The Wedding without Heart Part 8

Tittle                : The Wedding Without Heart Part 8

Cast                 : Choi Siwon, Im Raena (OC)

Support Cast   : You will find them

Genre              : Romance

Rate                 : G

Length             : Chapter 8 of (?)

Disclaimer       :

Cast Dalam ff ini merupakan tokoh real dan juga OC

Namun alur ceritanya ASLI dan MURNI hasil imajinasiku

DON’T BE A PLAGIATOR !!!

Akhirnya part 8 dari ff gaje ini selesai juga… ^^

Ada yang nungguin kah? *kepedean* #slap

Buat chingudeul yang udah baca chapter 1 sampai 7nya bisa lanjut baca tapi buat yang belum silahkan baca terlebih dulu, obrak abrik aja FF Chapter Reri… 🙂

Happy Reading chingudeul 🙂

Raena Pov

Oppa, ireona! Air hangat Oppa telah siap, palliwa!” Siwon Oppa menggeliatkan tubuhnya lalu perlahan membuka matanya. “Gomawo, Rae-ya,” Ucapnya dengan tersenyum padaku.

Cheonmaneyo Oppa.” Siwon oppa bangun dari tempat tidur dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Aku merapikan tempat tidur, sembari menunggunya.

Oppa, mau memakai baju yang mana hari ini?” Tanyaku setelah Siwon Oppa keluar dari kamar mandi masih menggunakan towel.

“Apapun pilihanmu.” Aku membuka pintu wardrobe yang tepat berada di samping kanan tempat tidur kami, kuputuskan untuk memilih setelan jazz berwarna hitam dipadukan dengan kemeja putih serta dasi dan juga jam tangan rolex berwarna hitam kecoklatan. Untuk sepatunya, aku memilih sepatu berwarna hitam agar terlihat matching di tubuh tegap Siwon Oppa. Siwon Oppa mengambil semua baju dan sepatu yang telah kupilihkan lalu aku beranjak keluar, memberinya waktu untuk mengenakan pakaiannya.

Tak butuh waktu lama, Siwon Oppa telah keluar dan Ia terlihat semakin gagah dengan pakaian yang telah dikenakannya saat ini. Aku mengambil tas kerjaku dan juga Siwon Oppa tapi Ia mencegahku, “Biar Oppa bawa sendiri, Rae-ya,” Ujarnya, lalu mengambil tas dan juga beberapa map yang mungkin berisi dokumen-dokumen penting perusahaan.

Kami melangkah berdampingan menuju ruang makan. Ahjumma Eunri telah menyiapkan sarapan yang tampak sangat lezat di atas meja makan. Siwon Oppa menarikkan kursi untukku sebelum Ia duduk di kursinya. Siwon Oppa memimpin doa dan setelah mengucapkan amin, kami mulai sarapan. benar saja, suapan pertama terasa sangat lezat. Ahjumma Eunri memang pandai dalam memasak.

Jam sudah menunjukkan pukul 7 ketika kami selesai makan. Siwon Oppa menarikkan kursi untukku, lalu kami berjalan menuju garasi. Ahjussi Jay membungkuk hormat dan hendak membukakan pintu mobil untukku tapi Siwon oppa mencegahnya. “Hari ini Ahjussi cukup istirahat dirumah, aku akan membawa mobil sendiri dan Raena juga aku yang mengantarnya.” Ahjussi Jay hanya mengangguk mendengar perintah Siwon Oppa. Siwon Oppa membukakan pintu mobil untukku sebelum Ia masuk dan mulai mengemudikan mobil kesayangannya.

Sebenarnya aku ingin menanyakan tentang sikap Siwon Oppa ketika bertemu dengan Jiri Eonnie kemarin, tapi kuurungkan niatku. Aku takut merusak suasana ini. Pagi ini, sikap Oppa sangat manis dan aku menyukainya. Siwon Oppa ikut menyenandungkan lagu yang terdengar dari radio yang kuputar tadi. Suaranya cukup merdu dan terdengar seksi ditelingaku. Aku tak dapat menahan senyumku melihat wajahnya saat ini. Wajah Siwon Oppa terlihat ceria, sangat berbeda dengan kemarin sore.

Gomawo Oppa, maaf merepotkan Oppa,” Ucapku ketika kami telah sampai di depan butik Jiwon. Siwon Oppa hanya tersenyum mendengar ucapanku lalu Ia berbalik menghadapku dan merengkuh kepalaku dengan tangan kirinya, perlahan wajahnya mendekat pada wajahku dan dapat kurasakan bibir Siwon Oppa mengecup keningku cukup lama.

Have a nice day, Rae-ya!” Ucapnya setelah melepaskan bibirnya dari keningku. Pipiku memanas melihat caranya menatapku, begitu lembut dan sepertinya penuh perasaan membuat jantungku berdetak dengan cepat.

Have a nice day too!” Ucapku setelah berhasil mengendalikan perasaanku. Aku membuka pintu mobil dan melangkah keluar. Aku melambaikan tangan pada Siwon Oppa, dan perlahan mobil Siwon Oppa menghilang dari jarak pandangku.

Kulangkahkan kakiku masuk ke dalam butik, telah ada beberapa karyawan yang sedang merapikan dress pengantin yang dipajang di etalase. “Selamat pagi.” Ucapku untuk menyapa mereka. “Selamat pagi, nyonya Choi.” Balas mereka. Aku tersenyum mendengar panggilan mereka padaku, nyonya Choi. Aku mulai menyukai panggilan itu.

End Raena Pov

Siwon Pov

Berulang kali aku membuka isi tasku tapi tetap aku tidak bisa menemukan kontrak perjanjian dengan perusahaan jam tangan dari Swiss sebagai pemasok di HDS. Aigo, kemana map itu? sudah tidak sempat lagi jika harus membuat ulang, sebentar lagi aku harus rapat dengan presiden direkturnya.

Aku terduduk di kursi kerjaku, memijit kepalaku yang tiba-tiba terasa sedikit pusing. Aku mengambil ponsel di saku celanaku lalu memencet nomor yang tanpa kusadari telah hapal di luar kepalaku.

Yoboseyo, waeyo,Oppa?” Suara Raena terdengar ditelingaku.

“Raena, apa dokumenku terbawa olehmu? Aku sudah mencarinya tapi tidak kutemukan padahal aku sangat yakin telah membawanya ketika kita pergi tadi,” Ucapku frustasi.

“Tunggu sebentar Oppa,” Ucapnya lalu terdengar suaranya sedang membuka laci meja. “Aigo, aku benar-benar membawanya Oppa. Mianhae,” Ucapnya dengan penuh rasa bersalah.

It’s ok, tapi itu dokumen yang sangat penting, Rae-ya. Tolong pegang sebentar, aku akan meminta pegawaiku mengambilnya disana. Arrachi?” Ucapku.

Aniyo Oppa, biar aku yang mengantarkannya ke kantor Oppa.” Aku menggelengkan kepalaku. Bodohnya aku, mana mungkin Raena melihatnya, kami kan sedang berbicara di telpon. “Tidak usah, Rae-ya. Biar Oppa mengirim pegawai untuk mengambilnya,” Balasku.

Andwae! Aku akan tiba di kantor Oppa secepat mungkin.” Belum sempat aku menyanggah, Raena telah memutuskan sambungan telpon. Aigo, istriku ini keras kepala juga, padahal bukannya aku tidak mau Ia mengantarnya tapi aku khawatir jika memikirkan Ia harus naik taksi.

Tok tok tok

“Masuklah!” Tiffany masuk dengan membawa setumpuk dokumen yang Ia bawa di depan dadanya.

“Ini laporan yang harus anda tanda tangani sajangnim.” Ucapnya setelah meletakkan semua dokumen itu di atas meja kerjaku.

Ne, kau boleh keluar sekarang!” Ucapku tanpa melihat ke arahnya.

Sajangnim, presiden Swiss Watch sedang dalam perjalan kemari. Ia akan tiba dalam 10 menit. Sajangnim akan menunggunya disini atau langsung ke ruang rapat?”

“Di ruang rapat.” Tiffany mengangguk mengerti lalu Ia beranjak keluar. Kututup dokumen yang sedang kubaca kemudian aku berdiri dari tempat dudukku. Aku merapikan pakaianku sebelum beranjak keluar.

Sajangnim, Presdir Lee telah sampai di lobby,” Ucap Tiffany. Aku mengangguk mengerti dan hendak melangkahkan kakiku saat kurasakan getaran dari ponselku.

Oppa, aku sudah sampai tapi aku bingung harus kemana. Tempat ini sangat luas.” Ucap Raena dengan cepat.

“Naiklah ke lantai 6 dengan lift khusus pegawai! Oppa akan menunggumu di depan pintu lift.”

Ne.”

Tak selang berapa lama, ponselku kembali bergetar. “Oppa, mereka tidak memperbolehkanku menggunakan lift ini. Otthokae?” Aku lupa kalau selain pegawai dan klien penting tidak ada yang boleh menggunakan lift pegawai.

“Berikan ponselnya pada petugas disana, Rae-ya!” Ucapku.

Yoboseyo.”

Yoboseyo, ini Presdir Choi. Biarkan dia masuk! Dia istriku.”

Mianhae sajangnim. Kami tidak tahu kalau nona ini istri anda. Jeongmal mianhae,” Ucapnya dengan penyesalan.

Ne. tidak apa-apa.”

Kamsahamnida sajangnim.” Aku menutup telponku lalu beranjak menuju lift, menunggu Raena.

End Siwon Pov

Raena Pov

Baru pertama kalinya aku menginjakkan kaki di HDS semenjak statusku berubah menjadi sitri sahnya Choi Siwon, wajar saja jika banyak pegawai yang tidak memperbolehkanku masuk karena tidak mengenaliku. Untung saja, aku cepat menelpon Siwon Oppa.

Mianhae nyonya, jeongmal mianhae.” Ucap security ini untuk kesekian kalinya padaku. Padahal aku sama sekali tidak mempermasalahkannya.

“Aku akan marah jika kau meminta maaf sekali lagi dan tidak segera mengantarku menuju ruang kerja Presdir Choi.” Ancamku sambil tertawa kecil, Ia mengganggukkan kepalanya tapi masih sangat terlihat rasa bersalah pada wajahnya. Ia mengantarku ke lift yang disediakan khusus untuk pegawai HDS. Aku segera masuk dan mengucapkan terimakasih padanya.

Pintu lift hampir menutup sempurna ketika ada sebuah tangan yang menghalanginya, spontan aku mendongakkan kepalaku. Seorang Ajhussi yang mungkin seumuran dengan Appa melangkah masuk diikuti beberapa pengawal disamping kiri dan kanannya. Mereka menggunakan pakaian serba hitam, seperti para mafia di film yang sering kutonton.

Bulu kudukku merinding membayangkan jika orang yang ada disampingku ini adalah segerombolan mafia. Bagaimana kalau mereka mau menculikku lalu membuangku ke tempat yang tidak pernah dikunjungi manusia. Aigo, apa yang kupikirkan, segera kutepis pikiran anehku.

Kuangkat kepalaku yang menunduk dengan perlahan, ternyata ada seorang namja lagi dibalik Ahjussi yang kulihat tadi. Tubuhnya tinggi dan Ia mengenakan jazz berwarna abu-abu, tidak seperti yang lainnya. Aku tidak dapat melihat wajahnya dengan jelas tapi bisa kupastikan jika wajahnya diatas rata-rata. Sepertinya Ia menyadari jika aku sedang memperhatikannya, Ia menolehkan wajahnya dan kini wajah kami saling bertatapan. Omo, aku tidak asing dengan wajah ini. Aku berusaha memanggil semua ingatan dalam memori otakku.

“Kau…” ucap kami bersamaan sambil menunjuk wajah masing-masing dengan jari telunjuk.

You are crying Agashi.” Wajahku memanas mendengar kata-katanya. Ternyata Ia mengingatku saat menangis dan Ia malah menjulukiku, ‘crying agashi’. Ia tertawa menatap wajahku. Aku sangat malu sekarang, aku yakin wajahku sudah seperti udang rebus.

Ia menghentikan tawanya, lalu tersenyum dan mengulurkan tangannya. “Lee Min Ho imnida, mianhae karena waktu itu aku tidak sempat memperkenalkan diri.”

Aku menyambut uluran tangannya dan membalas senyumnya, “Im Raena imnida. Gomawo telah menemani dan membantuku waktu itu. Aku tidak tahu bagaimana nasibku jika tidak ada Min Ho-ssi.”

Aigo… Jangan panggil aku seperti itu. Panggil Oppa saja, biar terkesan lebih akrab, otte?” Tanyanya dengan mengedipkan mata kirinya. Aku menganggukkan kepalaku sebagai jawaban.

Oppa,” Ucapku yang membuat wajahnya terlihat sumringah.

Great. Aku pikir itu panggilan yang sangat baik,” Ucapnya.

Pintu lift berbunyi dan terbuka ketika kami berdua masih tertawa bersama. Aku menghentikan tawaku karena Siwon Oppa berdiri di depan lift, memandangku dengan wajah yang sulit kuartikan. Ia melirik Min Ho Oppa sekilas, lalu menarik tanganku keluar dari lift.

Mianhae, aku membuat Siwon Oppa menunggu lama,” Ucapku.

It’s ok. Kau lelah?” Tanyanya lembut.

Aniyo, Oya ini dokumen yang Oppa butuhkan.” Siwon Oppa menerima dengan tangan kanannya.

Gomawo, Rae-ya,” Ucapnya dan aku tersenyum sebagai jawabannya.

Aku tersadar masih ada Min Ho Oppa dan 2 orang body guardnya yang berdiri tak jauh dariku. Aku menoleh dan mataku bertatapan dengan Min Ho Oppa, membuatku sedikit kikuk.

Aku berusaha menguasai diriku lagi, lalu kembali menatap Siwon OppaEmm… Siwon Oppa, perkenalkan ini Min Ho Oppa, dia yang menolongku waktu aku tersesat di Genewa. Apa Oppa ingat?” Siwon Oppa terlihat sedikit berpikir dan Ia mengembangka senyumnya.

“Tentu saja aku ingat,” Ucap Siwon Oppa dengan mengulurkan tangannya pada Min Ho Oppa. “Gomawo Min Ho-ssi. Aku berhutang padamu karena telah menolong Raena. Choi Siwon, suami Raena.”  Aku melihat ada raut keterkejutan dari wajah Min Ho Oppa, sama sepertiku. Aku juga sedikit terkejut karena ini pertama kalinya Siwon oppa memperkenalkan dirinya sebagai suamiku. Rasanya sedikit aneh, mungkin aku belum terbiasa.

Min Ho Oppa menerima uluran tangan Siwon Oppa, lalu mereka saling berjabat tangan. “Lee Min Ho, tak perlu sungkan karena memang kewajiban kita untuk tolong menolong.”

“Ya, saya setuju dengan Anda, Presdir Lee,” Ucap Siwon Oppa yang kembali membuatku terkejut. Presdir Lee? Apa yang dimaksud Siwon Oppa adalah Min Ho Oppa?

“Tentu Anda harus setuju, Presdir Choi,” Balas Min Ho Oppa.

Aku menatap wajah Siwon Oppa dan Min Ho Oppa secara bergantian, tapi mereka hanya tersenyum padaku. Senyum mereka berdua sangat manis, membuatku seperti akan meleleh dan jantungku berdetak dengan cepat.

OmoLonjakku.

Waeyo?” Tanya Siwon Oppa dan Min Ho Oppa bersamaan.

Aniyo, Aku baru ingat kalau aku ada janji dengan Jiwon. Ia pasti sedang mencariku di butik.” Aku terlalu terburu-buru ketika Siwon Oppa menelponku tadi sehingga aku lupa memberi tahu Jiwon terlebih dulu.

Mianhae, Oppa tidak bisa mengantarmu Rae-ya. Oppa harus rapat dengan Min Ho-ssi, tapi Oppa akan menyuruh supir untuk mengantarmu,” Ucap Siwon Oppa.

“Tidak usah Oppa, aku bisa naik taksi,” Jawabku.

Siwon Oppa menggeleng “Aniyo, aku tidak akan tenang kalau kau naik taksi lagi. Itu berbahaya, Supir akan mengantarmu ke butik, Arrachi?” Aku menggangguk karena aku tidak mau membuat Siwon Oppa khawatir.

Aku membungkuk pada Siwon Oppa dan Min Ho Oppa sebelum melangkah ke dalam lift. Aku keluar dari lift dan sudah ada seorang pegawai yang mengantarku sampai ke depan lobby lalu aku naik ke sebuah sedan hitam dan kami perlahan meninggalkan HDS.

End Raena Pov

Siwon Pov

Aku mengendarai mobilku sedikit lebih cepat karena Raena pasti sudah menungguku dari tadi di butik. Kami menyelesaikan rapat tepat pada pukul 5 sore, melelahkan, tapi hasilnya sangat memuaskan. Kami berhasil menandatangani beberapa kerjasama dengan harapan dapat meningkatkan laba masing-masing perusahaan.

Aku melihat Raena sedang berbincang dengan beberapa pegawai ketika aku masuk ke dalam butik. Wajahnya terlihat sangat gembira dan sesekali Ia tertawa dengan lelucon wanita yang ada di sebelahnya. Aku tidak berniat untuk menyapanya karena aku masih ingin melihat wajahnya yang seperti ini. Aku sangat menyukainya.

Ia menolehkan kepalanya ketika seorang pegawai yang ada di hadapannya membungkuk untuk menyapaku. Ia tersenyum, lalu mendekatiku.

“Apa Oppa sudah lama sampai? Kenapa tidak memanggilku?” Tanyanya dengan bibir yang mengerucut. Aigo, jika aku tidak bisa mengendalikan diriku, aku pasti sudah mencubit pipinya sekarang juga. Sangat menggemaskan.

Aniyo, Oppa baru saja sampai.” Ia mengangguk mengerti, lalu menoleh pada pegawainya sejenak dan kami keluar menuju parkiran. Setelah membukakan pintu mobil untuk Raena, aku duduk di belakang kemudi dan mulai melajukan mobil dengan kecepatan sedang.

“Raena, apa malam ini kau ada acara?” Tanyaku memecah keheningan.

Ia berpikir sejenak lalu menggelengkan kepalanya. “Aniyo,” Ucapnya.

Oppa mengundang Min Ho-ssi untuk makan malam. Apa kau keberatan?”

“Tentu saja tidak. Aku akan memberitahu Ahjumma Eunri untuk menyiapkan makanan yang enak,” Ucapnya girang.

Emm… Sebenarnya Oppa berencana untuk makan malam diluar. Sudah lama juga kita tidak makan diluar, otte?” Ia berpikir sejenak lalu menganggukkan kepalanya tanda setuju.

Setelah sampai dirumah, kami menggunakan kamar mandi secara bergantian. Aku mandi dengan lebih cepat dan ketika aku keluar, Raena telah siap dengan gaun malam panjangnya. Aku terpukau, Ia sangat cantik dan berkilau. Raena menggunakan gaun malam berwarna biru dongker dengan tali spageti sehingga memperlihatkan bahunya yang mulus. Aku segera mengambil pakaian yang telah Raena siapkan di atas kasur, aku takut tak dapat menahan hasratku untuk tidak memeluknya.

Berulang kali aku melihat Raena dari sudut mataku. Sepertinya, Ia menyadarinya. Ia menatap mataku dan sekilas mata kami bertatapan tapi segera kualihkan dengan menatap jalanan. Aku berpura-pura sedang fokus mengemudi.

Aku keluar dari mobil ketika kami telah sampai di restoran yang telah kupesan tadi sore, lalu aku membukakan pintu mobil untuk Raena. Raena menggamit lengan kiriku yang membuat detak jantungku tidak bekerja dengan normal, detakannya terasa sangat cepat.

Seorang pelayan menyambut dan mengantar kami ke meja yang telah mereka siapkan untuk kami. Aku menarik kursi untuk Raena sebelum aku duduk di sebelahnya. Raena menyapukan pandangannya ke sepenjuru restoran, Ia tersenyum sebagai tanda Ia menyukai restoran ini. Wajar saja karena ini restoran bintang 5 dengan desain elegant dan mewah.

“Kau menyukai tempat ini?” Tanyaku pada Raena.

Ne. Aku menyukai desainnya. Oppa sering kemari?”

“Tidak juga, hanya beberapa kali. Eomma yang menyukai tempat ini.”

“Selera Eomma memang sangat bagus,” Ucapnya dengan senyuman.

Aku berdiri ketika melihat Min Ho berjalan mendekati meja kami. “Annyeong Min Ho-ssi,” Sapaku pada mitra bisnis sekaligus orang yang telah membantu Raena yang tersesat di Genewa saat kami bulan madu.

Annyeong Siwon-ssi. Mianhae, aku terlambat. Ternyata supirku tidak terlalu paham jalan besar di Korea,” Ucapnya yang membuat kami tertawa sejenak.  Ia memuji penampilan Raena dan entah kenapa ada sedikit rasa tidak suka dalam hatiku ketika melihat wajah Raena yang merona karena pujiannya.

Sepanjang makan malam, Raena dan Min Ho mengobrol dengan akrab sedangkan aku hanya menimpali sesekali saja. Senyum dan tawa selalu menghiasi wajah Raena karena obrolannya dengan Min Ho.

Aku tidak dapat menikmati makan malam ini, udara di sekitarku terasa panas dan aku menahan rasa geram dalam hatiku. Aku menghembuskan napas lega karena kami telah menghabiskan semua makanan yang dihidangkan oleh pelayan secara silih berganti.

Aku merangkul pinggang Raena ketika kami keluar dari restoran, sekilas aku melihat Min Ho mengernyitkan keningnya dan aku sendiri bingung dengan apa yang kulakukan, aku tidak pernah bertingkah seperti ini. Apa mungkin aku cemburu melihat keakraban Raena dan Min Ho? Tidak, itu tidak mungkin, batinku.

Min Ho menghentikan langkahnya tepat di depan pintu masuk restoran, sedangkan aku dan Raena mengikutinya dari belakang. Seketika aku melepaskan rangkulanku pada pinggang Raena ketika aku melihat siapa yang ada di hadapan Min Ho. Jiri. Ia bertatapan dengan Min Ho. Sama sepertiku, mereka berdua berdiri seperti patung.

End Siwon Pov

TBC…

Tambah gaje???

T_T

Mianhae ya chingudeul..

Gomawo udah baca dan kalau berkenan, leave your words ya chingu.. *puppy eyes*

Advertisements

About choireri

I'm not a writter, but I LIKE writing. Siwon is my priority bias and I like YoonWon + SeoKyu too ^^ author at CRFF

Posted on August 4, 2012, in Chapter, Fan Fiction and tagged , , . Bookmark the permalink. 22 Comments.

  1. ish~ ga asik banget itu popponya di kening *plakk* *yadong ketularan hyuk*
    ada feeling ga enak sama Min Ho sama Jiri. err. jangan-jangan nanti Min Ho suka sama Rae, Jiri sama Siwon.__.
    part ini kok pendek banget, unn. u,u

  2. Ad ap antara minho ma jiri?eng ing eng..pnuh teka teki..rae jgn merona dong kalo lg ma minho.bikin nyesek hti siwon az.d tnggu lnjtany cingu

  3. Ceritanya bagus Reri eon, lanjutkan ya eon ;-).

  4. Akkkhhh…kenapa mesti diputus pas dibagian itu???
    jadi makin penasaran. Sebenernya antara Jiri ama Siwon tuh ada apa?? eih…ini muncul Min Ho?? Ya tuhaaann…bisa makin gag rela klo kelewatan part selanjutnya 🙂
    Fighting ya author na…:) Suka…suka…sukaaaa…!!! XD

  5. Lanjut tor bikin penasaran banget nih part selanjutnya

  6. Annyeong, new reader ni…
    Waw,ff.a daebak! Mf yya ak bru komen d sni,soal.a ol d hp ni,jd susah buat komen xD
    Ak manggl.a eon ap saeng ni?
    Ak 96 line, 16 y.o jd panggl.a ap?
    Ff.u daebak loo,ak tunggu lnjutan.a yya^^

  7. Aku dah baca dari part 1-8, ceritanya benar2 bagus. Aku suka. Awal pertemuan sampai mrka menikah, di ff ini dceritakn mrka menikah tanpa cinta tp pas menjalanin spt benar2 pasangan yg saling mencintai. Sptnya siwon dh mulai menyukai Raena, buktinya siwon cemburu lihat kedekatan raena dgn minho. Jiri itu mantan kekasihnya siwon ya…Hubungan siwon dgn Raena gmn ya, penasaran nieh…lanjut ya

  8. siwon oppa makin deket aja sama raena eonnie.. 🙂 trs ad hubungan ap minho oppa sama jiri eonnie??

  9. Morning eonnie cerita yang luar biasa keren nya eoonie,bagaimana kalau di part 10 reana melihat kemesraan antara siwon oppa dan jiri hanya saja dia memendam rasa cemburu nya dan memutuskan ke luar negri untuk ikut program pendidikan nya bukan nya reena ingin melajutkan studynya ya,supaya feelnya bagus Minho si juga ikut study nya dengan reena,intinya sebongkah hati tidak mudah untuk di ubah hanya waktu saja dan janji pernikahan yang bisa bagaimana

Leave Your Words, Chingudeul ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: