“FF Chingu” Last Love

Title: Last Love
Author: WINDY and MINNY
Main Casts: Jung Soo Yeon, Lee Donghae
Support casts: Super Junior’s Member’s Snsd Member’s and Others
Genre: Sad, Angst, Romance
Rate: PG 17
Length: Oneshoot
Disclaimer: Jessica, Donghae, dan yang lainnya bukan milik saya. Saya hanya meminjam nama, dan penggambaran fisik dari mereka. Jika ada kesamaan karakter atau cerita, itu semua hanya kebetulan karena fanfic ini benar-benar murni dari hasil pemikiran saya.

‘sebuah kisah cinta mungkin tak akan selalu berakhir dengan kebahagiaan..’

“Donghae-ssi”

Namja yg sedang berjalan bersanding dengan seorang yeoja, menoleh ke arah sumber suara yg tadi memanggilnya tepat disampingnya itu.

“Mworago, Sica-ssi?”

“Aku kedinginan.”

Donghae menghentikan langkahnya, lalu meraih kedua tangan Jessica, menggosok-gosokkannya dan meniupnya.

“Sudah hangat belum?”

“Ahh.. Ne…”

Jessica sedari tadi mengigil gemetar karena kedinginan, spontan merasa begitu hangat. Bukan karena tangannya ditiup oleh Donghae, tetapi karena pipinya yg mengeluarkan semburat merah karena malu. Donghae yang tidak menggunakan sarung tangan sama seperti Jessica, menggandeng tangan yeoja yang Ia sukai itu dan menggenggamnya erat. Namja tersebut sebenarnya tak menyangka kalau hari ini adalah hari pertama musim dingin dan dia sudah terlanjur mengajak Jessica untuk berkencan dengannya. Tapi tidak ada nada protes yg terucap dari mulut Jessica malam ini. Baru saja mereka memasuki sebuah cafe dan telah meminum kopi espresso hangat, namun saat keluar dari cafe tersebut mereka langsung merasa kedinginan lagi.

Mereka melanjutkan perjalanan pulang menuju rumah Jessica dengan berjalan kaki. Belum mencapai jarak 500 meter saja, yeoja cantik ini terus menerus membeku seperti es. Padahal masih sekitaran 2 kilometer lagi jalan yg mereka tempuh untuk sampai kerumah Jessica. Donghae menghentikan langkahnya lagi dan mengambil sesuatu dari balik mantel tipis yg dia kenakan, lalu dia mengenakannya ketelingan Jessica yg sedang berjalan.

“E, eh?” Sica meraba-raba barang yg terpasang dikedua daun telingannya. Sebuah earphone.

“Ini merupakan pengganti penghangat telinga. Aku sama sekali lupa membawa sarung tangan dan penghangat telinga untukmu, jadi setidaknya pakailah itu kalau kamu mau, kamu juga bisa mendengarkan lagu dari ini.” Donghae memberikan iPodnya ketangan Jessica yg pucat

“Ohh!” Sica terlihat ragu sejenak, menatap Donghae heran lalu berkata, “Arrasseoyo, Donghae-ssi”

“Jigoyo, apakah kamu keberatan untuk membuang formalitas diantara kita? Kamu bisa memanggilku Donghae saja, sementara aku akan memanggilmu Sica. Otte?”

Jessica berfikir sebentar sambil memandangi wajah Donghae yang tampan, kemudian dia menjawab perlahan, “Ne, arrasseo Donghae.” Donghae tersenyum senang mendapat jawaban itu dan kembali menggandeng tangan Jessica lalu melanjutkan perjalanan mereka.

Lagi-lagi Jessica tidak bisa menahan dingin dengan menggumam “Aigo.. Dingin sekali..” Donghae yg mendengar suara kecil Sica barusan mengambil tindakan berlutut didepan yeoja itu dengan posisi punggungnya berhadapan dengan Jessica.

“Aku akan menggendongmu, sampai kita tiba dirumahmu. Aku jamin kita berdua akan merasa lebih hangat.”

Jessica yg mendapat perlakuan istimewa Donghae dari tadi, menggembungkan pipinya tanda dia terkejut kali ini, “Ti.. Tidak usah Donghae, kamu pasti akan sangat capek membawa tubuhku yg sangat berat ini.”

Sica mencoba menolaknya dengan halus karena sungkan.

“Aniyo..” ucap Donghae sambil menolehkan kepalanya ke Sica, “Tubuh selangsing kamu sih aku pasti kuat menggendongnya. Ayolah, aku tidak mau besok hari kamu malah sakit deman gara-gara aku.” Donghae menepuk nepuk punggungnya sendiri untuk meyakinkan Jessica.

Tak ada pilihan lagi untuk sicca, mau tidak mau ia mengikuti apa yang di katakan namja yang bernama Donghae itu.

“Hhae…” desis Jessica tepat di telinga kanan Donghae.

“Hmmm…” Donghae hanya berdehem di aktifitasnya menggendong jessica.
Jessica menghela nafas berat.

“Mungkin ini adalah kencan pertama dan terakhir kita,” ucap Jessica, seketika mendengar penuturan Jessica, Donghae menghentikan langkah dan menolehkan kepalanya tepat ke arah gadis yang bermarga Jung itu.

“Apa maksudmu?” tanya Donghae yang merasa bingung dengan apa yang di katakan Jessica.

Jessica menundukan kepalanya sejenak ,tapi dalam hitungan detik ia kembali mendongkakan kepalanya dan tersenyum manis menatap Donghae, namja yang kini masih menggendonnya.

“Anniyo, lupakan saja tadi aku hanya asal bicara,ayo jalan lagi.” Donghae mengangguk sebagai jawaban dan kembali meneruskan langkahnya. Entah kenapa dalam hati Donghae terbesit rasa takut akan kehilangan, tapi dengan cepat Ia membuang semua perasaan buruk itu.

‘Mianhae Donghae aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya, dan terima kasih untuk hari ini. Bagi ku ini adalah kencan yang sangat indah, sekali lagi terimakasih Lee Donghae, dan saranghaeyo,’ batin Jessica.

Sepanjang perjalanan tak satu patah kata pun yang terlontarkan di bibir keduanya, Lee Donghae namja itu masih bertahan mengendong seorang gadis.

“Kau tau Sicca, dulu ketika aku masih duduk di bangku SMA, aku pernah jatuh cinta pada seorang gadis, dan betapa bahagianya aku ketika gadis yang ku cintai juga mencintaiku. Kau pasti tau betapa senangnya aku kan? tapi semua itu tak bertahan lama, gadis itu pergi. Pergi meninggalkanku untuk selama lamanya karna sebuah kecelakaan yang merenggut nyawanya dan tentu kedua orang tuanya, maupun aku menangis, menangis karna aku telah kehilangannya dan saat itu juga segala sifat, tingkah, serta perilaku berubah drastis. Aku bukanlah sosok Lee Donghae yang ramah dan periang, aku menjadi dingin terhadap siapa pun bahkan kepada ibuku dan teman-temanku, tapi satu bulan yang lalu aku merasa bahwa nyawaku telah kembali ketika aku melihat seorang wanita sedang bermain dengan anak anak kecil di sebuah taman. Ia memiliki senyuman yang sangat manis dan entah kenapa ketika aku melihat senyuman itu aku merasakan debaran jantungku yang berpacu sangat cepat, aku yakin kalau pada saat itu aku tidak bisa mengendalikannya, mungkin jantung ini sudah meloncat keluar dari asalnya. Hahaha… bukan kah itu sangat lucu. Hahahaha…”

Donghae mengentikan tawanya dan kembali meneruskan kata katanya, kini raut wajah Donghae berubah menjadi serius, “Sicca, kaulah gadis itu, gadis yang mampu membuatku kembali, gadis yang membuatku bisa merasakan debaran jantung yang tak terkendali hanya karna melihat senyumanmu, Sicca saranghae. jongmal saranghaeyo Jung Soo Yeon.”

Donghae mengentikan langkah kakinya .
“Jung Soo Yeon, aku Lee Donghae, Mau kah kau menerimaku sebagai kekasihmu, menjadi kan ku separuh bagian dalam dirimu,” ucap Donghae tulus, sementara gadis yang kini masih diam tanpa menjawab setiap kata yang Donghee ucapkan, jangan kan meresponya dengan kata kata, dengan sebuah deheman pun tidak sama sekali. Donghae merasa ada sesuatu hal aneh, ‘kenapa Ia tak menjawab, apa Ia marah pada ku,’ pikir Donghae.

“Jessica…” panggil Donghae pelan. Merasa tak di respon, Donghae menolehkan kepalanya tepat ke wajah Jessica yang berada dalam gendongannya. Mata Donghae membulat ketika ia melihat gadis yang dicintainya kini tengah memejamkan kedua matanya, dan lebih parahnya lagi hidungnya mengeluarkan sebuah cairan merah yang Ia yakini itu adalah darah.

“Sicca~ya, apa kau sedang bercanda? Sicca, ayo bangun!” Donghae menepuk nepuk pipi tirus Jessica, terlihat dari raut wajahnya ia begitu panik.

“Sicca, ku mohon bangun lah Jessica!” Jessica masih tak bergeming dan mata nya pun tak kunjung terbuka sementara Donghae semakin panik di buatnya .

“Sicca, kumohon bertahan lah!”
Sebuah taxi melaju dari kejauhan dengan segera donghae memberhentikan taxi tersebut. “Antarkan aku ke rumah sakit xxxxx sekarang! Cepat!” titah Donghae kepada supir taxi.

Donghae mengelus puncak kepala Jessica, tak dirasa sebuah cairan bening yang tak di undang pun meluncur di kedua kelopak mata indahnya, Lee Donghae, Ia menangis.

“Sicca, kumohon bertahanlah. hiks..hiks. demi aku. Kumohon, Sicca,” lirih Donghae .
~hospital~

Seorang gadis cantik terbaring lemah di ruangan isolasi kini seluruh tubuhnya di pasang berbagai jenis alat medis dan seorang pria kini tengah duduk di pinggir ranjang. Pria itu meraih tangan sang gadis yang kini masih terbaring lemah.

“Sicca, bangunlah aku ingin mengatakan padamu bahwa aku mencintaimu. Sicca, kumohon bukalah matamu!” Donghae mengelus tangan gadis yang dicintainya itu dengan segenap ketulusannya, sesekali Donghae mencium puncak tangan Jessica. Jessica masih memejamkan kedua matanya dan hanya bunyi khadiograf yang kini melanda ruangan tersebut.

tittttttt…..

Bunyi itu terdengar jelas di telinga Donghae. Donghae melihat ke arah alat mesin yang memunculkan bunyi tersebut, Donghae membulatkan kedua sayup matanya yang kini masih di landa air mata, terlihat jelas bahwa di layar pendeteksi jantung tersebut tergambar garis lurus.

“Tidak. ini tidak mungkin, Sicca, kumohon bangunlah! demi aku, KUMOHON.” Donghae tak mampu membendung segala rasa takutnya, Ia berteriakk, “SICAAAAAAAAA…..”

***

Satu kata yang selalu kupertanyakan.
KENAPA?
Kenapa takdir begitu kejam terhadapku, sungguh suatu pertanyaan bagi ku, apakah aku adalah pria termalang yang ada di dunia ini? ditinggalkan untuk kedua kalinya oleh orang yang sangat kucintai.
Miris, betapa mirisnya hidup ku.
Jung Soo Yeon, satu kata yang belum sempat kuucapkan sebelum kau pergi meninggalkanku ,’Saranghae Jung Soo Yeon.’

**

Seorang pria tampan dengan setelan jas hitam dan kaca mata hitam bertengger di kedua matanya serta sebuket bunga lily putih yang kini ada dalam gengamannya. Pria itu membuka kacamata hitamnya ,dan terlihatlah sayup matanya yang memancarkan sebuah kesedihan yang mendalam. Pria itu memegang dadanya yang sepertinya merasakan sakit yang begitu dalam.

Blukkk

Pria itu tertunduk lemas di depan pusara yang bertulisan nama gadis yang dicintainya ‘Jung Soo Yeon’ Tetes demi tetes sebuah cairan yang begitu bening meluncur seketika di kedua kelopak matanya.

“Sicca, tau kah kau betapa hancurnya aku tanpa ada kau disisiku. Aku tersiksa tanpamu, kenapa? Kenapa kau membuatku kembali kepada Lee Donghae yang jatuh ke dalam sebuah keterpurukan, kenapa? Sicca, belum sempat kuutarakan perasaanku tapi kenapa begitu cepat kau meninggalkanku? hiks hikss…” Donghae tak sanggup merasakan semua ini, Ia begitu mencintai Jessica.

Lama donghae dalam posisi tertunduk,akhirnya ia bangkit dan berdiri,ia meletakan bunga tersebut di atas pusara yang bertuiskan ‘jung soo yeon’. Perlahan donghae memejamkan kedua matanya dan berdoa ‘Tuhan jika memang parpisahan ini adalah jalan yang terbaik bagi kami kumohon tempatkan lah ia disisimu dan buatlah ia bahagia..’ doa donghae dalam hati

**

Seorang gadis berkulit pucat kini tengah memandang namja yang masih memejamkan kedua matanya gadis itu menangis, menangis melihat bahwa pria yang ia cintai benar benar mencintainya.
Andaikan maut tidak memisahkan mereka mungkin kini mereka tengah bahagia menjalani hubungan layaknya sepasang kekasih yang saling mencintai satu sama lain. Setapak demi setapak gadis pucat itu menghampiri sang pria dan memeluknya dari belakang,tak peduli pria tersebut akan merasakannya atau tidak.

waktu seakan berhenti…

kini keduanya terhanyut dalam kediamannya. Donghae masih menutup mata nya dan entah kenapa ia merasa bahwa jesicca kini tengah berada di dekatnya..

“jessica saranghae jongmal saranghaeyo” desis donghae.

“nado saranghae” ucap jessica yang tak tau donghae akan mendengarnya atau tidak.

**

Donghae membuka kedua matanya. Ia tersenyum getir menatap pusara yang kini didiami oleh sang gadis yang ada di dalam hatinya “jessica walau pun kini kau telah tiada tapi percayalah kau akan selalu disini ,di hati ku selamanya. Karena aku mencintai mu sampai ajal nanti kan merenggut nyawaku.”

Donghae berbalik dan pergi meninggalkan makan gadis yang di cintainya. Jessica menatap lirih punggung pria yang di cintainya tak di sangka pria tersebut sangat mencintainya. “saranghae donghae oppa”
the end…….

halloo ini ff kolaborasi pertama antara windy and minny hohoho
gimana?*tutup muka pake centong
pokonya saya gak mau tau commen and like *plakkk maksa * di timpug readers
bye bye * 2 author lambai tangan ala yoona and Jessica snsd

buahahahahaahaahaha
oia tampilan nya kami terinspirasi dari the foursix97
hehehehe gpp ya, lagi pula dia itu adalah author favorit ku (windy)
@windy_fitri1107
@cloudsminy
Follow ya *wink

Advertisements

About choireri

I'm not a writter, but I LIKE writing. Siwon is my priority bias and I like YoonWon + SeoKyu too ^^ author at CRFF

Posted on February 16, 2013, in Fan Fiction, Oneshot and tagged , , , . Bookmark the permalink. 7 Comments.

  1. Sad ending 😥

    Perbanyak ff HaeSica chingu 🙂

    oh iya, kalo punya waktu mampir k wp ku y http://sideofardeliaini.wordpress.com gomawo

  2. yeah… HAESICAAA!!!!!
    keren, tapiiii…. SEDIHHH…. TT,TT hiks… *sedot ingus*#PLAKK!!

  3. Hmm… sad ending yaa…. tapi kerenn!! 🙂

  4. huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa,nangis bacanya

  5. ayu dian pratiwi

    Sad ending

  6. Sad ending 😥
    Tpi keren kok thor ff nya . 😀
    Keep writing !!

Leave Your Words, Chingudeul ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: