The Wedding without Heart Part 7

Tittle                : The Wedding Without Heart Part 7

Cast                 : Choi Siwon

Im Raena (OC) *reader bisa anggep siapa aja*

Support Cast   : You will find them

Genre              : Romance

Rate                 : G

Length             : Chapter 7 of (?)

Disclaimer       :

Cast Dalam ff ini merupakan tokoh real dan juga OC

Namun alur ceritanya ASLI dan MURNI hasil imajinasiku

DON’T BE A PLAGIATOR !!!

Fiuhh… *ngelap keringet*

Reri kembali lagi dengan part 7nya TWWH..

ada yang nuggui kelanjutan FF ini kah??? *chingu : gak ada* 😀

Buat yang udah baca chapter 1 sampai 6nya bisa lanjut baca tapi buat yang belum silahkan baca terlebih dulu, obrak abrik aja FF Listnya di Chapter Reri… 🙂

Happy Reading chingudeul 🙂

Raena Pov

honey, are you still mad of us? Mianhae, bukannya tidak mau mengabarimu tapi kami tidak ingin mengganggu bulan madumu dan Siwon. Eomma dan Appa sudah kembali ke USA 2 hari yang lalu. Kau tidak perlu mengkhawatirkan kami, cukup perhatikan saja suamimu dan cepatlah memberi kami cucu yang cantik dan tampan, arrachi? :*”

Cucu? Memikirkannya saja sudah membuat wajahku memanas. Langsung kubalas pesan singkat dari Eomma. “ne.. aku masih marah. Pertama, Eomma dan Appa menjebak aku dan Siwon untuk pergi bulan madu. Kedua, isi koperku hanya dipenuhi dengan lingerie. Aku yakin 100%, itu semua ide Eomma kan? Mengakulah! ketiga, Eomma dan Appa kembali ke Amerika tanpa menungguku pulang dari Jenewa terlebih dulu bahkan tidak mengabariku sama sekali. Dan terakhir, Eomma meminta cucu? >.< SHIRREO”

Sejujurnya aku tidak marah pada Eomma tapi aku ingin sedikit memberi Eomma ‘shock therapy’ atas semua ide gilanya. Hahaha.. drdrt.. ponselku bergetar kembali. Pasti sms dari Eomma.

“hahaha.. itu bukan hanya ide Eomma tapi Eomma mertuamu dan juga Jiwon. Apa Siwon menyukainya? Pasti dia menyukainya kan? Rae-ah, Eomma tidur dulu ya. Berhentilah marah dan cepat beri Eomma cucu. Have a nice day, sweet heart” setelah membaca sms dari Eomma, kuletakkan ponselku di atas nakas tempat tidur kemudian beranjak menuju balkon kamarku dan Siwon. Udara disini sangat segar dan pemandangannya juga indah. Kamarku dan Siwon terletak di lantai 2  langsung menghadap ke kolam renang yang ada di lantai 1.

Sejak sampai di Korea kemarin sore, aku dan Siwon telah pindah ke rumah baru kami sebagai hadiah pernikahan dari Appa dan Eomma mertuaku. Rumah ini cukup luas atau sangat luas untuk ukuran pengantin baru. 2 lantai dengan 4 kamar tidur besar dan 2 kamar tidur untuk pembantu. Terdapat taman indah dengan kolam ikan serta air mancur pada halaman depan dan pada halaman belakang terdapat kolam renang serta gazebo sebagai tempat bersantai.

morning” aku membalikkan kepalaku ketika mendengar suara Siwon. Ia tersenyum padaku dan aku pun membalas senyumnya. “morning oppa.”

Gemericik air mancur yang ada di pinggir kolam renang seolah menjadi backsound di pagi hari yang tenang ini, menimbulkan suara indah dan mampu memanjakan telinga kami.

“Eomma memilihkan rumah yang sangat indah. Aku sangat menyukai rumah ini, apa oppa juga menyukainya?” ujarku dengan memejamkan mataku, menikmati semilir angin yang menerpa wajahku.

“ne.. aku juga sangat menyukai rumah ini.” ucap Siwon oppa.

Kami kembali terdiam sampai Siwon oppa kembali berkata “Rae-ya, aku masuk terlebih dulu. Aku harus siap-siap ke kantor. Hari ini aku akan kembali bekerja. Sudah terlalu lama aku merepotkan Kangin oppa untuk menyelesaikan semua tugasku.” Aku mengganggukkan kepalaku pada Siwon oppa.

Kuhirup udara pagi sekali lagi sebelum aku melangkah masuk ke dalam kamar menyusul Siwon oppa. Selagi Siwon oppa mandi, aku menyiapkan baju untuknya. Aku memilih kemeja panjang putih, jaz berwarna biru dongker, dasi dan juga sepatu pantofel hitam. Kuletakkan baju itu diatas tempat tidur dan sepatunya dilantai tak jauh dari tempat tidur kami lalu aku beranjak keluar untuk menyiapkan sarapan.

Aku melihat Ahjumma Eunri sedang menata meja makan. Sandwich, buah-buahan,  dua gelas espresso serta 2 gelas susu telah tersaji dengan rapi. Ahjumma Eunri adalah kepala pelayan yang telah disiapkan Eomma mertuaku untuk mengurus rumah ini dibantu oleh Ahjumma Rin sedangkan Ahjussie Jay menjadi supir pribadi Siwon oppa.

Aku tersenyum ketika Siwon oppa telah ada di meja makan. Aku mengambilkan sandwich untuknya dan untukku lalu kami mulai sarapan dengan doa. Selesai sarapan, aku mengantar Siwon oppa sampai di pintu depan. Siwon oppa melambaikan tangan sebelum masuk ke kursi belakang dan melesat pergi dengan audi hitam yang dikendarai oleh Ahjussie Jay.

End Raena Pov

Siwon Pov

Kutapakkan kedua kakiku setelah Ahjussie Jay membukakan pintu mobil tepat di depan lobby Hyundai Department Store. Aku terdiam sejenak dan mendongak tepat memandang Mokdong Store yang sudah kutinggalkan sejak persiapan pernikahanku dengan Raena.

Aku melangkahkan kakiku menuju ruang kerja yang sudah sangat kurindukan. Banyak karyawan yang juga hendak mulai bekerja dan mereka berhenti sejenak hanya untuk menyapaku dengan tersenyum dan membungkuk hormat. Tanpa dikomando, bibirku membentuk senyum simetris untuk membalas sapaan dari para karyawan yang sudah bekerja keras. Tanpa karyawan yang berdedikasi dan berkomitmen seperti mereka, mustahil HDS bisa sukses seperti sekarang.

“Selamat pagi presdir.” Ujar Tiffanny dengan membungkukkan kepalanya. Tiffany adalah sekretaris yang telah dipilihkan appa untuk membantu pekerjaanku sejak pertama kali aku menempati posisi sebagai Presdir di Mokdong Store. Ia sangat pintar, cekatan dan teliti dalam menyelesaikan semua pekerjaannya, itulah yang membuatku menolak mentah-mentah surat pengunduran dirinya ketika Ia akan melangsungkan pernikahannya dua bulan yang lalu. Aku tidak yakin bisa mendapatkan sekretaris yang bisa diandalkan seperti Tiffany lagi.

“Fany-ah, tolong bawakan laporan perusahaan selama aku tidak ada.” Ucapku sebelum masuk ke dalam ruangan kerjaku. Suasana ruangan ini masih sama seperti terakhir kali aku ada disini, tak ada perubahan sedikitpun. Rapi, bersih dan tentunya harum.

Tiffany masuk dengan tumpukan dokumen tepat ketika aku telah duduk di kursi kerjaku. Aku mengisyaratkan agara Ia meletakkan dokumen-dokumen itu diatas meja dan duduk di kursi yang ada di hadapanku.

Aku mengambil dokumen paling atas, membuka lalu mulai membacanya. Aku lega, ternyata kondisi perusahaan masih stabil bahkan penjualan meningkat 10%. Kangin hyung benar-benar bisa diandalkan.

Aku menutup dokumen itu lalu mendongakkan kepalaku, menatap Tiffany. “apa schedulku sampai lusa?”. Ia membuka buku agendanya dan mulai menjelaskan schedulku untuk 3 hari mendatang. Seperti biasa, penuh dengan meeting. Bahkan untuk hari pertama kerjaku, 2  meeting penting yang harus kulaksanakan.

Aku menghembuskan nafas lega setelah mengakhiri meeting dengan Direktur Lee dari Lotte Departement Store. Hari ini berjalan cukup melelahkan, aku meminta Ahjussie Jay untuk mengantarku langsung pulang kerumah karena sekarang sudah pukul 5 sore.

Aku melihat Raena sedang asik mengobrol dengan Jiwon di ruang keluarga. Rasa lelahku langsung hilang mendengar tawa renyah dan senyuman dari dua wanita yang hadir dalam hidupku ini.

“eoh, oppa sudah pulang. kenapa hanya berdiri disitu oppa?” ujar Jiwon, memandangku dengan mata bulatnya. Belum sempat aku melangkahkan kakiku untuk mendekati mereka berdua, Raena telah berdiri dan berjalan menghampiriku. Ia mengambil tas kerjaku dan tersenyum padaku.

“oppa mau beristirahat dulu atau langsung mandi?” tanyanya yang membuatku kikuk.

“emm.. aku ingin langsung mandi saja Rae-ya. Badanku terasa sangat lengket.” Jawabku. Ia menganggukkan kepalanya lalu berbalik menghadap Jiwon.

“Ji-ah, apa kau keberatan kalau eonnie tinggal sebentar?” tanyanya pada Jiwon.

“aniyo eonnie. aku juga ingin ke taman belakang, menikmati pemandangan. Bolehkan eonnie?” ujar Jiwon.

“tentu saja boleh. Inikah rumahmu juga Ji-ah.” Ucap Raena yang membuat Jiwon tersenyum riang. Aku senang melihat kedekatan diantara mereka berdua. Jiwon melangkah ke taman belakang sedangkan aku dan Raena naik ke lantai dua menuju kamar kami.

“oppa tunggu sebentar, aku akan menyiapkan air hangat untuk oppa.” Ucap Raena setelah kami ada di dalam kamar. Ia meletakkan tas kerjaku di atas meja dan hendak melangkah ke dalam kamar mandi tapi aku mencegahnya.

“tidak perlu Rae-ya, biar aku siapkan sendiri.” Jawabku dan Ia hanya tersenyum tanpa menjawab ucapanku. Ia tetap masuk ke kamar mandi dan tak lama, Ia keluar kembali.

“air hangat oppa sudah siap.” Ucapnya.

“gomawo.” Ujarku tulus sebelum melangkah masuk ke kamar mandi. Guyuran air hangat membuat tubuhku kembali segar. Pakaianku telah siap diatas kasur ketika aku selesai mandi. Pasti Raena yang telah menyiapkannya.

Aku turun kelantai bawah, Raena dan Jiwon telah menungguku di ruang makan. Aku duduk di sebelah Raena dan berseberangan dengan Jiwon. Kami menikmati makan malam dalam suasana yang santai dan tenang.

“oppa, malam ini aku menginap disini ya, boleh ya? Yayayaa? eomma sedang menemani appa ke paris. Aku bosan sendirian dirumah,” ucap Jiwon dengan wajah aegyonya ketika kami sudah selesai makan malam dan duduk di ruang keluarga sambil menonton televisi.

“apa kau sudah memberitahu bibi …?” Jiwon mengganggukan kepalanya sebagai jawaban, tapi aku belum langsung menyetujuinya. aku melihat Raena, meminta persetujaannya karena rumah ini bukan hanya milikku seorang tapi milik kami berdua.

“ne, tentu saja kau boleh menginap disini Ji-ah. Tak perlu meminta izin oppamu, kapanpun kau mau, kau boleh menginap disini.” Ucap Raena lembut seakan mengerti akan arti tatapanku tadi. Jiwon tersenyum senang dan memeluk Raena.

“gomawo eonnie, eonnie memang yang terbaik.” Ucap Jiwon riang.

“kau juga adik iparku yang paling baik dan paling cantik.” balas Raena.

“eonnie, aku baru sehari saja ditinggal eomma sendirian sudah merasa bosan. Apa eonnie tidak bosan kalau harus seharian dirumah terus?” pertanyaan Jiwon membuatku seketika menatap Raena. Benar apa yang dikatakan Jiwon, Raena sudah terbiasa bekerja dan sekarang harus seharian dirumah pasti Ia akan sangat bosan. Kenapa hal ini tidak terpikirkan olehku.

“emmm…” Raena tidak langsung menjawab pertanyaan Jiwon, Ia terlihat sedikit berpikir kemudian melihat ke arahku. “aniyo, eonnie tidak bosan.” Ucapnya dan aku bisa melihat raut ketidakyakinan dari wajah Raena.

“bagaimana kalau eonnie membantuku untuk mengurus butik? Akhir-akhir ini, penjualan semakin meningkat. Aku kerepotan mengurus butik itu sendiri. eonnie mau ya membantuku? Jebal?” ujar Jiwon dengan memasang puppy eyesnya.

“aigo, eonnie tidak bisa Ji-ah. Bukannya membantu malah eonnie akan merepotkanmu nanti.” Jawab Raena yang membuat Jiwon mengerucutkan bibirnya.

“eonnie tidak perlu melakukan apa-apa, cukup datang dan mengontrol butik saja. Mau ya eonnie? please. Oppa, bantu aku membujuk eonnie.” rengek Jiwon padaku tapi aku tidak meresponnya. Ia semakin mengerucutkan bibirnya.

“jangan cemberut seperti itu Ji-ah, eonnie jadi merasa bersalah. Emmm… baiklah, eonnie pikirkan dulu ya. Secepatnya eonnie akan member kabar padamu. Eotte?” spontan Jiwon menganggukkan kepalanya memndengar ucapan Raena. Aku hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Jiwon yang terkadang masih sangat kekanakan padahal umurnya sudah dewasa.

End Siwon Pov

Raena Pov

Setelah mengantar Jiwon ke kamarnya, aku menyusul Siwon yang telah terlebih dulu kembali ke kamar. Ia sedang membaca buku ketika aku membuka pintu kamar kami. Aku langsung ke kamar mandi mengganti pakaian tidurku lalu duduk di meja rias mengenakan cream malam. Aku merasa Siwon sedang memperhatikanku, kuputar kepalaku memandang dirinya.

“waeyo?” tanyaku. Siwon meletakkan buku yang sedang I abaca di nakas tempat tidur kami lalu menatap mataku lekat.

“Raena, Kau pasti merasa bosan jika hanya berdiam diri dirumah. Maaf karena aku tidak memperhatikan hal ini. Apa kau mau bekerja kembali? Aku bisa mencarikan posisi yang pas untukmu di kantor atau kau mau menerima permintaan Jiwon?” ucap Siwon dengan tetap menatap mataku lekat.

—-

Sudah 2 hari ini aku mulai menyibukkan diri di butik, aku sangat bersyukur karena Jiwon dan semua staff menerima kehadiranku dengan welcome sehingga aku bisa cepat terbiasa. Aku bertanggung jawab pada bidang pemasaran dan Jiwon mempercayakan posisi Marketing Director padaku. Aku menerimanya dengan senang hati karena itu memang keahlianku sebagai lulusan marketing dari Seoul University.

Flashback

Aku berpikir sejenak setelah Siwon oppa memberikan pilhan untukku, Ia akan mencarikan posisi yang pas di HDS jika aku tidak ingin menerima tawaran Jiwon dan ingin kembali bekerja di kantor. Sesungguhnya aku ingin melanjutkan studyku terlebih dulu, aku berencana untuk mendaftarkan diri di Inha University dan mengambil Business Management untuk gelar masterku. tapi pendaftarannya baru akan dibuka 3 bulan mendatan. Akhirnya kuputuskan untuk menerima tawaran Jiwon sembari menunggu pembukaan pendaftaran di Inha University. Siwon oppa menyetujui pilihanku.

Aku membawa laporan penjualan yang diserahkan salah satu staff tadi padaku. Aku berjalan tanpa melihat ke arah depan, alhasil aku menabrak seseorang. Awww. Jeritnya lalu Ia terjatuh di lantai.

“mianhae, apa kau tidak apa-apa agashi?” tanyaku cemas dan membantunya untuk berdiri. Ia menepuk-nepuk lengannya dan merapikan kembali pakaiannya. “ne, aku tidak apa-apa.” Jawabnya.

“mianhae. Jeongmal mianhae. Aku akan lebih berhati-hati lagi.” Jawabku dengan membungkukkan kepalaku sebagai permintaan maaf.

“ne, sudahlah, tidak perlu meminta maaf seperti itu, aku kan tidak apa-apa.” Jawabnya dengan tersenyum. Senyum itu membuatnya terlihat sangat cantik. selain cantik, Ia juga baik dan ramah. Aku memperhatikan penampilannya sekilas, Ia mengenakan pakaian dan aksesoris branded, pasti Ia dari kalangan atas. pikirku.

“gomawo, emm.. apa ada yang bisa saya bantu agashi? Gaun pengantin seperti apa  yang kau inginkan?” tanyaku.

“aa… sebenarnya aku kesini bukan mencari gaun pengantin, aku belum menemukan calon pengantinnya.” Ucapnya sambil tertawa.

“emm.. mianhae agashi.” Ucapku malu.

“santai saja. oya, apa Jiwon ada di dalam? Aku ingin bertemu dengannya.” Aku mengangguk dan menuntunnya menuju ruang kerja Jiwon. Jiwon terlihat sangat senang bertemu dengan yeoja yang ada disampingku kini. Mereka berpelukan dengan erat, sepertinya mereka sudah tidak bertemu dalam waktu yang lama.

“omo, kapan eonnie kembali? Kenapa tidak mengabariku hah? Apa eonnie tidak tahu kalau aku sangat merindukan Jiri eonnie. 2 tahun eonnie tak pernah memberikan kabar, aku piker eonnie telah menghilang.” ucap Jiwon dengan mengerucutkan bibirnya.

“mianhae Ji-ya… kuliah eonnie sangat sibuk di Jepang, eonnie baru sampai tadi pagi dan langsung kemari karena eonnie sangat merindukanmu.”

“eonnie membawa oleh-oleh untukku kan?” ucap Jiwon dengan menatap yeoja yang dipanggilnya sebagai Jiri tadi dengan puppy eyesnya.

“emm.. sepertinya tidak ada.” Lagi-lagi Jiwon mengerucutkan bibirnya mendengar kata-kata Jiri tadi tapi Jiri melanjutkan ucapannya, “hahhaa… mana mungkin eonnie tidak membawa oleh-oleh untukmu Jiwon. Nanti ya, eonnie belum sempat membwanya karena masih ada dalam koper.” Ucapnya sambil mencubit pipi Jiwon.

“gomawo eonnie. aaaa… Jiri eonnie, perkenalkan ini Raena eonnie dan Raena eonnie, perkenalkan ini Jiri eonnie.” ucap Jiwon setelah menyadari keberadaanku. Jiri mengulurkan tangannya dan aku menyambutnya dengan senyuman.

Aku pamit pada Jiwon dan Jiri untuk kembali ke ruanganku. Aku tidak ingin terus mengganggu nostalgia mereka berdua. Ponselku bergetar ketika aku telah duduk di kursi kerjaku. Kulihat layarnya sekilas sebelum meletakkan posnsel itu pada telinga kananku.

“yoboseo, waeyo oppa?”

“yoboseo, aniyo. Jam berapa kau pulang bekerja Rae-ya?”

“emm… sebentar lagi oppa, sekitar setengah jam lagi. Waeyo?”

“oppa akan menjemputmu di butik. Kita pulang kerumah bersama, kebetulan oppa sedang meeting di resto yang tidak begitu jauh dari sana. Apa kau keberatan?”

“aniyo oppa.”

“good, kalau begitu oppa tutup ya. Annyeong Rae-ya.”

Aku kembali sibuk dengan pekerjaanku. Dalam 20 menit, aku telah menyelesaikan semua laporan yang harus kuserahkan pada Jiwon esok hari. Kurapikan meja kerjaku dan mengambil mantel yang kusampirkan di sudut ruangan kerjaku. Aku memutuskan untuk menunggu Siwon oppa diluar.

Aku terkejut ketika melihat Siwon oppa telah berada di butik. Ia berdiri seperti patung, aku mengikuti arah pandangannya. Ia menatap Jiri eonnie yang juga baru keluar dari ruangan Jiwon dengan tatapan yang belum pernah kulihat sebelumnya. Tatapannya menyiratkan terkejut yang sangat kentara dan sepertinya juga syarat dengan emosi. Sedangkan Jiri eonnie memandangkan Siwon oppa juga dengan ekspresi terkejut lalu berubah dengan penuh rasa sedih.

Tak lama Jiwon juga keluar dari ruangan kerjanya, lagi-lagi aku melihat ekspresi terkejut. Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Apa Siwon oppa mengenal Jiri eonnie juga? Seperti kembali ke dunia nyata, Siwon oppa menatapku lalu menarik tangan kananku. Ia berlalu tanpa mengucapkan sepatah katapun pada Jiwon maupun Jiri eonnie.

Aku tersentak karena Siwon oppa menarik tanganku dengan kuat, aku menolehkan kepalaku sejenak lalu membungkukkannya sebagai ucapan perpisahan pada Jiwon dan Jiri. Jiwon membalas anggukanku tetapi Jiri eonnie sepertinya tidak menyadarinya. Ia masih terdiam, berdiri mematung, memandang Siwon oppa yang menarik tanganku.

Aku mengikuti langkah Siwon oppa yang besar dengan sedikit kesulitan. Siwon oppa membukakan pintu mobil untukku. Setelah memasang seat belt, Ia melajukan mobil sport kuningnya dengan kecepatan tinggi. Kupandangi wajahnya dari sudut mataku, wajahnya kaku. Tak ada senyuman yang selalu kusukai itu, kenapa Siwon oppa seperti ini? apa yang sebenarnya sedang oppa pikirkan. Pikirku dalam hati. Aku mengalihkan pandanganku dari wajahnya dan menyenderkan kepalaku lalu menatap ke luar jendela.

End Raena Pov

TBC…..

Gimana chingu???

Tambah gaje kah ceritanya???

Mianhae..

Jeongmal mianhae

*bow*

oya, di part ini Reri pake new poster…

hahaaa..

jelek banget ya chingu…

Advertisements

About choireri

I'm not a writter, but I LIKE writing. Siwon is my priority bias and I like YoonWon + SeoKyu too ^^ author at CRFF

Posted on July 16, 2012, in Chapter, Fan Fiction and tagged , , . Bookmark the permalink. 37 Comments.

  1. Wah masa lalu ny siwon datang mgganggu.si jiri pasti mantan kkasihny siwon y cingu?jgn sampe dech ganggu hubngany siwon ma raena.d tnggu lnjtany cingu

    • mungkin jga chingu
      atau bisa juga mantan pembantunya?
      *loh
      *ditampar jiri*

      jiri eonnie itu kata chingu gk blh ganggu wonnie ya
      >.<

      sippp
      ditunggu aja ya chingu

  2. Kereeen! Seperti biasa Reri eon, Kyo nganggep oc itu Yoona, tapi sungguh Reri eon ceritanya keren bangetz.

  3. apa-apaan ini. kenapa ada tulisan TBC di situ!!! sapa yang nulis ini!!!! ayo ngakuuuuuuu ><

    *eh iya, aku manggil km apa nih? sepertinya unni ya? :3*

  4. pasti jiri itu mantan na siwon dah??? Haduuh..Raena bkal ada saingan!!! ><
    euhm…ato jgn2 siwon na msh suka?? hhahaha…*sotoy
    lanjuuuuuttt 🙂

  5. Dtnggu nextnya eoon !!

  6. buat siwon sma raena momentnya ya…
    yg romantis..:-)

  7. ini authornya yeoja kan? aku panggil eonnie yaw. hmm eonnie sebelumnya mianhae banget ya aku komennya cuma di part 7 doang-__- soalnya binggung mau koment apa abis udah ada capt 1 sampe 7 ehehe. okee ini ff kerenn paraah dari iseng+iseng,dijodohin dan ternyata keluarga mereka deket awesome bgt coba ini cewenya yoona makin perfect ceritanya ehehe eonnieee bikin next chapt yg romantis yaw ehehe

    • omo..
      namja???
      *baru kali ini ada namja yg comment di CRFF*
      #jingkrak2
      loh????

      ne..
      authornya yeoja
      reri imnida
      bangapsemnida *bow*

      gpp kok
      reri gak ngewajibin comment
      tp seneng bgt klu ada yg nyempetin comment
      heee

      jinjja???
      reri seneng klu ada yg seneng ff gajenya reri
      hihihiiii

      bayangin aja klu yeojanya itu Yoona
      😀

      next chaptnya msh tahap penulisan tp baru 10%
      haaaa
      sabar ya
      :$

  8. hmmm eonniee aku yeojaaa-______- sesuatu abiss bzzz wkwkw gapapasih
    okeee ditunggu~^^~

  9. wkwkwk gapapa selow B-) pengennya namja ya yg komen? blh deh anggep aja aku namja xoxoxo :p

  10. wkwk abis kalo nulis galuh ade yoshe kan kepanjangan makanya disingkat jadi galuhade aja wkwk~ huakaka gapapa eonniee^^v

  11. Q nnggu part slnjtnya nh…
    G sbar…

  12. Annyeong unnie aku reader baru ini 😀
    Ini juga pertama baca ini ff dari 1 sampe 7 over all bagus unnie daebak hehe
    Lanjut ya unnie ditunggu dan jgn lama” ya ;;)

  13. mwo??siapa jiri eonnie??masa lalunya siwon oppakah??

  14. Wah tegang deh tegang nih seru ceritanya aku tunggu kelanjutannya

  15. jiri…. simeone from the past,, semoga tidak merusak..

  16. Konflik akhirnya…

Leave Your Words, Chingudeul ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: