The Wedding Without Heart Part 6

Tittle                      : The Wedding Without Heart Part 6

Cast                       : Choi Siwon

Im Raena (OC) *reader bisa anggep siapa aja*

Support Cast      : You will find them

Genre                   : Romance

Rate                       : G

Length                  : Chapter 6 of (?)

Disclaimer           :

Cast Dalam ff ini merupakan tokoh real dan juga OC

Namun alur ceritanya ASLI dan MURNI hasil imajinasiku

DON’T BE A PLAGIATOR !!!

Fiuhh… *ngelap keringet*

Setelah perjuangan yang cukup panjang akhirnya part 6nya selesai juga…

Ada yang nungguin FF inikah? *chingu : gak ada* #plak

Buat yang udah baca chapter 1 sampai 5nya bisa lanjut baca tapi buat yang belum silahkan baca terlebih dulu, obrak abrik aja FF List Reri as *Chapter*

Happy Reading chingudeul 🙂

Raena Pov

Kubekap mulutku dengan tangan kananku ketika aku terbangun dan melihatnya tertidur pulas disampingku. Huh… Hampir saja aku mengulangi kejadian berteriak di apartemennya waktu itu kalau tidak segera menyadari bahwa namja yang ada disampingku ini telah resmi menjadi suamiku sejak kemarin.

Kupandangi wajahnya, mulai dari dahi, alis, mata, hidung, bibir dan pipinya. Tampan. aniya, suamiku ini bukan hanya tampan tapi sangat tampan. Aigo, apa yang kupikirkan. Harus kutanamkan dalam pikiranku bahwa dia tidak tampan, tidak sama sekali. HARUS !!!

Aku panik ketika tubuhnya menggeliat dan perlahan matanya mengerjap. Langsung kututup kedua mataku dan berpura-pura tertidur.

“Raena-ah ireona!” Aku berpura-pura menggeliatkan tubuhku setelah mendengar suaranya membangunkanku.

“emm.. kau sudah bangun Siwon-ssi? Aku masih mengantuk.” balasku dengan suara yang sengaja dilemahkan.

“benarkah???” tanyanya dengan dahi yang berkerut.

“ne.” jawabku.

“berarti pesonaku benar-benar luar biasa” jawabnya dengan mata yang mengerling.

“mwo???” jeritku.

“bahkan dalam keadaan mengantuk, matamu tak berhenti menatap wajahku dari tadi kan Raena agashi?  Aigo.. tak bisa dipungkiri, pesonaku memang luar biasa.” ucapnya dengan penuh bangga.

“mwo? Siapa yang memperhatikan wajahmu Mr. Choi Siwon? Wake up sir! Stop dreaming!” ucapku sengit.

“hahaha… I’m not dreaming. Come on, mengakulah! Kau mulai jatuh hati padaku kan Raena-ssi?” Ia mengedipkan matanya padaku.

“oh my lord…  sepertinya aku menikahi pria yang salah. Save me please.” Ucapku lirih sambil mengatupkan kedua tanganku layaknya orang yang sedang berdoa.

Ia tertawa terbahak-bahak melihat tingkahku. Aku pun ikut tertawa bersamanya. Setelah berhasil mengendalikan diriku kembali, aku beranjak dari tempat tidur ke kamar mandi terlebih dahulu. Untungnya, Siwon tidak mempermasalahkannya.

Dia sedang menelpon seseorang ketika aku keluar dari kamar mandi. Tak lama, ia menutup telpon itu dan berbalik menghadap kearahku.

“telpon dari Eomma.” Ucapnya seakan melihat raut ingin tahu dari wajahku.

“waeyo?” tanyaku.

“Eomma mengajak kita sarapan bersama di bawah. Aku mandi dulu, setelah itu kita pergi bersama. Kau tidak keberatan kan?” tanyanya.

“aniyo… cepatlah mandi” jawabku.

Sudah lebih dari 30 menit aku menunggunya dan Ia belum keluar juga. Aku mulai bosan, kuambil ponsel milik Siwon yang terletak di nakas samping tempat tidur. Kubuka playlist, ternyata Ia penggemar lagu barat. Hampir seluruh lagu yang ada di playlistnya adalah lagu barat. Setidaknya, kami memiliki selera yang sama dalam hal musik. Kututup playlistnya dan aku sempat tertegun melihat layar ponselnya. Entahlah, sepertinya aku sangat familiar dengan huruf yang ada pada wallpaper ponsel ini tapi aku tidak bisa mengingat dimana aku pernah melihatnya.

“ehem…”  aku terlonjak ketika mendengar suaranya. Langsung kuletakkan kembali ponselnya di atas nakas.

“aku hampir pingsan menunggumu selesai mandi Siwon-ssi.” Sindirku dan Ia menatapku dengan rasa bersalah.

“mianhae Raena-ssi. Lain kali aku akan berusaha lebih cepat. Ayo kita kebawah, mereka pasti sudah menunggu.”

Aku menggangguk mendengar ajakannya. Jujur saja, aku sedikit terkesima dengan jawabannya tadi. Aku pikir dia akan membalas sindiranku dengan kasar tapi tidak, Ia malah meminta maaf. Aku berusaha mencari kebohongan dari matanya. Tidak ada, Ia benar-benar serius dan tulus.

Kami berjalan dalam diam dan tak butuh waktu yang lama, kami sudah sampai di resto yang terletak di lantai dasar hotel ini. Aku sangat bahagia melihat kedua orangtuaku, mertuaku dan juga adik iparku yang menyambut kami dengan penuh senyuman. Aku mencium kedua pipi mereka satu persatu sebagai ucapan selamat pagi.

Suasana kekeluargaan diantara kedua keluarga yang telah menjadi satu ini terpancar dari gelak tawa dan senda gurau yang erat dan akrab. Belum pernah aku melihat Appa dan Eomma seperti ini, mereka terlihat sangat bahagia. Begitu pula dengan kedua mertua serta adik iparku.

Aku sangat terkejut ketika Appa dan Eomma memberitahuku bahwa mereka akan segera kembali ke Amerika karena Appa sudah sangat merindukan perusahaannya. Setelah breakfast, kami semua mengantar kedua orang tuaku ke bandara.

honey, mianhae karena Appa dan Eomma tidak bisa berlama-lama disini tapi kau jangan sedih ya sayang. Appa dan Eomma telah menyiapkan hadiah spesial untuk kado pernikahanmu.” Kata Eomma dengan menggenggam kedua tanganku.

“hemm.. tidak apa-apa Eommma, aku mengerti. Hadiah ???” tanyaku tak mengerti dengan mengerutkan alisku.

“ne.. ini hadiah dari Appa dan Eomma, paket honeymoon untuk kalian berdua.” Jawab Eomma sambil menyerahkan dua tiket padaku. Aku membelalakkan mataku ketika melihat tiket itu. Aigo, jam keberangkatannya tinggal 10 menit lagi.

Appa mertuaku menyerahkan dua koper pada Siwon dan menyuruh kami untuk segera masuk agar tidak ketinggalan pesawat. Aku hanya terpaku karena masih belum bisa mengerti keadaan ini, bukankah tadi kami hanya akan mengantar Eomma dan Appa tapi kenapa malah seperti ini.

“tidak perlu khawatir, Eommamu telah menyiapkan semua keperluan bulan madu kalian. Nikmati bulan madu kalian. Arra?” kata Appa mertuaku yang menjawab ketidakmengertianku.

Aku berpelukan dengan semua keluargaku dan kedua Eommaku mengedipkan mata padaku membuat perasaanku tidak enak. Pasti mereka merencanakan sesuatu. Siwon mengajakku segera masuk untuk check in dengan membawa kedua koper kami walau dia menolak langsung kuambil satu. Aku tidak tega melihatnya membawa dua koper sekaligus sedangkan aku tidak membawa apa-apa.

Aku menggeliat untuk meregangkan semua ototku. Tubuhku masih terasa remuk akibat perjalanan yang jauh dari Korea-Jenewa padahal aku sudah tidur selama di pesawat. Kuedarkan pandanganku ke penjuru kamar yang akan kami tempati untuk 3 hari kedepan. Kamar ini sangat indah, design interiornya sangat mewah dengan nuansa gold. Siwon mengatakan kalau Beau Rivage Geneva Hotel merupakan salah satu hotel bintang 5 yang menyediakan fasilitas kelas atas. Siwon? Dimana dia, dari tadi aku tidak melihatnya. Emm, mungkin dia hanya keluar sebentar pikirku.

Kuputuskan untuk mandi sembari menunggunya kembali ke kamar. Setelah mandi, aku kebingungan harus menggunakan baju apa. Dari semalam aku tidak mengganti pakaianku karena semua isi koperku adalah lingerie. Ini pasti ulah kedua Eommaku. Aisss.. ada-ada saja. Aku kembali mengenakan pakaian yang tadi kukenakan. Aku menyemprotkan parfum yang sangat banyak untuk menyamarkan baunya.

Siwon masih belum kembali juga, aku sudah bosan sendirian seperti ini. Aku mengenakan sepasang weadgesku dan segera keluar dari kamar. Aku sangat menikmati udara disini, sangat sejuk dan bersih.

Aku melangkahkan kakiku dan sepanjang jalan aku berdecak kagum dengan bangunan-bangunan yang terlihat sangat berseni dan antik. Kupejamkan kedua mataku dan kurentangkan kedua tanganku. Semilir angin yang sangat sejuk menerpa wajahku dan ketika kubuka mataku hamparan bukit-bukit pegunungan yang menjulang memenuhi penglihatanku. Aku sangat terpesona melihat ciptaan Tuhan ini.

Perasaan senangku langsung sirna ketika aku tidak menyadari dimana aku sekarang. Sepertinya aku sudah berjalan terlalu jauh dari hotel tadi. Otthokae? Wajahku tambah pucat karena aku tidak membawa apapun, aku meninggalkan dompet dan yang paling penting aku juga meninggalkan ponselku di kamar hotel.

Aku berusaha bertanya kepada beberapa orang dimana aku sekarang tapi mereka hanya menunjukkan wajah bingung. Ya, mereka tidak mengerti apa yang kuucapkan. Padahal bahasa inggrisku sangat lancar tapi mereka tetap tidak mengerti.

Aku sudah putus asa, aku terduduk di kursi dan mataku mulai mengeluarkan Kristal-kristal beningnya. Aku menangis sesenggukan tanpa suara. Aku mendongakkan kepalaku ketika kulihat ada orang yang mengulurkan saputangannya padaku.

Kupandangi wajahnya, Ia menatapku dengan senyuman dan menyerahkan sapu tangan itu padaku. Ia duduk disampingku dan kupandangi wajahnya dari sudut mataku. Wajahnya terlihat tidak asing, Ia memiliki raut wajah orang asia dan juga sedikit terlihat kebaratan karena hidungnya yang mancung dan matanya yang berwarna kecoklatan.

are you ok?” tanyanya setelah memastikan aku tidak menangis lagi.

“yes, I’m ok.” Jawabku lemah.

“Are you Korean?” tanyanya lagi dan aku menganggukkan kepalaku. Kulihat Ia membelalakkan matanya dan Ia mengatakan kalau Ia juga keturunan Korea. Eommanya asli Korea sedangkan Appanya asli Swiss. Aku sangat lega bisa bertemu dengannya. Ia memberitahuku kalau hanya sebagian masyarakat Jenewa yang bisa bahasa Inggris karena bahasa utama di kota ini adalah bahasa Perancis, Italia, Jerman dan Roman. Ia banyak bertanya mengenai Korea, Ia sudah pindah ke Jenewa seja kecil dan Ia sangat ingin kembali ke Korea lagi.

Aigo.. kami sudah mengobrol cukup lama, aku lupa untuk mengabari Siwon. Ia meminjamkan ponselnya, lalu aku menelpon ponselku sendiri karena aku belum menghapal nomor ponsel Siwon. Semoga Ia sekarang berada di kamar dan mengangkat telponku.

“Yoboseo.” Aku sangat lega Ia mengangkat telponku.

“Yoboseo Siwon-ssi, ini Raena. Aku…”  belum sempat aku menyelesaikan ucapanku, Siwon sudah memotongnya.

“dimana kau sekarang?”

“emm.. aniyo, aku tidak tahu namanya yang jelas disini ada air mancur ditengah danau. Aku…”

“ne, aku tahu itu dimana. jangan kemana-mana, aku akan segera kesana. Arrachi?” perintahnya lalu memutus sambungan telpon.

Ponselnya kembali berdering ketika aku mengembalikannya dan Ia segera mengangkatnya. Wajahnya terlihat serius, sepertinya terjadi sesuatu.

“emm.. mianhae agashi, aku harus segera pergi. Apa kau tidak apa-apa kalau kutinggal sendiri?” Tanyanya dengan wajah yang khawatir.

“ne.. tidak apa-apa, sebentar lagi akan ada yang menjemputku. Mianhae sudah merepotkan.” Kataku.

“hahaha.. kau tidak merepotkan, malah aku sangat senang bisa bertemu denganmu. Setidaknya bisa mengurangi kerinduanku akan Korea tapi aku harus segera pergi kalau tidak, akan ada banyak orang yang kehilangan pekerjaan. Susahnya menjadi orang penting, tidak bisa bersantai sedikitpun” Ucapnya dengan mengedipkan matanya padaku.

Kami tertawa bersama lalu Ia segera pergi ketika audi hitam menjemputnya. Ada banyak bodyguard yang mengelilinginya. Hemm.. apa Ia seorang mafia? Tapi tidak mungkin, wajahnya sangat ramah dan tampan. Aigo, bahkan aku lupa menanyakan namanya.

Aku melihat Siwon berlari ke arahku. Ia langsung memelukku yang membuat tubuhku menegang. Aku sedikit shock dengan apa yang dilakukannya saat ini. Aku hanya diam, tidak berusaha melepaskan pelukannya.

“apa kau tahu Rae-ya, aku sangat khawatir ketika tidak menemukanmu di kamar.” Ucapnya lirih yang membuatku benar-benar merasa bersalah. Apa? Rae-ya? Ini pertama kali Ia memanggilku dengan Rae-ya, bukan Raena-ssi atau pun agashi. Entah kenapa, aku merasa senang mendengar Ia memanggilku seperti itu.

“mianhae Siwon-ah, aku tadi hanya ingin jalan-jalan disekitar hotel tapi aku malah berjalan terlalu jauh dan tidak bisa kembali ke hotel. Aku sudah bertanya ke beberapa orang, tapi mereka tidak mengerti apa yang kuucapkan. Mianhae membuatmu khawatir.” ucapku tak bisa menahan tangisku.

Ia melepaskan pelukannya lalu menghapus air mataku dengan ibu jarinya “uljima, aku yang salah karena meninggalkanmu sendirian di kamar. Aku tidak tega membangunkanmu, kau terlihat sangat lelah jadi kuputuskan untuk membelikan beberapa baju untukmu terlebih dulu. Mianhae.” ucapnya tulus.

“gomawo.” ucapku menunduk. Aku tidak menyangka kalau Ia tadi pergi membelikan baju untukku. Aku sangat senang akan perhatiannya.

“kajja, ayo kita mulai jalan-jalan. Apa kau mau kembali ke hotel dulu Rae-ya?” Tanya Siwon padaku.

“aniyo… kajja, aku mau jalan-jalan…” jawabku riang.

Siwon mengajakku makan terlebih dulu, kebetulan perutku memang sudah sangat lapar. Aku memesan banyak sekali makanan. Siwon tertawa melihatku makan dengan lahap. Aku tidak menggubrisnya, yang penting aku harus memberi asupan pada cacing-cacing yang sudah menari-nari sejak tadi.

Setelah makan, Siwon mengajakku ke toko baju, Ia memilihkan beberapa baju untukku. Aku langsung mengganti bajuku dengan yang baru. Dress selutut berwarna peach ditambah dengan aksesoris kalung yang telah dipilihkan Siwon. Simple tapi cantik.

Aku pun memilihkan beberapa baju untuk Siwon, beberapa kemeja kuambil dan semuanya terlihat cocok untuknya. Kami juga membeli beberapa kacamata dan aksesoris lainnya. Aku cukup lelah belanja seharian, kami kembali ke hotel dan Siwon berjanji besok akan mengajakku untuk mengelilingi Jenewa.

End Raena Pov

Siwon Pov

Pagi-pagi sekali aku sudah melihatnya bersiap-siap, sepertinya Ia sangat excited untuk jalan-jalan hari ini. Aku berpura-pura masih tertidur ketika Rae-ya mengguncang-guncangkan bahuku untuk membangunkanku. Rae-ya? Entahlah, aku sangat senang memanggilnya seperti itu daripada Raena-ssi.

Aku menggeliat dan berpura-pura tertidur kembali tapi aku tak dapat menahan senyumku melihat Raena menatapku dengan wajah yang cemberut. Wajahnya sangat menggemaskan, aku mencubit pipinya dan langsung berlari ke kamar mandi sebelum mendapat pukulan mematikan darinya.

“Siwon-ahhhhhhh……” teriaknya dari luar. Hahaha.. Ia pasti sangat kesal sekarang.

Aku mengenakan kemeja yang kemarin dipilihkan langsung oleh Raena, berwarna biru muda. Warna favoritku selain putih dan hitam. Aku keluar dan terpukau menatapnya. Ia mengenakan dress santai berwarna biru dongker yang kami beli kemarin. Dress itu sangat simple tapi sangat indah ketika Raena mengenakannya.

Ia menatapku dengan tatapan –apa ada yang salah- lalu memperhatikan penampilannya dari atas sampai bawah. Ia terlihat semakin lucu, langsung kutarik tangannya keluar dari kamar.

you are beautiful. Kajja!” kataku dan kulihat ada semburat merah dipipinya yang membuatnya semakin terlihat cantik.

Kami makan terlebih dulu karena hari ini aku berencana mengajaknya untuk mengunjungi tempat-tempat penting di Jenewa yang pasti akan membutuhkan energi yang besar. Raena makan dengan sangat lahap dan aku sangat suka melihatnya, berbeda dari kebanyakan wanita yang membatasi porsi makannya.

Setelah kenyang, Raena langsung mengajakku untuk segera menepati janjiku mengajaknya jalan-jalan. Aku melajukan mobil sedan yang sengaja kusewa sampai esok hari dengan santai. Aku membiarkan atapnya terbuka sehingga kami masih bisa menikmati pemandangan yang ada di sepanjang jalan dengan leluasa.

Jenewa terkenal sebagai kota pusat seluruh  diplomasi dunia dan kerjasama internasional, secara luas dianggap sebagai kota global, terutama karena kehadiran sejumlah organisasi internasional yang bermarkas di kota ini. Untuk kunjungan pertama kami, aku mengajak Raena memasuki gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa(PBB). Meskipun kami diawasi dengan pelayanan yang ketat, Aku melihat Raena sangat senang bisa berkunjung langsung kesini.

Setelah puas melihat-lihat gedung PBB, aku mengajak Raena untuk melanjutkan perjalan kami ke International Red Cross and Red Crescent Museum. Selesai mengelilingi Red Cross, aku mengajak Raena untuk makan siang terlebih dulu karena perutku sudah tidak bisa diajak berkompromi lagi. Raena memintaku untuk makan siang di cafe yang terletak di pinggir jalan. Makanan disini juga sangat nikmat ditambah dengan pemandangan kota yang rapi dan udara yang terbebas dari polusi.

Kami melanjutkan perjalanan ke CERN Univers de particules. Tidak hanya kesenangan berjalan-jalan tapi dengan mengunjungi museum sains ini banyak juga ilmu yang kami dapat yang dijelaskan dengan menarik.

Cathedrale de St-Pierre adalah kunjungan wisata terakhir kami untuk hari ini. Katedral ini memiliki arsitektur yang indah, kita bisa melihat pemandangan seluruh kota dari puncak menaranya. Aku juga mengajak Raena untuk berdoa sebentar, setelah itu aku mengajaknya kembali ke hotel.

Aku ingin memanfaatkan dengan baik hari terakhir liburan kami di Jenewa, hari ini aku kembali mengajak Raena berjalan-jalan. Tempat yang pertama kami kunjungi adalah Flower Clock. Jam besar ini dipenuhi dengan bunga-bunga yang indah. Kami mengambil banyak selca disini.

Lake Geneva adalah objek wisata kami berikutnya. Danau ini menyajikan pemandangan yang sangat indah. Kami juga mencicipi anggur yang dihasilkan langsung dari kebunnya. Tidak puas hanya melihat pemandangan dari daratan, Aku mengajak Raena untuk menaiki perahu yang sengaja disewakan oleh masyarakat di daerah ini. Kami mengelilingi Lake Geneva. Saking usilnya, aku dan Raena malah saling mencipratkan air danau dari atas perahu.

“emm.. Siwon-ah bajuku basah semua. Kau harus bertanggung jawab.” Ucap Raena dengan mengerucutkan bibirnya ketika kami telah keluar dari perahu.

“kau kan yang memulainya duluan Rae-ya.” Balasku dengan menjulurkan lidah.

“aniyo… huh…” jawabnya kesal.

“ne.. setelah ini kita belanja lagi ya sekaligus membelikan oleh-oleh untuk Appa, Eomma dan Jiwon.” Ucapku seraya mencubit pipinya gemas. Ia tersenyum dengan lebar dan lagi-lagi kami mengambil selca sebagai kenangan di danau yang indah ini.

Kami membeli banyak sekali oleh-oleh, mulai dari baju, pernak-pernik dan semua hal yang menurut kami bagus. Puas dengan berbelanja, aku mengajak Raena ke Jet d’Eau tempat Raena tersesat kemarin. Kami duduk di bangku yang tersedia di sepanjang tepi danau. Kami menikmati air mancur yang menjulang setinggi 140 meter di hadapan kami sambil makan beberapa makanan cepat saji yang kami beli tadi.

“neomu kyeopta.” Ujar Raena.

“tapi masih kalah cantik dengan wanita yang ada disebelahku ini.” godaku yang mendapatkan cubitan dari Raena.

Setelah menghabiskan makanan kami, aku mengajak Raena kembali ke hotel. Perjalanan hari ini sangat melelahkan tapi sangat menyenangkan. Entah kenapa aku sangat ingin membuat Raena bahagia selama honeymoon kami.

___

Aku mengenakan kemeja panjang dan dibalut dengan jas semiformal begitu pula dengan Raena, Ia mengenakan dress terusan panjang berwarna merah muda. Rambutnya ia biarkan terurai dan bergelombang, menambah kecantikannya malam ini.

Berhubung ini malam terakhir kami di Genewa, aku telah mengajak Raena untuk makan malam spesial. Aku menutup mata Raena dan menggandengnya menuju taman belakang hotel yang telah disulap menjadi tempat yang sangat romantis.

Raena menutup mulutnya dengan kedua tangannya ketika aku membuka matanya, Ia terlihat sangat terpesona dengan apa yang dilihatnya. Terdapat satu meja di tengah taman yang dikelilingi oleh lilin-lilin dan taburan bunga berwarna warni yang sangat indah.

Kami menikmati setiap makanan yang disajikan dengan sangat menarik dan rasanya juga sangat lezat. Setelah menghabiskan makan malam, aku mengajak Raena untuk berdansa. Raena mengalungkan kedua tangannya pada leherku sedangkan tanganku melingkar pada pinggulnya. Kami bergerak pelan mengikuti alunan musik yang semakin menambah suasana ini menjadi sangat romantis.

“gomawo oppa.” Ucap Raena dengan pelan hampir tidak bisa kudengar jika suasana disini yang tenang. Pertama kalinya Raena memanggilku oppa. Aku tersenyum padanya untuk mengungkapkan rasa senangku.

“cheonma. Apa kau menyukainya?” tanyaku.

“sangat. Aku sangat menyukainya.” Jawabnya dengan memandang mataku. Aku semakin mempererat lingkaran tanganku pada pinggulnya dan kami sama-sama terdiam, menikmati suasana ini.

Aku menggandeng tangan Raena ketika kami kembali ke kamar hotel. Ia tidak menolak dan membalas genggaman tanganku dengan erat. Sampainya di kamar, aku mempersilahkan Raena ganti baju terlebih dulu, setelah Ia selesai baru aku juga mengganti bajuku.

Ia telah berbaring di ranjang kami ketika aku keluar dari kamar mandi. Aku ikut berbaring disampingnya. Suasana ini sedikit akward, aku melihat wajah Raena sedikit tegang.

“emm.. Rae-ya, apa kau lelah?” tanyaku memecah keheningan.

“cukup lelah oppa tapi aku sangat senang. Gomawo oppa untuk hari ini.” jawabnya lembut.

“ne.. aku juga senang kalau kau senang. Tidurlah Rae-ya, besok kita akan berangkat pagi-pagi sekali.” Ucapku.

“ne.. oppa juga harus tidur. Jaljayo.” Ucapnya kemudian hendak berbalik ke arah samping, aku menahannya. Aku mendekatkan diri padanya, lalu mencium keningnya cukup lama.

“jaljayo Rae-ya.” Ucapku dengan lembut dan masih kulihat raut keterkejutan dari wajah Raena. Aku menutup mataku dan kulingkarkan tangan kananku pada bahunya. Walau pernikahan ini diawali tanpa cinta tapi aku ingin tetap membuatnya bahagia berada disampingku.

TBC…

Gimana chingu gajekah?

Mianhae ya kalau kurang dapet feelnya mungkin karena TWWH udah lama banget nggak dilanjutin jadi sedikit susah pas ngelanjutin nulisnya. #slap

Walau gaje tetep di comment ya chingu..

Gomawo…

*bow*

Advertisements

About choireri

I'm not a writter, but I LIKE writing. Siwon is my priority bias and I like YoonWon + SeoKyu too ^^ author at CRFF

Posted on July 1, 2012, in Chapter, Fan Fiction and tagged , . Bookmark the permalink. 25 Comments.

  1. Aigoooo woonie baik banget. Nggak cinta tapi tetap berusaha untuk membuat raena senang 😮

  2. Penasaran spa cow misterius yg nolongin raena?siwon so sweet bnget.d tnggu lnjtany cingu

    • Emm…
      Siapa ya?
      Eonnie aja gk tau
      *loh?
      Heheeeeee

      Mungkin di part selanjutnya bru dimunculin lagi
      \(´▽`)/

      Benerr chinguu
      Klu sama wonnie yg romntis gitu
      Wlu gk cinta jg bakal cinta
      *lol

  3. oh.. ff ini udah publish. aku nunggu lanjutannya lama bgt chingu. hoho^^

    cieeee honeymoon. tapi kok ga ngapa2in? /plakk /pervert
    itu siapa yg nolong rae? semoga cm cameo ga penting deh.. jgn sampe itu donge atau siapapun yg ngerusak hbgn siwon sm rae. huhuhu

    ditunggu next part 🙂

  4. honeymoon nggak ngapa2in ini???!!! Ottokhae!
    Oppa udh diajarin kok nggak dipraktekin sih, ckckckck

  5. Sukaaaaaaaaaaaaa!!! 🙂
    Tapi,,honeymoon na cuman jalan2 doang ini??? Haduuuh..
    spt na siwon perlu tutorial dr hyuk…kkekekek xp
    Next part yg suruh akh…hhehehe.. Fighting~~!

  6. Kereeen Reri eonnie! Kyo suka bangetz! Aku anggap oc itu Yoona eonnie, hehehehe…..

  7. omo…so sweet…! 🙂

  8. Woah oppa suami yg perfect

  9. Aturan make acara nc kek… Kwakakakak.

  10. Dugaanku slh konfliknya G̲̣̣̣ά̲̣̥ nongol2.

  11. Huaaaaa wonnie so sweett bangettt>< , aduhh honeymoonnya ga bikin baby nih eon? Kurangg nendangg , aduh siwon gimana sih nih -_- /plak/ wkwkwkwk …
    Okeee next chapp penasaran sama ceritanyaa^^

  12. Blum ad konflik yaa

  13. wih romantis amat mereka ini hehehe

Leave Your Words, Chingudeul ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: