkan Nawon dalam tempat tidur bayinya dengan telaten.

“Sekarang waktunya yang mulia putri mahkota untuk beristirahat.” Aku menarik tangan Putri Mahkota Yoona dan mendudukkannya di pinggir tempat tidur kami. Aku memijit pundaknya perlahan, Ia menolak namun aku tetap memijit pundaknya. Aku yakin, Ia sangat lelah mengurus kedua buah hati kami seharian penuh.

“Yang mulia, hentikan! aku baik-baik saja. Yang mulia pasti sangat lelah menolong baginda raja mengurusi urusan kerajaan.”

“Aniyo, aku baik-baik saja Jagiya. Apalagi setelah melihatmu dan juga kedua buah hati kita. Rasanya tenagaku pulih kembali.”

Putri Mahkota Yoona menyunggingkan senyumannya. Aku membalas senyumnya dengan manis, lalu aku mengecup puncak kepalanya cukup lama, menyalurkan perasaan bersyukurku karena telah memilikinya dalam hidupku.

“Kajja, ayo kita tidur juga, jagiya!” Aku menuntunnya untuk berbaring di atas tempat tidur kami. Tanganku memeluk pinggangnya, lalu kudaratkan kecupan singkatku pada keningnya sebagai ucapan selamat tidur.

“Jaljayo Yeobo,” ucapnya sebelum menutup kedua buah kelopak mata indahnya.

‘jaljayo jagiya,’ jawabku dalam hati. Semoga mimpi indah selalu menyertai tidur kita, seperti mimpiku dulu tentangmu yang akhirnya menjadi kenyataan yang begitu indah dan sempurna.

End Siwon Pov

The END……

Fiuh, Finally it is done.
Jeongmal mianhae untuk keterlambatan update dan jeongmal gomawo untuk kesetiaan chingudeul nungguin chapter ini.
How about the story chingu?
Is it weird?
Mianhae, kalau ceritanya aneh nan gaje. Kekekkeeee…..
*bow*

I’m really glad if you leave your ‘words’ or give me ‘like’ for this FF 😉
*lambai-lambai tangan bareng Putra Mahkota Siwon :D*

Advertisements

About choireri

I'm not a writter, but I LIKE writing. Siwon is my priority bias and I like YoonWon + SeoKyu too ^^ author at CRFF

Posted on March 4, 2013, in Chapter, Fan Fiction and tagged , , , . Bookmark the permalink. 84 Comments.

  1. Sm sweet banget beritanya eonni..

  2. Pengen deh kaya’ gitu

  3. Mau tinggalkan jejak,, tapi udh kebaca.. Enak banget.. Pasti anaknya yoonwon kembar yah?? Haha..

    Love yoonwon always… Bagus ceritanya eon.. Lanjut utk membuat ff2 yoonwon yah eon.. Ditunggu..

  4. bener2 keluarga idaman ^.^
    aigooo..yoong gk mau kalah dr jessie klo jessie pny 1 baby klo yoong pny kembar 🙂

  5. Yeeeey happy ending….syukur deh yoonwon akhirnya bisa bersama.
    Dan merekapun hidup bahagia selamanya…. Daebak…

  6. Waaaaaaaaaah….akhirnya happy ending…
    Gag rela kalau end sekarang aku unn
    tpi mau gmna lgi……
    Aku suka banget sma FF unni ini..daebak pokoknya

  7. Yeeeeyy akhirnya siwon mendapatkan wanita yang selama ini selalu menghuni mimpinya.. 🙂
    Akhirnya mereka bisa bersatu dan bisa melewati hambatan dan cobaan yang datang pada mereka,,
    Dan sekarang juga ada putra dan putri kecil yang menambah warna dan kebahagian mereka..😊

  8. Happy ending akhirnyaaa yoonwon hidup bahagia , dan jessica juga bahagia sma donghae yeeeee

  9. ahhhh so sweet…. chukkae yoonwon haesica udah married dan punya baby….nice story..

Leave Your Words, Chingudeul ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: