Chocolate Love

Tittle                  : Chocolate Love

Cast                    : Choi Siwon, Im Yoona

Support Cast   : Lee Donghae, Jessica Jung, Im Hyena (OC)

Genre                 : Romance, Friendship

Rate                    : PG 15 (?)

Length               : Oneshot

Disclaimer       :

Cast Dalam ff ini merupakan tokoh real dan juga OC

Namu alur ceritanya ASLI dan MURNI hasil imajinasiku

DON’T BE A PLAGIATOR !!!

Reri say           :

Haloha, Reri is back xD dengan YoonWon FF *hore* It’s oneshot. Walau oneshot tapi lumaya panjang heee… FF ini pernah Reri ikutin lomba di IFK tapi belum berhasil. Hahaaa, gpp, yang penting udah berani nyoba. xD

Happy reading chingudeul !!! 🙂

Warna langit telah berubah menjadi jingga ketika gadis dengan seragam putih abu-abu itu membuka kedua matanya. Semilir angin sore menerpa pipi putihnya dengan lembut, mengembalikan kesadarannya sepenuhnya. Ia melihat jam tangan yang ada dipergelangan tangan kirinya, hampir pukul 5 sore, berarti sudah lebih dari 2 jam Ia tertidur.

Im Yoona, gadis dengan tubuh semampai dan langsing itu meregangkan otot leher dan pergelangan tangannya yang terasa kaku, lalu Ia mulai membereskan beberapa novel yang berserakan di kursi tempatnya duduk, memasukkannya dengan rapi ke dalam tas ransel birunya, sedangkan bungkus cokelat yang tadi Ia makan langsung Ia buang ke tempat sampah.

Yoona memakai tas ransel di atas punggungnya, kemudian beranjak meninggalkan taman belakang yang selalu menjadi tempat favoritnya sejak Ia menginjakkan kaki di Seoul Senior High School, 3 tahun lalu. Hari ini adalah hari terakhir Ia berada di sekolah ini seusai pengumuman kelulusan tadi siang. Tidak seperti teman-temannya yang merayakan di tempat hiburan, Yoona lebih memilih merayakan kelulusannya dengan membaca novel dan menikmati sebatang cokelat dengan ditemani kicauan burung serta pemandangan yang begitu indah di hadapannya.

Yoona menghentikan langkahnya sejenak, lalu Ia memejamkan kedua matanya, udara segar memenuhi rongga paru-parunya ketika Ia menghirup udara dengan hidungnya dalam waktu yang cukup lama. Yoona menghembuskan napasnya secara perlahan melalui mulutnya dan mulai membuka matanya kembali. Ia menyapukan pandangannya sekali lagi ke sepenjuru taman kecil ini sebelum benar-benar melangkahkan kakinya, meninggalkan tempat yang akan sangat dirindukannya.

Yoona merogoh saku bajunya untuk mengambil ponselnya ketika Ia telah sampai di dekat lapangan basket, Ia harus menelpon Ahjusii Han untuk menjemputnya, mengingat ini sudah sore. Jari-jarinya bergerak dengan lincah di layar I-Phone putihnya, mencari nomor ponsel Ahjussi Han, namun belum sempat ia menghubungi supirnya itu, ponselnya terjatuh dari genggamannya ketika Ia merasakan suatu benda menghantam kepalanya dengan keras. Tubuhnya limbung dan seketika pandangannya menggelap.

–chocolate love–

Siwon berlari dari tempatnya berdiri di tengah lapangan basket ketika Ia menyadari lemparannya meleset, bukannya mengenai tong sampah yang menjadi sasarannya, bola basket yang keras itu malah telak mengenai kepala Yoona.

Siwon panik melihat tubuh Yoona yang tidak bergerak, Ia menepuk-nepuk pipi Yoona, tapi Yoona tetap tidak bergeming. Siwon mengambil tas ransel Yoona, lalu Ia pakai di punggung kanannya, sedangkan ponsel Yoona yang terjatuh Ia masukkan ke dalam saku bajunya. Ia mengangkat Yoona ala brydal style menuju mobilnya yang tepat terparkir di dekat lapangan basket.

Ia membuka pintu mobil dengan susah payah, lalu mennyenderkan tubuh Yoona di kursi penumpang. Siwon segera mengitari mobil dan duduk di belakang kemudi. Ia meletakkan tas Yoona di kursi belakang sebelum Ia melajukan mobilnya.

Dalam keadaan panik dan bingung, akhirnya Siwon memutuskan untuk membawa Yoona ke apartemennya. Ia membaringkan tubuh mungil Yoona di atas tempat tidur king sizenya. Siwon mengambil alkohol dan mendekatkan alkohol itu pada hidung Yoona, berharap Yoona akan segera siuman dengan mencium bau alkohol yang khas.

Sudah lebih dari 10 menit, tapi tak ada tanda-tanda Yoona akan siuman. Siwon meletakkan alkohol itu di atas nakas di samping tempat tidurnya, lalu Ia melangkahkan kakinya keluar menuju dapur. Ia hanya tinggal seorang diri di apartemen ini sejak kedua orang tua dan adiknya memutuskan untuk pindah ke Canada sejak 2 tahun lalu.

Siwon mengambil mangkuk dan mengisinya dengan es batu. Ia kembali ke dalam kamarnya, meletakkan mangkuk itu disamping tempat alkohol tadi, lalu Ia beranjak ke kamar mandi, mengambil handuk kecil yang ada di lemari handuknya. Ia memasukkan beberapa es batu ke dalam handuk kecil itu, membungkusnya lalu menempelkan secara perlahan di dahi Yoona yang memar.

Siwon melepaskan handuk kecil itu dari wajah Yoona, lalu Ia memperhatikan wajah Yoona dengan cermat, Bulu mata yang lentik membingkai kedua bola mata Yoona yang jernih dan berbinar seandainya Yoona tidak sedang memejamkan matanya seperti ini. Siwon mengalihkan pandangannya dari bulu mata Yoona menuju hidung Yoona yang mancung, semakin menyempurnakan bentuk wajahnya yang memang telah sempurna. Jantung Siwon berdetak dengan cepat dan aliran darahnya memanas ketika pandangannya berakhir di bibir tipis Yoona yang berwarna merah muda, matanya seakan terhipnotis untuk tetap menatap bibir mungil itu jika saja Ia tidak mendengar erangan kecil dari mulut Yoona.

–chocolate love–

Yoona merasakan kepalanya yang berdenyut ketika Ia berusaha untuk membuka kedua bola matanya. Erangan kecil kembali keluar dari mulutnya, menghalau denyutan yang semakin menjadi.

Gwenchanayo?” Yoona memegangi kepalanya dengan tangan kirinya dan mencoba untuk melihat wajah dari pemilik suara yang menanyakan keadaannya.

“Si-won-ssi,” Ucapnya setelah berhasil mengenali sosok namja yang duduk disampingnya dan menatapnya dengan tatapan khawatir yang sangat kentara.

Gwenchanayo?” Tanya Siwon lagi, masih dengan wajah yang penuh rasa khawatir.

“Emm… Ne, sekarang aku sudah merasa lebih baik. Bagaimana bisa aku ada disini?” Tanya Yoona bingung, menyadari bahwa Ia tidak mengenali tempat ini.

Mianhae. Aku sedang bermain bola basket ketika melihatmu keluar dari taman belakang. Aku ingin mengagetkanmu tapi bukannya mengenai tong sampah yang ada di hadapanmu, lemparanku malah mengenai kepalamu. Aku panik melihatmu pingsan, jadi aku membawamu ke apartemenku, menunggu sampai kau siuman. Mianhae, Yoona-ssi. Aku sudah membuatmu jatuh pingsan, mianhae,” Ucap Siwon dengan menundukkan kepalanya beberapa kali sebagai permintaan maafnya.

Yoona mengangguk mengerti dengan penjelasan Siwon, sebenarnya Siwon tidak perlu meminta maaf seperti itu karena Yoona tidak pernah menyalahkan Siwon, tapi melihat wajah bersalah Siwon, Yoona menarik kedua sudut bibirnya, membentuk senyuman yang mampu membuat detak jantung Siwon ingin melompat keluar, “Aniyo, tidak perlu bersikap seperti itu  Siwon-ssi, aku malah harus berterimakasih karena kau telah menolong dan merawatku sampai siuman, gomawo,” Ucap Yoona masih dengan senyuman yang mengukir indah di wajahnya.

Yoona memekik ketika menyadari sesuatu, “Omo, jam berapa sekarang, Siwon-ssi?” Tanya Yoona panik yang membuat Siwon juga panik. Siwon melihat jam di tangan kirinya, “Pukul 7 malam, waeyo, Yoona-ssi?”

Tanpa menjawab pertanyaan Siwon, Yoona beranjak dari tempat tidur, tapi kondisi tubuhnya masih belum pulih seutuhnya, Ia terhuyung ke depan, untung saja Siwon cepat tanggap menangkap tubuh Yoona ke dalam pelukannya. Kini, tubuh Yoona tepat menindih tubuh Siwon yang berada di bawahnya, jarak wajah mereka hanya beberapa cm, bahkan mereka dapat merasakan debaran jantung masing-masing yang seakan berlomba, berdetak melebihi kecepatan normal. Yoona segera bangkit dan Ia memegangi kedua pipinya yang memanas, begitu pula dengan Siwon, Ia menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak terasa gatal.

Waeyo?” Tanya Siwon kembali setelah berhasil menguasai dirinya.

Appa dan Eonnie pasti mengkhawatirkanku, aku harus segera pulang. Gomawo, Siwon-ssi,” Ucap Yoona dengan membungkukkan badan. Yoona hendak beranjak, namun Siwon menahan pergelangan tangannya.

“Aku akan mengantarmu.” Yoona menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Siwon, tapi Siwon telah menarik tangannya keluar dari kamar. Siwon berhenti sejenak di ruang tamu, melepaskan tangan Yoona, lalu mengambil tas ransel Yoona dan membawanya dengan tangan kanannya. Siwon membuka pintu dan mempersilahkan Yoona keluar terlebih dulu, lalu setelah menutup pintu apartemennya, Ia menyusul berjalan disamping Yoona.

–chocolate love–

Siwon membukakan pintu mobil untuk Yoona setelah mereka sampai di depan rumah Yoona. Siwon mengikuti langkah Yoona memasuki pekarangan rumah Yoona yang masih terlihat indah walau di malam hari karena dipenuhi dengan lampu taman yang kerlap kerlip. Yoona memencet bel rumahnya dan tanpa perlu menunggu lama, pintu itu terbuka, menampakkan raut wajah Eonnienya yang khawatir.

“Kau darimana saja Yoong? Appa sangat mengkhawatirkanmu, bahkan Donghae dan Jessica ikut mencarimu sejak tadi,” Ucap Im Hyena, kakak satu-satunya Yoona yang sangat Ia sayangi.

Mianhae Eonnie,” Ucap Yoona dengan menundukkan kepalanya.

Annyeong,” Hyena mengalihkan pandangan dari adiknya, Ia baru menyadari kehadiran Siwon, Hyena mengernyitkan dahinya, “Nugu?” Tanyanya menatap Yoona, lalu kembali beralih ke Siwon.

“Choi Siwon imnida. Saya satu sekolah dengan Yoona-ssi. Bangapsemnida,” Ucap Siwon dengan tersenyum.

“Im Hyena imnida, Eonnienya Yoona. Bangapsemnida, Siwon-ssi,” Balas Hyena.

Mianhae noona, Tadi lemparan bola basketku tidak sengaja mengenai kepala Yoona-ssi sehingga Ia jatuh pingsan. Mianhae, saya yang menyebabkan Yoona-ssi pulang terlambat, jeongmal mianhae.” Siwon membungkukkan tubuhnya, Hyena yang melihat itu menjadi salah tingkah.

“Kau tidak perlu seperti itu Siwon-ssi, Kami hanya khawatir karena tidak biasanya Yoona pulang terlambat tanpa kabar terlebih dulu. Gomawo karena telah merawat dan mengantar Yoona pulang. Mianhae karena telah merepotkanmu,” Ucap Hyena tulus.

Aniyo, Saya tidak pernah merasa direpotkan, Itu sudah menjadi tanggungjawabku, aku yang telah membuat Yoona-ssi celaka. Jeongmal mianhae.”

Hyena tersenyum mendengar kata-kata Siwon, Hyena mengajak Yoona dan Siwon masuk ke dalam rumah, namun Siwon menolak dengan halus. Siwon menyerahkan tas ransel yang dari tadi dipegangnya pada Yoona. Sebelum Ia lupa, Siwon mengambil ponsel Yoona dari sakunya dan Yoona menerimanya dengan tangan kanannya. Tepat ketika Siwon akan mengucapkan selamat malam, Ia melihat Donghae dan Jessica berjalan mendekatinya. Donghae setengah berlari, Ia menghampiri Yoona dan langsung memegang kedua pundak Yoona.

Gwenchanayo?” Aliran darah Siwon memanas melihat tatapan lekat Donghae pada Yoona. Ia merasa ada yang aneh dengan hatinya, melihat adegan ini.

Ne, aku baik-baik saja, Oppa,” Ucap Yoona yang semakin membuat darah Siwon seakan terbakar mendengar Yoona memanggil Donghae dengan sebutan Oppa.

Annyeong,” Ucap Siwon dengan memaksakan senyum dari bibirnya. Hyena mengangguk menanggapi ucapan Siwon, Yoona menatap Siwon sejenak lalu kembali mengalihkan pandangannya ke arah Donghae karena Donghae mencengkeram bahu Yoona lebih kuat. Yoona berusaha menahan agar tidak meringis. Siwon melangkahkan kakinya keluar dengan perasaan yang berkecamuk, sedangkan Hyena langsung mengajak Yoona, Jessica dan Donghae untuk masuk ke dalam rumah.

–chocolate love–

Semalaman Siwon tidak bisa tidur dengan nyenyak, bayangan tatapan Donghae pada Yoona selalu memenuhi kepalanya. Ia membasuh wajahnya, lalu mengganti pakaian santainya dengan kemeja baby blue sedangkan untuk bawahannya Ia mengenakan jeans berwarna biru tua. Ia mengambil kunci mobilnya, lalu mengemudikan mobilnya menuju super market. Ia membeli beberapa cokelat dan juga buah-buahan, setelah merasa cukup, Ia membayar belanjaannya di kasir dan kembali melajukan mobilnya menuju rumah Yoona. Ia tidak bisa hanya tinggal diam lagi, Siwon telah memutuskan untuk memperjuangkan perasaannya yang sudah Ia pendam selama 3 tahun ini.

Hyena menyambut Siwon dengan ramah, Ia mempersilahkan Siwon masuk dan duduk di ruang tamu sementara Ia memanggil Yoona yang masih ada di dalam kamar. Siwon menyapukan pandangannya ke sepenjuru rumah Yoona yang dipenuhi dengan barang-barang mewah, sama seperti rumahnya di Canada.

Siwon menolehkan kepalanya ketika mendengar suara dari yeoja yang sudah membuat tidurnya tidak nyenyak dari arah belakangnya, “Siwon-ssi.”

Siwon tersenyum melihat Yoona yang terlihat sangat cantik walau hanya dengan kaus putih kebesaran serta celana pendek di atas lutut. Yoona menjepit poninya sehingga memperlihatkan dahinya yang masih sedikit memar namun tidak mengurangi kecantikannya sedikitpun.

Yoona mengajak Siwon ke taman belakang rumahnya yang dipenuhi dengan bunga-bunga yang sedang berbunga, selain itu, juga terdapat sebuah kolam renang dengan air mancur di sepanjang sisi kirinya yang menimbulkan bunyi gemericik air.

Mereka berdua duduk di sebuah gazebo yang terbuat dari kayu yang telah divernis sehingga tampak mengkilat dan terkesan mewah. Siwon menyerahkan oleh-oleh yang telah Ia beli di super market tadi kepada Yoona. Yoona menerimanya dengan kening berkerut, tapi matanya langsung berbinar ketika melihat beberapa cokelat favoritnya.

Yoona memandang Siwon dengan tatapan penuh tanda tanya. Yoona heran bagaimana Siwon bisa tahu cokelat favoritnya padahal selama ini mereka tidak begitu dekat.

“Bagaimana kau tahu aku menyukai cokelat ini, Siwon-ssi?” Siwon hanya mengangkat bahunya lalu membukakan satu cokelat untuk Yoona. Yoona langsung menikmati cokelatnya dengan mata yang berbinar, seperti anak kecil yang mendapatkan mainan yang sudah lama diinginkannya.

Tak terasa mereka sudah menghabiskan waktu bersama selama berjam-jam, tapi mereka seakan tidak kehabisan bahan pembicaraan, mulai dari membicarakan kejahilan-kejahilan yang telah Yoona lakukan selama di bangku sekolah sampai membicarakan sifat buruk dari Ming sosaengnim, guru Biologi yang sangat Yoona benci.

Yoona beberapa kali melemparkan teka-teki yang harus ditebak oleh Siwon dan Siwon tidak pernah berhasil menebak dengan benar. Yoona tertawa puas melihat kekalahan Siwon,tapi Siwon tidak ingin kalah begitu saja, Ia juga melemparkan beberapa teka-teki yang juga tidak bisa dijawab dengan benar oleh Yoona. Tangan Yoona menyilang di depan dada, matanya menyipit serta bibirnya mengerucut, menampakkan kekesalannya karena tidak bisa menjawab teka-teki yang diberikan Siwon.

Setelah Yoona menyerah, mereka berdua duduk di pinggir kolam renang. Perasaan dingin menjalari keduanya ketika mereka memasukkan kaki mereka ke dalam kolam renang. Mereka terdiam, menikmati suasana yang begitu tenang.

“Siwon-ssi,” Panggil Yoona, Siwon menolehkan wajahnya ke arah samping dan matanya bertemu dengan bola mata Yoona yang berwarna kecoklatan.

Wae? Tanya Siwon.

“Nyanyikan sebuah lagu untukku, Jessica pernah mengatakan padaku kalau kau pintar menyanyi. Jebal!” Ucap Yoona dengan nada manja.

Siwon ingin menolak, namun melihat wajah ceria Yoona, Ia tidak tega untuk menolak. “Suaraku tidak semerdu Kyuhyun, jadi jangan menertawakanku. Yakso?” Yoona menganggukkan kepalanya dengan semangat, lalu Siwon mulai menyanyikan lagu yang memang selalu ingin Ia nyanyikan untuk Yoona.

Yoona bertepuk tangan setelah Siwon mengakhiri lagunya, suara Siwon memang tidak semerdu Kyuhyun, teman sekelas Yoona yang memenangkan kontes menyanyi tingkat nasional, tapi suara Siwon yang khas membuat Yoona menyukainya, apalagi lagu yang dinyanyikan Siwon adalah salah satu lagu favoritnya, Just The Way You Are dari Bruno Mars.

–chocolate love–

Siwon semakin dekat dengan Yoona, bahkan sekarang mereka tidak lagi memanggil satu sama lain dengan embel-embel ssi lagi. Siwon memanggil Yoona dengan Yoongie sedangkan Yoona telah memanggil Siwon dengan sebutan Oppa.

Oppa, aku ingin naik halilintar,” Ucap Yoona dengan menarik tangan Siwon. Siwon tersenyum dan menuruti keinginan Yoona. Mereka sedang berjalan-jalan di Lotte World untuk menghabiskan liburan yang sebentar lagi sebelum mereka disibukkan dengan persiapan tes masuk universitas.

Oppa, aku lapar,” Ucap Yoona sambil memegang perutnya yang sudah berbunyi dengan nyaring. Siwon hanya bisa tertawa melihat aegyo yang dikeluarkan Yoona untuk merayunya.

Kajja.” Siwon menarik tangan Yoona keluar dari Lotte World menuju parkiran. Siwon mengendarai mobilnya menuju restoran yang menyediakan aneka seafood. Yoona memesan banyak makanan dan tanpa sungkan-sungkan Ia mulai melahap semua pesanannya dengan cepat. Siwon menggelengkan kepalanya melihat selera makan Yoona yang jauh berbeda dengan gadis kebanyakan.

Mashitta,” Ucap Yoona senang.

Mereka sedang menikmati puding sebagai makanan penutup ketika tangan Donghae menarik tangan Yoona yang menyebabkan Yoona terperanjat. Siwon mencegah Donghae menarik tanganYoona. Donghae menatap tajam ke arah Siwon, tapi itu tidak membuat Siwon bergeming sedikitpun. Ia membalas tatapan Donghae dengan tajam.

Jessica menarik tangan Donghae, memaksa Donghae melepaskan tangannya dari tangan Yoona. “Kajja, ayo kita pulang, Oppa,” Ucap Jessica.

“Kita harus berbicara, Yoona-ya,” Ucap Donghae dingin. Jessica menganggukkan kepalanya pada Yoona dan Siwon sebelum Ia menyusul langkah besar Donghae.

Yoona masih berdiri seperti patung ketika Siwon memegang kedua bahunya dengan lembut, “Gwenchana?” Tanya Siwon.

Yoona tidak  menjawab pertanyaan Siwon, tapi Ia langsung mengambil tas kecilnya dan kembali berdiri. “Ayo kita pulang, Oppa. Aku lelah,” Ucap Yoona lemah.

Siwon memandang Yoona dari sudut matanya, Yoona hanya terdiam dan tatapannya kosong. Siwon menghentikan mobilnya tepat di depan rumah Yoona dan seperti biasanya, Ia membukakan pintu mobil untuk Yoona. Ia memegang tangan Yoona sebelum Yoona masuk ke dalam rumahnya.

“Yoongie, mianhae atas sikapku tadi. Kumohon jangan marah, mianhae.” Yoona hanya menganggukkan kepalanya, lalu Ia perlahan melepaskan tangan Siwon dari tangannya. Ia masuk ke dalam rumahnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

–chocolate love–

Tatapan tajam dari mata Donghae menghentikan langkah kaki Yoona, mereka saling menatap seolah dapat berkomunikasi tanpa harus mengeluarkan sepatah kata pun. Yoona menghembuskan napasnya, lalu menghampiri Donghae.

“Aku lelah, Oppa. Bisakah kita berbicara besok?” Donghae semakin menatap Yoona tajam.

Shirreo. Kita harus membicarakan ini sekarang juga, Yoona-ya,” Ucap Donghae dengan ketus.

Yoona menyerah karena Ia sangat hapal sifat Donghae, Yoona menghempaskan tubuhnya di atas sofa hitam di ruang tamunya, menunggu Donghae untuk melanjutkan kata-katanya.

“Apa kau menyukai namja itu Yoona-ya?” Yoona langsung mendongakkan kepalanya mendengar pertanyaan Donghae. Kilatan amarah sangat terlihat dari kedua mata Donghae. Yoona ingin menjawab, tapi Ia sendiri bingung dengan perasaannya.

“Jawab aku Im Yoona, jangan hanya diam saja!” bentak Donghae.

Amarah Yoona ikut tersulut mendengar bentakan Donghae, “Aniyo, aku tidak menyukainya, sekarang apa Oppa puas?”

Donghae tidak mempercayai kata-kata Yoona, “Buktikan!” Ucap Donghae dingin.

“Tidak ada yang perlu dibuktikan, Aku tidak menyukainya. Titik. Aku lelah, Oppa. aku ingin istirahat.” Yoona beranjak dari tempat duduknya, namun Donghae berhasil menghentikan langkahnya. Donghae menarik tangan Yoona dan langsung menahan kepalanya, Donghae menempelkan bibirnya pada bibir Yoona dan Ia mulai mencium Yoona, tak memperdulikan Yoona yang meronta. Yoona semakin meronta ketika matanya menangkap siluet yang sangat ia kenal, berdiri di depan pintu, menatap ke arahnya dengan tatapan sendu.

Tas kecil digenggaman Siwon terlepas, Ia berbalik dan berlari menuju mobilnya. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata, bayangan Donghae yang mencium Yoona terus berputar di memori otaknya. Ia menyesal kembali lagi untuk mengantarkan tas Yoona yang tertinggal di mobilnya jika harus melihat pemandangan yang paling tidak ingin dilihatnya.

Plak

Bunyi tamparan pada wajah Donghae memekakkan telinga, Donghae menyeringai kecil memegangi bekas tamparan Yoona yang masih terasa panas, sedangkan Yoona hanya memandangi tangan kanannya yang masih terangkat di udara dengan tidak percaya. Bagaimana mungkin dia menampar Donghae, sahabat yang paling disayanginya setelah Jessica.

“Apa lebihnya namja itu dariku Yoona-ya? Kenapa kau lebih menyukainya daripada aku? Aku sudah mengenalmu dari kecil Yoona-ya. Apa kau masih belum menyadari perasaanku? Aku tidak ingin hanya kau anggap sebagai sahabat, aku mencintaimu, sangat mencintaimu, Yoona-ya. Aku tidak akan membiarkan namja manapun mendekatimu. Kau hanya milikku sejak dulu, sekarang dan selamanya. Camkan itu,” Ucap Donghae dengan tajam sebelum meninggalkan Yoona yang masih terdiam seperti patung.

–chocolate love–

Sudah 3 hari Yoona tidak pernah keluar dari kamar. Hyena sangat khawatir dengan tingkah Yoona. Hyena selalu mencoba membujuk Yoona untuk makan, namun tidak pernah berhasil, air matanya menitik melihat tubuh adiknya yang semakin kurus.

Hyena menelpon Jessica, Ia tidak akan membiarkan Yoona menyiksa dirinya sendiri terus menerus seperti ini. Hanya dalam waktu 15 menit, Jessica telah sampai di rumah mereka. Hyena menyerahkan senampan makanan pada Jessica dan menatap Jessica dengan tatapan memohon agar bisa membujuk Yoona untuk makan.

“Yoong, kau harus makan. Ayolah, aku suapi ya?” Bujuk Jessica. Yoona hanya menggelengkan kepalanya dengan lemah.

“Jess, aku sangat jahat. Aku menyakiti mereka berdua sekaligus. Aku benar-benar yeoja yang jahat. Aku, aku,” Yoona tak mampu menyelesaikan ucapannya karena air mata yang selama ini Ia tahan dengan keras akhirnya tumpah, membasahi setiap inci pipinya.

Aniyo, kau tidak jahat, Yoong. Kau tidak jahat, kau adalah Im Yoona, sahabatku yang paling baik hati. Aku tahu, kau tidak bermaksud membuat keadaannya seperti ini. Kau harus kuat Yoong, aku yakin kau bisa,” Ucap Jessica dengan menatap mata Yoona, berusaha meyakinkan sahabat kesayangannya itu. Ia tahu, sekarang adalah saat-saat terapuh bagi Yoona.

Jessica memeluk tubuh Yoona, Ia mengelus rambutYoona dengan lembut dan sesekali menepuk-nepuk punggung Yoona, setelah tangisan Yoona mereda, Jessica melepaskan pelukannya dan menghapus air mata yang masih mengalir di pipi Yoona dengan kedua ibu jarinya.

–chocolate love–

Jessica menatap paper bag berwarna biru langit yang dititipkan Siwon padanya sejam yang lalu untuk diberikan pada Yoona. Jessica menyambar kunci mobilnya, lalu mengemudikan mobilnya menuju rumah Donghae.

Jessica langsung membuka pintu kamar Donghae tanpa mengetuknya terlebih dulu. Donghae sedang duduk di atas kursi santainya dengan gitar di depan dadanya. Jessica langsung mengambil gitar Donghae dam melemparnya di atas kasur. Donghae menatapnya tak suka.

Oppa, kumohon berhentilah! Lepaskan Yoona, apa ini yang Oppa sebut cinta? Apa Oppa begitu tega melihat kondisi Yoona yang terpuruk? Kita berdua sama-sama tahu bagaimana perasaannya pada Siwon. Walau Yoona menyangkalnya, tapi kita tahu bahwa Ia sangat mencintai Siwon. Mereka saling mencintai. Cinta yang tulus adalah cinta dimana kita bisa melihat orang yang kita cintai merasa bahagia kan Oppa? Kumohon Oppa, lepaskan Yoona. Anggaplah ini permohonanku pada Oppa. Kumohon,” Ucap Jessica lirih, sekuat tenaga Ia menahan agar Ia tidak menangis. Selama ini, Ia menahan perasaan cintanya pada Donghae karena Ia tahu perasaan Donghae hanya untuk Yoona.

Donghae menundukkan kepalanya, lalu membenamkan wajahnya pada kedua tangannya. Ia merasa frustasi, Ia sangat mencintai Yoona, Ia tidak ingin melihat Yoona terluka, tapi membayangkan Yoona harus bersama namja selain dirinya, membuat egonya muncul.

Jessica mendekati Donghae, Ia memeluk Donghae, “Aku yakin Oppa tidak akan membiarkan seseorang yang Oppa cintai menderita. Aku yakin Oppa bisa membuat keputusan yang terbaik.” Kata-kata Jessica seakan memukul ulu hati Donghae yang terdalam. Donghae melepaskan pelukan Jessica, Ia menatap Jessica sejenak lalu menarik tangan Jessica.

–chocolate love–

Semua kenangan yang telah Ia lalui bersama Siwon belakangan ini membuat Yoona tersenyum namun seketika senyuman itu menghilang saat Ia menyadari apa yang telah Ia lakukan pada Siwon.

“Yoona-ya,” Yoona menolehkan wajahnya setelah mendengar suara seseorang yang ssangat Ia hapal. Perasaa bersalah menyelimuti Yoona mengingat tamparan yang Ia sarangkan pada wajah yang sedang tersenyum menatapnya.

“Donghae Oppa,” Ucap Yoona lirih.

Donghae mendekati gazebo dan duduk tepat di samping Yoona. “Yoona-ya, mianhae karena sikap Oppa waktu itu. Mianhae karena Oppa telah menempatkanmu pada posisi yang sulit. Mianhae karena Oppa telah membuat luka dihatimu dan juga Siwon. Mulai sekarang, Oppa menyerah dengan perasaan Oppa. Oppa tidak akan memaksamu untuk membalas perasaan Oppa lagi. Seseorang pernah berkata pada Oppa bahwa cinta yang tulus adalah cinta dimana kita bisa melihat orang yang kita cintai merasa bahagia. Oppa tahu, kau hanya bisa bahagia bila bersama Siwon. Kejarlah kebahagianmu, Yoona-ya. Oppa akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu,” Ucap Siwon dengan menatap mata Yoona lembut.

Jessica menangis terharu melihat Donghae dan Yoona. Ia mendekat, lalu menyerahkan paper bag yang digenggamnya pada Yoona. Yoona menatap Jessica bingung, “Bukalah!” Ucap Jessica.

Yoona membuka paper bag biru itu. Terdapat beberapa cokelat, namun matanya terfokus pada amplop biru yang dilihatnya, Ia mengambil amplop itu, lalu Ia membukanya dengan sekali sobekan. Yoona membuka lipatan kertas yang berbentuk kupu-kupu, Ia mulai membaca isi surat itu dan semakin Ia membacanya, butiran kristal keluar dari ujung mata Yoona, perlahan membasahi pipinya yang mulus.

Waeyo?” Tanya Jessica cemas melihat tangisan Yoona.

“Ia pergi Jess, Ia akan meninggalkanku Jess. Siwon Oppa akan pindah ke Canada,” Ucap Yoona lirih.

“Apa kau tahu dimana rumahnya?” Yoona hanya mengangguk mendengar pertanyaan Donghae. Donghae menganggukkan kepalanya pada Jessica, lalu Jessica menarik tangan Yoona dengan kuat.

Donghae mengemudikan mobil Jessica dengan sangat cepat, untung saja lalu lintas hari ini tidak ramai seperti biasanya. Mereka sampai di depan apartemen Siwon dalam waktu kurang dari 15 menit. Jessica mengikuti Yoona yang sudah berlari masuk ke dalam gedung apartemen, sedangkan Donghae sedikit terhambat karena harus memberikan kunci mobil kepada pihak apartemen untuk diparkirkan.

Yoona memencet angka 9 dan setelah pintu lift terbuka Ia berlari menuju pintu apartemen Siwon, S9. Ia memencet belnya beberapa kali, tapi pintunya tetap tidak terbuka. Yoona terduduk di lantai, memeluk paper bag yang ada di tangannya dengan erat. Ia telah kehilangan namja yang sangat dicintainya.

–chocolate love–

Siwon menghentikan taksi yang sedang Ia tumpangi setelah menyadari bahwa Ia meninggalkan passportnya. Ia meminta supir taksi itu untuk kembali ke apartemennya. Siwon melangkah dengan terburu-buru setelah membayar taksi.

Tubuh Siwon menengang saat melihat sosok yeoja yang sedang terduduk di lantai di depan pintu apartemennya. Ia sangat mengenal yeoja itu walau tidak melihat wajahnya sekalipun.

“Yoongie,” Ucapnya pelan, namun berhasil membuat Yoona mendongakkan kepalanya. Siwon menatap Jessica sekilas, lalu tatapannya berhenti tepat di mata Donghae. Donghae menghampirinya, “Jaga dia dan jangan pernah membuatnya menangis, kalau kau berani melakukan itu, aku tidak akan segan-segan merebutnya kembali darimu,” Ucap Donghae dengan tegas. Jessica tersenyum kepada Siwon, lalu Ia menggamit lengan Donghae, meninggalkan Yoona dan Siwon.

Sepeninggal Donghae dan Jessica, Siwon ikut terduduk di hadapanYoona. Mereka saling terdiam, namun mata keduanya saling menatap lekat dan dalam. Perlahan air mata Yoona kembali mengalir, Siwon merengkuh wajah Yoona dengan tangannya. Ia menghapus air mata Yoona dengan jari telunjukknya.

Uljimma!” Ucap Siwon lirih. Ia merasa lemah jika melihat semangat hidupnya menangis seperti ini. Yoona menghambur memeluk Siwon, Ia memeluk Siwon dengan erat. Siwon tidak tinggal diam, Ia membalas pelukan Yoona dengan tidak kalah erat. Wajah Yoona terbenam pada dada bidang Siwon. Lama mereka dalam posisi ini, sampai Siwon menuntun tubuh Yoona untuk berdiri tanpa melepaskan pelukan mereka.

Kajimma!” Bisik Yoona pada telinga Siwon.

Ne, Oppa janji tidak akan pernah meninggalkanmu.” Yoona tersenyum mendengar ucapan Siwon. Ia membuka pintu apartemennya, lalu Ia menuntun Yoona untuk masuk ke dalam apartemennya.

Siwon mengambilkan air putih untuk Yoona, Yoona meminum air putih itu dalam sekali tegukan. Siwon berniat mengambilkan air putih untuk Yoona kembali, namun Yoona menahan pergelangan tangannya. Yoona menatap Siwon tepat di manik matanya, mereka saling menatap dan semakin lama semakin dalam.

Siwon tidak mampu menahan dirinya lagi, Ia merengkuh wajah Yoona, lalu perlahan bibirnya menyapu bibir tipis Yoona. Mereka saling melumat dan meluapkan perasaan yang selama ini mereka tahan. Siwon menekan kepala Yoona sedangkan tangan Yoona meremas rambut Siwon, ciuman mereka semakin dalam dan kini lidah mereka telah saling bertaut, menimbulkan sensasi yang terasa nikmat bagi keduanya.

Siwon melepaskan ciuman mereka dengan enggan, Ia mencium kening Yoona dengan lembut, “Jeongmal saranghae, Yoongie,” Ucap Siwon dengan menatap mata Yoona dalam.

Naddo, Oppa. Jeongmal saranghae.”

Siwon kembali membenamkan Yoona ke dalam pelukannya, lalu mengecup puncak kepala Yoona penuh sayang.

Oppa,”

“Emm..”

“Apa aku boleh memakan cokelat yang Oppa berikan?”

“Kau lapar?” Tanya Siwon merenggangkan pelukannya dan menatap mata Yoona.

Ne. Tenagaku habis karena berlari kesini dan menangis. Oppa harus bertanggungjawab,” Ucap Yoona dengan cengirannya.

“Hahaha… Ne, Oppa akan bertanggungjawab. Kalau 9 cokelat yang Oppa berikan tadi masih kurang, Oppa akan membelikan cokelat yang lebih banyak sampai yeojachinguku ini merasa kenyang. Chocolate love khusus untuk pacarku yang cantik jelita.” Siwon mengedipkan matanya pada Yoona yang membuat kedua insan yang sedang dimabuk cinta itu tak mampu menahan rasa geli, seketika gelak tawa terdengar memenuhi penjuru ruangan.

End…

How about it chingudeul???

Mianhae kalau kurang suka

😦

Advertisements

About choireri

I'm not a writter, but I LIKE writing. Siwon is my priority bias and I like YoonWon + SeoKyu too ^^ author at CRFF

Posted on September 12, 2012, in Fan Fiction, Oneshot and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 137 Comments.

  1. udah pernah baca ff tp tetep menarik aja untuk dibaca hehe ddddaaaeeebbbaaakkkk sih pasti! 😉

  2. IisShhh..senengnya baca YoonWon story..

  3. So sweetnya…
    pengen juga di cium ama di kasih coklat ama Siwon..#plak! *digampar Siwonest*

    sequel juseyo.. 🙂

  4. So sweeewwwt^^

    Aku mau dong cokelatnya.. kk

  5. So sweeeeeet^^

    Aku mau dong cokelatnya.. kk

  6. Dwi Putri Aprilia

    Good story… 🙂
    Bagus nih ff nya, lanjut bikin FF lagi ya author

  7. yeay.. trnyata happy ending… untung siwon oppa ketinggalan paspor.. hehhe..

  8. OS ini walaupun singkat, tapi sweet nya tetep dapet 🙂
    Ditunggu karya tulis tentang YoonWon lagi! 😀

  9. ice princess yong

    good story…

  10. Wow…sgat kerennn…!!!

    Yoonwon momentnya jg sgt so aweet !!

  11. Wow…sgat kerennn…!!!

    Yoonwon momenynya jg sgt so aweet !!

  12. Anggun YoonAddict SY

    Keren banget thor…

  13. Uuuuhhh so sweet…..I love yoonwon dan I love passport siwon yg ketinggalan,krn passport itu yoonwon akhirnya bisa bersama.
    Gomawo reri…FF yg manis…

Leave Your Words, Chingudeul ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: