It Started with a Dream chapter 2

Tittle                : It Started with a Dream Chapter 2

Cast                 : Choi Siwon, Im Yoona

Support Cast   : Super Generation

Genre              : Romance

Rate                 : G

Length             : Chapter 2 of (?)

Disclaimer       :

Cast Dalam ff ini merupakan tokoh real

Namun alur ceritanya ASLI dan MURNI hasil imajinasiku

DON’T BE A PLAGIATOR !!!

halohaaaa…

Chingudeul ada yang nungguin chapter 2nya kah???

*reri kepedean* 😀

Reri seneng liat viewer chapter 1nya lebih dari 300an dlm 3 hari…. *jingkrak2 gaje wlu yg comment cuma dikit*

gomawo ya chingu..

😉

Buat yang udah baca prolog dan chapter 1nya boleh langsung lanjut tapi kalau belum, silahkan ubek-ubek di FF List Chapter

WARNING !!! #FullofYoonWonMoments

Happy Reading chingudeul 🙂

Siwon Pov

Aku tengah memainkan bunga yang ada di meja makan ketika aku mendengar suaranya. “Annyeong haseo, maaf telah membuat yang mulia raja dan yang mulia ratu menunggu.” Suara ini begitu lembut dan indah di telingaku.

Deg…

Jantungku berdetak dengan keras dan darahku mengalir dengan cepat ketika gadis itu mendongakkan wajahnya yang tadi sedang membungkuk hormat pada appa dan eomma.

Tuhan pasti sedang dalam mood yang sangat baik ketika menciptakan dirinya. Walau dari jauh, aku bisa meyakinkan bahwa tak seincipun cacat pada wajah dan tubuhnya yang tinggi semampai. Hidung yang mancung, bola mata yang bersinar dengan dibingkai bulu mata yang lentik serta kulit yang putih merona dan ditambah dengan bibir yang berwarna merah muda semakin menyempurnakan wajahnya. Jangan pernah membangunkanku jika ini hanya mimpi !

bukan, ini bukanlah mimpi. Cubitan kecil ditanganku masih terasa sakit tapi kucubit kembali agar meyakinkan diriku bahwa ini bukanlah mimpi. Sakit, tetap terasa sakit. Ya, aku yakin bahwa gadis yang tengah duduk dan memandangku dengan mata indahnya saat ini adalah nyata. Ia bukanlah bunga tidurku. Ia nyata dan bernyawa.

Aku menyibukkan diriku untuk menghindari kontak mata dengannya, bukan karena aku tidak menyukainya, aku bahkan sangat menyukainya, tapi saat ini perasaanku sedang tak karuan. Debaran jantungku semakin tak menentu setiap tatapanku beradu dengan mata indahnya.

“Kamsahamnida baginda raja dan baginda ratu atas jamuan makan malam yang sangat lezat. Mianhae hamba telah merepotkan yang mulia.” Ujarnya lembut pada kedua orang tuaku setelah kami menyelesaikan jamuan makan malam. Eomma tersenyum dan menjawab “Aniyo Putri Yoona, kami malah merasa tersanjung bisa makan malam bersama putri yang sangat cantik sepertimu, benarkan putra mahkota?”

Uhuk uhuk uhuk

Aku tersedak mendengar ucapan eomma, langsung kuambil air putih yang ada dihadapanku dan kuhabiskan dalam sekali teguk. “Em… ne yang mulia ratu.” Jawabku dengan menundukkan wajah, aku masih belum berani menatap matanya secara langsung.

“Gomawo yang mulia putra mahkota.” Ujarnya, kali ini kuberanikan diri untuk mendongakkan wajah, Oh Tuhan, tatapannya seakan menghipnotis mataku untuk terus menatapnya. “Ehem..” suara appa menarikku kembali ke dunia nyata, aku mengalihkan pandanganku ke arah appa dan begitu juga dengannya, Ia juga tampak sibuk mengalihkan pandangannya.

Aku berusaha menyembunyikan rasa senangku ketika appa menyuruhku untuk mengantar Yoona ke kamarnya setelah acara jamuan makan malam selesai. Kami berjalan berdampingan, Ia ada disebelah kiriku. Bisa kuhirup wangi mawar dari tubuhnya saat angin malam menerpa kami. Sengaja kuperlambat langkahku agar bisa berlama-lama berada disampingnya. Rasanya aku ingin terus seperti ini agar bisa bersamanya selamanya.

End Siwon Pov

Yoona Pov

Pagi-pagi aku sudah membangunkan Sunny dan Sooyoung untuk membantuku berdandan dan memilihkan dress untukku. Aku menyesal hanya membawa beberapa dress kesini, berulang kali aku menggeleng ketika Sooyoung menunjukkan dress di depan wajahku.

“Yoona-ya, jadi dress yang mana yang ingin kau pakai? Semua ini bagus, Yoona-ya.” Ucap Sunny pasrah ketika lagi-lagi aku menggeleng setelah mencoba dress yang diberikan Sooyoung.

“Molla, semuanya terlihat standar. Aku ingin sesuatu yang istimewa.” Ucapku dengan mengerucutkan bibir.

“Istimewa? Tunggu, apa kau sudah jatuh hati pada yang mulia putra mahkota?” tanya Sunny dengan membelalakkan mata. Aku salah tingkah mendengar pertanyaannya. “Andwae, aku hanya tidak ingin dia beranggapan bahwa Kerajaan Daerishi tidak bisa membelikan putri mereka dress yang indah jika aku mengenakan dress yang sangat standar seperti ini.” Elakku.

“Aigo… pipimu merona, Yoona-ya. Aku sudah mengenalmu sejak kecil, belum pernah aku melihatmu seperti ini. sudah bisa kupastikan, kau Ja-Tuh Ha-Ti padanya.” Goda Sunny dengan penuh penekanan pada kata jatuh hati.

“Aniyo, aku tidak mungkin jatuh hati padanya. Aku baru bertemu dengannya semalam, itu tidak mungkin, iya kan Sooyoung?” ucapku meminta bantuan Sooyoung tapi bukannnya membela, Ia malah ikut menggodaku.

Tok tok tok

Suara ketukan di pintu kamar menyelamatkanku dari godaan Sunny dan Sooyoung. Sunny beranjak membukakan pintu, ternyata itu dayang dari istana putra mahkota. Setelah menyampaikan pesan bahwa putra mahkota sudah menungguku di luar, Ia beranjak keluar.

Aku menggigit bibir bawahku karena sampai sekarang aku belum menemukan dress yang menurutku is-ti-me-wa. Sooyoung memandangku dengan senyuman untuk menenangkanku, Ia mengambil dress yang pertama kali kucoba tadi, lalu Ia mengambil beberapa perhiasan dan mulai merias wajahku. Ia berkata, aku hanya perlu diam dan menyerahkan semua padanya. Aku pasrah karena sudah tidak mungkin lagi untuk mengulur waktu.

Sooyoung memberikan kaca kecil padaku, kupandangi wajahku dicermin itu, aku terlihat lebih segar. Baju yang dipilihkan Sooyoung juga sangat pas di tubuhku, simple tapi membuat penampilanku terlihat lebih anggun. Aku memeluk Sooyoung sebagai ucapan terimakasih lalu melangkahkan kaki keluar dengan jantung yang berdebar.

Ia memandangku dengan lekat membuatku semakin salah tingkah. “Emm.. apa penampilan hamba sangat buruk yang mulia putra mahkota?” tanyaku spontan.

“Aniyo, aniyo, aniyo, Putri Yoona. kau bahkan sangat cantik. belum pernah aku melihat yeoja secantik dirimu.” Ucapnya lembut. Pipiku memanas mendengar pujiannya.

Gomawo, yang mulia putra mahkota juga sangat tampan.” Pujiku dengan menundukkan kepala, aku tak ingin jika Ia melihat wajahku yang sudah seperti kepiting rebus ini.

Cheonmaneyo dan gomawo untuk pujiannya. Kajja.” Ajaknya.

Flashback

Semalam, setelah jamuan makan malam yang mulia raja menyuruh Putra Mahkota Siwon untuk mengantarku ke kamar. Aku pikir Ia akan menolak tapi ternyata tidak, Ia langsung menuruti perintah Baginda Raja Leeteuk. Kami berjalan sangat pelan dan dalam suasana yang canggung, tidak ada yang berbicara.  Aku mengucapkan terimakasih dan hendak masuk ke dalam kamarku, tapi aku mengurungkan niatku saat Putra Mahkota Siwon menahanku dengan ucapannya, Ia berjanji akan mengajakku berkeliling Kerajaan Shappierior sebagai ucapan selamat datang. Awalnya aku menolak, tapi setelah melihat wajah kecewanya, aku menyetujui ajakannya.

 “Yang mulia, kalau boleh hamba tahu, kita akan pergi kemana?” tanyaku untuk memecah keheningan diantara kami. Ia menolehkan wajahnya padaku dan tersenyum dengan manis, “Kita akan pergi ke taman anggur. Apa kau keberatan tuan putri?” tanyanya.

 “Bagaimana bisa hamba keberatan yang mulia, bahkan hamba sangat ingin melihat taman anggur yang selama ini hanya bisa hamba baca dari buku yang ada di perpustakaan karena anggur tidak bisa tumbuh di Kerajaan Daerishi. Cuaca di kerajaan kami cenderung dingin.” Ucapku sedih.

Aku tersentak karena tiba-tiba yang mulia putra mahkota menarik tangan kananku, ini skinship pertama kali yang aku lakukan dengan seorang namja selain appa. Rasanya berbeda, tangan yang mulia putra mahkota begitu hangat dan nyaman.

Kuangkat sedikit dressku yang panjang karena aku mengalami kesulitan ketika yang mulia putra mahkota mengajakku sedikit berlari. Dayang-dayang dibelakang kami berteriak meminta kami berhenti tapi yang mulia putra mahkota malah mempercepat langkah kami.

Kuatur nafasku yang memburu begitu pula dengan putra mahkota, kami saling berpandangan dan aku tidak dapat menahan rasa geliku. Aku tertawa dan yang mulia putra mahkota pun ikut tertawa. Kami berhasil kabur dari para dayang termasuk Sunny dan Sooyoung, mereka pasti sedang sibuk mencari kami.

Gwenchana?” tanyanya padaku, aku mengganggukkan kepalaku sebagai jawaban. Ia melepaskan genggaman tangannya padaku, entah kenapa aku sedikit tidak rela.

Yang mulia putra mahkota membuka sebuah pintu lalu Ia berjalan masuk dan aku mengikutinya dari belakang. aku menutup mulutku dengan kedua tanganku, pemandangan ini sungguh indah. Pohon anggur berjejer dengan rapi, menunjukkan kalau pohon-pohon ini terawat dengan baik.

Aku mengikuti langkah yang mulia putra mahkota, Ia telah memetik buah anggur yang berwarna hitam. Ia memberikannya padaku, tanpa ragu kuambil satu buah dan aku mulai mengunyahnya. Rasanya sangat manis dan lezat, aku mengambil lagi dan yang mulia putra mahkota juga ikut mencicipi buah anggur yang ada ditangannya bersamaku.

Setelah puas mencicipi buah anggur mulai dari yang berwarna hitam, merah dan hijau, yang mulia putra mahkota mengajakku beranjak. Sebenarnya aku masih ingin ada disini tapi rasa penasaranku lebih besar, aku penasaran yang mulia putra mahkota akan mengajakku kemana lagi.

Yang mulia putra mahkota tiba-tiba menghentikan langkahnya, Ia menoleh padaku yang berjalan di belakangnya. Ia meletakkan jari telunjuknya pada bibirnya sebagai tanda memintaku untuk tidak bersuara, aku menurutinya dan hanya terdiam dibelakang tubuh tegapnya.

Ia menggenggam tanganku lagi dan kami mengendap-endap menghindari dayang yang berdiri tak jauh dari tempat kami sekarang. Akhirnya, kami bisa lolos dan yang mulia putra mahkota menuntunku berjalan menjauhi istana dan menaiki sebuah bukit. Aku sedikit kesulitan dan hilang keseimbangan tapi dengan sigap yang mulia putra mahkota menangkap tubuhku dan memeluk pingganggku erat. Mata kami bertatapam untuk beberapa saat sebelum aku menyadari bahwa aku sedang menindih tubuh yang mulia putra mahkota.

Suasana sedikit aneh diantara kami berdua setelah kejadian tadi, aku menepuk-nepuk wajahku yang seketika memanas mengingatnya. Yang mulia putra mahkota kembali melangkahkan kakinya, aku mengikutinya dengan langkah yang sangat pelan dan hati-hati.

Omo… neomu kyeopta, aku bisa melihat istana secara keseluruhan dari tempat ini, aku juga melihat taman anggur yang aku kunjungi tadi. Selain udara yang sangat sejuk, suara kicauan burung dan dedaunan yang berguguran semakin menambah keindahan yang tiada tara dari tempat ini.

“Neomu kyeopta, bagaimana yang mulia putra mahkota bisa mengetahui tempat seindah ini?” tanyaku antusias, kini aku berdiri dan merentangkan kedua tanganku lalu memejamkan kedua tanganku, menikmati semilir angin yang begitu sejuk menerpa kulitku.

“Aku tahu tempat ini dari sepupuku, Ia yang mengajakku kesini semasa kami kecil. Saat pertama kali kesini, ekspresiku sama sepertimu. Aku sangat menyukai tempat ini dan sejak itu tempat ini menjadi surga dan tempat persembunyianku dan juga Donghae.” Ucapnya dengan wajah yang ceria ketika aku membuka kedua mataku dan memandangnya.

“Donghae? Aku belum pernah melihatnya di istana ini yang mulia. Apa sepupu yang mulia tidak tinggal dalam istana?”  Tanyaku penasaran.

“Donghae juga tinggal di istana tapi Ia lebih senang menghabiskan waktu di luar daripada disini. Aku sangat iri padanya, Ia bisa bepergian kemana saja tanpa harus diiringi banyak pengawal sepertiku.” Jawabnya dengan mata sendu. Aku sangat paham akan perasaan yang mulia putra mahkota karena aku juga merasakannya.

Mianhae, aku telah membuat yang mulia putra mahkota bersedih.” ucapku dengan menundukkan kepalaku.

Aniyo, aku hanya sedikit merindukan Donghae. Sudah lama sekali kami tidak bertemu. Aigo, kita kesini kan untuk bersenang-senang bukan untuk bersedih. hahaha…” Aku mendongakkan kepalaku menatapnya, Wajahnya menjadi semakin tampan ketika Ia tertawa seperti ini.

“Apa yang mulia putra mahkota pernah membawa yeoja lain kesini?” Tanyaku dan seketika yang mulia putra mahkota menghentikan tawanya. Kurutuki ucapanku tadi.  Aku benar-benar malu, bagaimana kalau yang mulia putra mahkota berpikiran yang macam-macam? Paboya yoona.

Aniyo, kau yang pertama Putri Yoona. Aku dan Donghae pernah berjanji, kami tidak akan memberitahu tempat ini pada siapapun kecuali pada orang yang kami anggap spesial.” Ujarnya lembut namun terdengar dengan jelas ditelingaku. Spesial? Apa maksud yang mulia putra mahkota? Apa itu artinya, aku spesial dimatanya? Aku menunduk malu memikirkan kesimpulannya.

“Putri Yoona, mianhae kalau kau tidak suka mendengar kata-kataku tadi tapi itulah yang sebenarnya kurasakan. Mungkin ini terlalu cepat bagimu, tapi sejak semalam aku telah yakin bahwa kau adalah yeoja yang ditakdirkan untukku. Aku sudah menyukaimu dari pertama kali aku melihatmu. Ah aniyo, aku sudah menyukaimu sejak lama, sejak kau selalu hadir dalam mimpiku.” Ucapnya yang membuatku terkejut.

“Mimpi? Apa maksudmu yang mulia putra mahkota? Aku tidak mengerti?” Tanyaku.

Yang mulia putra mahkota mendekat padaku dan Ia mempersempit jarak diantara kami, Ia menggenggam kedua tanganku dengan tangannya yang besar. “Aku sudah sering memimpikanmu tuan putri, itulah kenapa aku sangat terkejut ketika melihatmu semalam. Aku berusaha meyakinkan diriku bahwa ini bukanlah lagi hanya sekedar mimpi, dan aku sangat lega bahwa kau benar-benar ada di hadapanku. Putri Yoona, saranghae.” Ucapnya dengan sangat lembut dan Ia menatap mataku lekat, memenjara kedua bola mataku untuk hanya menatap matanya.

Aku hanya menatapnya tanpa bisa menjawab kata-katanya, aku terlalu kaget dengan semua ini. Ini terlalu cepat, tapi bukankah cinta tidak kenal waktu. Ia bisa menghampiri siapa saja dan kapan saja, bukan ? Sicca eonnie, apa yang harus kulakukan? Aku benar-benar bingung. Batinku.

“Kau tidak perlu menjawabnya sekarang tuan putri, seiring berjalannya waktu, aku akan membuktikan padamu bahwa aku tidak hanya bercanda. Aku serius dan perasaanku padamu adalah nyata. Aku akan menunggu sampai kau siap, Yoona-ya.” Ucapnya melihat raut bingung dari wajahku.

Yang mulia putra mahkota melepaskan genggaman tangannya lalu beranjak duduk dan menatap lurus ke depan. Aku pun ikut duduk disampingnya. Ia menolehkan wajahnya dan tersenyum padaku, senyum termanis yang pernah aku lihat. Aku membalas senyumnya dengan tak kalah manis.

Namja yang sekarang berada disampingku sangat berbeda dengan namja yang kulihat saat jamuan makan malam, semalam aku berpikir Ia sangat menyebalkan dan tidak menyukaiku tapi ternyata yang mulia putra mahkota adalah namja yang baik dan sangat ramah. Berbeda 180 derajat dengan kesan pertamaku padanya.

End Yoona Pov

Siwon Pov

Kemarin adalah hari yang tak terlupakan untukku, aku bisa melewati satu hari penuh bersama Putri Yoona. hanya berdua. kami berhasil kabur dan membuat seluruh dayang istana panik, tentu mereka sangat takut jika eomma dan appa mengetahui kalau aku menghilang bersama sang putri. Mereka sangat lega ketika aku dan sang putri kembali dengan selamat tanpa kurang apapun.

Aku menyatakan perasaanku padanya tapi Ia tidak menjawab apa-apa. Ia tidak menerima ataupun menolakku. Wajar, mungkin baginya ini terlalu cepat tapi tidak bagiku. Aku tidak akan menyerah dengan mudah, akan kubuat Ia menyadari perasaanya. Aku yakin bahwa Ia juga memiliki perasaan yang sama denganku.

Hari ini aku mengajak Putri Yoona berkuda, kali ini para dayang dan pengawal mengetatkan pengawasan mereka, sepertinya mereka takut jika kami kabur lagi. Aku tak menghiraukan mereka, yang pasti aku ingin menghabiskan hari ini hanya bersama dengan Putri Yoona, yeoja yang sangat kucintai tanpa ada gangguan dari siapapun.

Kulihat raut panik pada wajah Putri Yoona ketika dua kuda telah ada dihadapan kami. “Gwenchana?” tanyaku.

“Sebenarnya hamba kurang mahir berkuda yang mulia.” Ucapnya dengan menundukkan kepala.

Kugenggam tangan kanannya dan hendak mendorongnya untuk naik ke atas kuda. Ia tak bergerak, tubuhnya kaku. Sekarang aku tahu, Putri Yoona bukan tidak mahir berkuda tapi Ia takut pada kuda. Aku menguatkan genggamanku pada tangan kanannya. “Percayalah padaku, aku akan menjagamu, tuan putri.” Ucapku.

Ia memandangku dan dengan perlahan aku mendorong tubuhnya hingga Ia berada di atas punggung kuda kesayanganku. Aku pun ikut naik dan duduk dibelakangnya. Kutarik tali kekang kuda dan kami mulai berjalan dengan pelan. Kulirik semua dayangku dan memberi kode pada mereka untuk tidak mengikutiku, mereka menggeleng sebagai jawaban tapi aku memelototkan mataku dan akhirnya mereka hanya menunduk pasrah.

Aku menarik tali kekang kuda dengan lebih cepat dan seperti mengerti apa yang kuperintahkan, Angel, nama yang kuberikan ketika appa menghadiahkan kuda ini padaku  sewaktu ulang tahunku yang ke 17 tahun mulai menaikkan kecepatannya hingga membuat tangan Putri Yoona menggenggam pahaku dengan kencang.

“Apa kau masih takut?” tanyaku saat Angel sudah menurunkan kecepatannya.

“Sejak kecil, eonnie sangat suka berkuda, aku sering menemaninya tapi aku mulai tidak mau lagi berkuda sejak aku terjatuh yang membuat sekujur tubuhku penuh luka dan sempat koma untuk beberapa hari. Aku takut jika mengingat semua itu.” Ujarnya.

“Putri tidak perlu takut lagi, aku akan menjagamu seutuhnya. Arrachi?” ucapku tegas. Ia mengangguk dan aku tidak dapat menahan tanganku untuk tidak memeluk pinggangnya. Aku ingin meyakinkannya bahwa aku ada disini hanya untuknya. Putri Yoona melepaskan tangannya dari pahaku dan menggenggam tangan kiriku yang sedang memeluk pingganggnya.

Jeongmal saranghae.” Bisikku pada telinga kirinya. Tanpa kuduga, Ia menyenderkan kepalanya pada dadaku. Aku sangat senang dengan keadaan ini, aku berjanji akan terus menjagamu Putri Yoona. cukup beri aku kesempatan untuk membuktikannya, ucapku dalam hati.

End Siwon Pov

TBC…

Tambah gaje ya chingu???

*kabur ke pelukan wonnie*

*lol

note : kasih tahu Reri ya kalau ada penulisan EYD yang salah atau apapun juga biar bisa Reri perbaiki…

🙂

Advertisements

About choireri

I'm not a writter, but I LIKE writing. Siwon is my priority bias and I like YoonWon + SeoKyu too ^^ author at CRFF

Posted on July 26, 2012, in Chapter, Fan Fiction and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 118 Comments.

  1. Entah kenapa ya unn…
    Aku rasa aku pernah baca FF unni yang ini, tpi aku lupa kapan
    gag apa” sudah…mungkin dlu saat aku baca, aku belum ninggalin jejak ya unn
    jdi sekarang aku bakalan ninggalin jejakku di sni..he..he..he..
    Kenapa yoona unni gag jawab pernyataannya wonpa
    terima aja ya unni

  2. Ternyata benar yoona adalah wanita yang ada di dalam mimpi siwon,
    Dia benar-benar nyata, dia sosok yang nyata dan bukan lagi sekedar bunga dalam tidur siwon..😊

    Siwon dan yoona sama-sama tertarik dan langsung terpikat saat pertemuan pertama mereka..😉
    Bahkan siwon langsung bilang kalo dia mencintai yoona..^^

  3. Wah siwon oppa langsung nyatain perasaan nyaa sama yiona eonni ,, tapi yoona eonni belum menjawab . Tapi aku yakin kok yoona juga udah mulai jatuh cinta sama siwon ,,,,
    Ah seneng nyaaa ngeliat momen yoona sama siwon ☺☺☺

  4. Ahh mereka romantis bgt.. kenapa yoona gak nerima siwon aja padahal dia kan udah suka.juga sama siwon..

Leave Your Words, Chingudeul ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: