The Wedding Without Heart Part 10 (END)

Tittle: The Wedding Without Heart Part 10 (END)
Cast: Choi Siwon, Im Raena (OC)
Support Cast: You will find them
Genre: Romance
Rate: PG-17
Length: Chapter 10 of 10
Disclaimer:

Cast Dalam ff ini merupakan tokoh real
Namun alur ceritanya ASLI dan MURNI hasil imajinasiku
DON’T BE A PLAGIATOR !!!

Reri Say :

Finally, selama liburan mood nulis FF balik lagi, yeayyeeee
Now, this is the end of TWWH *fiuh*
Ada yang nungguin kah? *kepedean* #slap
Buat chingudeul yang udah baca chapter 1 sampai 9nya bisa lanjut baca tapi buat yang belum silahkan baca terlebih dulu, obrak abrik aja FF Chapter Reri… 🙂
Siapin hati untuk baca part ini karena ini ending dari TWWH 😀
Happy Reading chingudeul!!! 🙂

Siwon Pov

‘Aniyo, Ini tidak boleh terjadi,’ batinku. Kukumpulkan kembali kesadaranku yang sempat menghilang karena pengaruh alkohol yang kuminum tadi. Kudorong bahu Jiri dengan sekali sentakan. Ia menatapku dengan tatapan seakan ingin membunuh, ”Waeyo, Oppa? Wae?” tanyanya sinis.

“Mianhae Jiri-ya, I can’t,” ucapku lirih. Aku merengkuh bahunya namun Ia menepis tanganku. Aku menatap kedua matanya dengan sendu, ingin sekali aku merengkuhnya kembali dalam pelukanku dan menghapus rasa sakit yang Ia rasakan, namun aku sadar bahwa ini salah.

“Jaljayo,” ucapku sebelum melangkahkan kakiku keluar dari kamar Jiri. Ia tidak menjawab bahkan Ia tidak bergeming sedikitpun.

Aku memarkirkan mobilku dengan susah payah karena rasa pusing yang teramat sangat mendera kepalaku. Kuseret kakiku dengan tangan kanan yang masih meremas kepala sedangkan tangan kiriku menenteng tas kerjaku. Aku berhenti sejenak di depan pintu rumahku lalu kuhirup udara dengan dalam melalui hidungku dan menghembuskannya melalui mulutku, berhasil, kini perasaanku sedikit lebih nyaman dan rasa sakit di kepalaku sedikit berkurang walau hanya sedikit.

Aku memencet bel rumahku dan tak perlu waktu lama, wajah Raena menyambutku dengan senyuman manis. Aku yakin Raena telah menunggu kepulanganku dari tadi. Ini semakin membuatku membeku karena perasaan bersalah yang terus menyelimutiku.

“Annyeong Oppa, Oppa pasti lelah, sini kubawakan tas Oppa,” ucapnya tersenyum sumringah. Aku hanya dapat membalas senyumnya dengan senyuman getir, “Aniyo, biar Oppa bawa sendiri.”

Siwon Pov End

oOo

Raena Pov

Hatiku teramat girang ketika aku mendengar bel rumah kami berbunyi. Entah bagaimana, aku sangat yakin bahwa orang yang membunyikan bel itu adalah orang yang sejak tadi kutunggu. Kulangkahkan kakiku dengan cepat karena aku tidak mau membuatnya menunggu lebih lama.

Bau alkohol memenuhi indera penciumanku saat aku membukakan pintu rumah kami, namun aku berusaha menutupi rasa terkejutku dengan tetap tersenyum manis menyambut Siwon Oppa.

“Annyeong Oppa, Oppa pasti lelah, sini kubawakan tas Oppa,” ucapku dengan tersenyum sumringah. Siwon Oppa hanya membalas senyumku dengan senyuman getir. Aku cukup khawatir telah terjadi sesuatu pada Siwon Oppa, apa HDS mengalami masalah atau ada masalah lainnya? Tapi kusingkirkan semua pikiran itu, aku tidak ingin membuat Siwon Oppa lebih merasa tertekan. Sebagai seorang istri, Aku harus membuat Siwon Oppa kembali ceria dirumah ini.

“Aniyo, biar Oppa bawa sendiri,” ucapnya.

“Ne, Oppa,” jawabku. Siwon Oppa melangkahkan kakinya, namun Ia sedikit terhuyung. Aku dengan sigap merengkuh bahu Siwon Oppa, membantunya kembali menyeimbangkan tubuhnya. Aku sedikit mengalami kesulitan, mengingat tubuh Siwon Oppa yang tegap dan tentunya lebih besar dari tubuh mungilku.

“Kamsahamnida,” ucapnya dengan sebuah senyuman. Senyuman yang selama ini sangat aku sukai. Tidak seperti senyuman getir yang tadi Ia berikan, senyuman ini terlihat manis dan tulus, membuat detak jantungku berdebar-debar. Aku yakin, wajahku telah memerah sekarang. ‘aiss Raena, kau sangat memalukan,’ batinku.

“Apa Oppa mau makan malam dulu atau mandi terlebih dulu?” Tanyaku ketika kami telah sampai di dalam kamar.

“emm, aniyo, aku ingin langsung tidur saja Rae-ya. Kepalaku sedikit pusing,” jawabnya sambil melepaskan jazz hitam yang Ia kenakan. Aku mendekatinya, lalu tanpa bisa kukontrol, tanganku sudah berada di dada Siwon Oppa. Perlahan tanganku menelusuri dada bidangnya lalu mencapai leher Siwon Oppa. Aku membantu Siwon Oppa melepaskan dasi yang masih Ia kenakan. Mata Siwon Oppa menatap kedua mataku, aku tidak membalas tatapannya dan mengalihkan konsentrasiku untuk melepaskan satu persatu kancing dari kemeja putih yang masih membalut tubuh sempurna Siwon Oppa.

Raena Pov End

oOo

Siwon Pov

Raena tidak membalas tatapan mataku, namun tangannya aktif melepaskan satu persatu kancing dari kemeja putih yang masih kukenakan.

“Selesai, ayo ganti baju Oppa sebelum tidur. Piyamanya telah kusiapkan di wardrobe,” ucapnya lalu hendak melangkah pergi, kutarik tangan kanannya dalam sekali sentakan. Tubuh mungilnya berputar dan kini Ia telah berada dalam dekapanku. Mata indahnya menatap mataku tanpa berkedip.

Aku mempersempit jarak diantara wajah kami berdua, jantungku berdetak dengan cepat begitu juga dengan jantung Raena, aku dapat mendengar detakannya dengan sangat jelas. Aku memutar sedikit kepalaku ke kanan, lalu dengan perlahan bibirku telah menyapu bibir Raena dengan lembut. Aku mengecup bibir atas dan bibir bawah Raena dengan lembut, tak ada balasan dari Raena, namun Raena telah memejamkan kedua matanya. Aku semakin memperdalam ciumanku sampai akhirnya Raena membalas ciumanku. Ia mendesah ketika kusapukan lidahku di sekitar bibir Raena, aku tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, lidahku kumasukkan ke rongga mulut Raena, mengabsen setiap inci rongga mulutnya dan lidahku pun mulai berperang dengan lidah Raena menciptakan bunyi desahan dari mulut Raena.

“emm, ashh… Oppa,” desahnya.

Aku melepaskan ciumanku karena aku tidak ingin jika Raena sampai kehabisan napas akibat tidak bisa menghirup oksigen, kualihkan ciumanku ke kedua kelopak matanya, lalu turun ke hidung, kedua pipinya dan semakin turun ke dagu hingga lehernya. Kusingkirkan rambut panjang dari leher putih Raena, kukecup leher putih itu berkali-kali hingga meninggalkan bercak kemerahan. Raena semakin mendesah saat kutiup kupingnya dengan menggoda.

Bibirku kembali naik ke dagu lalu kembali mengecup bibir Raena yang semerah delima. Terasa begitu nikmat ketika bibir kami berdua kembali berpagutan. Tanganku sekarang bahkan telah menyusup ke baju tidur Raena, kuraba perut ratanya lalu tanganku beralih ke bagian punggung Raena. Kulepaskan pengait bra yang digunakan Raena dan kulemparkan secara sembarangan.

Dengan tidak melepaskan ciumanku, kudorong bahu Raena sampai Ia tertidur di kasur King Size kami. Aku melepas baju tidurnya dan lagi-lagi kubuang sembarangan. Raena menutup bagian dada dengan kedua tangannya, “Oppa, jangan tatap aku seperti itu, aku malu,” ucapnya dengan semburat merah pada kedua pipinya.

“Aniyo jagiya, kau tidak perlu malu, apa kau tidak tahu kalau kau sangat indah? Jadi tidak perlu malu, Ne?” ucapku dengan senyuman. Kudaratkan kembali ciumanku dari bibir, turun ke leher hingga ke dua buah dada sintal Raena sedangkan tangan kiriku mulai bergerilya di area sensitif Raena yang membuat tubuh Raena menggelinjang dan mendesah, semakin membangkitkan gairahku untuk melakukan lebih pada setiap inci tubuh Raena.

-SKIP-

Siwon Pov End

oOo

Raena Pov

Aku terbangun dengan rasa nyeri di area sensitifku, ini membuatku mengembangkan senyuman. Berarti, semua bukanlah hanya mimpiku saja, aku dan Siwon Oppa benar-benar telah melakukannya. Aku telah menjadi milik Siwon Oppa seutuhnya, begitupun sebaliknya.

Aku tidak dapat menahan tanganku untuk menyentuh wajah Siwon Oppa yang sedang tertidur dengan pulas. Aku menyentuh dahi, lalu turun ke kedua belah alis hitamnya yang lebat. Tak hanya berhenti disitu, Tanganku kembali menyusuri hidung mancungnya dengan lembut, lalu berhenti di bibirnya. Mengingat bahwa bibir ini telah menciumku semalam membuat wajahku memanas dan debaran jantungku kembali berdetak dengan cepat.

“Apa kau ingin morning kiss, jagiya?”

Deg, Siwon Oppa kembali memanggilku Jagiya. Oh Tuhan, kuharap ini bukanlah mimpi di pagi hari.

“o-mo, ka-u su-dah ba-ngun Op-pa?” tanyaku terbata-bata.

“Ne, bahkan sudah dari tadi, hahaa…”

“emm, jadi Oppa hanya pura-pura tertidur? Curang,” ucapku dengan mengerucutkan bibir.

“nde? Curang? Curang darimana?” Siwon Oppa memajukan wajahnya sehingga wajah kami hanya berjarak bebera cm. Kutundukkan wajahku untuk menyembunyikan rona merah pada kedua pipiku. Siwon Oppa menarik daguku ke atas sehingga mata kami kembali bertatapan.

“Jangan tundukkan wajahmu, aku ingin melihat mata indah dari istriku,” ucapnya lalu mengecup bibirku singkat.

“Ne,” ucapku setelah Siwon Oppa melepaskan ciuman di bibirku.

Aku menyiapkan air hangat serta baju Siwon Oppa, lalu merias wajahku dan turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan untuk kami berdua. Setelah sarapan, Siwon Oppa mengantarku ke butik Jiwon dan Ia berangkat ke HDS setelah mencium keningku lembut.

Raena Pov End

oOo

Siwon Pov

“Jagiya, apa kau sudah makan siang?” tanyaku setelah Raena mengangkat telponku.

“Belum Oppa, Hari ini butik sangat ramai, kami sampai kewalahan melayani pembeli,” keluhnya.

“Hahaha….. baiklah, tunggu sebentar Yeobo, Oppa akan menjemputmu dan kita makan siang bersama. Otte?”

“Ne, Oppa,” jawabnya riang.

Sudah seminggu sejak aku dan Raena melakukan kewajiban kami selaku suami istri. Aku selalu memanjakan Raena, begitu juga Raena selalu memanjakanku sekarang. Aku ingin selalu membahagiakan dan melindungi Raena sampai akhir hayatku.

“Dimana Rae-ya, Jiwon-ah?” tanyaku kepada Jiwon setelah aku sampai di Butik Jiwon.

“Eoh, Oppa. Eonni ada di belakang sedang mengecek beberapa baju import yang baru sampai dari Paris, Oppa kebelakang saja langsung. Aku ingin keluar makan siang dulu, titip salam untuk Eonnie ya Oppa,” jawab Jiwon. Ia melangkah kan kakinya keluar setelah aku menganggukkan kepalaku.

Wajah Raena terlihat serius mengecek beberapa baju, lalu menuliskan sesuatu pada buku catatan yang ada ditangannya. Aku melangkah perlahan dan memeluk pinggang Raena, wajahnya terlihat terkejut menyadari kehadiranku. “Oppa sudah lama? mian, aku tidak mendengar langkah Oppa,” ucapnya menatap wajahku.

“Aniyo, Oppa baru saja sampai tapi Oppa sengaja ingin mengagetkanmu,” jelasku dengan menyentuh ujung hidungnya dengan jari telunjukku. Raena menarik tanganku ke ruangannnya. Ia memakai mantelnya, kemudian Ia menggelayut manja di lengan kananku setelah mengambil tas prada hitamnya, “Kajja, aku sudah sangat kelaparan Oppa.”

Aku tidak dapat menahan tawaku melihat cara makan Raena yang sangat lahap. Sepertinya, Ia benar-benar kelaparan. “Waeyo? Kenapa Oppa tertawa?” tanyanya dengan mata membulat.

“Aniyo, kau terlihat seperti tidak makan selama seminggu Jagiya,”

“Hehehee…. I’m Shikshin, did you forget it, Oppa?”

“Ne, you’re shikshin and I really like that, jagiya,” ucapku dengan mengedipkan mata membuat Raena tersenyum lebar. Berbanding terbalik dengan sifat seorang perempuan yang sangat menjaga pola makan, Raena terkesan cuek dengan itu, Ia makan sebanyak yang Ia inginkan, namun tubuhnya tetap sempurna.

Siwon Pov End

oOo

Raena Pov

Aku menggelayaut manja pada lengan kiri Siwon Oppa setelah Siwon Oppa membayar makanan kami. Saat hendak melangkah keluar, kami bertemu dengan Jiri dan juga Min Ho Oppa yang juga baru selesai makan siang. Ternyata jarak meja kami dan meja Min Ho serta Jiri Eonnie tidak begitu jauh, tapi aku tidak melihat mereka berdua tadi. Tapi aku tidak heran, mengingat aku sendiri sering tidak mempedulikan sekelilingku jika sedang berdua dengan Siwon Oppa.

“Annyeong, Raena-ah,” sapa Min Ho Oppa sedangkan Jiri Eonnie hanya menatap Siwon Oppa namun Siwon Oppa tidak membalas tatapan Jiri Eonnie.

“Annyeong Min Ho Oppa, Annyeong Jiri Eonnie,” jawabku sambil membungkukkan badan. Jiri Eonnie mengalihkan tatapannya dari Siwon Oppa padaku, Ia membalas sapaanku dengan membungkukkan badan.

“Ayo Rae-ya, Oppa antar kau ke butik. Annyeong Min Ho-ssi,” ucap Siwon Oppa lalu menuntunku melangkah keluar. Sepanjang perjalan menuju butik, tidak ada yang berbicara sedikitpun, hanya alunan musik yang Siwon Oppa putar menemani perjalanan kami. Siwon Oppa membukakan pintu mobil untukku, lalu mengantarku ke ruanganku. Ia mencium keningku singkat sebelum kembali ke kantornya.

Aku mengalihkan wajahku dari beberapa desain baru yang harus kupilih untuk koleksi minggu depan ketika aku mendengar suara ketukan pintu. “Masuk,” ucapku. Aku mengernyitkan kening karena wajah Jiri Eonnie yang kini ada di hadapanku.

“Silahkan duduk Eonnie!” ucapku seraya mempersilahkan Jiri Eonnie duduk di kursi depan mejaku.

“Kamsahamnida. Aigo, mianhae, sepertinya kau sedang sibuk Raena,” jawabnya.

“Gwenchana eonn, apa Eonnie kesini untuk menemui Jiwon? Tapi Jiwon belum kembali ke butik Eon, apa Eonnie mau menunggu? Aku akan menghubungi Jiwon secepatnya,” tanyaku.

“Aniyo, aku kesini bukan untuk menemui Jiwon tapi memang untuk menemuimu.”

“Eoh, apa ada yang bisa kubantu eon?” Tatapan Jiri Eonnie seketika berubah, tidak seramah tadi.

“Ne, tidak perlu berbasa-basi lagi. Tinggalkan Siwon Oppa sekarang juga!”

“Mwo?” Aku memekik mendengar apa yang dikatakan Jiri Eonnie. Apa maksudnya dengan ‘tinggalkan’ adalah meninggalkan Siwon Oppa? Andwae, lebih baik aku mati daripada meninggalkan Siwon Oppa.

“Kau harus tahu, Aku sudah bersama Siwon Oppa dalam waktu lama dan dari dulu hingga sekarang, aku tetap mencintai Siwon Oppa begitu juga sebaliknya. Kalau kau benar-benar mencintai Siwon Oppa, kau pasti ingin melihatnya bahagia dan Siwon Oppa hanya akan bahagia jika Ia kembali bersamaku. Kau ingin melihatnya bahagia kan Raena-ssi?” Tanya Jiri Eonnie dengan menatapku intens. Dadaku bergejolak, ingin rasanya aku memekik agar Ia meninggalkan ruanganku sekarang juga karena aku tidak akan pernah meninggalkan Siwon Oppa, namun perkataannya membuatku ragu. Apa benar Siwon Oppa hanya bisa bahagia bila bersamanya? Aku ingin melihat Siwon Oppa bahagia tapi apakah berarti aku harus meninggalkan Siwon Oppa bersama Jiri eonnie? Andwae!!!!

“Lepaskan Siwon Oppa jika kau benar-benar mencintainya,” ucap Jiri Eonni sambil berdiri dari duduknya. Ia berhenti sejenak lalu kembali mengatakan sesuatu yang sangat memukul perasaanku, “Raena-ssi, apa kau tahu kalau minggu lalu Siwon Oppa menemani dan menghiburku yang sedang sedih? Oh, Aniyo, tidak menemani saja, namun Siwon Oppa juga memberiku kenangan yang tidak akan bisa kulupakan. Siwon Oppa mencium bibirku dan, emmmm, kau bisa tebak sendiri kelanjutannya, sekarang kau tahu kan, Siwon Oppa memang masih sangat perhatian dan sangat mencintaiku,” ucap Jiri Eonnie sambil memegang bibirnya dengan telunjuk kanannya. “Tinggalkan dia sekarang juga, atau kau akan menyesal selamanya!” ucapnya lagi sebelum benar-benar melangkah keluar, meninggalkanku yang masih membeku di kursiku.

Raena Pov End

oOo

Siwon Pov

Aku merasa bahwa Raena menghindariku, mulanya aku pikir mungkin hanya karena Ia lelah, namun ini sudah lebih dari seminggu dan sikapnya masih sama. Ia selalu menghindar jika aku hendak menciumnya. Aniyo, bukan hanya mencium, bahkan ketika aku hendak memeluknya, Ia pasti langsung menghindar dengan berbagai alasan. Apa aku mengecewakannya? Aiss, aku bisa gila jika Ia mendiamkanku lebih lama lagi.

Aku mengacak rambutku, perasaanku kalut karena selalu memikirkan Raena. Aku sangat merindukannya. Aku tidak bisa berkonsentrasi jika bayangan Raena selalu memenuhi kepalaku. Setiap detik, hanya Raenalah yang mendominasi pikiran serta hatiku.

Kuacuhkan dering ponsel yang sejak tadi berbunyi, jika bukan Raena maka aku tidak akan mengangkat ponselku dan aku sangat yakin bahwa itu bukan Raena karena aku menggunakan nada dering khusus untuk Raena, Just The Way You Are yang dipopulerkan oleh Bruno Mars.

“Agashi, Anda tidak bisa menemui presdir. Presdir sedang tidak ingin diganggu.” Aku mendengar keributan di luar ruang kerjaku dan tadi adalah suara Tiffany. Aku tidak mungkin salah.

Brak

Aku mengangkat kepalaku setelah pintu ruang kerjaku dibuka paksa. “Mianhae Sajangnim, aku sudah melarang agashi ini masuk, tapi Ia tetap memaksa. Jeongmal mianhae sajangnim,” ucap Tiffany dengan menundukkan kepala.

“Gwenchana, Tiffany-ssi. Kau bisa keluar sekarang!” ucapku dengan tersenyum simpul.

“Ne, sajangnim,” jawab Tiffany dengan menundukkan kepalanya sopan sebelum Ia melangkah keluar.

“Hah, jadi sekarang aku harus memaksa masuk ke ruangan Oppa terlebih dulu agar bisa menemui Oppa? Miccheosso,” ucap Jiri sinis.

“Apa ada yang ingin kau bicarakan sampai harus memaksa masuk ke kantorku? Aku sedang sibuk,” ucapku tegas.

“Ne, sangat banyak yang harus kita bicarakan Oppa. Tapi yang terpenting adalah, tinggalkan Raena dan kembalilah padaku. Aku tahu, Oppa masih mencintaiku dan Oppa juga tahu kalau dihatiku hanya ada namamu dari dulu sampai sekarang. Kita bisa kembali lagi seperti dulu Oppa, kita bisa mengulangi masa-masa indah kita berdua dan aku pasti bisa membahagiakan Siwon Oppa. Kumohon, kembalilah padaku!”

Aku tersentak mendengar semua perkataan Jiri. Benarkah jika Ia masih mencintaiku? Benarkah jika kami bisa menjalin hubungan kami seperti dulu lagi? Benarkah semua ini? Apa aku tidak salah dengar?

Perlahan Jiri mendekati kursiku, Ia berhenti setelah berada disamping kursiku. Ia menatap mataku dengan lembut dan aku bisa melihat keteduhan serta keseriusan dari semua yang Ia katakan tadi. “Oppa, kumohon kembalilah padaku!” ucapnya, lalu perlahan Ia memutar kursiku sehingga kami berhadapan sekarang, Ia memeluk tubuhku dengan erat dan aku bisa merasakan punggungku basah. Apakah Jiri menangis? Oh Tuhan, apa yang harus kulakukan sekarang?

Aku merenggangkan pelukan Jiri, lalu menatap matanya, “Mianhae, Jiri-ya, tapi sekarang Oppa sudah tidak bisa, mianhae,” ucapku dengan menundukkan kepala lemah.

“Aniyo, Oppa hanya ragu tapi aku bisa membuktikan kepada Oppa bahwa Oppa masih mencintaiku.”

Tanpa kusangka, Jiri langsung mencium bibirku. Ia melumat bibir atas dan bawahku dengan kasar. Aku berusaha melepaskan ciumannya, namun Jiri semakin memperdalam ciumannya. Tangannya meremas rambutku dan Ia menggigit bibir atasku sehingga lidahnya bisa menerobos masuk ke dalam rongga mulutku.

Bug

“Oppa, Kau benar-benar mengkhianatiku. Hikzzz….”

Walau tidak melihat wajahnya, namun aku sangat yakin kalau suara tadi adalah suara dari orang yang sangat aku kenal dan sangat aku rindukan. Raena. Aku langsung gelagapan ketika aku mendengar langkah kakiknya meninggalkan kantorku. Aku mendorong bahu Jiri dan hendak mengejar Raena, namun Jiri memeluk tubuhku dari belakang, Ia memelukku dengan sangat erat.

‘Raena-ya, mianhae, jeongmal mianhae,’ batinku.

Siwon Pov End

oOo

Raena Pov

Hatiku teriris-iris ketika melihat Siwon Oppa bercumbu dengan Jiri Eonnie dengan mata kepalaku sendiri. Rasanya teramat perih dan sakit. Aku tidak dapat menahan rasa ini lagi, aku harus pergi dari ruangan yang terasa sangat menyesakkan ini.

Aku berlari dari ruangan Siwon Oppa tanpa memperdulikan tatapan setiap mata yang melihatku. Termasuk tatapan Min Ho Oppa. Aku terus berlari keluar dari HDS, Aku berlari tanpa tujuan. Aku hanya mengikuti kemana langkah kakiku melangkah.

Tuhan seakan mengerti suasana hatiku, tetesan hujan membasahi seluruh tubuhku dan sekarang aku tidak perlu khawatir karena air mataku telah tersamarkan oleh bulir-bulir hujan yang turun dengan sangat deras.

Kuhentikan langkahku dan kupegang dada kiriku yang terasa sangat perih, bayangan Siwon Oppa dan Jiri Eonnie memenuhi isi kepalaku membuat kepalaku teramat pusing. Pandanganku mengabur dan berputar-putar.

“Raena, Raena, Raena, Gwenchana?” suara itu adalah suara yang terakhir kali kudengar sebelum pandanganku menggelap dan aku kehilangan kesadaranku.

Putih, hanya putih yang kulihat setelah perlahan aku membuka mataku. “Raena, kau sudah sadar? Tunggu sebentar, Oppa akan memanggilkan dokter,” ucap Min Ho Oppa yang ternyata telah berada disampingku.

Tak perlu waktu lama, seorang dokter muda dan juga 2 orang suster langsung mengecek kondisiku. “Kenapa aku bisa disini?” tanyaku ketika dokter itu telah selesai mengecek kondisiku.

“Anda pingsan, tapi jangan khawatir kondisi Anda serta bayi Anda baik-baik saja. Untung suami Anda cepat membawa Anda kemari, kalau tidak, saya tidak bisa menjamin keselamatan bayi Anda,” ucap dokter itu dengan senyuman.

Aku masih shock mendengar apa yang dikatakan dokter ini. Bayi? Apa aku hamil? Apa aku telah mengandung anak dari Siwon Oppa? Aku menitikkan air mataku karena aku sangat bahagia mendengar berita ini.

“Mwo? Bayi? Apa maksud Anda, Raena hamil, dok? Tanya Min Ho Oppa.

Dokter itu mengangguk, “Ne, Kandungan istri Anda telah memasuki minggu ke dua. Ini masih sangat rawan, oleh karena itu. Anda harus memperhatikan kondisi nyonya Raena dengan baik. Nyonya Raena tidak boleh terlalu lelah dan juga tidak boleh terlalu banyak pikiran. Jika itu terjadi, akan berdampak negatif bagi cabang bayi.”

Dokter muda itu pergi setelah menepuk pundak Min Ho Oppa. Min Ho Oppa duduk di kursi samping tempat tidurku, “chukkae Raena-ah. Kau sedang mengandung anak Siwon-ssi. Keundae, Kau mendengar apa yang dikatakan dokter tadi kan? Oleh karena itu, kau harus kuat dan jangan terlalu banyak pikiran. Arra?” tanyanya lembut.

“Ne, aku akan menjaga bayiku dengan baik. Gomawo Oppa, telah mengantarkanku ke rumah sakit, kalau tidak, aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada bayiku. Jeongmal gomawo,” ucapku tulus.

“Tidak perlu sungkan. Kau istirahatlah, aku akan menghubungi Siwon untuk kesini secepatnya.”

Aku langsung menahan pergelangan tangan Min Ho Oppa sebelum Ia meangkah pergi, “Aniyo, kumohon jangan beri tahu Siwon Oppa. Aku tidak ingin bertemu dengannya.”

“Mwo? Tapi kondisimu masih sangat lemah Raena. Kau harus memikirkan bayimu, jangan egois,” ucap Min Ho Oppa tegas.

“Untuk apa aku menghubungi Siwon Oppa, toh dia sudah tidak peduli lagi padaku. Aku tidak mau membebani Siwon Oppa dengan bayi ini. Aku akan membesarkan anakku dengan tanganku sendiri. Aku tidak akan mengganggu kehidupan Siwon Oppa lagi,” ucapku menahan tangis karena rasa sakit itu kembali menjalari hatiku.

“Baiklah kalau itu yang kau inginkan Raena-ah. Aku tidak akan ikut campur lagi, namun aku harus mengatakan ini padamu, entah Siwon-ssi mau bersikap seperti apa tapi dia tetap ayah dari bayi yang ada di dalam perutmu. Dia punya hak untuk tahu tentang anaknya.”

“Aku mengerti Oppa, tapi untuk saat ini, aku sedang tidak bisa bertemu dengan Siwon Oppa. Aku mohon Oppa tidak memberitahu semua ini pada Siwon Oppa. Untuk sementara, aku ingin menenangkan pikiranku terlebih dulu. Apa aku boleh meminta pertolongan dari Min Ho Oppa untuk terakhir kali?” tanyaku penuh harap.

“Tentu saja. Katakan apa yang kau inginkan, jika bisa, aku pasti akan menolongmu,” jawabnya dengan senyuman.

Raena Pov End

oOo

Siwon Pov

Aku sudah seperti mayat hidup, gairah hidupku telah menghilang. Seiring kepergian Raena, maka hilanglah sudah alasanku untuk tetap hidup di dunia ini. Aku sadar bahwa ini semua adalah kesalahanku. Aku lah yang menghancurkan kebahagiaan serta cinta yang telah Ia berikan. Aku adalah namja terbodoh di dunia ini.

“Apa kau sudah menemukan Raena?” tanyaku penuh harap mendengar telpon dari anak buahku.

“Mianhae sajangnim, sampai sekarang kami masih belum bisa menemukan nyonya choi.”

Aku membanting ponselku sampai pecah berkeping-keping. Ini sudah sebulan sejak Raena meninggalkan rumah dan semua anak buah yang kukerahkan masih belum bisa melacak keberadaan Raena. Aku telah menghubungi kedua orang tuaku dan mertuaku tapi mereka tutup mulut. Mereka tidak mau memberitahu dimana Raena berada. Wajar saja mereka melakukan itu, mengingat akulah penyebab kepergian Raena.

‘Rae-ya, dimana kamu sekarang jagiya? mianhae, jeongmla mianhae. Aku tidak berharap kau mau memaafkanku, tapi kumohon tetaplah disisiku, jangan tinggalkan aku seperti ini,’ batinku.

“Oppa” aku mendengar suara Jiri.

“Waeyo Jiri-ya? Apa masih belum cukup yang kukatakan? Aku sudah tidak bisa kembali lagi padamu, aku tidak membencimu, namun seluruh cintaku telah menjadi milik Raena seutuhnya. Aku tidak peduli walau aku harus mencarinya seumur hidupku, aku tidak akan pernah menyerah. Aku yakin, suatu saat aku pasti bisa menemukannya. Mianhae jiri-ya, jeongmal mianhae,” ucapku putus asa.

“Aniyo Oppa, aku sadar, aku telah melakukan kesalahan. Aku dulu sangat yakin bahwa Oppa masih mencintaiku dan hanya aku yang dapat membahagiakan Oppa. Aku salah, kini tempatku telah digantikan oleh Raena. Aku akan kembali ke Paris bersama Min Ho Oppa, aku akan membuka lembaran baru dan akan kupastikan aku tidak akan mengganggu kehidupan kalian lagi,” ucap Jiri dengan tangisan.

“Semua ini bukan salahmu Jiri-ya, akulah yang salah karena masih sempat memberikan harapan padamu. Jeongmal mianhae.”

“Aniyo, akulah yang salah. Mianhae Oppa, karena cinta butaku, aku telah menghancurkan rumah tangga Siwon Oppa dan Raena. Aku merasa sangat bersalah, tapi aku tidak dapat menemui Raena secara langsung. Aku mohon sampaikan permohonan maafku pada Raena dan juga kumohon, jagalah hasil buah cinta kalian dengan baik.”

“Mwo? Apa maksudmu dengan hasil buah cinta kalian?”

“Apa Oppa tidak tahu kalau Raena sedang mengandung? Jinjja? Hikzzz…. aku semakin merasa bersalah karena telah memisahkan Oppa dengan calon buah hati Oppa. Hikzzz….. sebagai permintaan maaf, aku telah menemukan dimana Raena tinggal, kuletakkan disini Oppa. Mianhae untuk semuanya, annyeong,” ucap Jiri lalu melangkah keluar dengan linangan air mata.

Aku berlari mengambil kertas yang ditinggalkan Jiri di atas meja. Air mataku tak terasa telah merembes saat aku membaca setiap huruf yang ada di kertas itu. Aku mengambil kunci mobilku dan berlari menuju parkiran. Aku harus menemui Raena dan anakku secepatnya.

Siwon Pov End

oOo

Raena Pov

Aku meminum susu yang telah disiapkan Eomma untukku sambil menatap deburan ombak dari kedua mataku. Sejak Min Ho menelpon dan memberitahu bahwa aku hamil, Eomma langsung pulang ke Korea. Eomma lah yang menemani serta merawatku. Selain Eomma, Eomma dan Appa mertuaku juga sering menjengukku bahkan Eomma mertuaku membelikan sebuah rumah untukku. Awalnya aku menolak, namun Eomma mertuaku bersikeras dan akhirnya disinilah aku sekarang, di sebuah rumah yang agak jauh dari jantung Kota Seoul. Suasana disini sangat nyaman, hamparan laut menjadi obyek yang aku lihat setiap saat dari beranda kamarku yang ada dilantai dua.

Sejak kejadian itu, aku memohon pada kedua orang tuaku serta kedua mertua dan juga Jiwon agar merahasiakan keberadaanku dari Siwon Oppa. Aku belum siap jika bertemu dengannya lagi. Mengingat kondisiku saat ini, mereka akhirnya mengabulkan semua permohonanku walau dengan berat hati. Mereka sering menceritakan kabar Siwon Oppa padaku, bagaimana kehidupan Siwon Oppa yang menjadi tidak terurus karena kepergianku. Aku bahkan tersentuh karena Siwon Oppa gigih mencari keberadaanku di penjuru Korea Selatan. Aku sangat ingin bertemu dengannya, tapi perasaan sakit dalam hatiku masih sering terasa jika aku mengingat apa yang telah Siwon Oppa dan Jiri Eonnie lakukan kala itu.

“Mianhae” kakiku bergetar ketika aku mendengar sebuah suara dari belakangku, tanpa perlu menoleh pun aku sudah tahu pemilik suara ini. “jeongmal mianhae” ulangnya lagi.

Perlahan tangannya memeluk tubuhku dari belakang. Aku tidak bergeming sedikitpun karena sejujurnya aku sendiri bingung harus bereaksi seperti apa. Kurasakan dagunya menempel pada punggungku dan tetesan air mata ikut membasahi punggungku. Mungkinkah Siwon Oppa menangis?

“Aku tahu aku salah, tapi aku mohon jangan tinggalkan aku lagi. kumohon tetaplah disisiku karena aku tidak bisa hidup dengan normal lagi jika kau tetap meninggalkanku. Aku tahu aku egois dan tidak pantas berada disampingmu tapi kumohon biarkanlah aku menjadi lelaki egois untuk mempertahankanmu disisiku. Aku tidak bisa untuk kehilangan separuh oksigenku lagi. kumohon Raena-ya, kembalilah padaku. Aku sangat menyayangimu, aku juga sangat mencintaimu melebihi apapun yang kumiliki di dunia ini dan aku juga ingin dapat melihat pertumbuhan anakku. Tak akan kubiarkan dia hidup tanpa kasih sayang dari kedua orang tuanya. Kumohon, berilah aku satu kesempatan lagi Raena-ya. Jeball!”

Aku ingin berteriak untuk mengusir Siwon Oppa, tapi hatiku berkata lain, sebenarnya aku pun sangat tersiksa berjauhan dari Siwon Oppa karena dia juga adalah separuh oksigenku. Aku bahkan tidak bisa bernapas dengan baik jika seandainya aku lupa bahwa aku sedang mengandung buah hati kami berdua. Aku berbalik, aku menengadahkan wajahku, mata teduh yang selama ini memperhatikanku berubah menjadi cekung dan lingkaran hitam menghiasinya. Kuusap mata indahnya dengan tangan kananku, lalu kususuri setiap inci wajahnya yang semakin tirus itu. Kuhapus buliran air mata yang membasahi kedua pipinya dan aku tidak dapat menahan gejolak dalam hatiku lagi, aku menghambur ke dalam pelukan Siwon Oppa.

“Mianhae karena aku telah menjadi istri yang tidak baik, aku meninggalkan Siwon Oppa sehingga Siwon Oppa menjadi seperti ini. Mianhae Oppa,” ucapku di sela-sela isak tangisku.

“Aniyo, ini bukan salahmu Rae-ya. Aku lah yang salah, namun aku berjanji untukmu dan bayi kita, aku akan menjadi suami siaga untukmu dan menjadi ayah terbaik untuk buah hati kita. I promise,” ucapnya tulus dengan mengelus perutku yang saat ini masih belum terlalu membuncit. Aku merasakan ada perasaan aneh dalam perutku. Sepertinya bayi kami ikut bergembira melihat kedua orang tuanya bersatu kembali. Siwon Oppa mencium perutku dan kembali mengelusnya dengan penuh rasa sayang. Aku yakin, Ia akan menjadi ayah terbaik untuk anak kami kelak.

Raena Pov End

oOo

Siwon Pov

“Appa, aku ingin boneka itu,” ucap Shirra dengan mimik lucu. Choi Shirra adalah nama yang kuberikan pada putri pertama kami, singkatan dari namaku dan Raena. Shirra kini sedang lucu-lucunya. Ia sudah berusia 3 tahun dan Ia tumbuh menjadi anak yang sangat cantik. Ia mewarisi kecantikan alami dari ibunya sedangkan hidung mancung serta lesung pipinya sangat mirip denganku.

“Ne, Shirra boleh membeli semua yang Shirra mau. Appa akan membeli semuanya untukmu, jagiya,” jawabku dengan mencubit pipi Shirra gemas.

“Jeongmal? Gomawo Appa, Shirra sayang Appa,” ucapnya dengan mencium kedua pipiku.

Shirra berlari mengambil boneka yang Ia inginkan tadi sedangkan kini pipiku telah dicubit oleh Raena, “Aiss, tidak hanya Appa dan Eomma, tapi Oppa juga selalu memanjakan Shirra. Nanti dia tumbuh menjadi anak yang super manja, Oppa,” ucap Raena dengan mengerucutkan bibirnya.

“Hahahaha… biar saja Shirra menjadi anak yang super manja sekalipun, aku akan memenuhi semua yang Shirra inginkan karena aku adalah Appa terhebat di dunia ini,” jawabku yang mendapatkan jitakan dari Raena.

“Dasar, apa Oppa pikir dengan memenuhi apa yang Shirra inginkan saja Oppa sudah menjadi Appa yang hebat, hah?”

“Ne, aku tak akan membiarkan apa yang diinginkan Shirra tidak bisa Ia dapatkan, tapi yang terpenting adalah aku akan memastikan Shirra mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya, kakek nenek dan juga dari ahjummanya. Iya kan jagiya?”

Raena hanya tersenyum mendengar jawabanku, “Gomawo Oppa telah menjadi suami siaga untukku serta Appa terhebat untuk Shirra. Jeongmal saranghae,” ucapnya lalu mengecup bibirku sekilas, namun aku tidak membiarkan Ia menarik bibirnya dengan mudah, aku mengecup bibirnya dengan lembut dan cukup lama.

“Op-pa hen-ti-kan, ki-ta se-dang di pu-sat per-be-lan-jaan,” ucapnya terbata-bata. Tak kuhiraukan perkatannya dan aku semakin memperdalam ciumanku. Kenapa aku harus ambil pusing dengan orang lain, mall ini kan milik kami sendiri. Hahahaa…..

Siwon Pov End

oOo

Raena Pov

Tak ada kata yang dapat melukiskan kebahagiaanku saat ini, aku memiliki keluarga yang harmonis, seorang putri yang sangat cantik dan lucu, serta seorang suami yang selalu ada untukku dan juga putriku.

Aku tak pernah membayangkan bahwa kehidupanku akan sebahagia ini, aku sangat berterimakasih pada Jiri Eonnie karena telah memisahkan serta menyatukan kami kembali dalam ikatan pernikahan yang sesungguhnya. Aku berharap pernikahan Jiri Eonnie dengan Min Ho Oppa juga bahagia seperti yang kurasakan saat ini, bahkan aku dan Siwon Oppa berniat menjodohkan Shirra dengan putra Jiri dan Min Ho Oppa. Walau usia mereka terpaut dua tahun, aku berharap itu bukanlah suatu penghalang.

Terkadang, perjodohan bisa menjadi awal kebahagiaan kita jika kita bisa menerima setiap kelebihan dan kekurangan pasangan kita. Saat kita percaya pada cinta dan ingin berjuang serta bertahan demi cinta yang kita rasa, maka lakukanlah dengan maksimal agar kita dapat merasakan kekuatan cinta itu seutuhnya.

Raena Pov End

The End…

Fiuh, akhirnya selesai juga walau harus telat update cukup lama.
Jeongmal gomawo untuk chingudeul yang setia nungguin kelanjutan TWWH sampai sekarang.

Advertisements

About choireri

I'm not a writter, but I LIKE writing. Siwon is my priority bias and I like YoonWon + SeoKyu too ^^ author at CRFF

Posted on February 22, 2013, in Chapter, Fan Fiction and tagged , , , . Bookmark the permalink. 32 Comments.

  1. Akhirnya happy ending juga…siwon n raena saling mencintai and akhirnya mrka memiliki anak. Part lanjutannya sama lama, sampe lupa. Ya wes, good job ya. Dtunggu ya karya2 lain.

  2. Wah so sweetnya ….. 😀
    DAEBAK Reri eonnie 🙂
    ISWADnya ditunggu 😉

  3. UNNIIIIIIIII~~~
    Akhirnya semua orang hidup bahagia kecuali aku. Ini Siwonnya kurang menderita ahahahaks *kemudian digamparin siwon*
    Ini siwon jadi gitu apa karena akhir-akhir ini sering kumpul sama Hyuk? Sampe ga sadar diri. Di pusat perbelanjaan sempet-sempetnya kayak gitu. kkkkkk~~

    Tapi bagus banget, Un. Awalnya udah putus asa kalo cerita ini ga bakal ada lanjutannya. Tapi tiba-tiba unni mention dan bilang kalo endingnya udah publish. uwuwuwuw berasa durian runtuh *sakit dong* :3

    • Aigoo
      Wonppa ngemis2 minta jgn terlalu dibuat menderita
      Jd eonnie gak tega
      Hikzzz

      Iya, suamimu itu saeng yg bikin otak wonppa ikutan yadong
      Tp gpplah
      Kan udah nikah
      Hihiiii

      Yeayyeeee
      Finally selesaii juga utang FF eonnie

      Gomawo for RC saeng
      *hug*

  4. Pertama2 aku mau ngelakuin ini :
    Aaaaaaa…. Re, akhirnya publish juga. Astaga… Kmrn smpt putus asa klo ff ini udah ga dilanjut 😦
    Tp ternyata dilanjut 😀
    Eh, tp koq udah ending aja re..??! 😦
    Ga rellaaaaa, ciusannn… Msh pengen baca romance mereka.
    Ya ampunnn, itu awal2nya nyesek banget, beneran emosi sm siwon oppa, tp untung happy ending ^^
    Huahaha, itu epilog (?) nya lucu banget, siwon oppa benar2 ayah yg hebat n suami yg kocak (?) Hahaha..
    Thx a lot re.. Udah dilanjut walaupun dgn brt hati saiia hrs merelakan 😦

    • Hahaaa
      Gomawo chingu udah RC dan udah nungguin lam2
      *touching*

      Reri tau gimana rasanya nungguin ff yg kita pengen baca tp authornya gak update2 dan ujung2nya bener2 gak dilanjutin
      Yeah, pasti kecewa bgt
      Because of that, reri sengaja bikin ending di part inii
      Takutnya nanti kalau tetep dilanjut gak update2 malah bikin lama nunggu chingudeul
      Mian yaa TWWH reri buat ending
      😥

      Hihiiiii
      Pengenn aja bikin siwon jd gitu
      *sebenernya itu khayalan reri klu nikah sama siwon*
      Wkwkwkwkwkkkkkk

      Thx a lot for waiting so long
      *bow*

  5. akhirnya FF ini di next jga ,stlah sekian lama menunggu *lebeh

    huuahh ceritanya daebak bgt . .
    Akhr nya happy ending jga .

    Oh yah di tnggu FF lainnya 🙂

    • Huhuhuuu
      Mianhae for update so long chingu
      *bow*

      Yeayeeee
      Happy ending buat semuanya
      Karena rerinya gak tegaan klu dibuat sad ending lagi
      *ngeles*

      Sippoooo
      Ditungguiin ya chingu
      Awas nggak
      *ngancem*
      Haaaa

      At least, gomawo for RC :*

  6. wah.. akhirnya ending juga…
    sempat lumutan nungguin endingnya nih…
    ditunggu ff lainnya…
    hwaiting!!

  7. Woaa…eonnie,,akhirnya publish juga…! 🙂 yeey…happy ending,,keren eonnie…! 🙂

  8. baru nemu ini FF
    daebakkk :’)
    feel nya kerasa banget
    ceritanya juga ga berbelit-belit
    sukaa ^^

  9. ya ampun, ud lama bgd gk mampir. trnyta ada klnjutan ff ini.. woaaa, kirain gk bkalan dlanjut ni ff. mpe bca ulg chap 9 nya dlu, coz ud agak lupa saking lamanya. hehe

    finally, happy ending. smpt ngira trjd ssuatu yg enggak2 antra siwon-jiri malam itu. syukurlah, trnyta malah trjadi ssuatu yg ‘iya2’ antra siwon-raena. asiiik, kekeke. chukae, akhirnya mrk hidup bhgia jg, wlau raena msti nglamin sakit hati dlu.lega deh..

    • iya chingu
      lama bgt update.an ff ini
      mianhae

      gomawo ya udah sempetin baca
      🙂

      suka ya klu yg terjadi ‘iya2’ itu sama Raena bkn jiri
      yeeee
      ^^

  10. anyeong eon aq reader baru salam kenal… Crtanya so sweet walau ada sedihnya jg

  11. Wahhhh keren abis ceritanya

  12. 대박 앤딩~ ^^

  13. yang ditunggu akhirnya selesai juga
    akhirnya happy ending
    i like it

  14. Akhirnya happy ending, maaf y chingu dipart sblnya G̲̣̣̣ά̲̣̥ komen hbs penasaran n part sebelumya kependekan. Tp keseluruhan keren. Soalnya aku lbh suka klo cast nya itu kyk artis dipasangankan “OC”. Jdi pas baca ini jadi dpt gregetnya.

  15. happy ending…
    i love it 😉

  16. wah happy ending ,untung siwon oppa sadaR dng apa yg dia lakuin hehe

  17. wah happy ending ,untung siwon oppa sadaR dng apa yg dia lakuin hehe keren keren

  18. ayu dian pratiwi

    Ending yang manis 🙂 .

  19. wahhhhh…..
    feel nya dapat bangettttt….
    kerennnnn nihhh…
    maf ya author baru koment pas part terakhir….
    lanjutkan lagi tulisannya…….

Leave Your Words, Chingudeul ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: