Love is You

Tittle                : Love is You

Author             : Choi Reri + Kyo

Cast                 : Choi Siwon, Im Yoona, Ryewook, Tiffany Hwang

Support Cast   : Yesung, Yuri

Genre              : Romance, Friendship

Rate                 : PG

Length             : Oneshot

Disclaimer       :

Cast Dalam ff ini merupakan tokoh real

Namun alur ceritanya ASLI dan MURNI hasil imajinasiku + Kyo

DON’T BE A PLAGIATOR !!!

 

This FF is dedicated for my lovely chingu, Park Rae Kyo

Gomawo saeng buat semua komennya, gomawo juga buat sinopsisnya.

semoga suka ya sama FF yang udah eonnie rampungin..

Mianhae kalau gak setuju sama alurnya… *bow*

Cuma ini yang bisa eonnie bikin… T_T

YoonWon + KieFanny + RiSung

Happy Reading chingudeul 🙂

#all author pov

Tet…

Bunyi bel sebagai tanda istirahat yang hanya 20 menit dimanfaatkan dengan baik oleh semua murid SM Town High School, para namja langsung berhamburan ke kantin sedangkan kebanyakan para yeoja lebih memilih duduk di pinggir lapangan untuk memperhatikan permainan basket dari kumpulan namja populer, Siwon dkk. daripada berdesakan di kantin sekolah. Tapi tidak dengan Im Yoona, sebagai salah satu murid terpintar di sekolah, membaca buku lebih menarik perhatiannya daripada menghabiskan waktu di kantin apalagi jika hanya duduk di pinggir lapangan, baginya itu adalah perbuatan yang hanya membuang waktu.

“Yoong, aku lapar. Temani aku ke kantin ya, jebal!!!” ucap Yuri dengan memasang wajah aegyonya. Yuri adalah sahabat Yoona sejak kelas X dan mereka semakin akrab karena sekarang mereka kembali ada pada kelas yang sama bahkan mereka sebangku selama kelas XI ini. walau sifat mereka sangat bertolak belakang, Yoona sangat suka belajar dan berhasil menjadi juara umum kedua karena juara umum pertama tetap bertahan pada namja yang terkenal dengan sifat evilnya, Cho Kyuhyun sedangkan Yuri, belajar adalah hal paling Ia benci dan masih banyak lagi sifat-sifat mereka berdua yang sangat bertolak belakang.

“aku sedang belajar Yul, setelah ini kan kita ada ujian Biologi. Kau minta temani Yesung saja ya. Otte?” ucap Yoona tanpa mengalihkan pandangannya dari buku biologi yang merupakan salah satu pelajaran favoritnya.

“kalau yeppa bisa mana mungkin aku memintamu untuk menemaniku Yoong, Yeppa sedang bermain basket dengan teman-temannya. Ayolah Yoong, tanpa belajar pun aku jamin kau pasti bisa menyelesaikan semua soal nanti dengan cepat. Please…” rengek Yuri dengan menarik-narik lengan baju Yoona. Yoona menghembuskan napasnya pasrah, Ia tidak akan pernah bisa menolak jika Yuri telah merengek seperti ini.

“kajja.” Ucap Yoona setelah membereskan semua buku dan alat tulisnya yang berserakan di atas meja. Yuri tersenyum dengan senang dan Ia langsung menggamit lengan Yoona. “kajja.” Ucapnya.

Yuri benar-benar kelaparan, Ia menghabiskan 2 buah sandwich, 1 buah roti isi coklat, dan juga segelas jus alpukat tak kurang dari 10 menit. Yoona hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sahabat kesayangannya ini. mereka hendak kembali ke kelas tapi Yuri mengajak Yoona untuk berhenti sejenak di lapangan basket, Ia ingin menyapa kekasihnya, Yesung.

Dengan langkah malas, Yoona mengikuti Yuri yang telah berlari-lari kecil menuju lapangan. Yoona tidak memperhatikan sekitarnya karena Ia sibuk menggerutu kesal pada Yuri.

“awas !!!” teriak seseorang. Yoona mendongakkan kepalanya tapi terlambat, Ia tidak bisa mengelak lagi. Kerasnya bola basket tepat mencium wajahnya yang mulus. Seketika tubuh Yoona ambruk menimpa lantai lapangan yang terbuat dari semen, pandangannya menggelap dan suara seseorang yang berkata “gwenchana?” adalah kata terakhir yang didengar Yoona sebelum Ia kehilangan kesadarannya.

Raut panik sangat terlihat dari wajah Yuri, Yesung, terutama pada Siwon, Ia sangat cemas karena lemparannya yang terlalu keras telah menyebabkan Yoona seperti ini. “Yoong, cepatlah bangun! Apa kau tidak mau ikut ujian biologi, hah?” ucap Yuri dengan menggenggam tangan Yoona, melihat tak ada reaksi sedikitpun, Yuri tak mampu lagi menahan air matanya, Ia menangis dengan kencang. Yesung menarik tangan Yuri untuk menenangkan diri diluar agar tidak mengganggu Yoona yang sampai sekarang masih belum sadar. Yuri mengikuti Yesung dengan enggan dan meminta Siwon untuk menjaga sahabatnya sampai siuman. Siwon mengangguk dan menyuruh Yuri untuk langsung kembali ke kelas karena Siwon tahu kalau guru biologi di kelas Yuri sangat galak, Ia berjanji akan menjaga Yoona dengan baik.

Siwon duduk diatas kursi dan kini Ia memperhatikan wajah yeoja yang ada di hadapannya. Baru kali ini Ia bisa melihat wajah Yoona dari dekat karena selama ini Siwon hanya sesekali berpapasan dengan Yoona kalau Yuri sedang ingin menemui Yesung atau sebaliknya. Yoona memang terkenal dengan sikapnya yang dingin dan tertutup, Ia lebih dikenal akan prestasi akademiknya.

Getaran ponsel yang ada di saku celananya membuat Siwon menghentikan aktifitasnya dari memandangi wajah Yoona. dirogohnya saku celananya dan langsung meletakkan ponsel itu di telinga kanannya setelah membuka flip ponselnya tanpa melihat siapa yang menelpon.

“yoboseo, apa oppa tidak apa-apa?” ucap Tiffany khawatir.

“waeyo? Kenapa kau bertanya seperti itu?” tanya Siwon bingung mendapat pertanyaan seperti itu dari Tiffany yang merupakan teman kecilnya.

“loh? Bukannya oppa pigsan sewaktu main basket?” ucap Tiffany yang heran dengan reaksi Siwon.

“aigo, kau pasti salah informasi Tiff, bukan aku yang pingsan tapi Yoona, temannya pacar Yesung. aku sedang menjaganya.” Jelas Siwon pada Tiffany. Tiffanny menutup telponnya setelah mengetahui kejadian yang sebenarnya. Syukurlah tidak terjadi apa-apa pada Siwon, Ia tadi sempat sangat cemas.

Yoona mengerjapkan kedua matanya, seketika rasa pusing menyerang kepalanya. Samar-samar Ia melihat seseorang yang sedang duduk di kursi menghadap ke arahnya dengan mata yang berbinar dan senyum yang mengembang melihat Yoona yang mulai sadar.

“apa kau masih merasa pusing? Apa perlu kupanggilkan dokter?” tanya Siwon ketika melihat Yoona membuka matanya.

“dimana aku?” ucap Yoona tanpa menjawab pertanyaan Siwon.

“tadi kau pingsan terkena bola basket. Sekarang kau sedang ada di klinik sekolah.” Ucap Siwon.

“omo, jam berapa sekarang? Aku ada ujian biologi.” Ujar Yoona cemas, Ia beranjak dari tempat tidur, tapi kondisinya masih belum pulih sepenuhnya sehingga Ia kembali limbung.

“sebaiknya kau istirahat terlebih dulu, lagian sebentar lagi pelajaran akan segera selesai. Kau tidak mungkin sempat untuk mengikuti ujian.” Ucap Siwon menahan tangan Yoona.

Yoona mengurungkan niatnya untuk membantah ucapan Siwon karena rasa pusing kembali menjalar di kepalanya. Yoona membaringkan tubuhnya dan memijit kedua pelipisnya. Siwon yang melihat itu seakan mengerti, Ia memijit kepala Yoona dengan perlahan dan lembut takut membuat Yoona merasa tidak nyaman.

Tiffany sedang menunggu taksi di depan gerbang sekolah karena tadi Siwon mengirimkan sms bahwa Ia tidak bisa pulang bersama Tiffany, Ia harus mengantar Yoona sebagai bentuk tanggungjawabnya. Tin tin tin. Bunyi klakson mobil membuat Tiffany mendongakkan kepalanya, senyum Ryewook dapat dilihat Tiffany dengan jelas setelah Ryewook menurunkan kaca mobilnya.

“Fanny-ah, ayo pulang bersama.” Ajak Ryewook.

“aniyo wookie oppa. Aku naik taksi saja.” Tolak Tiffany halus. Namja yang dipanggil Wookie tadi menggelengkan kepalanya.

“andwae. Cepatlah naik, oppa akan mengantarmu pulang. taksi itu berbahaya. Apa kau mau diculik hah?” ucap Ryewook menakut-nakuti Tiffany. Setelah berpikir sebentar, akhirnya Tiffany melangkahkan kakiknya masuk ke dalam mobil sedan milik Ryewook.

Hatchim

Yoona bersin untuk kesekian kalinya, Yoona memang alergi pada debu tapi sekarang Ia malah sedang mebersihkan buku-buku yang dipenuhi dengan debu di perpustakaan sekolah.

“omo, apa yang kau lakukan disini?” ucap Siwon terkejut ketika melihat Yoona dengan hidung yang sudah memerah di balik rak buku.

“aku sedang membersihkan buku-buku disini.” Ucap Yoona tak semangat.

“aku tahu kau pintar tapi aku tidak menyangka kau sangat rajin. Kau sendirian membersihkan buku-buku sebanyak ini. ckckck” ujar Siwon dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.

“aniyo, bukannya rajin tapi Sung Ah sosaengnim memberiku tugas seperti ini sebagai ganti aku tidak mengikuti ujiannya tempo hari.” Siwon membelalakkan matanya mendengar penjelasan Yoona.

“mianhae, gara-gara aku kau harus seperti ini. baiklah, aku akan membantumu untuk menebus rasa bersalahku.” Ucap Siwon dengan mengepalkan tangan kanannya di udara.

“tidak perlu, aku bisa sendiri.” Tolak yoona. Siwon tidak mengindahkan kata-kata Yoona. Ia mulai membersihkan buku-buku yang ada di dekatnya dengan menggunakan lap kecil yang dilihatnya tersampir di atas rak buku.

Yoona hanya tercengang melihat tingkah Siwon, Ia menggelengkan kepalanya dan mulai kembali bekerja agar cepat selesai. Setelah 3 jam akhirnya mereka berdua selesai membersihkan semua buku-buku yang ada di perpustakaan. Yoona memegangi pingganggnya yang terasa akan patah. Hari yang sangat melelahkan.

“gomawo sunbae, kalau tidak ada sunbae mungkin aku belum menyelesaikan tugas ini. mianhae merepotkan sunbae lagi.” Ucap Yoona sambil membungkukkan kepalanya.

“hahahaa.. aniyo, aku tidak merasa direpotkan. Lagian tadi aku sedang malas belajar makanya aku kemari. Apa kau mau kuberi tahu rahasia tapi kau jangan mengatakannya pada siapapun. Janji?” ucap Siwon dengan mengangkat jari kelingkingnya ke hadapan wajah Yoona.

“Janji.” Ucap Yoona dengan menautkan jari kelingkingnya pada jari kelingking Siwon.

“kau lihat pintu dibelakang rak buku itu?” tunjuk Siwon pada sebuah rak buku dan Yoona menganggukkan kepalanya, lalu Siwon melanjutkan “dibalik pintu itu ada sebuah tangga dan kau bisa naik ke atap gedung melalui tangga itu. pemandangan dari sana sangat indah. Apa kau pernah melihatnya?” Yoona menggelangkan kepalanya sebagai jawaban.

Siwon menarik tangan Yoona dan mereka mulai menaiki tangga. Tak butuh waktu lama, mereka sudah disuguhi oleh pemandangan yang begitu indah, mereka bisa melihat ke seluruh penjuru sekolah dari atap ini, selain itu juga terdapat pot-pot bunga yang terawat dengan baik. Yoona memandang bunga-bunga yang penuh aneka warna itu dengan takjub.

“aku yang merawat bunga-bunga itu.” ucap Siwon bangga. Yoona mengalihkan pandangannya dari bunga-bunga itu pada wajah Siwon. Mereka bertatapan cukup lama dan tanpa Yoona sadari, jantungnya telah berdebar dengan keras dan seolah paru-parunya tercekat. Belum pernah Ia merasakan hal seperti ini sebelumnya.

“sunbae merawatnya dengan sangat baik.” puji Yoona masih tetap berpandangan dengan Siwon.

Sejak hari itu, Yoona dan Siwon sering menghabiskan waktu istirahat di atap gedung sekolah, terkadang Yoona membawa bekal makanan yang Ia masak dengan tangannya sendiri untuk makanan mereka berdua. Siwon memuji masakan Yoona yang membuat Yoona selalu tersipu malu.

Tiffany sedang membaca novel kesayangannya di kantin ketika ada 4 orang yeoja menggebrak meja di depannya. “harus berapa kali kami peringatkan hah? Jauhi Siwon, kau tidak pantas ada di dekatnya.” Teriak yeoja yang berbadan paling subur.

“ne, apa kau tidak punya kaca? Kau tidak populer, kau tidak pantas dengan Siwon oppa.” Ucap yeoja yang memakai bandana pink pada kepalanya.

“ap-a ma-ksud eon-nie? Ak-u ti-dak me-nge-rti?” jawab Tiffany terbata.

“kau masih berpura-pura hah? Kami melihatmu sedang jalan berdua dengan Siwon oppa kemarin. Masih mau mengelak?” ucap yeoja dengan tubuh paling tinggi diantara mereka berempat. Yeoja itu menjambak rambut Tiffany yang membuat Tiffany meringis.

“HENTIKAN!!! Berani-beraninya kalian mengganggu Tiffany. Aku tidak suka bertindak kasar pada yeoja tapi kalian tidak bisa disebut yeoja. Mana ada yeoja yang bersikap preman seperti kalian.” Teriak Siwon geram melihat kelakuan keempat yeoja itu pada Tiffany.

“waeyo? Kenapa oppa selalu membelanya? Toh dia tidak ada hubungan apa-apa kan dengan oppa?” ucap seorang yeoja yang memandang Tiffany dengan pandangan merendahkan.

“apa aku harus melapor padamu? Hah? Ne, biar kuperjelas. Tiffany adalah yeojachinguku jadi jangan pernah mengganggunya lagi atau kalian semua akan berurusan langsung denganku.” Ucap Siwon dengan menatap keempat yeoja itu penuh amarah.

Keempat yeoja itu menganga lebar, masih tidak mempercayai apa yang mereka dengar begitu juga dengan orang-orang yang ada di kantin ini, termasuk Yoona dan Ryewook. Kata-kata yang keluar dari mulut Siwon tadi seakan menampar wajah mereka berdua. Hati mereka terasa perih seperti luka yang disiram dengan air cuka. Rasanya sangat perih dan pilu.

Yoona mengusap air matanya ketika Ryewook masuk ke dalam kamarnya. Rumah Ryewook bersebelahan dengan rumah Yoona, oleh karena itu hubungan keduanya sudah sangat dekat layaknya kakak adik.

“Yoong, oppa ingin menceritakan sesuatu. Apa kau sedang sibuk?” tanya Ryewook pada Yoona.

“aniyo oppa, aku sedang tidak sibuk.” Balas Yoona tanpa memandang Ryewook dan tetap merebahkan dirinya di atas kasur karena Ia khawatir Ryewook akan tahu kalau Ia habis menangis.

“Yoong, apa kau masih ingat waktu aku mengatakan kalau aku menyukai seorang gadis?” tanya Ryewook sebelum memulai ceritanya.

“ne, kenapa oppa?” tanya Yoona balik.

“6 bulan yang lalu pertama kali aku bertemu dengannya. Waktu itu, aku tidak sengaja menabraknya di koridor sekolah. Anehnya, Ia sama sekali tidak marah padaku padahal lututnya terluka karena tabrakan itu. Ia malah tersenyum dengan sangat manis padaku. sejak itu aku tidak pernah bisa melupakan senyum itu Yoong.” Yoona hanya terdiam mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Ryewook, Yoona tahu kalau Ryewook belum menyelesaikan ceritanya.

“Yoong, aku sangat senang karena aku mulai bisa dekat dengannya, setiap malam aku pasti menelponnya hanya untuk mendengar suaranya sebelum aku tidur dan aku juga sangat senang ketika Ia mau menerima tawaranku untuk mengantarnya pulang sekolah. Kami juga pernah pergi ke taman bermain hanya berdua. Aku ingin mengungkapkan perasaanku yang sesungguhnya padanya Yoong tapi nyaliku langsung hilang setiap aku menatap mata teduhnya. Aku sangat mencintainya Yoong tapi sekarang yeoja itu sudah tidak mungkin menjadi milikku Yoong. Ia sudah menjadi milik namja lain.” Ucap Ryewook dengan suara yang sangat lirih. Samar-samar Yoona mendengar suara isakan Ryewook yang tertahan tapi lama kelamaan isakan itu berubah menjadi raungan, membuat siapapun yang mendengarnya bisa memahami betapa pedih hati Ryewook sekarang.

Yoona bangkit dari tempat tidurnya, Ia mendekati Ryewook yang sekarang sedang menangis dengan membenamkan wajahnya pada kedua lututnya. Yoona menepuk pundak Ryewook dan perlahan memeluknya.

“uljimma oppa, uljimma.” Ucap Yoona dengan air mata yang sudah merembes pada pipi mulusnya.

Tiffany melepaskan genggaman tangan Siwon pada tangannya ketika Ia berpapasan dengan Ryewook. Hatinya sakit melihat Ryewook menggenggam tangan seorang yeoja yang juga dikenalnya walau tidak secara akrab.

Reaksi Siwon tidak berbeda jauh dengan Tiffany, Ia berdiri seperti patung memandang sosok yeoja yang sekarang mulai menjauh darinya, Im Yoona.

Mata keempat manusia itu saling bertatapan untuk sepersekian detik. Ryewook memandang Tiffany dengan tatapan yang sulit diartikan begitu pula tatapan Siwon pada Yoona. tak ada yang tersenyum, mereka seolah tidak pernah saling mengenal satu sama lain dan akhirnya mereka berlalu begitu saja.

Tiffany berlari ke toilet, mengunci dirinya. Ia menangis tanpa suara, hatinya begitu sakit, Ia tidak bisa merelakan Ryewook bersama yeoja lain. Baru Ia sadari, jika Ryewook sangat berarti dalam hidupnya.

Siwon melangkahkan kakinya dengan cepat menuju atap gedung perpustakaan, percuma Ia berada di kelas. Pikirannya sangat kacau, Ia butuh udara segar. Siwon terkejut mendapati Yoona sedang berdiri disana, matanya memandang lurus kedepan dengan tatapan kosong. Siwon memberanikan diri untuk mendekatinya. Yoona tak kalah terkejutnya ketika melihat Siwon tiba-tiba ada disampingnya. Ia hendak beranjak dari sana ketika tangan kekar Siwon menahan pergelangan tangannya.

“lepaskan Siwon-ssi.” Ucap Yoona dingin.

“shirreo. Aku tak akan melepaskannya.” Ucap Siwon tak kalah dingin.

“wae?” tanya Yoona dengan membalikkan badannya dan menatap Siwon lekat.

“molla, aku hanya tidak bisa membiarkanmu pergi. Tetaplah disini.” Ucap Siwon lirih. Yoona menghentakkan tangannya setelah mendengar kata-kata Siwon. Ia berbalik dan beranjak pergi.

“Im Yoona bhogoshippeo, tetaplah disini. Jebal?” mohon Siwon. Yoona menghentikan langkahnya. “Yoona-ya, jeongmal saranghae. Kumohon tetaplah disini.” Ucap Siwon tanpa keraguan.

Yoona kembali membalikkan badannya “mwo? Apa kau sadar dengan ucapanmu Siwon-ssi? Apa kau lupa, kau mempunyai seorang kekasih. Hah?” ucap Yoona dengan berteriak, Ia sudah tidak tahan, Ia ingin meluapkan perasaan yang selama ini Ia pendam seorang diri.

“ne, aku sangat sadar. Aku sangat mencintaimu Yoona-ya. Aku dan Tiffany sebenarnya tidak ada hubungan apa-apa. Waktu itu, aku hanya spontan mengucapkan kalau dia yeojachingku karena hanya itu yang terpikirkan olehku untuk menghentikan keempat yeoja yang selalu mengganggu Tiffany. Aku merasa bersalah pada tiffany, aku yang menyebabkan Ia dibenci oleh banyak yeoja di sekolah miliknya sendiri.” Ucap Siwon menahan tangisnya.

“benarkah?” tanya Yoona masih tidak percaya dengan apa yang barusan Ia dengar.

“ne, aku tidak mungkin berbohong padamu Yoona-ya. Kumohon percayalah padaku, aku sangat mencintaimu.” Ucap Siwon menatap Yoona dalam.

“naddo saranghae Choi Siwon.” Kata-kata Yoona membuat Siwon menghambur memeluk Yoona dengan sangat erat. Siwon membenamkan kepala Yoona pada dadanya yang bidang, lalu Siwon memegang pipi Yoona dengan sangat lembut dan mencium kening Yoona dalam waktu yang lama. Perlahan kening mereka bertemu dan mata keduanya saling menatap intens, tangan Yoona mengalung di leher Siwon sedangkan Tangan Siwon memeluk pinggang Yoona, mempertipis jarak diantara mereka berdua.

“yoona-ya, apa kau tahu kalau Tiffany sebenarnya menyukai seseorang?” ucap Siwon lembut.

“aniyo, nugu?” tanya Yoona penasaran tapi Siwon hanya tersenyum dan berkata “you will know jagiya.”

—-

Tiffanny sengaja menunggu Ryewook di parkiran, Ia berdiri tepat disebelah mobil Ryewook. Ia harus berbicara dengan Ryewook, Ia sudah tidak bisa lagi menahan semua ini. lama-lama Ia bisa gila akibat perasaannya sendiri.

“Wookie oppa.” Panggil Tiffany ketika Ryewook telah ada di dekatnya. Ryewook hanya memandang Tiffany datar.

“waeyo?” tanya Ryewook.

“ada yang ingin kubicarakan, apa oppa ada waktu?” ucap Tiffany dengan memainkan jari-jarinya pertanda Ia sedang gugup.

“masuklah.” Ucap Ryewook masih dengan nada dingin.

Suasana sangat hening, baik Ryewook mau pun Tiffany sedang sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Hanya suara music yang berasal dari radio yang diputar Ryewook tadi yang terdengar.

“apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Ryewook.

“emm.. oppa, jeongmal saranghae.” Ucap Tiffany secara tiba-tiba yang membuat Ryewook spontan menekan pedal rem. Untung lalu lintas sedang sepi, kalau tidak pasti sudah terjadi kecelakaan beruntun. Ryewook meminggirkan mobilnya.

“mwo? Apa yang kau katakan tadi? Jangan mempermainkanku Tiffany!” ucap Ryewook.

“aku tidak pernah mempermainkan Wookie oppa, yang aku cintai dari dulu adalah oppa. Aku dan Siwon oppa tidak bernah berpacaran, itu hanya kesalahpahaman. Aku hanya mencintaimu oppa.” Ucap Tiffany dengan menatap mata Ryewook singkat.

“benarkah? Apa aku tidak salah dengar?” tanya Ryewook meyakinkan dirinya sendiri.

“aniyo, oppa tidak salah dengar. Wookie oppa, aku tak pernah mencintai namja lain, because for me, Love is You.” Ryewook langsung menggenggam kedua tangan Tiffany, mengecupnya lembut lalu berkata “naddo Fany-ah. For me, Love is You too. Please, always in my side. Jeongmal saranghae Tiffany Hwang.” Ucap Ryewook lalu perlahan wajahnya mendekati wajah Tiffany sampai tak ada jarak lagi diantara kedua insan itu, Tiffany memejamkan matanya sedangkan Ryewook memiringkan kepalanya lalu bibir keduanya saling menyapu dan melumat dengan lembut menimbulkan sensasi yang begitu nikmat bagi keduanya seolah sebagai ungkapan perasaan yang terdalam dari lubuk hati masing-masing.

“gomawo jagiya.” Ucap Ryewook dengan tersenyum senang yang dibalas Tiffany dengan senyuman yang indah baik dari bibir maupun matanya.

End…

Gimana chingu???

Anehkah??

Kyo, mianhae ya kalau eonnie ngecewain kyo…

T_T

Advertisements

About choireri

I'm not a writter, but I LIKE writing. Siwon is my priority bias and I like YoonWon + SeoKyu too ^^ author at CRFF

Posted on July 21, 2012, in Fan Fiction, Oneshot and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 95 Comments.

  1. aku rasa utk yg yoonwon kurang deh.. but okelah..

  2. keren ..
    Tpi krang pnjang ..
    Bleh mnta ssuatu gk ..
    Buatin ffny ryeowook tiffany tpi chapter ya ..
    Klo gk blh jg gk pa2 ..
    Daebakk pokokny ..

  3. Suka sama momen nya YoonWon, tapi kurang panjang gituuu .___.
    Terus aku juga baru tau kalo ada SuGen couple Ryeowook + Tiffany 😀
    Ditunggu karya selanjutnya tentang YoonWon! :))

  4. Ceritaxa tdk menarik,scene Yoonwon xa kurang author.

  5. Thor ditungu karya2 athor yg lain…faiting

  6. Jujur aku sebenarnya kurang suka kalau cewek yang duluan ngungkapin, soalnya dia kayak gak punya harga diri gitu sih .__.
    But overall good kok. Keep writing ne

  7. akhirnya yoonwon bersatu jg ^.^

  8. Sempat shock pas siwon bilang tiffany kekasihnya… Kasihan kan yoona wkwkwk tapi ternyata hanya kesalahpahaman saja 😀

  9. Sweet.. aku juga suka couple ryeowook tiffany…. tpi moment yoonwon kurang nih…

Leave Your Words, Chingudeul ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: