It Started with A Dream Chapter 3

Tittle                   : It Started with A Dream Chapter 3

Cast                     : Choi Siwon, Im Yoona

Support Cast   : Super Generation

Genre                 : Romance

Rate                    : G

Length               : Chapter 3 of (?)

Disclaimer       :

Cast Dalam ff ini merupakan tokoh real

Namun alur ceritanya ASLI dan MURNI hasil imajinasiku

DON’T BE A PLAGIATOR !!!


Reri say            :

Ada yang nungguin chapter 3 ISWAD kah? atau ada yang kangen sama YoonWon ??? yang kangen wajib baca FF ini ya *maksa* Kekekee~

Mianhae chingudeul karena Reri baru bisa update sekarang. T_T tapi yang penting Reri nggak ingkar janji kan? hohoho~~

Oya, buat chinguduel yang udah baca chapter sebelumnya boleh langsung baca tapi kalau belum, silahkan obrak abrik dulu FF Chapter Reri. Hehehe…

Happy Reading chingudeul !!! 🙂

Yoona Pov

Sudah lebih dari seminggu aku berada di Kerajaan Shappirieor dan semakin hari, aku semakin dekat dengan Putra Mahkota Siwon. Ia selalu bisa membuatku merasa nyaman dengan semua perhatiannya, seperti hari ini, Ia mengajakku memancing, tentu saja aku tidak bisa karena aku memang belum pernah memancing.  Ia mengajariku dengan sabar dan akhirnya kami berhasil memancing banyak ikan, tapi aku meminta yang mulia putra mahkota untuk melepaskannya lagi, aku tidak tega untuk memakan mereka dan Ia menyunggingkan senyumnya, menyetujui permintaanku.

Tidak hanya memancing, Ia juga menemaniku mengelilingi taman bunga, saat ini banyak bunga yang sedang bermekaran dengan bunga berwarna warni, memanjakan setiap mata yang melihatnya. Yang mulia putra mahkota memetikkan mawar merah dan memberikannya padaku. Aku mencium kelopaknya dan wangi mawar menyeruak, memenuhi indera penciumanku.

Matahari telah berubah menjadi jingga ketika kami kembali ke istana. Yang mulia putra mahkota mengantarku sampai depan pintu kamarku. Ia beranjak meninggalkan kamarku, namun Ia berbalik dan menghentikan langkahnya. Ia tersenyum menatapku dan aku pun membalas senyumannya serta melambaikan tanganku sebelum Ia kembali berbalik dan berjalan menuju istananya.

Senyum tak bisa hilang dari wajahku, mengingat semua kejadian yang telah aku lalui bersama yang mulia putra mahkota hari ini. Aku menghempaskan tubuhku di atas kasur dan mulai bersenandung, mengungkapkan perasaanku.

Aku menghentikan senandunganku ketika Sooyoung dan Sunny masuk ke dalam kamarku. Wajah mereka pucat, membuatku menatap mereka berdua heran. Aku bangkit dari kasur dan menghampiri Sooyoung yang masih berdiri dengan kaku. Aku memegang kedua lengannya, Ia menatapku lalu menyerahkan sepucuk surat. Aku mengambil surat itu dengan tangan kananku.

Aku menatap Sooyoung sejenak, lalu kembali memusatkan pandanganku pada surat ditanganku dan perlahan membukanya. Jantungku berdetak kencang saat melihat lambang kerajaan Daerishi diatasnya. Mataku awas membaca satu persatu kata yang tertulis dan setelah membaca kata terakhir, lututku lemas, jika Sooyoung tidak menahan pundakku, aku yakin, aku telah terduduk di lantai. Sooyoung dan Sunny memapahku untuk duduk di atas kasur.

Gwenchana?” Tanya Sunny dengan raut khawatir. Aku tersenyum getir menjawab pertanyaannya.

Kubuka surat yang ada digenggaman tangan kananku untuk kedua kalinya, kugigit bibir bawahku setiap membaca kata demi kata yang ditulis Sicca Eonnie dengan tinta emas. Jantungku semakin berdetak tidak karuan dan keringat dingin memenuhi sekujur tubuhku. Eothokkae?

End Yoona Pov

oOo

Siwon Pov

Aku berjalan dengan kedua tangan yang saling berkait di belakang tubuhku dengan senyuman dan senandungan kecil menuju kamarku mengingat senyum indah Putri Yoona yang selalu berputar di kepalaku.

Hari yang sangat menyenangkan dan setiap hari aku ingin melalui hari-hari seperti ini. Sekarang, berdekatan dengan Putri Yoona adalah candu bagiku, aku tak mampu untuk berlama-lama tak melihat wajahnya.

Aku merebahkan tubuhku di kasur dan seketika juga bayangan Putri Yoona kembali memenuhi setiap isi kepalaku, senyumnya, tawanya, dan semua hal tentangnya terpatri dengan indah di memori otakku. Seolah aku bisa melihat semuanya dengan  nyata.

Kupejamkan mataku sejenak dan lagi-lagi hanya wajah Putri Yoona yang ada di kepalaku, aku tak akan bisa tidur jika telah begini, lebih baik aku mandi dan bersiap-siap untuk makan malam agar aku bisa bertemu dengan Putri Yoona. Aku ingin memandangi figurnya yang begitu sempurna.

Aku memastikan penampilanku rapi, wangi dan menawan sebelum akhirnya kulangkahkan kakiku menuju ruang makan istana utama. Ternyata aku datang lebih awal karena baik Appa, Eomma, maupun Putri Yoona belum ada  yang datang.

Aku duduk di kursi tempatku biasa duduk, menunggu kedatangan Appa, Eomma, dan Putri Yoona dengan sabar. Seorang pelayan menyiapkan segelas anggur merah untukku, aku menganggukkan kepalaku sebagai ucapan terimakasih. Aku mengangkat gelas itu dengan tangan kananku, memutar-mutarnya lalu mencium aromanya yang khas sebelum perlahan menyesapnya dan rasa manis langsung memenuhi tenggorokanku.

Aku mulai gusar karena sudah cukup lama aku menunggu namun Appa, Eomma, dan Putri Yoona belum juga muncul. Mataku terus menatap pintu masuk dengan tangan masih menggenggam gelas anggur yang kini telah kosong. Aku tersenyum lega ketika melihat Appa dan Eomma  memasuki pintu ruang makan, namun dahiku mengernyit ketika aku tidak melihat Putri Yoona.

“Kau tampak gelisah putra mahkota?” Tanya Eomma dengan senyuman lembut.

“Emm… Aniyo, yang mulia ratu. Aku tidak apa-apa,” Ucapku berusaha tersenyum ceria. Eomma menatapku dengan tatapan tidak percaya, namun Eomma mengalihkan tatapannya dariku ketika melihat Putri Yoona melangkahkan kakinya memasuki ruang makan.

Aku langsung tersenyum sumringah melihat kedatangannya, Eomma melirikku sejenak dan entah mengapa aku merasa tatapan Eomma menyiratkan kesedihan. Kubuang pikiran itu, mungkin aku hanya salah mengartikan tatapan Eomma.

Aku melirik Putri Yoona, namun sejak tadi Ia hanya menundukkan wajahnya seakan menghindari bertatapan mata denganku. Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa semua orang bertingkah aneh malam ini? Kembali aku melirik Eomma dan Putri Yoona secara bergantian, mereka sama-sama terlihat menghindariku begitu pula dengan Appa, Ia tidak mengeluarkan sepatah kata pun, tidak seperti biasanya.

Putri Yoona menyelesaikan makan malamnya dengan cepat dan untuk pertama kalinya, Ia meminta izin pada Appa dan Eomma  untuk kembali ke kamar lebih awal. Aku hanya terperangah melihat Appa menyetujui permintaan Putri Yoona dengan cepat. Aku semakin yakin bahwa ada sesuatu yang terjadi tanpa sepengetahuanku. Aku sudah kehilangan selera, tanpa menyelesaikan semua makananku, aku juga meminta izin kembali ke kamar terlebih dulu. Eomma menganggukkan kepalanya dan kembali menatapku dengan tatapan yang membuatku mengernyitkan dahi.

Kulangkahkan kakiku dengan lebar menuju kamarku, namun aku menghentikan langkahku dan memutar tubuhku menuju kamar Putri Yoona. Aku harus bertanya langsung padanya, aku tidak tahan jika Ia bersikap seperti ini. Aku harus mengembalikan Ia seperti Putri Yoona yang kukenal sampai sore tadi bukan Putri Yoona yang kulihat malam ini.

End Siwon Pov

oOo

Yoona Pov

Setelah menceritakan yang sebenarnya pada yang mulia raja dan yang mulia ratu aku kembali ke kamarku dengan langkah gontai. Yang mulia raja dan yang mulia ratu begitu baik, bahkan mereka tidak sedikit pun marah padaku, walau mereka sangat menginginkanku untuk tetap tinggal disini. Yang mulia raja berjanji akan mengirim utusan untuk membicarakan ini dengan Appa, tapi aku menolak niat baik beliau karena aku ingin menyelesaikan masalah yang telah kubuat dengan caraku sendiri.

Aku menatap pantulan diriku di cermin, wajahku sayu dan terlihat kusut. Aku beranjak ke kamar mandi dan mencuci wajahku agar terlihat lebih segar. Sooyoung dan Sunny telah menungguku ketika aku keluar dari kamar mandi. Mereka telah menyiapkan dress untuk kupakai malam ini, aku harus tampil spesial mengingat ini adalah makan malam terakhirku bersama yang mulia raja, yang mulia ratu dan juga Putra Mahkota Siwon.

Hatiku berdetak dengan cepat saat langkah kakiku telah memasuki ruang makan istana utama. Aku menarik napasku sejenak, lalu melangkahkan kakiku masuk. Tatapan teduh Putra Mahkota Siwon menyambutku, membuat lututku lemas seketika. Aku menundukkan wajahku untuk menghindari tatapannya karena aku tidak ingin menggoyahkan hatiku lagi.

Aku menyadari beberapa kali Putra Mahkota Siwon mencuri pandang ke arahku, tapi aku tetap menundukkan wajahku, aku tidak akan sanggup bila menatap mata teduhnya. Aku menghabiskan makananku dengan cepat dan segera meminta izin pada yang mulia raja untuk kembali ke kamar terlebih dulu. Tanpa bertanya lebih, yang mulia raja mangganggukkan kepala, seakan mengerti bagaimana perasaanku saat ini.

Tubuhku terduduk di lantai ketika aku telah sampai di dalam kamarku. Aku menenggelamkan kepalaku pada kedua lututku. Sooyoung dan Sunny berusaha mengangkat tubuhku untuk berpindah ke atas kasur, tapi aku tetap tidak bergeming.

Tok tok

Aku tidak mengiraukan bunyi ketukan di pintu kamarku sampai aku mendengar suara yang telah kukenal dengan baik di telingaku. Aku mengangkat kepalaku dan menggeleng lemah pada Sooyoung dan Sunny. Sooyoung menatapku sejenak lalu perlahan melangkahkan kakinya keluar. Entah apa yang dikatakan Sooyoung, aku sudah tidak mendengar suara Putra Mahkota Siwon lagi.

End Yoona Pov

oOo

Siwon Pov

Aku melangkahkan kakiku dengan lemah menuju kamarku setelah pelayan Putri Yoona mengatakan kalau Putri Yoona sedang beristirahat. Rasanya aku ingin menerobos pintu kamarnya, membangunkannya dan bertanya langsung padanya, tapi aku tidak tega. Aku tidak ingin mengganggu waktu istirahatnya. Kuputuskan untuk kembali lagi besok pagi.

Aku merebahkan tubuhku di atas kasur dan wajah murung Putri Yoona seketika berkelebat dalam pikiranku. Aku tidak ingin melihatnya seperti itu, aku akan melakukan apapun untuk mengembalikan senyum indah pada wajahnya.

Aku mengusap wajahku dengan kedua tanganku, lalu aku beranjak dari kasurku menuju lemari kecil yang ada di sudut kamarku. Bunyi decitan kecil terdengar ketika aku membuka pintu lacinya dengan cepat. Kilauan batu zamrud yang berwarna biru shappir dari jepit rambut itu menyilaukan retina mataku. Aku mengambilnya dengan tangan kananku, kubawa tubuhku menuju kasur kembali. Aku memperhatikan setiap inci ukiran dari jepit rambut ini, sangat indah dan aku yakin pasti akan bertambah indah jika dikenakan oleh Putri Yoona.

Kedua mataku terasa lelah, kuletakkan jepit rambut itu di atas nakas tempat tidurku, lalu kupejamkan kedua mataku dan perlahan aku masuk ke dalam alam bawah sadarku.

End Siwon Pov

oOo

Yoona Pov

Aku menatap penjuru kamar yang telah kutinggali selama beberapa hari ini, tak terasa kristal bening mengalir dari sudut mataku, merembes membasahi pipiku. Aku mengusapnya dengan tangan kananku dan aku kembali menyapukan pandanganku ke setiap jengkal ruangan ini. Ruangan yang pasti nanti akan aku rindukan.

Langkah kaki Sooyoung menarikku kembali ke alam nyata, aku menolehkan kepalaku ke arahnya yang telah berdiri di depan pintu kamarku. Aku berusaha memberikan senyuman untuknya, namun hanya senyuman getir lah yang dapat kuberikan. Sooyoung mendekat dan mendekap tubuhku ke dalam pelukannya. Ia membelai rambutku dengan lembut, menyalurkan kekuatan untukku.

Aku melepaskan pelukannya, lalu beranjak dari tempat dudukku. Aku mengambil sepucuk surat di atas meja riasku, menggenggamnya dengan erat dan berjalan keluar diikuti oleh Sooyoung di belakangku.

Sunny dan lima pengawalku telah menungguku di depan pintu kamarku ketika aku keluar. Mereka membungkuk hormat padaku dan aku mengganggukkan kepalaku sebagai balasan. Mereka berjalan dibelakangku, mengikuti kemana langkah kakiku melangkah.

Aku berjalan menuju istana Putra Mahkota, jantungku berdetak kencang dan keringat dingin telah membanjiri sekujur tubuhku. Aku berhenti tepat di depa pintu istananya. Seorang dayang menghampiriku dan membungkuk hormat padaku. Ketika Ia hendak masuk untuk mengabari Putra Mahkota Siwon tentang kedatanganku, aku menarik pergelangan tangannya yang membuat kedua bola matanya membulat.

Aniyo, kau tidak perlu memberi tahu yang mulia putra mahkota. Jika kau tidak keberatan, tolong berikan ini pada yang mulia,” Ucapku dengan menyerahkan sepucuk surat yang tadi ada pada genggaman tanganku padanya.

Ne, yang mulia, tapi apa tuan putri tidak mau bertemu dengan yang mulia putra mahkota?” Tanyanya dengan dahi yang mengernyit.

Aniyo, cukup berikan ini pada yang mulia, tapi jangan sekarang. Tolong berikan ini padanya setelah makan siang nanti, apa kau mau berjanji padaku?” Ia menatapku sejenak, lalu menganggukkan kepalanya.

Setelah memastikan surat ini akan sampai pada yang mulia putra mahkota, aku melanjutkan langkahku menuju istana yang mulia raja dan yang mulia ratu. Aku menunggu sejenak sebelum pelayan mengantarku menemui yang mulia raja dan yang mulia ratu.

Aku membungkuk hormat pada yang mulia raja dan yang mulia ratu, lalu yang mulia raja mempersilahkanku untuk duduk. Aku mengucapkan rasa terimakasih karena telah menerimaku di istana ini dan aku memberikan sebuah cincin yang bertahtakan permata biru kepada yang mulia ratu sebagai ucapan perpisahan. Yang mulia ratu memelukku dengan erat, sangat enggan melepas kepergianku. Aku membalas pelukan yang mulia ratu tak kelah erat dan air mata kembali merembes membasahi pipiku.

Aku menggigit bibir bawahku untuk menghalau air mataku agar tidak kembali tumpah saat aku telah berada di dekat gerbang Kerajaan Shappirieor. Kupandangi seluruh bangunan kerajaan ini yang berdiri dengan kokoh sebelum aku melangkahkan kakiku memasuki kereta diikuti oleh Sooyoung dan Sunny.

Aku memejamkan kedua mataku dan dapat kurasakan gerakan kereta yang mulai berjalan dengan perlahan keluar dari gerbang Kerajaan Shappirieor, meninggalkan sejuta kenangan yang mungkin tak akan pernah kulupakan.

End Yoona Pov

oOo

Siwon Pov

Aku terbangun dengan peluh yang memenuhi sekujur tubuhku. Mimpi buruk akan kehilangan Putri Yoona membuat sekujur tubuhku terasa lemah. Aku mengusap peluhku dan segera bangkit dari tempat tidurku. Aku memanggil pelayan untuk menyiapkan perlengkapan mandiku, aku harus mengembalikan kondisi tubuhku yang segar sebelum bertemu dengan Putri Yoona.

Aku mengambil jepit rambut di atas nakas tempat tidurku sebelum melangkahkan kakiku keluar menuju kamar Putri Yoona. Membayangkan senyuman indah Putri Yoona ketika menerima jepit rambut ini membuatku mengulum senyum.

Wajahku menegang saat menyadari kondisi kamar Putri Yoona yang sepi, tak ada satu pun pelayan yang biasanya berjaga disana. Aku mengetuk pintu kamarnya dengan gusar, namun tak ada sahutan, suasana tetap sunyi senyap.

Aku menarik kenop pintunya dan langsung terbuka, kulangkahkan kakiku masuk dan wajahku semakin menegang karena ruangan ini sangat rapi, tak ada tanda-tanda keberadaan Putri Yoona. Aku melangkahkan kakiku keluar setelah memeriksa semua ruangan dan yakin bahwa Putri Yoona tidak ada di dalam.

Aku berlari menuju taman bunga berharap Putri Yoona sedang berada disana, tapi aku hanya menelan rasa kecewaku karena juga tidak menemukan keberadaannya. Eomma. Aku harus menemui Eomma, Eomma pasti tahu dimana Putri Yoona.

Aku melangkah dengan lebar karena disini dipenuhi oleh para menteri dan pejabat istana, aku harus tetap menjaga wibawaku. Aku tidak ingin terlihat berlari di sepanjang lorong istana utama.

Eomma sedang berbincang dengan salah satu pelayan kepercayaannya ketika aku masuk ke dalam ruangannya. Eomma  memberi isyarat agar meninggalkan kami berdua kepada pelayan itu, lalu aku membungkuk hormat dan duduk di depan Eomma.

Aku tidak percaya ketika Eomma mengatakan kalau Putri Yoona telah kembali ke Kerajaan Daerishi, tapi setelah melihat raut serius dari wajah Eomma, aku hanya dapat menundukkan wajahku, menahan rasa kesal, marah, kecewa dan sedih yang seketika melandaku.

Aku kembali ke istanaku dengan langkah gontai dan kepala yang tertunduk. Tak ada lagi semangat menggebu yang kurasakan, aku ingin melihat wajahnya, melihat senyum menawannya dan menatap mata indahnya.

Mianhae, Yang Mulia Putra Mahkota,” Ucap seorang dayang menghentikan langkahku. Aku mendongakkan wajahku dan menatap wajahnya yang seketika menunduk. Ia menyodorkan sepucuk surat dengan kedua tangannya.

Aku mengernyitkan keningku, “Surat ini dititipkan Putri Yoona tadi pagi untuk yang mulia putra mahkota,”  Ucapnya memberi penjelasan.

Darahku berdesir mendengar Ia mngucapkan nama Putri Yoona dan tanganku langsung menyambar surat itu dengan cepat, lalu berjalan dengan langkah lebar menuju kamarku tanpa mengucapkan sepatah katapun pada pelayan tadi. Aku menutup pintu kamarku dengan bunyi dentuman yang cukup keras, kemudian duduk di kursi yang ada di depan tempat tidurku.

Aku menatap surat yang ada di tanganku dengan jantung yang berdebar kencang, perlahan membukanya dan tangan kananku langsung meraba surat itu yang ditulis dengan sangat rapi.

 

Annyeonghaseo yang mulia putra mahkota

Aku berharap bisa melihat senyum yang mulia ketika menulis surat ini.

Gomawo untuk setiap kenangan yang telah yang mulia berikan padaku selama ini, aku tidak akan melupakannya karena semua itu adalah kenangan terindah yang pernah kulalui sampai saat ini.

Aku sangat senang pernah berada disisi yang mulia walau hanya dalam waktu singkat.

Yang mulia putra mahkota,

Aku merasa sangat bersalah karena telah membohongi yang mulia raja, yang mulia ratu dan yang mulia putra mahkota.

Aku merasa berdosa, namun aku harus mengatakan yang sejujurnya pada yang mulia.

Aku akan menerima jika setelah ini, yang mulia putra mahkota akan membenciku.

Aku bukanlah putri yang akan dijodohkan dengan yang mulia karena aku adalah putri bungsu Kerajaan Daerishi.

Kerajaan Daerishi masih mempunyai seorang Putri yang memang sejak awal telah ditetapkan akan dijodohkan dengan yang mulia, namun Putri Jessica menolak perjodohan ini, tapi Appa tidak menghiraukannya.

Aku tidak bisa melihat Putri Jessica yang merupakan Eonnieku satu-satunya frustasi, Ia telah memiliki seorang namja yang Ia cintai. Aku yang mengusulkan untuk menggantikan posisinya tanpa sepengetahuan pihak kerajaan karena aku sangat menyayangi Putri Jessica.

Sekarang aku harus kembali ke Kerajaan Daerishi karena Appa telah mengetahui semuanya, Mianhae karena aku telah membuat kekacauan ini, Jeongmal mianhae.

Walau terlambat, aku ingin mengungkapkan perasaanku pada yang mulia putra mahkota.

Entah sejak kapan, melihat senyum yang mulia adalah kebahagiaan tersendiri bagiku dan jantungku selalu berdetak kencang setiap berdekatan dengan yang mulia.

Aku tidak mengharapkan yang mulia akan membalas perasaan ini lagi, karena aku sadar aku telah menyakiti hati yang mulia. Aku akan menerima jika yang mulia membenciku, tapi kumohon jangan membenci kerajaanku karena semua ini adalah kesalahanku sepenuhnya.

Semoga kebahagiaan akan selalu menyertai yang mulia putra mahkota, dan juga Baginda Raja Leeteuk serta Baginda Ratu Taeyeon.

 

Perasaanku semakin bercampur aduk setelah membaca surat dari Putri Yoona, aku senang karena akhirnya Ia membalas perasaanku, tapi aku juga kecewa mengetahui Ia telah membohongiku. Aku merasa telah dipermainkan oleh seseorang yang sangat berarti dalam hidupku.

Aku meremas surat dari Putri Yoona dengan tangan kananku, lalu beranjak dari tempat dudukku. Seketika emosiku memuncak, aku berteriak untuk meluapkannya, tapi aku masih merasa belum puas. Aku tidak mampu mengontrol emosiku lagi, tanganku telah meninju cermin yang ada di hadapanku sehingga darah segar keluar dari tanganku, menetes di atas lantai kamar yang berwarna biru dongker. Luka ditanganku tak menimbulkan rasa sakit sedikit pun karena luka di hatiku jauh terasa lebih menyakitkan.

End Siwon Pov

TBC…

How about this part chingudeul?

Is it so bad?

Gomawo udah baca dan kalau berkenan, leave your words ya chingu, like juga boleh *puppy eyes*

YoonWon jjang !!!

Advertisements

About choireri

I'm not a writter, but I LIKE writing. Siwon is my priority bias and I like YoonWon + SeoKyu too ^^ author at CRFF

Posted on August 25, 2012, in Chapter, Fan Fiction and tagged , , , . Bookmark the permalink. 137 Comments.

  1. adegan meninju kaca i2 bner2 mnakutkn…

  2. yah… sedih2 deh… (biasa aja lah… namanya jga ff, hrs ada konflik biar makin geregetan nntinya) wkwkwkwk….

    gila! gk nyangka lho bakal gini konfliknya… lanjut.

  3. Ini endnya yoonwon bersatu apa gak?kalo gak aduh gak bisa baca.

  4. Rada bingung q ma critanya…tp keren kok

  5. penasaran sm ahirnya mereka bersatu atau engga ya?

  6. ayu dian pratiwi

    Masih agak kurang ngerti sama jalan ceritanya. Tapi ttep next

  7. Yaaaahhhh kenapa chapter ini tragis sih?
    180 derajat berbeda dari chapter sebelumnya ._____.
    Tapi tetep aja penasaran sama chapter selanjutnya~~

  8. azzryia noer hayyati

    Oooo jd bukan yoona yg dijodohin ma siwon!!! Trus nasibnya yoonwon gmana selanjutnya??? Trus jessica pasti sukanya ma donghae ya???next drpd mati penasaran!!!

  9. Pasti pria pilihan jessica itu donghae, iakan?

  10. Eah ko’ sperti tu sih,kasian sekali mereka.

  11. OMO…jd yg harusnya dijodohin sm siwon itu jessie
    kasian bgt yoong 😦

  12. Oalah….jd yoona bkn putri itu tp gpp kan?toh dia jg putri Dr kerajaan itu apalagi yoonwon saling menyukai.
    Jd bagaimana akhirnya?apa yoonwon bisa bersama?? Lanjut chap terakhir….

  13. Mwo……? Kenapa jadi gini unn….?
    Jdi bukan yoona unni yang akan di jodohkan sma wonpa
    tpi kan yoonwon udah sling mencintai
    aku yakin ayah yoona unni pasti akan mengerti

  14. Ternyata bukan yoona yang akan di jodohkan dengan siwon😣 kenapa dia harus berbohong, kan sekarang siwon jadi kecewa sama dia, apakah siwon akan membenci yoona,,??
    Dan apakah perjodohan siwon akan tetap berlanjut walaupun bukan dengan yoona melainkan dengan kakanya..??

  15. Oh jadi putri yang mau di jodohin sama yoona itu putri jessica ,,, lalu gimana sama nasib hubungan yoonwon dong . Kan mereka udah saling suka 😦

  16. omona??.. eottokhae??.. part ini miris…namja yg disuka sica..hae kah??.. wonie perjuangin yoong…next

Leave Your Words, Chingudeul ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: