Saranghae Sosaengnim Chapter 3 [END]

Tittle                      : Saranghae Sosaengim chapter 3 [END]

Cast                       : Im Yoona

Choi Siwon

Lee Donghae

Support Cast      : You will find them

Genre                   : Romance, Friendship

Rate                       : PG 17

Length                  : Chapter

Disclaimer           :

Cast Dalam ff ini merupakan tokoh real dan milik Tuhan YME

Namun alur ceritanya ASLI dan MURNI hasil imajinasiku

DON’T BE A PLAGIATOR !!!

YoonWonited merapat ^^

Yeee.. akhirnya bisa menuhi permintaan reader minta ff yang main castnya YoonWon

Ini chapter 3 alias chapter terakhir dari Saranghae Sosaengnim

Buat yang udah baca chapter 1 dan 2nya bisa lanjut baca tapi buat yang belum, obrak abrik aja library Reri…

berhubung banyak yang minta part endingnya cepet publish, yawdah reri publish sekarang *padahal niatnya besok*

heee

Happy Reading chingudeul 🙂

Tidak, tidak mungkin. Tidak mungkin orang yang dibelakangku ini adalah Donghae oppa. Dengan nafas yang memburu, aku tegak dari tempat dudukku. Aku menghadap ke belakang, tapi karena gelap aku tidak bisa melihat wajah mereka. Aku mengambil ponselku dan mengarahkannya pada mereka. Seketika jantungku seakan berhenti.

Wajah yang ada dihadapanku ini adalah wajah yang sangat kukenal. Mereka menghentikan ‘aktifitas’ mereka dan mata kami bertemu. Aku melihat wajah yeoja itu ingin marah atas tingkahku tapi aku tidak memperdulikannya. Aku menatap mata Donghae oppa dengan tajam, air mataku membasahi kedua pipiku.

Sunny yang sadar akan tingkahku juga ikut berdiri dan Ia pun tercekat melihat siapa yang ada dihadapannya kini. Aku tak tahan lagi ada di tempat ini, aku berbalik dan berlari keluar dari bioskop. Sayup-sayup aku mendengar suara Tiffany, Sunny dan Hyoyeon eonnie memanggil namaku, tapi kuabaikan. Aku ingin ada di kamarku saat ini juga.

Aku naik ke atas taksi yang terparkir di depan mall, aku menyebutkan alamat rumahku lalu semakin menangis dengan kencang. Supir taksi itu beberapa kali menanyakan keadaanku, tapi kuabaikan. ketika telah sampai di depan rumahku, tanpa bertanya jumlah argo yang harus kubayar , aku langsung mengeluarkan beberapa lembar uang dan memberikannya pada supir itu lalu aku berlari masuk ke dalam rumahku.

Eomma memanggil-manggil namaku tapi tetap kuabaikan, aku hanya ingin sendiri. Kukunci pintu kamarku dan aku terduduk di lantai. Aku menangis kembali. Hatiku terasa sangat sakit, seakan disilet dengan silet yang tajam. Rasanya perih dan menyesakkan.

___

Aku tak tahu sekarang sudah pukul berapa, aku terbangun dengan posisi masih tertidur di lantai kamar tidurku. Semua badanku terasa remuk. Aku tegak dan berjalan gontai ke arah tempat tidurku. Sekilas kulihat jam dinding di kamarku yang menunjukkan pukul 12 siang. Astaga, aku telah tertidur cukup lama.

Aku duduk di atas tempat tidur, berusaha mengurangi rasa pusing di kepalaku. Pusing dikepalaku sedikit menghilang tapi rasa sakit di hatiku kembali menyeruak. Tak terasa air mata lagi-lagi membasahi pipiku.

“waeyo Donghae oppa? Kenapa kau menghianatiku? Kenapa oppa?” tanyaku tapi tak ada jawaban, hanya hening kudapat.

 Tok tok tok

“jagiya eomma mohon buka pintunya sayang. Eomma sangat mengkhawatirkanmu.” Kuhusap wajahku dengan kedua tanganku lalu berusaha untuk beranjak membuka pintu kamarku. Aku melihat wajah eomma yang sangat khwatir akan kondisiku. Eomma memelukku dan tangisanku kembali pecah di pelukan hangat eomma.

“eomma.. kenapa dia menghianatiku? Kenapa eomma?” ucapku lirih dan eomma membelai rambutku dengan lemah lembut.

“uljimma jagiya uljimma, namja seperti itu tak pantas untuk kau tangisi. Kau terlalu berharga untuk namja yang seperti itu.” Ucap eomma menyemangatiku.

“tapi aku sangat mencintainya eomma.”

“sstttt… jadikan ini sebagai pelajaran yang berharga untukmu jagiya. Arrachi?” ucap eomma dengan menatap mataku lembut. Aku sudah merasa lebih baik sekarang. Eomma melepaskan pelukannya lalu menyuruhku untuk segera mandi karena sebentar lagi Siwon oppa akan datang. Hemm.. aku tidak ada mood untuk belajar. Pikiranku sangat kacau sekarang.

Eomma kembali datang ke kamarku karena Siwon oppa telah menungggu di bawah tapi aku meminta izin untuk tidak belajar hari ini, awalnya eomma tidak setuju tapi akhirnya Ia mengiyakan keinginanku setelah melihat keadaanku yang masih lemah.

___

Aku mengatakan tidak ketika salah satu pelayanku mengatakan kalau Siwon telah siap di bawah. Jujur, aku tidak merasa enak padanya tapi aku memang belum siap untuk belajar kembali. I’m still boken heart. Aku belum bisa memulihkan perasaanku, rasa sakitnya masih sama seperti 2 hari yang lalu.

Aku hanya berbaring di kamarku, melihat poto antara aku dan Donghae oppa. Tangisanku kembali pecah dan menambah kacau perasaanku. Sampai saat ini, Donghae oppa bahkan tidak pernah menghubungiku. Apa benar dia tidak mencintaiku lagi? Aku memeluk figura itu di depan dadaku lalu buliran air mata membasahi pipiku untuk kesekian kalinya.

Brak…

Aku terlonjak ketika mendengar pintu kamarku dibanting dengan keras. Siapa yang berani melakukan itu, aku membalik badanku dan kulihat Siwon oppa berdiri di depan pintu kamarku dengan nafas yang memburu dan matanya menatap mataku tajam.

“sampai kapan kau akan seperti ini? Menangis untuk orang yang bahkan mungkin tidak memikirkanmu lagi? Hah?” jeritnya padaku. Siapa dia berani-beraninya menjerit seperti itu padaku. Dia hanyalah guru yang dipilih appa untuk mengajariku tapi bukan berarti Ia punya hak atas kehidupan pribadiku.

“apa urusanmu sosaengnim? Jangan ikut campur urusan pribadiku!” jeritku balik, aku tidak bisa lagi menahan emosiku.

“apa urusanku? Apa kau lupa aku adalah gurumu? Aku meluangkan waktuku untuk datang kerumahmu setiap siang dan kau seenaknya menyuruhku pulang dengan alasan tidak ingin belajar. Hah? Alasan apa itu?” katanya seakan  merendahkanku.

“cukup sosaengnim, aku tidak mau lagi belajar denganmu. Kau bisa berhenti sekarang juga. Kau tidak perlu lagi meluangkan waktumu untuk mengajariku. Aku tidak butuh dirimu atau siapapun lagi.” Jeritku dan kini air mataku kembali tumpah. Ia terlihat menyesal dengan ucapannya tadi. Ia mendekatiku tapi aku berusaha menepis tangannya yang berniat menghapus air mataku.

Ia menahan tanganku dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya berusaha menghapus air mataku. Sekarang kedua tangannya menangkup di wajahku. Ia menahanku, matanya tepat menatap ke arah manik mataku. Aku melihat gurat kesedihan disana.

“uljima Yoongie. Jangan menangis lagi. Hidupmu masih panjang. Jangan sia-siakan hidupmu untuk hal yang tidak penting.” Ucapnya lirih tapi terdengar tegas di telingaku.

Aku hendak melepaskan rengkuhan tangannya dan membalas ucapannya tapi Ia berhasil mengunci gerakanku dan hal yang paling tidak kuduga adalah kini bibirnya menyapu lembut bibirku. Aku meronta berusaha melepaskan ciumannya tapi Ia malah semakin memperdalam ciumannya. Ia mendrong tubuhku sampai di dinding kamarku. Bodohnya, aku malah mendesah dan sekarang lidahnya telah masuk ke dalam mulutku, mengabsen semua gigi dan rongga mulutku. Lidahnya beradu dengan lidahku dan sekarang kami sudah bertukar saliva. Ciumannya terasa begitu nikmat dan membuatku melayang, melupakan semua beban yang kurasakan.

Aku tidak lagi meronta dan sekarang tanganku menelusup ke rambutnya, menekan kepalanya untuk semakin memperdalam ciuman kami. Bibirnya menggigit bibir bawahku kecil menimbulkan sensasi yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Ia memiringkan kepalanya dan memberi kami waktu untuk menghirup oksigen sebentar. Ia terus menciumku dengan lembut dan aku pun masih terus membalasnya.

Ia melepaskan bibirnya dari bibirku secara perlahan dengan enggan. Kini Ia menatap mataku lagi dan seakan tersihir, aku malah balas menatap matanya. Sekarang kedua tangannya ada di pinggulku sedangkan kedua tanganku mengalung indah di lehernya.

“uljima, kumohon jangan menangis lagi, eo?” ucapnya lembut.

Aku mengangguk dan kini aku menundukkan kepalaku. Aku sungguh malu terhadap apa yang telah kami lakukan. Wajahku pasti sudah memerah sekarang.

“untuk hari ini, kuizinkan kau tidak belajar tapi mulai esok hari tidak akan kuizinkan lagi. Kalau kau melanggar maka aku akan mendatangi kamarmu dan ‘memaksamu’ lagi. Arra?” ujarnya lembut dan tangan kanannya merapikan rambutku lalu beranjak keluar dari kamarku.

Sepeninggal Siwon sosaengnim aku terduduk di atas tempat tidurku. Aigo, apa yang telah kulakukan. Kenapa aku malah membalas ciumannya. Aku bahkan tidak pernah membalas ciuman Donghae oppa. Emm.. Donghae oppa? Kenapa aku tidak merasakan sakit lagi di hatiku ketika mengingat namanya, apa karena perlakuan Siwon oppa tadi??? Argggg… aku tidak dapat berpikir dengan jernih. Aku sangat bingung dengan perasaanku sendiri.

___

Sejak ‘kejadian’ kemarin, aku tidak terlalu memikirkan Donghae oppa lagi tapi malah wajah Siwon oppa yang memenuhi pikiranku. Aku malah bingung harus memakai baju apa untuk hari ini. Aigo, kenapa aku malah ingin tampil cantik dihadapan Siwon oppa? Molla, yang pasti aku tidak sabar untuk pelajaran hari ini. Aneh kan? Iya, karena aku sendiri merasa begitu.

Kuputuskan untuk memakai kemeja shiffon berwarna merah muda dengan rok selutut yang membuat penampilanku terlihat lebih fresh. Aku langsung turun dengan jantung yang berdebaran ketika salah satu pelayanku memberitahu kalau Siwon oppa telah ada di ruang keluarga.

Aku mendekatinya dengan jantung yang tak bisa kukontrol, berdetak sangat cepat diluar batas normal. Kulihat Ia menyambutku dengan senyuman manis. Omo, jantungku seakan meloncat sekarang. Huh… aku duduk berseberangan dengan Siwon oppa, tidak seperti biasanya. Aku takut semakin tidak bisa mengontrol diriku jika duduk bersebelahan dengannya.

Oppa mengeluarkan beberapa buku dari tas hitamnya begitu juga denganku, aku langsung menyiapkan buku dan alat tulisku. Kening Siwon oppa terlihat penuh dengan keringat padahal ac ruangan ini cukup dingin. Sepertinya Siwon oppa juga gugup sepertiku.

Aku mengambilkan tissu untuknya, lalu Ia mengucapkan terimakasih ketika aku meberikannya. Tangan kami sempat bersentuhan. Seakan ada sengatan listrik yang menjalar ke seluruh tubuhku. Perasaan yang belum pernah kurasakan sebelumnya.

Oppa menjelaskan mengenai manajemen operasional, aku mendengarkan semua penjelasannya dengan fokus. Mencatat hal-hal yang aku anggap penting dan menanyakan hal-hal yang tidak aku mengerti. Oppa bersedia menjelaskannya lagi padaku sampai aku benar-benar mengerti.

Ia mengacak rambutku ketika kami telah selesai belajar, Ia memujiku hari ini. Sebelum oppa pulang, Ia berjanji akan mengajakku jalan-jalan esok hari jika aku bisa menyelesaikan study kasus yang Ia berikan hari ini dengan baik.

Aku kembali ke kamarku, membaca study kasus yang oppa berikan tadi. Awalnya aku sedikit bingung tapi setelah membacanya untuk yang ketiga kali. Aku mengerti maksudnya dan aku cepat menulis jawabanku pada selembar kertas. Aku tersenyum ketika aku telah menyelesaikan tugas yang diberikan Siwon oppa.

___

Aku deg-degan ketika Siwon oppa memeriksa jawabanku. Keningnya berkerut, huh… sepertinya aku tidak menyelesaikannya dengan baik. Itu berarti, hari ini kami tidak jadi jalan-jalan. Wajahku tertempel di atas meja dan tangan kananku mengetuk-ngetuk meja dengan pensil yang kupegang. Aku mengerucutkan bibirku karena kecewa dengan hasilku sendiri.

“Yoongie apa yang kau lakukan?” Tanya Siwon oppa.

“jawabanku tidak memuaskan kan oppa? Huhh.. berarti kita tidak jadi jalan-jalan kan hari ini?” ucapku tak dapat menyembunyikan rasa kecewaku.

“aigo.. jadi tuan putri sangat menginginkan untuk jalan-jalan bersama pangeran ya?” goda Siwon oppa dengan sedikit tertawa yang membuatku merasa malu.

“aniyo.. aku tidak mengharapkan untuk pergi bersama oppa. Aku bisa pergi bersama Sunny dan teman-temanku.” Aku mengucapkannya dengan sengit dan tak lupa menjulurkan lidahku pada Siwon oppa. Ia hanya tertawa melihat tingkahku.

“hahaha.. kau sangat lucu Yoongie, hahaa…” ucapnya disela-sela tawanya.

“oppa berhentilah tertawa!” ucapku sebal.

“ne.. tuan putri. Oya, jawabanmu sangat memuaskan Yoongie. Kau sudah mengalami kemajuan yang pesat. Oppa bangga, jadi sebagai hadiahnya, kajja kita pergi sekarang!” ucap oppa dengan riang yang membuatku meloncat kegirangan.

Aku pergi sebentar ke kamarku. Aku mengganti baju dengan dress yang memang sudah kusiapkan sejak semalam. Hahaa.. setelah selesai mangganti baju, aku merias wajahku dengan hati yang gembira.

Oppa tak berhenti memandangku dari atas sampai bawah yang membuatku salah tingkah. Apa ada yang salah dengan penampilanku hari ini? Aku mengenakan dress selutut yang bermodel simple tapi sangat cantik.

so beautiful.” Kata Siwon oppa yang membuat wajahku kembali merona. Kami pamit kepada eomma dan langsung meluncur  dengan mobil sport yang sangat keren milik Siwon oppa. Aku jadi berpikir, siapa sebenarnya Siwon oppa. Tidak mungkin jika hanya seorang guru bisa memiliki kendaraan limited edition seperti ini.

Siwon oppa mengajakku ke taman bermain indoor yang terletak tidak jauh dari rumahku. Taman bermain ini sangat ramai, begitu banyak pasang kekasih yang menghabiskan waktu berdua. Siwon oppa menggenggam tanganku. Aku merasa tangan Siwon oppa sangat hangat dan nyaman.

Kami menaiki berbagai jenis wahana permainan, mulai dari permainan biasa sampai wahana yang menantang adrenalin. Aku merasa lelah dan oppa mengajakku ke food court yang masih terletak di area taman bermain ini. Oppa meninggalkanku di meja untuk memesan beberapa makanan dan minuman untuk kami berdua. Aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling tempat ini.

Deg…

Jantungku kembali berpacu dengan kencang ketika aku melihat Donghae oppa sedang bermesraan dengan seorang yeoja yang tak jauh dari tempat dudukku. Aku melangkahkan kakiku mendekati mereka dan dengan keberanian yang seadanya aku menyapa mereka berdua.

“annyeong Donghae oppa. Sepertinya kau sedang ‘bersenang-senang’?” ucapku sinis.

“Yoona-ah, apa yang kau lakukan disini?” tanyanya padaku dengan wajah yang sangat terkejut.

“tentunya itu bukan urusanmu lagi Donghae oppa. Aku menghampirimu hanya untuk mengatakan kita putus sekarang juga.” Ucapku tenang.

“Yoona-ah. Aku akan menjelaskan semuanya!” ucapnya berusaha menggenggam tanganku yang membuat yeoja disebelahnya menatapku tajam.

“shirreo oppa. Tidak ada lagi yang perlu dijelaskan. Aku sangat mencintai oppa, aku rela menelantarkan kuliahku demi menemani oppa. Aku rela membohongi kedua orang tuaku demi oppa. Tapi apa balasan oppa? Menghianatiku kan?” ucapku sinis.

“ne.. aku memang menghianatimu tapi itu juga karena dirimu sendiri, kau tidak pernah mau kusentuh, kau juga tidak mau menemaniku liburan. Kau membuatku muak Yoona.” Jeritnya padaku.

Aku tercekat mendengar kata-katanya, jadi itu masalahnya. Hah? Betapa bodohnya aku, bisa mempercayai namja seperti Donghae oppa selama ini.

“kau benar-benar brengsek oppa, aku menghancurkan nilai-nilaiku hanya untukmu tapi hanya seperti itu aku dimatamu. Aku menyesal pernah dekat denganmu oppa.” Aku berbalik dan beranjak pergi dari meja itu. Siwon oppa menatapku dari kejauhan. Aku berusaha tersenyum padanya tapi tidak bisa, air mataku kembali mengalir membasahi wajahku.

Siwon oppa menghentikan mobilnya di tepi Sungai Han. Ia membuka kedua jendela mobilnya dan mematikan mesin mobil. Kami sama-sama terdiam, bergelut dengan pikiran masing-masing.

“aku sangat mencintainya oppa, tapi dia malah menghianatiku dengan alasan seperti itu. Aku wanita yang sangat bodoh kan oppa?” ucapku memecah keheningan.

“kau tidak bodoh Yoongie, tapi dialah yang bodoh karena tidak bisa menjagamu. menangislah Yoongie, menangislah jika itu bisa membuat perasaanmu lega.” Katanya dengan menatap mataku. Aku menangis sesenggukan dan ketika aku sudah merasa lebih baik, aku menghapus air mataku dengan tanganku.

“gomawo oppa sudah mendengarkan isi hatiku.” Kataku tulus pada Siwon oppa.

“cheonma. Aku harap itu adalah tangisan terakhirmu untuknya.” Ucap Siwon oppa padaku.

“I wish.” Balasku.

“seseorang yang mencintaimu tak akan membuatmu terluka dan menghancurkan masa depanmu Yoongie. Ia akan selalu berusaha melakukan yang terbaik untukmu sekarang pun masa depanmu.” Ucap Siwon oppa yang membuatku bingung.

“maksud oppa?” tanyaku.

“aniyo.” Jawabnya singkat.

“oppa, boleh aku bertanya sesuatu tapi aku harap oppa akan menjawabnya dengan jujur.” Pintaku dengan menatap matanya, Ia menggangguk tanda setuju.

“emm… sebenarnya, Siwon oppa itu siapa? Kenapa appa sangat mempercayai oppa?” tanyaku penasaran.

Siwon oppa tersenyum dengan pertanyaanku.

“aku senang akhirnya kau mempertanyakan itu Yoongie. Sebenarnya, aku adalah calon suamimu.”

“mwo?” jeritku tak percaya mendengar kata-katanya.

“aku sedikit kecewa karena kau tidak mengingatku sama sekali saat kita bertemu di rumahmu waktu itu. Itu bukanlah pertemuan pertama kita Yoongie. Apa kau lupa, namja kecil yang dulu menolongmu ketika  kakimu terluka karena jatuh dari pohon?”

Aku berusaha mengingat kenangan masa kecilku dan ya, aku ingat namja itu. Apa mungkin kalau namja itu adalah Siwon oppa?

“ne.. aku adalah namja kecil itu Yoongie. Aku sudah mencintaimu sejak waktu itu. Aku sangat bahagia ketika appaku dan appamu berniat menjodohkan kita berdua. Aku sudah lama memperhatikanmu dan aku sangat kecewa melihatmu sering meninggalkan kuliahmu demi pergi bersama namja chingumu. Aku mengajukan diriku untuk menjadi tutormu ketika appamu menceritakan nilai-nilaimu yang turun drastis.” Ia menghentikan ceritanya dan melihatku.

“Aku melakukan itu agar aku bisa dekat denganmu Yoongie, aku tidak ingin kau menghancurkan masa depanmu. Mianhae karena aku telah lancang masuk dalam kehidupan pribadimu.” Ucapnya lirih.

Aku bingung harus meresponnya seperti apa, jujur aku sangat kecewa ternyata appa telah merencanakan ini semua tapi aku juga terharu dengan penuturan Siwon oppa.

“Aku tak akan berharap lebih Yoongie, aku hanya ingin kau kembali menjadi Yoongie yang dulu. Yoongie yang pintar, bertanggungjawab dan ceria. Aku akan pergi jika tugas mengajarku telah selesai.” Ucapnya lemah dan menundukkan kepalanya.

“hanya seperti itu oppa? Oppa juga akan meninggalkanku? Apa aku memang sama sekali tidak berarti?” tanyaku padanya.

“aniyo, bukan seperti itu, kau sangat berarti bagiku Yoongie tapi aku tak dapat memaksamu untuk mencintaiku. Aku akan bahagia jika melihatmu bahagia Yoongie.” Ucapnya dengan senyum yang dipaksakan.

“tahu apa oppa tentang perasaanku? Tahu apa oppa jika oppa sendiri tidak pernah menanyakannya langsung padaku?” jeritku.

“mianhae Yoongie, mianhae.” Ucapnya semakin lirih dan berusaha menenangkanku.

“oppa akan pergi meninggalkanku setelah oppa menciumku, setelah oppa berhasil mencuri hatiku dan setelah oppa mencuri kepercayaanku. Oppa benar-benar jahat.” Jeritku sambil memukul pundaknya.

“mwo? Apa katamu tadi Yongie? Apa oppa tidak salah dengar? Apa kau juga mencintai oppa?” tanyanya bertubi-tubi.

“ne.. aku mencintai Siwon oppa. Saranghae sosaengnim.” Kataku malu dan menundukkan kepalaku.

“naddo saranghae princess Yoongie.” Ucap Siwon oppa.

Siwon oppa terus menerus menatap mataku dengan dalam, seolah Ia ingin agar aku bisa melihat isi hatinya. Ya, aku yakin dan percaya. Hanya ada namaku di dalam lubuk hatinya. Aku bisa melihat kilatan cinta yang mendalam dari kedua bola matanya.

Siwon oppa merengkuh wajahku. Ia mencium setiap inchi wajahku. Mulai dari kening, kedua alis, mata, hidungku, pipi, dan juga bibirku. Ia menciumnya dengan sangat lembut, aku pun membalas ciumannya. Tidak ada perang lidah, kami hanya melumat bibir satu sama lain dengan lembut. Aku sangat menikmati ciuman kedua kami ini.

Siwon oppa semakin memperdalam ciuman kami, membuatku mendesah dan kini ciumannya beralih ke dagu dan turun ke leher. Aku menjenjangkan leherku agar Siwon oppa dapat menciumnya dengan leluasa. Kurasakan Ia mengecup dan melumat leherku sehingga meninggalkan tanda cintanya yang memerah.

Ia mengakhiri ciumannya dan kini Ia kembali menatap mataku intens. “Yoongie, aku berjanji akan selalu ada untukmu. Dalam keadaan senang atau pun susah. Kelak, disetiap waktuku akan selalu ada kamu yang menghiasi hari-hariku. Would you be my wife?”  tanyanya yang membuatku sedikit terkejut tapi aku langsung mengganggukkan kepalaku. Aku tak perlu berpikir lagi, aku sangat yakin, Siwon oppa akan menjadi suami yang baik dan penuh kasih sayang padaku dan juga pada anak-anakku kelak.

Siwon oppa menarikku dan kini aku bersender pada bahunya sedangkan  kepala Siwon oppa bersender dikepalaku. Tangan kami bergenggaman dan tak hentinya Siwon oppa mencium tanganku, terasa sangat nyaman. Aku sangat bahagia, terimakasih appa telah menghukumku dan memberi sosaengnim yang sangat sempurna seperti Siwon oppa . Aku sangat mencintainya, jeongmal saranghae sosaengnim. Tetaplah berada disisiku selamanya.

END…

Gimana chingu gajekah?

Walau gaje tetep di comment ya chingu..

kalau banyak yg respon, nanti dibuatin lagi YoonWonnya

Hehee…

Advertisements

About choireri

I'm not a writter, but I LIKE writing. Siwon is my priority bias and I like YoonWon + SeoKyu too ^^ author at CRFF

Posted on June 19, 2012, in Chapter, Fan Fiction and tagged , , , . Bookmark the permalink. 157 Comments.

  1. Yeaaahh.,.. 🙂 akhirnya happy ending

  2. Kurang panjang.dan masih kurang tambah lagi donk

  3. wuhuuuu…aq jg mau dong klo dihukum kyk gt #lol 😛
    congrats 4 uri yoonwon ❤

  4. Wah ternyata siwon kecil2 dah tau cinta ya.. Suka saama yoona sejak kecil 😀 .. Aku kasih jempol buat yoona yg dah mutusin donghae, bener kata siwon orang yg mencintai kita gk mungkin menghancurkan masa depan kita

  5. Wuiihh keren waktu yoona mutusin donghae…prok..Prok..Prok…
    Jelaslah itu jd hukuman th indah secara yg ngajarnys jg siwon hehe….dan yoonapun dpt dua hal Dr hukuman appanya yaitu ilmu dan cinta siwon.
    Ceritanya simple tp sweet…. Daebak.
    Keep writing ya..

  6. Donghae itu di kasih hati minta jantung ,, untung yoona sadar kalau dia ngga baik dan yang baik itu cuman siwon oppa ☺☺☺

  7. aigoo part ini bikin senyum-senyum deh.. hufft tuhkan gelagat siwon mencurigakan…ternyata eh ternyata calon suami… sequel dong.. yoonwon belum married nih..

Leave Your Words, Chingudeul ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: