It Started with a Dream chapter 1

Tittle                : It Started with a Dream Chapter 1

Cast                 : Choi Siwon, Im Yoona

Support Cast  : Super Generation

Genre              : Romance

Rate                 : G

Length             : Chapter 1 of (?)

Disclaimer     :

Cast Dalam ff ini merupakan tokoh real

Namun alur ceritanya ASLI dan MURNI hasil imajinasiku

DON’T BE A PLAGIATOR !!!

Fiuhh… *ngelap keringet*

Akhirnya selesai juga fairytale yang Reri buat..

Ini chapter 1 dari prolog yang Reri publish beberapa hari yang lalu…

Yes, This is YoonWon edition with SuperGeneration couple too

Hope, chingu will like the story…

Happy Reading chingudeul 🙂

Siwon Pov

sosok itu begitu berkilau, menghipnotis kedua bola mataku untuk terus menatapnya. Walau dari jauh, aku masih bisa melihat senyum dari bibirnya yang berwarna merah muda. Senyum yang sangat indah, menyempurnakan wajahnya yang putih bersih. Ia semakin mengembangkan senyumnya ketika seekor kelinci melompat kearahnya dan tanpa enggan, Ia membelai tubuh kelinci itu dengan lembut dan penuh rasa sayang.

Samar-samar aku mendengar suara seseorang dan tak lama aku melihat ada seorang gadis mendekati sosok yang seperti bidadari itu. entah apa yang mereka bicarakan, raut muka keduanya begitu serius. Sosok bidadari tadi melepaskan kelinci dari genggaman kedua tangannya dengan perlahan seolah takut jika Ia akan menyakitinya lalu Ia dan gadis yang baru datang tadi berbalik, berjalan kearah yang berlawanan dengan tempatku berdiri saat ini.

“kajimma, kajimma, kajimma…” ucapku lirih dengan tangan kanan di udara berusaha menggapai tubuhnya yang perlahan menghilang. Aku berteriak memanggilnya tapi sosok itu tetap berjalan menjauhiku seakan tak mendengar teriakanku. Aku berlari mengejarnya tapi sosok itu sudah benar-benar menghilang, seakan ditelan bumi. Argggggggg…..

Kedua mataku terbuka dan nafasku memburu, keringat dingin pun memenuhi wajah dan tubuhku. mimpi yang sama lagi, sudah seminggu ini sosoknya selalu muncul dalam mimpiku. Seakan alam bawah sadarku menariknya untuk selalu menjadi bunga tidurku.

tok tok tok

suara ketukan di pintu kamar mengembalikan kesadaranku seutuhnya. “nuguya?” teriakku.

“saya dayang Hyoyeon yang mulia putra mahkota. Maaf mengganggu tidur yang mulia tapi baginda raja dan baginda ratu sedang menunggu yang mulia untuk sarapan di ruang makan istana. Yang mulia harus bersiap-siap sekarang.” Ucapnya lembut. Hyoyeon adalah dayang yang mengurusi semua keperluanku sebagai Putra Mahkota Kerajaan Shappirieor.

Aku menyeka keringat dingin pada wajahku dan juga merapikan pakaianku yang sedikit berantakan. Setelah rapi aku berteriak “masuklah”.

Terlihat kenop pintu kamarku berputar dan tak lama Hyoyeon beserta dayang-dayang yang lain masuk dan langsung membungkuk hormat padaku. 3 dayang berlalu masuk ke kamar mandi untuk menyiapkan peralatan mandi untukku.

“yang mulia sudah bisa mandi sekarang.” Ucap Hyoyeon setelah 3 dayang tadi keluar. Aku menggangguk lalu berjalan masuk ke kamar mandi tapi aku berhenti sejenak. “dayang Hyo, setelah menyiapkan pakaian dan merapikan kamarku, kalian bisa langsung keluar. tidak perlu menungguku. sampaikan pada yang mulia raja dan ratu, aku akan segera turun.”

Aroma lavender membuat tubuhku kembali rileks. Rasanya aku ingin berlama-lama jika tidak ingat appa dan eomma sedang menungguku. Setelah selesai mandi, aku segera mengenakan pakaian kerajaanku, merapikan penampilan mulai dari rambut sampai ujung kaki dan langsung bergegas menuju ruang makan istana utama.

Eomma dan appa tersenyum sumringah menyambut kedatanganku. Aku membungkuk hormat, lalu eomma menyuruhku duduk disampingnya sedangkan appa duduk di kursinya sendiri. Puluhan jenis makanan dan buah-buahan telah memenuhi meja makan. Dayang-dayang hendak menyiapkan makanan untuk kami tapi eomma menolaknya lalu eomma mengambilkan makanan untukku dan juga appa.

Aku dan appa mengucapkan terimakasih pada eomma. Eomma memang luar biasa, tidak hanya cantik tapi eomma juga ratu yang sangat baik, cerdas dan bijaksana. Semua orang mencintai beliau, begitu pula dengan appa. Appa merupakan raja yang baik, tegas, dan bijaksana. Appa dan eomma telah memerintah kerajaan ini sejak kakek dan nenek wafat 10 tahun yang lalu. Aku sangat beruntung terlahirkan dari kedua orang tua yang sangat baik dan menyayangiku seperti mereka.

Kami makan dengan hikmat dan tenang. Hanya suara dentingan jam besar di aula kerajaan yang sama-samar terdengar. Setelah menyantap sarapan kami yang sangat nikmat, appa dan eomma mengajakku ke taman belakang yang hanya diperbolehkan untuk keluarga kerajaan. Sepertinya ada yang ingin appa bicarakan.

“seandainya masih ada Putri Seohyun disini, pasti suasana akan penuh dengan keceriaan.” Gumam eomma setelah kami duduk di bangku taman yang didesain langsung menghadap ke hamparan bunga-bunga yang terawatt dengan rapi dan indah.

“aku bisa menemani baginda ratu untuk mengunjungi Putri Seohyun jika baginda berkenan.” Ucapku dengan menatap mata eomma lembut. Eomma tersenyum mendengar ucapanku.

“tentunya eomma sangat ingin, tapi eomma tidak bisa terus-menerus mengunjungi Putri Seohyun. Ia sudah berkeluarga sekarang. Eomma bahkan terkadang lupa kalau putri kecil eomma telah menikah.” Ucap eomma dengan senyum yang mengembang.

“aku pun begitu eomma. Terkadang aku lupa kalau dongsaeng kesayanganku telah menikah. Bagaimana bisa Putri Seohyun mendahului oppanya yang tampan ini. hahaha..” eomma dan appa ikut tertawa mendengar ucapanku.

Putri Seohyun adalah satu-satunya dongsaengku, umur kami hanya terpaut empat tahun. mungkin itulah yang membuat kami sangat dekat. Seororo adalah panggilan kesayanganku padanya sedangkan Ia lebih suka memanggilku Wonwon, tentunya kami hanya bisa memanggil seperti itu jika tidak ada orang lain disekitar kami. Aturan baku  kerajaan tetap harus kami patuhi, termasuk untuk memanggil eomma dan appa. Kami hanya bisa melakukannya jika sedang berkumpul bersama tapi tetap harus memanggil dengan gelar masing-masing jika ada orang lain khususnya dewan kerajaan. Sejak 2 bulan lalu status Putri Seohyun telah berubah menjadi istri Pangeran Kyuhyun dari Kerajaan Gyugoria. karena itulah, Ia tidak tinggal lagi disini yang membuat eomma sering kesepian.

“Siwon-ah.” Ucap appa yang membuatku mendongak memandang mata appa.

“ne appa, waeyo?” tanyaku sopan.

“sebagai putra mahkota, kau juga harus segera menikah. Kau harus mempunyai seorang permaisuri sebelum menggantikan posisi ayah sebagai raja. Dewan kerajaan telah memilihkan putri yang paling pantas untuk mendampingimu kelak dan appa telah menyetujui pilihan mereka.” Kata-kata appa sontak membuatku membeku.

“sayang, apa kau telah memiliki seorang gadis yang kau cintai?” tanya eomma lembut melihat reaksiku yang membeku. Entah kenapa, ingatanku langsung tertuju pada gadis yang akhir-akhir ini selalu menghiasi mimpiku ketika mendengar pertanyaan eomma, mungkinkah aku telah jatuh cinta pada gadis itu? tidak, tidak mungkin, aku bahkan tidak yakin jika gadis itu nyata. Dia hanyalah bunga tidurku.

“emm.. aniyo eomma.” Jawabku berusaha meyakinkan diriku sendiri. Eomma dan appa tersenyum mendengar jawabanku.

“kalau begitu kau menerima perjodohan ini?” tanya appa kembali.

“jika itu yang terbaik untuk Shappirieor, tidak ada alasan untukku menolak, appa.” Jawabku diplomatis.

“kau pasti akan menyukainya sayang, menurut informasi yang eomma dapat. Banyak pangeran dari berbagai kerajaan yang juga mengaguminya, tidak hanya cantik tapi Ia juga terkenal dengan kerendahan hati serta kecerdasannya.” Ucap eomma dengan menggenggam tanganku.

“ne eomma, aku percaya pada pilihan baginda ratu dan dewan kerajaan.” Jawabku yang semakin mengembangkan senyum eomma.

“appa telah mengirim surat ke Raja Yesung untuk mengundang putrinya tinggal beberapa hari di istana kita. Appa harap kalian bisa saling mengenal terlebih dulu. Apa kau keberatan Siwon-ah?” aku menggelengkan kepalaku, “aniyo appa, kapan Ia akan tiba disini?” tanyaku.

“jika tidak ada halangan, Ia akan sampai lusa sayang.” Jawab eomma, aku mengangguk mengerti.

“appa eomma, apa boleh aku meminta sesuatu?” aku menunggu reaksi appa sebelum melanjutkan kata-kataku, appa menganggukkan kepalanya “apa besok aku boleh pergi berburu?” alis appa berkerut sebagai tanda appa sedang berpikir menimbang permintaanku.

“ne, kau boleh pergi berburu asal ditemani pengawal dan berjanji akan pulang sebelum putri dari Kerajaan Daerishi tiba. Yakso?” tawar appa.

“gomawo appa, aku janji akan tiba lebih awal dan membawakan eomma kelinci yang lucu.” Kedipku pada eomma.

End Siwon Pov

Yoona Pov

Perjalanan 3 hari dua malam dengan kereta kuda cukup membuat tubuhku seperti dihantam pepohonan, rasanya semua tulangku remuk. Rasa lelah pasti juga dirasakan oleh kedua dayang dan kelima pengawal yang menemani perjalananku. Kulirik wajah mereka satu persatu, mereka tetap tersenyum, tak menampakkan raut lelah sedikitpun. Aku pun ikut tersenyum dan sepeti magic, rasa lelahku seakan menghilang.

Perasaanku sedikit lega setelah mengetahui bahwa kami telah sampai di Kerajaan Shappirieor. Kerajaan ini sangat luas, mungkin setengah kali lebih luas dari istana kami. Bangunannya terbuat dari bebatuan yang disusun sedemikian rupa sehingga terlihat sangat indah, selain itu juga terdapat beberapa menara yang berdiri dengan kokoh menimbulkan kesan yang kuat bagi istana ini.

Kami disambut oleh beberapa dayang istana dan mereka menuntun kami ke sebuah ruangan yang luas, sepertinya ini ruangan untuk menyambut tamu. Terdapat kursi kayu panjang yang dihiasi dengan ukiran-ukiran rumit, dan pada dinding ruangan ini terpajang lukisan-lukisan abstrak yang menarik perhatianku.

“selamat datang di istana kami yang kecil ini putri.” Sapa seseorang yang mengalihkan perhatianku dari lukisan yang sedang kulihat tadi. Ia sangat cantik, sama seperti eommaku. Dari pakaian dan cara bicaranya, aku bisa menebak bahwa dia adalah Ratu Taeyeon yang dibicarakan eonnie kemarin.

Aku membungkuk hormat, “annyeong haseo baginda ratu, perkenalkan nama saya Yoona, putri Raja Yesung dan Ratu Yuri dari Kerajaan Daerishi. Senang bisa bertemu langsung dengan baginda, baginda ratu sangat cantik.” ucapku sopan. Ratu Tayeon tersenyum dengan pujianku.

“kau juga sangat cantik Putri Yoona, persis seperti apa yang orang katakan. Kau pasti sangat lelah, pelayan akan mengantarmu ke kamar dan saya akan sangat senang jika kau berkenan hadir pada jamuan makan malam nanti.” Ucap baginda ratu dengan memandang mataku lembut.

“ne, dengan senang hati yang mulia ratu.” Jawabku. Baginda ratu meninggalkan kami lalu beberapa pelayan menuntunku ke sebuah kamar yang juga sangat luas dan nyaman. Kusapu pandanganku ke penjuru kamar ini, semua peralatannya didesain dengan corak merah delima, mulai dari kasur yang berukuran king size terletak ditangah ruangan sampai ke lemari pakaian yang terletak disebelah kanan serta meja rias yang terletak di sebelah kiri kasur yang sedang kududuki saat ini.

“mianhae, kalau boleh saya bertanya, dimana kamar untuk dayang serta pengawalku?” tanyaku pada pelayan yang ada di hadapanku sekarang.

“kamar dayang anda tepat berada di sebelah kamar ini sedangkan untuk pengawal, pelayan istana telah mengantar mereka ke kamar khusus para pengawal yang tidak begitu jauh dari sini Tuan Putri.” Aku mengangguk mendengar penjelasannya, sekarang aku sudah bisa beristirahat dengan tenang setelah memastikan kalau dayang dan para pengawalku juga dapat beristirahat dengan baik.

Seseorang mengguncang bahuku “Tuan Putri, anda harus bersiap sekarang. Jamuan makan malam akan dilaksanakan sebentar lagi.” Aku mengerjapkan mataku setelah mendengar suara Sunny.

“air hangat anda telah siapa Tuan Putri.” Kali ini suara Sooyoung yang terdengar. Aku segera bangun dari kasurku dan menatap mereka berdua dengan mata menyipit.

“sudah berapa kali aku katakan, jangan panggil aku tuan putri jika hanya ada kita bertiga, cukup panggil namaku saja. Apa kalian ingin mati ditanganku hah?” ancamku berpura-pura galak, mereka tertawa melihat ekspresiku.

“ne, Yoona-ah. Cepatlah mandi, apa kau mau dicap putri pemalas karena datang terlambat di jamuan makan malam pertama hah?” ucap Sooyoung sengit.

“ne, aku akan segera mandi ibu peri.” Ucapku dengan mencubit pipi Sooyoung sebelum berlari ke dalam kamar mandi. Sunny dan Sooyoung adalah temanku dan juga Jessica eonnie sejak kecil. Mereka adalah anak dari ketua pelayan di istana kami. Bisa dikatakan kalau mereka adalah orang kepercayaan appa dan dan eomma.

Setelah selesai mandi, Sunny membantuku memakaikan pakaian yang telah disiapkan eonnie kemarin, dress warna putih yang ketat pada bagian dada sampai pinggulku sedangkan bagian bawahnya mengembang, membentuk lekuk tubuhku dengan sempurna. Selesai dengan pakaian, Sooyoung langsung merias wajahku. Ia tahu betul seleraku, aku suka riasan yang natural dan tidak berlebihan. Sooyoung mengakhiri riasannya dengan memoleskan lipbalm rasa apel pada bibir tipisku lalu Sunny melanjutkan untuk menata rambutku.

Mereka memandangi penampilanku secara menyeluruh dan mengacungkan kedua jempol padaku. aku tersenyum puas setelah melihat hasil karya mereka di cermin besar yang ada di dekat meja riasku. Sunny dan Sooyoung menggamit tanganku keluar kamar dan sudah ada 2 dayang yang menungguku untuk mengantarkanku ke tempat jamuan makan malam yang telah disiapkan baginda ratu.

Beberapa kali kami berbelok sebelum akhirnya sampai pada sebuah ruangan atau tepatnya rumah kaca. Terdapat meja makan panjang yang telah dipenuhi makanan ditengah ruangan ruangan yang dikelilingi dengan bunga-bunga yang terlihat indah karena terkena sinar lampu.

“annyeong haseo, maaf telah membuat yang mulia raja dan yang mulia ratu menungguku.” Ucapku sambil membungkuk hormat.

“aniyo, kami yang datang terlalu cepat. Yang mulia raja sudah tidak sabar bertemu denganmu Putri Yoona.” Ucap baginda ratu.

“annyeong haseo yang mulia raja, perkenalakan nama saya Putri Yoona dari kerajaan Daerishi.” Ucapku memperkenalkan diri dengan membungkuk hormat pada sang raja Leeteuk.

“annyeong haseo Putri Yoona, senang bertemu denganmu. Kau sangat cantik, benar kan Putra Mahkota Siwon?” ucap raja pada seseorang yang duduk berdampingan dengan sang ratu.

“ne.” ucapnya. Ia memandangku dengan tatapan yang sulit kuartikan. Apa ada yang salah dengan penampilanku?

Baginda raja mempersilahkanku duduk tepat berhadapan dengan seseorang yang disebut baginda raja sebagai putra mahkota tadi. Aku memperhatikannya dengan sekali-kali memandang kearahnya. Tubuhnya tegap dan wajahnya bisa kukatakan tampan. Garis rahangnya kuat dan keras memberikan kesan yang gagah namun lesung pipi pada kedua pipinya membuat penampilannya terlihat manis dan bersahaja. Hidungnya pun sangat mancung, ditambah dengan alis yang tebal serta bibir yang seksi. Kuberi nilai 9 dari 10 untuk wajahnya.

Sampai jamuan makan malam selesai, Ia hanya sesekali ikut dalam pembicaraan di meja makan ini. itu juga hanya menjawab sekenanya ketika baginda raja bertanya padanya. Ia terus berusaha menghindari kontak mata denganku. Apa memang benar-benar ada yang salah dengan penampilanku??? Suasana ini membuatku tidak nyaman.

END Yoona Pov

TBC…..

 Huwaaa…

Gaje banget ya chingudeul..

Mianhae chingu..

Semoga next chapternya lebih bagus lagi..

Gomawo for read and waiting for your comment...

🙂

Advertisements

About choireri

I'm not a writter, but I LIKE writing. Siwon is my priority bias and I like YoonWon + SeoKyu too ^^ author at CRFF

Posted on July 15, 2012, in Chapter, Fan Fiction and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 110 Comments.

  1. Annyeong unni….
    Izin baca ya unn,
    seneng banget ketemu sma FF karya unni lgi,
    aku suka klau tema ceritanya kerajaan kyak gni,
    tpi aku penasaran banget siapa gadis yg selalu ada di mimpinya wonpa
    mungkinkah itu yoona unni…?

  2. Siapa wanita yang ada dalam mimpi siwon itu ya,,
    Apa sebenarnya wanita itu nyata dan bukan hanya sekedar ada dalam minpi dan hanya bunga tidur,

    Dan apa mungkin yoona adalah wujud nyata wanita yang ada dalam mimpi siwon..??

  3. Siwon oppa terpesonanyaa segitu nyaaa banget sama yoona eonni hehe
    Pasti yoona eonni cantik banget deh siwon oppa nyampe gitu juga ,tahan oppa ntar juga dia jadi istri oppa hehe 😀

  4. pasti yeoja di mimpi wonie yoona kan#sotoy…next

  5. Keren ceritanya.. n penasaran kenapa siwon ngelihatin yoona apa dia udah terpesona dg yoona..

Leave Your Words, Chingudeul ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: