{FF Chingu} Speak Now!

Title                  : Speak Now!
Author              : luvhpurpleluvhSeoKyu aka Choi Ah-ri^^
Casts                : Seo Joo Hyun(SNSD), Cho Kyuhyun(SuJu), Nam Younghee(OC)
Support casts   : SuJu, SNSD, OC
Genre               : romance
Rate                 : G, and a little PG (maybe)
Length              : Oneshot
Disclaimer        : OS ini terinspirasi dari special stage Seohyun-eonnie waktu SNSD 2013 comeback stage, eonnie nyanyiin ‘Speak Now’-nya Taylor Swift… Ahri langsung kepikir, gimana kalo ini kejadian sama uri SeoKyu couple? Jadilah Ahri nulis ini dengan sedikit penambahan… oiya, btw, ini bukan OS hasil plagiat lho ya… happy reading!

Speak Now!

author’s POV

Seohyun dan Kyuhyun adalah sepasang kekasih yang sudah 5 tahun berpacaran, dan bahkan mereka sudah merencanakan untuk menikah sebentar lagi. Namun, manusia hanya berencana, tapi Tuhan yang menentukan.

Suatu sore yang cerah, sesuatu yang tidak disangka oleh Seohyun terjadi, Kyuhyun meneleponnya.

“ne, na ya(ya, ini aku). Wae geuraeyo oppa?” tanya Seohyun sesaat setelah meletakkan telepon genggam itu di telinganya.

“Hyun-ah, kita perlu bicara,” terdengar suara kekasihnya-Kyuhyun-di seberang telepon, suara yang biasanya bernada ceria itu kini bernada sendu, seperti penyanyi rock yang tiba-tiba menyayikan lagu ballad(?)

“ne? Oppa, kau terdengar berbeda-…”

”sekarang. Jebal… kutunggu di kafe biasa.”

“klik” telepon ditutup, meninggalkan Seohyun yang kebingungan dikamarnya. Namun bagaimanapun gadis itu tetap berganti baju dan bergegas menemui kekasihnya itu.

@cafe

Seohyun’s POV

Huft, akhirnya aku sampai juga. Sebenarnya aku sedikit heran dan penasaran, apa sih, yang sangat penting sampai Kyuhyun oppa harus mengajakku bertemu seperti ini?

“Hyun, yeogiyo!(Hyun, aku disini!)” aku segera mengenali suara Kyuhyun oppa yang memanggilku. Ia memilih tempat duduk di pojokan kafe. Aku berjalan ke arahnya dan duduk di depan Kyuhyun oppa. Aku sudah hampir memanggil pelayan untuk memesan saat Kyuhyun oppa menahanku, ”tak usah pesan, aku tak akan lama” katanya.

Aku bisa melihat sinar kesedihan dan kebingungan memancar dari mata cokelat tua milik kekasihku itu.

”oppa, ada apa? Kau punya masalah? Kau tahu aku akan selalu senang untuk menjadi teman curhatmu… ” kataku seolah ingin oppa langsung bicara to-the-point.

”aku… ingin kita… putus” katanya dengan suara berat. Kepalanya tertunduk, tak berani memandang wajahku. Aku terdiam, berusaha mencerna kata-kata Kyuhyun oppa barusan.

“mwo? Oppa, utkijima(oppa, jangan melucu). Ini bukan anniversary kita, juga bukan ulang tahunku, jangan coba-coba mengerjaiku,” aku yang masih tak percaya kekasihku yang sangat kusayangi, ani, kuCINTAI, minta putus denganku.

Bagaimana dengan rencana-rencana kami? Menikah, mempunyai anak, dan melewati masa tua bersama. Bagaimana dengan itu? Janji-janjinya selama ini? Ia bilang ia akan menjaga dan mencintaiku seumur hidup? Kemana perginya janji-janji itu?

”memang bukan. Aku sengaja menghindari hari-hari itu, agar kau tak terlalu terluka” jawabnya pelan. Aku menggeleng tak percaya.

“hajiman, wae?(tapi, kenapa?)”

“aku akan menikah”

end Seohyun’s POV

Kyuhyun’s POV

“aku akan menikah” jawabku. Matanya membulat sempurna. Bulir-bulir bening perlahan mengalir di pipi chubby-nya. Jujur, hatiku sendiri merasa berat untuk mengatakan ini pada Seohyun, wanita yang paling aku cintai di dunia ini, wanita yang berhasil meluluhkan hatiku yang dulu sedingin es, wanita yang membawa kembali senyumku yang pernah hilang, wanita yang selalu kuimpikan untuk menjadi ibu dari anak-anakku. Tapi mau bagaimana? Pernikahan inipun bukan keinginanku, tapi keinginan appa.

“aku dijodohkan,” lanjutku “pernikahannya 2 minggu lagi” akupun langsung beranjak dari kursi yang kududuki tadi dan mulai melangkahkan kakiku keluar dari kafe yang menjadi saksi awal dan akhir dari perjalanan cintaku dan Seohyun. Namun baru beberapa langkah, aku berhenti, menyadari bahwa ada satu hal yang kulupakan.
“dan, Seohyun-ssi,” ia menoleh cepat mendengar aku memanggilnya dengan formal “tolong lupakan aku, lupakan kalau aku pernah ada, lupakan kalau kita pernah saling mencintai” kataku sedatar mungkin. Ia mengalihkan pandangannya, air mata kembali mengalir dari matanya yang indah itu. Maafkan aku Seohyun-ah, Saranghae.

End Kyuhyun’s POV

Author’s POV

Begitu keluar dari kafe, Kyuhyun langsung disambut oleh seorang wanita cantik berambut panjang. Sangat terlihat bahwa wanita itu adalah anak orang kaya. Pakaiannya sangat bagus dan bermerk, ia menenteng tas Giorgio Armani keluaran terbaru, dan memakai kacamata hitam yang menutupi hampir setengah wajahnya yang licin. Seohyun memandang mereka berdua tanpa berkedip, bahkan ketika wanita itu menyempatkan diri menatap Seohyun dengan ekspresi menang dari balik kaca mobil.

2 weeks later…

seorang gadis muda berusia sekitar 22 tahun mengintip hiruk-pikuk persiapan sebuah pesta dari balik kaca taksi yang sedang ditumpanginya. Matanya yang sayu terlihat sedikit membengkak, akibat dari menangis setiap malam selama hampir 2 minggu. Tangan-tangannya yang mulus meremas gaun putih yang dipakainya. Ia menghela napas, menahan air mata yang sedikit lagi akan tumpah dari mata bulatnya yang memerah.

Seohyun’s POV

I am not the kind of girl
Who should rudely barging in on a white veil occasion
But you are not the kind of boy
Who should be marrying the wrong girl

Disinilah aku, mengintai pesta pernikahan mantan kekasihku, Cho Kyuhyun. Sakit memang rasanya menyebut pria yang masih sangat kucintai itu sebagai mantan kekasihku, tapi itulah kenyataannya, sebab kurang dari 2 jam lagi, ia akan resmi menjadi suami orang lain.

I sneak in and see your friends
And her snotty little family all dressed in pastel
And she is yelling at the bride’s maids
Somewhere back inside a room
Wearing a gown shaped like a pastry

Aku melangkahkan kakiku keluar dari taksi dan menyempatkan diri meihat segala hal yang sedang dipersiapkan. Banyak orang yang terlihat berlarian kesana-kemari, merapikan baju, menata makanan di atas meja, merangkai buket-bukat bunga berwarna putih, memasang gorden, dan bahkan mengangkat rangkaian-rangkaian bunga super besar yang bertuliskan:
“HAPPY WEDDING. CHO KYUHYUN ♥ NAM YOUNGHEE”

rasanya seperti ditinju oleh Mike Tyson saat melihat tulisan itu. Tulisan yang semakin mengingatkanku bahwa Kyuhyun oppa bukanlah milikku lagi, namun milik wanita yang bernama ’Nam Younghee’ itu. Aku berusaha mengalihkan pikiranku dengan kembali melihat sekeliling. Aku memutuskan untuk masuk ke dalam gereja yang sudah berhias bunga itu. Terlihat beberapa teman Kyuhyun dan beberapa anggota keluarga mempelai yang semuanya memakai gaun ataupun kemeja berwarna pastel. Aku merenung, ’seharusnya keluargakulah yang memakai gaun-gaun itu…’

”YAAA!!!!! SIYEON!!!! CEPAT KESINIIIIII!!!!!!” tiba-tiba terdengar suara seorang yeoja dari sebuah ruangan di samping ruangan tempat aku berdiri sekarang. Aku terkejut setengah mati, ditambah lagi saat tiba-tiba seorang yeoja lain (yang rupanya dipanggil Siyeon itu) berlari di sampingku sambil membawa buket pengiring pengantin di tangan kiri, dan beberapa kotak perhiasan di tangan kanannya, yeoja itu memakai pakaian pengiring pengantin, jadi sepertinya dia salah satu pengiring pengantin. Karena terburu-buru, Ia pun menabrakku sehingga aku juga ikut terdrong dan menabrak seorang yeoja lain yang nampak memakai gaun pesta sambil memegang sebuah map.
”jwesonghamnida agassi (maafkan aku, nona)” kataku sambil membungkukkan badanku, meminta maaf pada orang yang tadi kutabrak

”gwaenchan-… Joohyun?” aku sedikit terkejut saat yeoja itu ternyata mengetahui namaku. Aku mengangkat kepalaku dan menyadari sesuatu, ”aku Im Yoona, kau masih ingat? Kita bersahabat waktu SMA,” katanya.

”ne, annyeong Yoona-ah… tentu aku ingat padamu,” jawabku sambil memaksakan senyum.

”kau sedang apa disini?”

”a-aku-…”

”ah iya, kau pasti salah satu undangan kan? Yak, Yoona pabo!” katanya sambil menepuk dahinya sendiri. Orang ini selalu mengambil kesimpulan sendiri.

”kau sendiri?”

”aku ditunjuk sebagai event organizer disini… hehehe…” jelasnya. Aku hanya ber’oh’ ria.

”Yoona-ssi!! Mana buketku?!!!” terdengar kembali teriakan seorang yeoja. Aku dan Yoona segera menoleh, terlihat Younghee dengan pakaian pengantin sedang berkacak pinggang sambil mengeluarkan tatapan ganas pada Yoona.

”aish, geu yeojaneun jinjja (wanita ini benar-benar)…” gerutu Yoona, lalu ia menatapku dengan tatapan bersalah ”kutinggal dulu ya, bangapda (senang bertemu denganmu)!”

aku melihatnya berlari menghampiri Younghee yang memakai baju pengantin dengan rok super besar, sangat besar sampai bisa dibilang menyerupai roti. Kalau tidak ingat ini pernikahan seseorang yang kucintai dengan yeoja lain, mungkin aku akan tertawa terbahak-bahak.

This is surely not what you thought it would be
I lose myself in a daydream
Where I stand and say

Aku mulai berpikir, apakah ini tidak terlalu cepat bagi Kyuhyun oppa? Apa dia benar-benar mencintai gadis yang sifatnya seperti Ratu Sihir Jahat itu? Aku yakin, ini bukanlah apa yang diinginkan Kyuhyun oppa, aku yakin dia juga tidak pernah berpikir jadinya akan seperti ini… huft, aku kasihan pada Kyuhyun oppa, apa dia benar-benar harus menikah dan menghabiskan sisa hidupnya yang berharga itu dengan wanita mengerikan yang dilihatnya tadi? Ingin sekali rasanya menghentikan pernikahan ini… tapi bagaimana?

Don’t say “Yes”, just run away now
I’ll meet you when you’re out of the church at the back door
Don’t wait or say a single vow
You need to hear me out
And they say, “Speak Now”

Acarapun dimulai. Pendeta, mempelai pria beserta pengiringnya berjalan menapaki altar yang sudah berhias bunga-bunga putih. Aku memilih untuk duduk di pojok dan sedikit menyembunyikan wajahku di antara tirai-tirai putih yang menggantung dengan indahnya di jendela gereja. Aku sedikit mengangkat kepalaku untuk melihat Kyuhyun oppa yang berada di depan. Wajahnya tanpa ekspresi, matanya menerawang dengan sedih. Benar-benar menyedihkan. Itulah perasaanku saat melihat orang yang kucintai itu.

Fond gestures are exchanged
And the organ starts to play
A song that sounds like a death march
And I am hiding in the curtains
It seems like I was uninvited by your lovely wife-to-be

Mempelai wanita mulai memasuki ruang gereja dengan menggandeng lembut seorang pria berusia sekitar lima puluh-an, ayahnya. Mempelai wanita itu-Nam Younghee-secara tidak sengaja menoleh ke arahku. Ia nampak terkejut. Wajahnya menunjukkan ekspresi tidak senang, dan aku melihatnya mengeratkan pelukannya pada tangan appanya. Namun Ia pun segera mengganti air mukanya menjadi raut muka bahagia saat pemain organ mulai memainkan wedding march yang lebih mirip lagu kematian di telingaku. Semua mata segera terpusat kepada sang mempelai wanita, seolah mengagumi kecantikannnya.

She floats down the aisle like a pageant queen
But I know you wish it was me,
You wish it was me,
Don’t you?

Younghee dan ayahnya berjalan di tengah bangku bangku gereja yang berwarna putih. Aku memperhatikan caranya berjalan yang mengingatkanku pada acara ratu kecantikan atau apalah, dan bagian belakang roknya terlihat bergerak ke kanan – ke kiri mirip kue besar yang penuh buttercream seiring langkah Younghee yang membawanya semakin dekat ke altar, semakin dekat kepada Kyuhyun oppa. Aku mengalihkan pandanganku kepada Kyuhyun oppa lagi, ia memandang calon istrinya yang berjalan semakin dekat dengan sayu, pasrah dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Aku tahu dan yakin benar, ia pasti sangat berharap bahwa akulah yang sedang memakai gaun pengantin, menggandeng appaku mendekat ke altar untuk mengikat janji sehidup semati dengannya.

Don’t say “Yes”, just run away now
I’ll meet you when you’re out of the church at the back door
Don’t wait or say a single vow
Your time is running out
And they say, “Speak Now”

Younghee dan appanya sudah sampai di altar. Ahjussi Nam (setidaknya itulah sebutanku pada ayah Younghee) mengambil tangan putrinya dan menaruhnya dalam genggaman Kyuhyun oppa. Younghee tampak sangat bahagia, sangat berkebalikan dengan Kyuhyun oppa yang saat ini sedang menuntun yeoja itu ke depan pendeta. Pendeta itu mulai berkhotbah, berbicara ini-itu yang sama sekali tidak repot-repot kudengarkan. Semuanya hanya terdengar seperti dengungan di gendang telingaku.

I hear the preacher say, “Speak now or forever hold your peace”
There’s the silence, there’s my last chance
I stand up with shaky hands, all eyes on me
Horrified looks from everyone in the room
But I’m only looking at you

“jika ada yang menentang pernikahan yang suci ini, tolong katakan sekarang atau simpanlah dengan damai selamanya” kalimat yang diucapkan pendeta itu langsung membangunkanku dari lamunanku. Seperti pernikahan-pernikahan yang kuhadiri sebelumnya, semua orang diam, tidak berniat mengeluarkan sepatah katapun. Tapi inilah kesempatan terakhirku untuk menyelamatkan Kyuhyun oppa dari pernikahan yang tidak diinginkannya ini, kesempatan terakhirku untuk menyelamatkan janji-janji kami, kesempatan terkahirku untuk menyelamatkan cinta kami. Aku berdiri perlahan dengan gemetar. Kepalaku menatap lurus sementara keringat dingin membasahi tangan dan tubuhku. Semua undangan yang hadir menatapku dengan takut, seolah aku adalah hantu yang tiba-tiba muncul dan akan menelan mereka. Namun aku sama sekali tidak peduli, kedua mataku yang mulai terasa panas hanya tertuju pada Kyuhyun oppa yang nampak terkejut, lega, sekaligus senang.

I am not the kind of girl
Who should rudely barging in on a white veil occasion
But you are not the kind of boy
Who should be marrying the wrong girl

“S-Seo J-Joohyun i-imnida…” aku bisa merasakan jantungku berdegup dengan kencang, aku berusaha menenangkan diri “aku bukanlah seorang gadis yang seharusnya membuat masalah di pernikahan orang,” aku berhenti sejenak “namun Kyuhyun oppa juga bukanlah seorang pria yang seharusnya menikahi wanita yang salah…” Kyuhyun oppa tersenyum seolah berterima kasih padaku. Aku tersenyum balik dengan mata yang berkaca-kaca.

Don’t say “Yes”, just run away now
I’ll meet you when you’re out of the church at the back door
Don’t wait or say a single vow
You need to hear me out
And they say, “Speak Now”

“aku tidak akan memaksamu untuk meninggalkan pernikahan ini dan kembali padaku, tapi setidaknya dengarkanlah aku untuk kali terakhir ini saja” aku mengambil napas “jika kau tidak mau, tolong jangan lanjutkan pernikahan ini. Jika kau tidak mau, ayo kita lari bersama. Pikirkan baik-baik tentang apa yang kau inginkan untuk masa depanmu, aku akan menunggumu keluar di pintu belakang” aku menyelesaikan kalimatku.

Aku merasa puas karena sudah mengatakan hal yang bahkan 5 menit lalu tidak kusangka akan keluar dari mulutku dengan begitu lancar. Aku tersenyum dan segera melangkahkan kakiku keluar tanpa mempedulikan tatapan membunuh dari pengantin wanita dan keluarganya ataupun tatapan horror dari tamu yang lain. Samar-samar aku bisa mendengar pendeta itu berkata pada Kyuhyun oppa

”bicaralah sekarang, Kyuhyun-ssi, apakah anda akan menanggapi pernyataan keberatan dari wanita itu?”

And you say “Let’s run away now
I’ll meet you when I’m out of my tux at the back door
Baby, I didn’t say my vows
So glad you were around
When they say, “Speak Now”

sejenak semuanya kembali tenang, namun tiba-tiba aku mendengar suara merdu Kyuhyun oppa “Seohyun-ah!” aku membalikkan badanku perlahan, dan bertamu pandang dengan Kyuhyun oppa yang sedang tersenyum, sangat manis “ayo kita lari bersama” mataku otomatis membulat sempurna “tunggu aku di pintu belakang” katanya lembut.

Senyumku merekah mendengarnya, aku mengangguk dengan gembira. Kyuhyun oppa segera berlari turun dari altar dan melempar jas yang dikenakannya. Aku bisa melihat tatapan tidak berdaya dari mata yeoja angkuh bernama Nam Younghee itu. Hah, kini giliranku untuk melemparkan senyum kemenangan padanya sekarang, saat Kyuhyun oppa ada di sampingku, kali ini untuk selamanya.

THE END

Yeay, Reri penuhi janji Reri untuk posting FF kiriman Chingu
Kamsahamnida
😉

Advertisements

About choireri

I'm not a writter, but I LIKE writing. Siwon is my priority bias and I like YoonWon + SeoKyu too ^^ author at CRFF

Posted on January 29, 2013, in Fan Fiction, Oneshot and tagged , , , . Bookmark the permalink. 45 Comments.

  1. kereeeeeenn..

  2. aku suka duaduanya, ff sm lagunya

  3. Anyeong. . .
    Slam knal chingu. .
    Lnjutn dong. .buat sequelny .otte . .
    Past seru deh. .
    Fighting chingu.:-D

  4. senangx ..!! 🙂
    seo eonni ama kyu oppa nyatu lagie .. 🙂 😉

  5. hahah kasian tuhh si siapa emmm younghee
    yehh happy end

  6. Untung kyu gak jd menikah dg yeoja lain^^
    daebak ff

  7. Ah tadinya aku deg2an aku kira bakal sad ending ternyata engga .. wuaaah daebak thor seokyu bersatu dan mreka nikah lari berdua kyaaaa uri seokyu.. awalnya gak suka sm sikap menyerah kyu kayak pecundang gitu tpi terbayar dengan mereka yang berduaan lagi ^^

  8. seokyu now and forever ❤

  9. cieeee suiittt suiitt

  10. piliyann yg tepatt kyuu ♥♥

  11. Mantap…jodoh pasti bertemu

  12. Its confusing when people say content is king, a blog with no links won’t do well in serps
    FF Chingu Speak Now! – The newest addition to my weekly read

Leave Your Words, Chingudeul ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: