My Love is always for You

Tittle                      : My Love is always for You

Cast                       : Seohyun

Cho Kyuhyun

Support Cast      : You will find them

Genre                   : Romance

Rate                       : PG 17

Length                  : Oneshoot

Disclaimer           :

Cast Dalam ff ini merupakan tokoh real dan milik Tuhan YME

Namun alur ceritanya ASLI dan MURNI hasil imajinasiku

DON’T BE A PLAGIATOR !!!

SeoKyu shipper merapat ^^

FF ini sengaja Reri buat sebagai kado ultah Seohyun eonnie…

Saengil chukkae SeoBaby :*

Happy Reading chingudeul 🙂

“Sohyun-ah, gwenchana?” tanya Tiffany eonnie padaku.

“emm.. ne. aku baik-baik saja eonnie.” jawabku dan berusaha tersenyum pada Tiffany eonnie.

“apa kau yakin? Dari tadi eonnie perhatikan, kau tidak konsentrasi latihan. Apa kau sakit? Atau apa karena berita di televisi? Jangan pikirkan, itu hanya gossip. Percayalah pada Kyuhyun, arra?” ucap Tiffany eonnie dengan menatap mataku lembut. Aku menganggukkan kepalaku dan mengucapkan terimakasih atas perhatiannya.

Hemm.. sebenarnya memang aku sedang memikirkan Kyuhyun oppa, sudah lebih dari seminggu Kyuhyun oppa tidak memberi kabar. Jangankan mengangkat telpon, smsku pun tak ada yang dibalas. Aku sangat khawatir karena tak biasanya oppa seperti ini.

Aku khawatir bukan karena berita yang beredar di televisi tentang kedekatan oppa dengan Victoria eonnie. Aku percaya Kyuhyun oppa tidak akan selingkuh atau apapun juga karena aku yakin oppa adalah namja yang baik. Yang aku khawatirkan adalah kalau sesuatu terjadi pada oppa. Aku takut kalau oppa jatuh sakit, mengingat jadwal Super Junior yang sangat padat dalam mempersiapkan album baru mereka yang akan dirilis awal Juli nanti.

“Kyuhyun oppa, semoga kau baik-baik saja.” Ucapku dalam hati.

Aku harus fokus. Aku tidak mau hanya karena aku, latihan kami sore ini berantakan. Kusambut uluran tangan Tiffany eonnie dan kami kembali latihan bersama setelah istirahat selama 15 menit. Sudah lama kami tidak latihan dengan semua member seperti ini karena masing-masing member sedang sibuk dengan jadwal solo selain aku, Tiffanny dan Taeyeon eonnie yang tetap bersama dalam sub-unit TaTiSeo.

Dalam sejam, kami sudah menyanyi dan menarikan beberapa lagu hits dari album The Boys sampai album yang pertama. Sifat usil Yoona eonnie kembali kambuh ketika musik ‘Oh’ telah dimainkan. Ia tidak ikut menari yang membuat Taeyeon eonnie bertanya “Yoong, kenapa kau tidak ikut menari” dan Yoona eonnie hanya menjawab “aku tidak mau menari eonnie, bagaimana bisa aku menari disaat pesona Hyoyeon eonnie mengalahkan pesonaku sekarang. Hyo eonnie, kenapa kau sangat hebat dalam menari? Aku benar-benar iri.”

Serempak kami tertawa, mimik muka Yoona eonnie sangat lucu dengan mengerucutkan bibir seperti itu. Kami terbiasa bercanda seperti ini. Selain untuk mengurangi kejenuhan akan jadwal yang seakan mencekik juga bisa membuat kami semakin akrab. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupanku jika tidak bisa bertemu dengan kedelapan eonnieku dalam waktu lama. Mereka adalah keluarga kedua bagiku. Kami saling memperhatikan satu sama lain, saling menyuport dengan cara kami sendiri dan yang paling penting kami saling menyayangi.

Kami tidak menolak ketika Taeyeon eonnie mengajak kami makan terlebih dulu sebelum pulang ke dorm. Kali ini Sunny eonnie membujuk Hyoyeon eonnie untuk mentraktir kami dengan wajah aegyonya. Tanpa berpikir dua kali, Hyoyeon eonnie langsung menyetujuinya, hitung-hitung untuk merayakan kesuksesan Hyoyeon eonnie dalam “Dancing with the Star 2”.

Sooyoung menantang Yoona eonnie untuk menghabiskan makanan yang mereka pesan dengan cepat. Sebelum dimulai lomba pun sudah dipastikan siapa pemenangnya. Sooyoung eonnie memang kuat makan tapi eonnie tetap memiliki tubuh yang ideal. Inilah yang membuat beberapa member iri pada Sooyoung eonnie karena eonnie tidak perlu susah-susah menjalani diet untuk menjaga bentuk tubuh indahnya.

Sudah pukul 8 malam ketika kami sampai di dorm. Aku langsung beranjak ke kamar mandi, aku benar-benar merasa gerah. Guyuran air hangat membuat tubuhku kembali rileks tapi tetap aku tidak bisa menghilangkan Kyuhyun oppa dari kepalaku. Aku selalu memikirkannya, sedang apa oppa sekarang?

Aku mengenakan piyama tidurku dan mulai merebahkan diriku di kasur. Rasanya sangat nyaman, kupejamkan mataku tapi aku kembali memikirkan Kyuhyun oppa. Aku membuka mataku lagi dan mengambil ponselku. Kupencet angka 3 sebagai panggilan cepatku pada Kyuhyun oppa. Kenapa 3 karena 1 dan 2 khusus untuk eomma dan appa.

Kuhembuskan nafasku karena Lagi-lagi Kyuhyun oppa tidak mengangkat telponku. Aku tidak boleh berfikiran negatif, mungkin oppa memang sedang sibuk. Kuputuskan untuk mengirim sms pada Kyuhyun oppa sebelum aku tertidur.

“Annyeong oppa.. oppa baik-baik saja kan? Jangan lupa makan dengan teratur dan istirahat yang cukup. Aku tidak mau kalau oppa sampai sakit. Jaljayo.”

Karena ada beberapa kendala, jadwal pemotretan TaTiSeo diundur esok hari sehingga hari ini kami benar-benar free. Taeyeon dan Tiffany eonnie sangat senang karena waktu free seperti ini sangat langka. Tiffany eonnie mengajak kami untuk window shopping. Tentu saja Taeyeon eonnie setuju tapi aku menolak dengan halus. Bukannya aku tidak suka berbelanja tapi hari ini aku berencana untuk bertemu dengan Kyuhyun oppa.

Aku menanyakan jadwal Kyuhyun dari managernya Super Junior yang lebih terkenal dengan sebutan ‘Prince Manager’ karena selain tampan, oppa juga sangat baik dan ramah. Ternyata hari ini adalah jadwal Kyuhyun oppa untuk latihan vocal di studio.

Aku melesat dengan menggunakan taksi menuju studio latihan Super Junior. Aku tersenyum membayangkan bertemu dengan Kyuhyun oppa. Kuakui, aku sangat merindukannya. Aku rindu suara emasnya, aku rindu perhatiannya dan aku juga rindu sifat evilnya.

Belum sempat aku turun dari taksi, aku melihat Kyuhyun oppa keluar dengan mobil pribadinya. Emm.. mungkin oppa akan makan siang. Tapi kenapa hanya sendiri tidak bersama oppadeul yang lain? Aku menggelengkan kepalaku dan kuputuskan untuk mengikutinya dan berniat untuk memberinya surprise.

Kyuhyun oppa memarkirkan mobilnya di depan toko perhiasan, untuk apa oppa pergi ke toko perhiasan? Aku semakin penasaran. Aku turun dari taksi setelah oppa masuk ke dalam toko. Kyuhyun oppa menyapa seorang yeoja di dalam toko itu. Aku tidak bisa melihat dengan jelas siapa yeoja itu karena tertutup oleh tubuh Kyuhyun oppa.

Langkahku terhenti ketika mengetahui siapa yeoja yang ada disamping Kyuhyun oppa. Walaupun menggunakan masker, aku sangat mengenal wajah itu. Victoria eonnie. Aku bisa memastikam kalau itu adalah Victoria eonnie.

Perlahan aku melangkah mundur dan menghentikan taksi dengan tangan yang bergetar. Pikiranku kacau, apa berita-berita itu benar?  Apa bukan hanya gossip ? Kyuhyun oppa, apa kau benar-benar menghianatiku?

Aku berlari menuju kamarku ketika sampai di depan dorm SNSD. Aku berusaha menahan tangisanku tapi akhirnya tangisanku pecah ketika telah sampai dalam kamarku. Aku membenamkan wajahku di boneka kelinci yang diberikan Kyuhyun oppa sebagai hadiah pada anniversary kami yang pertama.

Kyuhyun oppa, kenapa oppa melakukan ini padaku? apa salahku oppa? Apa aku telah mengecewakan oppa? Wae????? Pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar di kepalaku. Semakin aku mengingat kejadian tadi, semakin deras air mataku bergelinang.

“Seohyun-ah, ireona. Ayo kita makan malam dulu.” Sayup-sayup aku mendengar suara Taeyeon eonnie. sepertinya aku tertidur karena terlalu banyak menangis tadi. Aku beranjak bangun tapi rasanya kepalaku berdenyut-denyut dan badanku sempoyongan. Taeyeon eonnie menahan tangan kananku dan menuntunku kembali duduk.

“waeyo? Apa kau sakit? Kenapa matamu sembab? Apa kau habis menangis Seohyun-ah?” Taeyeon eonnie menyerangku dengan pertanyaan yang bertubi-tubi.

Bukannya menjawab pertanyaan Taeyeon eonnie, aku malah menangis dan semakin lama tangisanku semakin kencang yang membuat Taeyeon eonnie panik serta Tifffany eonnie yang langsung masuk ke kamarku.

“waeyo ?” tanya Tiffany eonnie pada Taeyeon eonnie tapi Taeyeon eonnie hanya mengangkat bahunya sebagai jawaban. Tiffany eonnie memelukku dan mengelus pundakku. Aku merasa sedikit tenang sekarang.

“eonnie, apa salahku? Kenapa Kyuhyun oppa menghianatiku?” ucapku terbata-bata.

“mwo? Menghianati? Apa maksudmu?” pekik Taeyeon eonnie.

“aku melihat Kyuhyun oppa jalan dengan Victoria eonnie tadi siang. Apa salahku eonnie? kenapa Kyuhyun oppa melakukan itu?” ucapku masih dengan tangisan.

“apa kau yakin saeng? Mungkin kau salah lihat atau mungkin mereka hanya bertemu biasa saja. Percayalah pada Kyuhyun.” Ucap Tiffany lembut.

“aku sangat yakin. Aku juga ingin mempercayai Kyuhyun oppa, tapi aku melihat mereka jalan berdua dengan mataku sendiri eonnie. selama ini, aku hanya diam menanggapi semua berita di televisi tentang kedekatan mereka. Aku berpikir, mungkin itu hanya gossip murahan tapi setelah melihat sendiri, aku tidak tahu siapa yang harus kupercayai lagi eonnie.” jawabku dengan nafas yang memburu.

“cupcupcup, uljimma. Kau harus kuat saeng, ingatlah hubungan kalian berdua sudah berjalan lebih dari 2 tahun. Lebih baik, kau tanyakan langsung pada Kyuhyun agar semuanya jelas. Mungkin ini hanya salah paham saja.” Ucap Taeyeon eonnie untuk menenangkanku.

Aku kembali menangis dan Taeyeon serta Tiffany eonnie memelukku. Tiffany eonnie memaksaku untuk makan malam setelah memastikan tangisanku mereda. Aku menolaknya karena aku benar-benar tidak ada nafsu makan. Akhirnya Tiffany eonnie menyerah dan aku kembali ke atas tempat tidur. Aku hanya ingin istirahat, melupakan semua beban yang memenuhi kepalaku.

Aku sedikit lega karena hari ini jadwal kami sangat padat. Aku menyibukkan diri agar tidak mengingat kejadian kemarin lagi. Sangat sulit, tapi aku harus menunjukkan profesionalitas kerjaku. Aku tidak ingin terlihat menyedihkan, aku harus tetap ceria. Taeyeon dan Tiffany eonnie memberikan semangat padaku.

3 jam kami menjalani photo shoot sebagai bagian dari promosi subunit dengan beberapa majalah terkenal. Dilanjutkan dengan menjadi bintang tamu dalam talk show baik di televisi maupun radio. Tak bisa dipungkiri bahwa ini sangat melelahkan tapi juga sangat menyenangkan. setidaknya, aku bisa melupakan sejenak apa yang telah Kyuhyun oppa lakukan dibelakangku.

“Seohyun-ah, kita makan terlebih dulu ya. Eonnie sangat lapar.” Aku hanya menggangguk pada Taeyeon eonnie. Saat ini aku sama sekali tidak lapar dan sejujurnya aku sangat mengantuk, tapi aku tidak ingin menjadi maknae yang egois. Taeyeon eonnie sudah  sangat baik padaku.

Kami menuju restoran favorit kami yang terletak tidak jauh dari dorm SNSD. Resto ini buka 24 jam dan satu hal yang membuat kami menyukai tempat ini, kami tidak perlu mengenakan masker dan penyamaran lainnya karena lantai atas resto ini di desain khusus untuk tamu VIP yang menjamin privasi kami dari siapapun.

“Seohyun-ah, tidak apa-apa kan kalau kau sendiri dulu disini. Eonnie dan Tiffany ingin ke toilet sebentar.” Tanya Taeyeon eonnie.

“ne..” Aku menyibukkan diriku dengan memainkan ponsel. Apa yang kuharapkan? Tidak mungkin ada telpon atau pun sms dari Kyuhyun oppa. Mengingat nama Kyuhyun oppa membuat perasaanku tak karuan. Aku mendongakkan kepalaku, mencegah agar air mataku tidak kembali tumpah.

Saengil chukkae hamnida

Saengil chukkae hamnida

Saengil chukkae uri Seohyun

Saengil chukae hamnida

Aku terkejut ketika Taeyeon eonnie menyanyikan lagu selamat ulang tahun dan membawa kue ulang tahun diikuti dengan semua member SNSD.

“saengil chukkae uri maknae.. ayo cepat make a wish dan tiup lilinnya.” Pekik Hyoyeon eonnie. aku menutup kedua mataku lalu berdoa kemudian meniup lilin dengan angka 22. Semua member bertepuk tangan dan aku mulai memotong kue untuk semua eonnieku. Kue pertama aku berikan pada sang leader yang baik hati, Taeyeon eonnie lalu Tiffany, Jessica, Hyoyeon, Sunny, Yuri, Sooyoung, dan terakhir pada Yoona eonnie.

Aku sangat terharu karena aku sendiri lupa kalau hari ini adalah hari ulang tahunku. pesta ini sederhana tapi sangat berarti bagiku, penuh dengan canda tawa. Aku semakin terharu saat semua member memberiku kado ulang tahun. Aku sangat bersyukur memiliki eonniedeul yang sangat menyayangiku. Kami berpelukan dan suasana disini penuh haru.

Sooyoung eonnie mengembalikan keceriaan saat menantang Yoona dan Yuri eonnie untuk menghabiskan kue ulang tahun serta makanan yang masih ada di atas meja. Terang saja Yuri eonnie menolak, tapi Sooyoung eonnie berhasil memaksa dengan ancaman akan memberi tahu Taecyeon oppa kalau sebenarnya Yuri eonnie telah lama menyukainya.

Suasana disini penuh dengan gelak tawa ketika melihat ekspresi tidak percaya Sooyoung eonnie dikalahkan Yoona eonnie. wajahnya sangat lucu, belum pernah aku melihat ekspresi Sooyoung eonnie seperti ini.

“Hyun, I’ll take you at 7pm. Be ready :*” kubaca ulang sms yang baru saja kuterima dari nomor yang tidak kukenal. Hyun? Hanya Kyuhyun oppa yang memanggilku seperti itu. Apa ini sms dari oppa? Tapi kenapa oppa menggunakan nomor yang berbeda?

“waeyo? Kenapa wajahmu bingung seperti itu Seohyun-ah?” tanya teyeon eonnie lalu kutunjukkan sms yang tadi kuterima.

“aku bingung eon, siapa yang mengirim sms itu padaku. gaya smsnya seperti Kyuhyun oppa tapi kenapa oppa tidak menggunakan nomornya ?”

“molla tapi kau harus bersiap-siap sekarang. Sebentar lagi pukul 7, Kau harus tampil cantik.” Taeyeon eonnie menarik tanganku dan mulai memilihkan baju, memakaikan make up serta memilihkan high heel untukku. Aku hanya pasrah dengan apa yang dilakukan eonnieku ini.

“tarrraa… you are so beautiful uri seohbaby.” Ucap Taeyeon eonnie puas dengan hasil karyanya.

Taeyeon eonnie memilihkan dress pink dengan lengan terbuka dan sedikit di atas lutut yang dipadukan dengan high heel putih 9 cm. Riasan wajahku natural tapi terlihat lebih segar. Aku ikut tersenyum melihat pantulan tubuhku di cermin.

“emm… tapi eonnie, apa aku harus bertemu dengan Kyuhyun oppa? Aku belum siap eon?” ucapku lemah.

“kau harus siap saeng, ini hari ulang tahunmu. Aku yakin, kemarin hanya salah paham. Percayalah pada Kyuhyun.” Ucap Taeyeon eonnie tegas.

Ting tong

Taeyeon eonnie menarik tanganku keluar dari kamar ketika mendengar bel dorm kami berbunyi. Aku melihat Taeyeon eonnie lagi sebelum membuka pintu. Taeyeon eonnie memberiku semangat. Kutarik nafas dalam lalu kuputar kenop pintu.

Sebuket besar mawar merah memenuhi penglihatanku. Sedetik kemudian, Ia memberikan mawar itu padaku.

“Saengil chukkae jagiya.” Ucap Kyuhyun oppa lembut dan menatap mataku dalam. Aku menerima mawar yang Ia berikan lalu Kyuhyun oppa menarikku dan mencium keningku dengan dalam. Apa yang harus kulakukan sekarang? Aku masih marah padanya tapi tidak bisa kupungkiri, aku sangat merindukan sentuhan lembut Kyuhyun oppa.

Kyuhyun oppa menghentikan mobilnya. Dimana ini? aku belum pernah ketempat ini sebelumnya. Kyuhyun oppa tersenyum padaku, lalu turun dan membukakan pintu mobil untukku. Kyuhyun oppa juga menyambut tanganku, tingkahnya seperti pangeran. Yah, dia adalah pangeranku. My prince charming.

Kyuhyun oppa menggenggam tanganku lalu kami menaiki lift. Sekarang kami berada di atap gedung, pemandangan disini sungguh indah.

Aku menatap tak percaya pada Kyuhyun oppa. Dihadapanku sekarang terdapat sebuah meja yang dikelilingi dengan lilin berbentuk love serta terdapat banner besar yang bertuliskan “Happy Birthday Jagiya Hyun”.

Kyuhyun oppa menarikkan kursi untukku. Oppa menghidupkan kue ulang tahun yang merupakan miniatur kami berdua. Selain bentuknya yang unik, juga terdapat inisial kami berdua pada kue yang berwarna biru langit ini. “SeoKyu”.

Aku meniup lilin itu setelah mengucapkan doa dalam hati. Oppa bangkit dan kembali mencium keningku. Aku tersentak karena sekarang oppa berlutut dihadapanku. Kyuhyun oppa mengambil sesuatu dari saku jasnya. Ia membuka kotak kecil itu.

“Jagiya, semoga kau menyukainya.” Kyuhyun oppa memakaikan cincin itu pada jari manisku. Cincin ini sangat indah. Aku sangat menyukainya.

Kyuhyun oppa berdiri lalu menarik tanganku. Sekarang kyuhyun oppa memelukku dari belakang. Tangan kami saling berpegangan diatas perutku. Kyuhyun oppa menyanyikan lagu untukku. Suaranya sangat merdu. Aku menyenderkan kepalaku pada dada bidangnya menikmati pemandangan indah dihadapan kami dan suara indah Kyuhyun oppa.

“oppa.. apa aku boleh bertanya sesuatu?” ucapku memecah keheningan diantara kami.

“ne.” jawabnya lembut.

“emmm… sebenarnya ada hubungan apa oppa dengan Victoria eonnie. aku melihat kalian berdua di toko perhiasan 2 hari yang lalu.” Ucapku lirih.

“aku dan Voctoria hanya bersahabat. Aku meminta bantuannya memilihkan kado untukmu. Ia menyarankan untuk memberimu cincin. Itulah kenapa kami ada di toko perhiasan itu. Kau percaya padaku kan Hyun?” oppa membalikkan badanku dan kini mata kami bertatapan. Aku melihat kesungguhan dari mata Kyuhyun oppa. Bodohnya aku sempat meragukan cinta Kyuhyun oppa.

“ne.. aku sangat mempercayai Kyuhyun oppa.” Jawabku tegas.

“gomawo jagiya. You must trust me, my love is always for you.” Aku tersenyum mendengar kata-kata Kyuhyun oppa. Perlahan wajah oppa mendekat pada wajahku. Aku bisa merasakan hembusan nafas Kyuhyun oppa. Bibir oppa menyapu lembut bibir mungilku, aku pun membalas ciuman Kyuhyun oppa. Oppa menekan kepalaku dan memperdalam ciuman kami.

“Happy birthday jagiya.” Bisik oppa setelah melepaskan ciuman kami.

“gomawo oppa…” ucapku lalu memeluk tubuh Kyuhyun oppa. Aku menghirup wangi tubuh Kyuhyun oppa yang sudah sangat kurindukan. Kyuhyun oppa balas memelukku dan membelai rambutku dengan lembut.

Aku teringat sesuatu lalu mendongakkan kepalaku yang membuat Kyuhyun oppa mengernyitkan alisnya.

“waeyo jagiya?”

“oppa jahat padaku.” ucapku kesal.

“mwo?” tanyanya tak mengerti.

“kenapa oppa tidak pernah menjawab telponku atau paling tidak membalas smsku. Seminggu lebih oppa mengabaikanku. Apa oppa tidak tahu, aku sangat khawatir.” Ucapku meluapkan rasa marahku.

“mianhae jagiya. Sooman sajangnim menahan semua ponsel kami selama persiapan album Super Junior 6jib. Tadi saja aku diam-diam meminjam ponsel Han ahjumma untuk mengirimkan sms padamu. Jangan marah lagi ya sayang. Bersabarlah, setelah album kami keluar, Sooman sajangnim berjanji akan mengembalikan ponsel kami.” Rasa kesalku langsung hilang setelah mendengar penjelasan Kyuhyun oppa.

“ne.. I’ll be patient. aku pasti akan sangat merindukan oppa.” Ucapku lirih.

“aku juga akan sangat merindukanmu jagiya, my hyun.” Ucap oppa dengan mengedipkan matanya.

Aku kembali menyusupkan kepalaku pada dada bidangnya. Lalu oppa menyanyikan lagu “I’m Yours” dari Jason Mraz. Jujur saja, aku lebih menyukai suara Kyuhyun oppa daripada Jason. Suara oppa memang sangat merdu.

“jagiya, aku sangat lapar. Kita mulai makan ya.” Rengek Kyuhyun oppa manja. Aku mengangguk lalu kami mulai menikmati makanan yang telah tersedia di atas meja.

Aku tidak akan pernah meragukan kesetiaan Kyuhyun oppa lagi dan aku berjanji akan mempercayai Kyuhyun oppa sepenuhnya. Aku berdoa, semoga Kyuhyun oppa selalu ada disampingku sampai maut memisahkan kami.

END…

Happy Birthday uri SeohBaby…

Best wishes for you eonnie…

Hopely, SeoKyu is real relationship…

Advertisements

About choireri

I'm not a writter, but I LIKE writing. Siwon is my priority bias and I like YoonWon + SeoKyu too ^^ author at CRFF

Posted on June 28, 2012, in Fan Fiction, Oneshot and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 40 Comments.

  1. So sweet…mantappp

  2. kasian Seo yak dianggurin selama seminggu 😦
    tapi seneng habis itu Kiyu ngasi kejutan romantis bwt Seo.. Love this couple to death! :*

  3. anyeong.. waw daebak deabak

  4. Ga’ da yoonwon xa

  5. So sweet…

Leave Your Words, Chingudeul ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: