Saranghae Sosaengnim Chapter 2

Tittle                      : Saranghae Sosaengim chapter 2

Cast                       : Im Yoona

Choi Siwon

Lee Donghae

Support Cast      : You will find them

Genre                   : Romance, Friendship

Rate                       : PG

Length                  : Chapter

Disclaimer           :

Cast Dalam ff ini merupakan tokoh real dan milik Tuhan YME

Namun alur ceritanya ASLI dan MURNI hasil imajinasiku

DON’T BE A PLAGIATOR !!!

YoonWonited merapat ^^

Yeee.. akhirnya bisa menuhi permintaan reader minta ff yang main castnya YoonWon

Ini chapter 2 dari Saranghae Sosaengnim

Buat yang udah baca chapter 1nya bisa lanjut baca tapi buat yang belum, obrak abrik aja library Reri…

Happy Reading chingudeul 🙂

Dengan mata yang masih terpejam sebelah, aku berusaha mencari ponsel yang kuletakkan sembarangan di atas tempat tidur ketika aku menangis semalam. Tangan kananku berhasil menemukannya yang telah terletak di ujung tempat tidur. Kupencet  layar virtualnya, berharap ada telpon atau setidaknya pesan singkat dari Donghae oppa. Tapi tidak ada satupun, hanya ada poto yang kami ambil berdua ketika di taman bermain waktu itu yang sengaja kujadikan wallpaper ponselku.

Aku menghembuskan napasku, lalu beranjak dari tempat tidur. Aku sedikit sempoyongan. Kepalaku serasa berputar-putar dan pandanganku mengabur. Aku berusaha duduk kembali dan aku sedikit merasa lebih baik. Kurutuki diriku karena dari kemarin tak ada satupun makanan yang masuk ke perutku.

Aku tidak ingin sampai sakit, aku harus bertemu dengan Donghae oppa dalam keadaan sehat. Aku mandi untuk menyegarkan pikiranku, setelah itu aku turun untuk sarapan. Hanya ada appa di ruang makan, membuatku ingin mengurungkan niatku untuk sarapan.

“Yoona-ah duduklah, ada yang ingin appa sampaikan.” Ucap appa tenang dan ketika aku duduk, eomma keluar dari dapur dengan membawa ommelet kesukaanku.

“waeyo appa?” tanyaku.

“appa sudah menemukan orang yang tepat untuk mengajarimu. Siang ini, Ia akan datang dan kalian sudah bisa mulai belajar.” Kata appa sumringah.

“apakah harus mulai dari hari ini appa?” tanyaku lemah berharap appa mengundurnya minimal sampai besok.

“semakin cepat semakin baik.” Jawab appa diplomatis.

“kau tidak perlu khawatir honey, dia orang yang sangat pintar dan eomma yakin kau tidak akan menyesal menghabiskan waktu liburanmu belajar bersamanya.” Ucap eomma tak kalah sumringah dari appa tadi.

Aku hanya menunduk dan tak membalas ucapan eomma atau pun appa lagi. Pikiranku sudah dipenuhi oleh Donghae oppa. Bagaimana aku bisa bertemu dengannya jika aku harus belajar setiap hari sampai liburan usai.

___

Tok tok tok

“masuk saja, pintunya tidak dikunci.” Ucapku malas. Eomma menyembulkan kepalanya, aku hampir tertawa melihat eomma seperti itu. Tingkah eomma seperti anak kecil yang sedang mengajak temannya bermain diluar. Sangat lucu.

“kenapa wajahmu cengar cengir seperti itu honey? Bersiaplah, gurumu sudah datang. Eomma tunggu di bawah. Arra?” ucap eomma.

“ne eomma.” Jawabku.

Dengan malas aku mengganti hot pants dan tank topku dengan blue jeans dan T-Shirt putih. Walau aku tidak suka dengan kegiatan belajar ini, tapi aku harus tetap menjaga nama baik appa. Setelah memastikaan penampilanku sopan dan tidak terlalu menyedihkan, aku membawa beberapa buku dan alat tulisku lalu turun ke bawah.

Eomma menyambutku dengan senyuman dan kuarahkan pandanganku pada sosok namja yang akan menjadi tutorku selama liburan. Diluar dugaanku, aku kira akan diajar oleh seorang prof. tua yang pasti akan sangat membosankan tapi tidak, yang akan mengajarku adalah namja yang bisa kusebut tampan dan masih sangat muda, mungkin hanya beberapa tahun diatasku.

Tubuhnya tinggi, mungkin lebih dari 180 cm. Ia sangat stylish dan modis, Ia mengenakan kemeja biru muda dengan jas kasual, lalu celanja jeans biru dan tak lupa model rambut spike. Hidungnya mancung, bibirnya tipis dan Ia memiliki alis yang tebal. Hemm…. Kuberi nilai 9 dari 10 untuk penampilannya.

“ehemm… Yoona-ah sampai kapan kau akan memandangi Siwon seperti itu? Ayo perkenalkan dirimu dulu sayang.” Kata-kata eomma menyadarkanku kembali.

“emm.. ne eomma. Annyeong haseyo, Im Yoona imnida. Bangapsemnida sosaengnim.” Kataku dengan membungkuk hormat.

“annyeong haseyo, Choi Siwon imnida. Semoga kita bisa bekerjasama dengan baik.” Balasnya dengan senyuman. Ia mempunya dimple yang membuat senyumnya terlihat sangat manis. Aigo, apa yang kupikirkan.

“baiklah Siwon-ah, ahjumma tinggal kalian berdua. Ahjumma mohon, bimbinglah uri Yoona dengan sabar.” Kata eomma yang membuatku tersentak. Aku sangat menyesal telah membuat kedua orang tuaku kecewa. Aku harus belajar dengan giat. Tekadku dalam hati ketika melihat eomma meninggkalkan kami berdua di ruang keluarga ini.

“emmm… ok. Ayo kita mulai. Mata kuliah apa yang ingin kau pelajari terlebih dulu Yoona-ah?” tanyanya yang membuatku kikuk.

“emm… terserah sosaengnim saja.” Jawabku yang membuat keningnya berkerut.

“ok. Sebelum kita belajar sebaiknya kita membuat kesepakatan terlebih dahulu. Pertama, tolong jangan panggil saya sosaengnim. Kesannya terlalu formal dan tua. Panggil saja oppa. Otte?” aku berpikir sejenak dan mengganggukkan kepalaku.

“good. Kedua, tolong jangan katakan terserah. Itu hanya akan membuatku bingung, katakana saja apa yang kau inginkan dan yang ada dalam pikiranmu agar kita dapat belajar dengan nyaman. Deal?” Ia mengarahkan jari kelingkingnya di depanku. Aku pun menyambutnya.

“deal.” Kataku.

“jadi, palajaran apa yang ingin kau pelajari terlebih dahulu Yoongie?” tanyanya yang membuatku menaikkan alis. Yoongie. Dia memanggilku Yoongie.

“mianhae kalau kau tidak suka dengan panggilanku, tapi aku tidak peduli. Aku tetap akan memanggilmu dengan Yoongie.” Cengirnya padaku. Aku hanya menggelengkan kepalaku. Terserahlah, aku juga tidak peduli dia memanggilku apa, yang penting aku cepat menyelesaikan hukumanku dan dapat mengejar ketinggalanku selama ini.

Kami mulai pelajaran hari ini dengan manajemen pemasaran. Dia mengajariku banyak hal, strategi-strategi yang baik dalam pemasaran dan masih banyak hal lagi. Setelah 3 jam belajar dengan teori, Ia memberiku study kasus yang harus kepecahkan strategi pemasaran yang paling tepat digunakan untuk kasus itu. Jujur saja, aku sedikit mengalami kesulitan.

Otakku berpikir dengan keras. Aku mengetuk-ngetukkan penaku pada meja dan berusaha memecahkan masalah yang Ia berikan. Aku tersenyum setelah menemukan strategi yang paling tepat. Aku menuliskannya dan setelah cukup yakin dengan jawabanku, aku memberikannya pada Siwon sosaengnim. Ia menatap kertas yang kuberikan, alisnya terangkat ketika membacanya. Entahlah, itu pertanda baik atau buruk.

“Kau sudah berusaha dengan baik, tapi seharusnya kau bisa memilih strategi yang lebih simple tapi menarik untuk kasus seperti ini. Ide yang kau berikan sudah terlalu pasaran. Hemm.. sepertinya, kau harus belajar lebih ekstra lagi.” Ucapnya padaku dengan wajah yang dibuat seakan aku adalah orang yang paling menyedihkan.

Mwo? Ideku terlalu pasaran? Aiss… namja ini. Aku pikir dia namja yang baik tapi ternyata sangat menyebalkan. Kutarik lagi semua pujian yang telah kuberikan padanya tadi. Aku memandangnya kesal dari sudut mataku dan aku melihat Ia hanya tersenyum dengan smirknya. Huh….

Kuregangkan semua ototku yang menegang selama 4 jam pelajaran dengan sosaengnim menyebalkan tadi. Cih, dia memintaku memanggilnya dengan oppa. Tak akan kulakukan, dan apa katanya tadi ‘belajar dengan nyaman’. Aku benar-benar tidak merasakan itu. Choi Siwon kau benar-benar tutor yang menyebalkan. Bagaimana bisa aku belajar selama 2 minggu bersamanya. Sehari saja sudah membuat kepalaku pusing, bukan karena tidak bisa tapi Ia selalu menyalahkan apa yang telah kukerjakan. Menyebalkan, menyebalkan, menyebalkan.

___

Donghae oppa masih tidak memberikan kabar. Itu membuatku tidak bisa tidur, padahal sudah pukul 8 malam. Aku mendekati telpon kamarku dan berniat menelpon ahjumma Ann, kepala pelayan di rumahku tapi aku sudah menganggapnya eommaku sendiri karena sejak kecil ahjumma Ann yang selalu melayani semua kebutuhanku selain eomma tentunya.

“Annyeong ahjumma, apa ahjumma belum tidur?” tanyaku sopan.

“belum nona, apa ada yang nona perlukan?” jawab Ahjumma Ann.

“aiss.. sudah berapa kali aku katakan, jangan panggil aku nona. Cukup Yoona saja. Huh..” kataku kesal.

“haha.. pasti kau sedang cemberut. Ahjumma hapal betul kebiasaanmu Yoona-ah. Tersenyumlah sebelum cantiknya hilang!” goda ahjumma.

“ne ahjumma sayang, aku sudah tersenyum sekarang. Heheh.. Oya ahjumma, kalau cindy belum tidur tolong katakan untuk membawakan coklat panas dan cemilan ke kamarku.” Ujarku.

“ne. tunggulah sebentar Yoona-ah” aku mengucapkan terimakasih dan mengembalikan gagang telpon pada tempatnya lalu aku berbaring di tempat tidurku yang empuk. Kuputar ipodku dan memasang earphone pada kedua telingaku. Aku pun mulai ikut terhanyut dalam lagu ballad dari Adelle.

“emm.. mianhae nona aku lancang masuk, tadi aku sudah mengetuk pintu tapi nona tidak memberi respon.” ucap Cindy sambil menunduk.

“hehee… tak perlu merasa bersalah seperti itu Cindy, tidak apa-apa kok. Emm.. mana coklat panas pesananku?” tanyaku ketika tidak melihat Ia membawa apapun di kedua tangannya.

“mianhae nona, tadi tuan dan nyonya menyuruh agar nona turun ke ruang keluarga. Coklat panas dan cemilan nona saya letakkan disana.” Ucapnya masih dengan menundukkan kepala.

“baiklah, ayo kita turun bersama!” aku beranjak dari tempat tidur dan menggandeng lengan Cindy. Ia tersenyum lalu balas menggandengku. Kami berdua turun bersama dan saat sampai di ruang keluarga, Cindy langsung berpamitan pada kedua orangtuaku. Cindy adalah gadis yang sopan dan cantik. Ia putri tunggal Ahjumma ann. Usianya lebih muda 5 tahun dariku. Appa menyekolahkannya di sekolah elite sama seperti SMAku dulu, aku sudah menganggapnya seperti adikku sendiri.

Aku duduk dihadapan appa dan eomma. Aku mengambil coklat panasku, menyeruputnya dengan nikmat. Appa menggelengkan kepalanya melihat tingkah lakuku. Setelah menghabiskan segelas coklat panasku, aku mengambil pudding kesukaanku. Hemm.. pudding buatan ahjumma Ann memang tak ada duanya. Sangat nikmat.

“aigo… Yoona-ah, kau makan seperti orang kelaparan. Kau bisa gendut kalau makan seperti itu.” Ujar eomma.

“aniyo eomma, aku tidak akan gendut.” Jawabku asal, yah sebenarnya ini kulakukan untuk menghilangkan rasa gusarku karena Donghae oppa.

“Yoona-ah bagaimana hari pertamamu belajar dengan Siwon?” Tanya appa padaku.

“emm.. membosankan appa, dia sangat menyebalkan. Dia bersikap seolah dia adalah manusia paling pintar dan selalu menyalahkan setiap kata-kataku. Huh… dia pikir dia siapa. Menyebalkan.” Sungutku melampiaskan kekesalanku ketika mengingat kejadian tadi siang.

“kau harus menuruti kata-katanya Yoona-ah. Appa kenal betul siapa Choi Siwon. Dia bukan orang sembarangan, kau sangat beruntung karena Ia mau meluangkan waktunya untuk mengajarimu.” Ucap appa masih membanggakan namja menyebalkan itu.

“appa berbicara seperti itu karena bukan appa yang ada diposisiku. Dia sangat menyebalkan appa. Carikan aku penggantinya ya.. ya ya ya?” rengekku pada appa.

“aniyo.. appa tidak akan pernah mencari penggantinya karena appa tahu, hanya Siwon yang mampu menghadapimu.” Jawab appa enteng. Huh.. sebenarnya siapa namja itu, kenapa appa selalu membelanya, sepertinya ada yang appa dan eomma sembunyikan dariku.

___

Pukul 1 siang, itu berarti aku harus bertemu lagi dengan namja menyebalkan itu. Huh… kenapa harus dia yang menjadi tutorku. Appa tidak tahu seberapa menderitanya aku diajar oleh namja itu. Aku mengerucutkan bibirku ketika Ia telah ada di hadapanku.

“annyeong Yoongie, I hope you’re fine.” Sapanya sok ramah.

“yeeah, I hope too, but I’m not fine if you’re around me” jawabku sarkastik. Ia hanya tertawa dan aigo… kenapa tawanya terlihat sangat manis.. oh, come on Yoona, dia itu musuhmu. Tak ada yang baik dari namja ini pikirku.

“Aku mendengar kau mengadu tentangku pada appamu. Hemm.. sepertinya, aku sangat buruk dimatamu Yoongie.” Kali ini Ia menatapku dengan tajam yang membuatku salah tingkah.

“kau memang sangat buruk dimataku sosaengnim.” Jawabku berusaha terdengar merendahkan untuk mengalihkan debaran jantungku karena tatapan tajamnya. Entah mengapa, aku melihat Ia sangat kecewa mendengar jawabanku. Ia menundukkan kepalanya lalu menghembuskan napasnya dan kembali melihatku.

“well, ayo kita perbaiki. Mianhae jika sikapku kemarin membuatmu tak nyaman. Aku berjanji akan lebih baik lagi. Ini pertama kalinya aku mengajar seseorang. Kau mau memaafkanku kan?” tanyanya tapi aku tak mau tertipu lagi seperti kemarin. Pasti ini hanya triknya saja. Aku menatapnya dengan mata menyipit tapi tak kutemukan kebohongan di kedua bola matanya.

“emm… sejujurnya aku tak percaya kata-katamu sosaengnim tapi baiklah aku memaafkan sikapmu kemarin. Aku harap kau tidak menjadi namja yang menyebalkan lagi.” Ucapku dengan tegas. Ia tersenyum senang.

“ne, aku berjanji. Baiklah, ayo kita mulai pelajaran kita hari ini. Semangat Yoongie!” ucapnya lantang. Aku tersenyum melihat tingkahnya kini, sangat berbeda dengan Siwon yang bersamaku kemarin.

Aku larut dengan penjelasan Siwon sosaengnim mengenai manajemen pemasaran yang belum kupahami pada pelajaran kemarin. Kali ini Ia menjelaskan dengan lebih pelan tapi sangat mendetail. Mudah untuk dipahami. Ia kembali memberiku study kasus dan aku menjawabnya dengan baik. Ia tersenyum dengan kemajuanku. Tapi hal ini tidak membuatku puas. Aku tak sungkan bertanya langsung padanya jika ada yang membuatku bingung. Yah, kuakui caranya mengajar sekarang sangat menyenangkan. Ia benar-benar menepati janjinya.

Aku meminta waktu untuk istirahat sebentar karena tenggorokanku sudah tidak bisa diajak berkompromi. Aku meminta dibawakan jus melon dan beberapa cemilan ringan pada ahjumma Ann dan tak perlu waktu lama, 2 pelayan rumahku telah mengantarkan semua permintaanku.

Aku mempersilahkan Siwon sosaengnim untuk meminum jus melonnya karena aku yakin Ia juga sama hausnya denganku. Bahkan mungkin lebih haus, daritadi Ia tak berhenti berbicara menjelaskan semua hal yang belum kupahami.

Siwon sosaengnim memandangku takjub ketika aku menghabiskan segelas jus melon dalam 3 kali seruputan. Aku hanya tertawa menutupi rasa Maluku tapi Ia malah menyodorkan jus melon miliknya padaku.

“sepertinya kau masih sangat haus Yoongie.” Ucapnya dengan senyuman.

“aniyo sosaengnim, habiskan saja. Aku bisa minta dibawakan lagi pada ahjumma Ann.” Kilahku menolak niat baiknya. Ia kembali tersenyum dan menyeruput jus melonnya juga sampai habis.

“kau tidak menepati janjimu Yoongie?” ujarnya yang membuatku bingung.

“ne?”

“tadi kau masih memanggilku sosaengnim padahal kita kan sudah sepakat, kau akan memanggilku oppa bukannya sosaengnim.” Aku tertawa mendengar jawabannya, aku kira karena apa. Ternyata karena aku masih memanggilnya sosaengnim.

“hehe.. ne, aku tidak akan memanggil sosaengnim lagi tapi oppa. apa kau senang oppa?” godaku yang membuat pipinya memerah.

“ne.. oppa sangat senang Yoongie.” Jawabnya yang membuat kami berdua sama-sama tertawa dengan senang.

“kau pasti sangat bosan kan jika belajar terus menerus. Kita akhiri sampai sini saja pelajaran hari ini. Otte?” tanyanya padaku yang sudah pasti mendapatkan anggukan setuju dariku.

“ne.. aku sudah lelah oppa. Kita sambung besok saja ya. Gomawo oppa.” Ucapku senang.

“aniyo, kita sambung lusa saja. Karena hari ini kau belajar dengan baik maka besok kau boleh berlibur bersama teman-temanmu. Nanti oppa yang akan meminta izini pada appamu. apa kau senang Yoongie?”

“omo.. oppa sangat baik. Ne, aku sangat senang oppa. Gomawo.” Ucapku tulus dan tak lupa aku memberikan senyuman manis padanya. Ia membalas senyumanku dan mengacak rambutku. Yeah, ternyata Siwon oppa bukanlah namja menyebalkan tapi Ia sangat baik. Hemm.. aku tak sabar menunggu esok hari. Aku bisa bersenang-senang dengan teman-temanku terutama dengan Donghae oppa.

___

Pagi ini sangat cerah, secerah perasaanku. Siwon oppa tidak berbohong, semalam appa benar-benar telah mengizinkanku untuk pergi hang out hari ini. Aku sendiri bingung bagaimana cara Siwon oppa membujuk appa yang merupakan sosok paling sulit diubah pendiriannya jika telah memutuskan sesuatu.

Aku mengambil ponselku dan menekan angka 1 sebagai panggilan cepatku pada Donghae oppa. Tak ada jawaban, lalu aku memutuskan untuk menelpon Sunny.

“annyeong Yoona-ah. I miss you dear.” Sapa Sunny dengan suara yang riang.

“annyeong Sunsun. I miss you too dear. Oya, aku masih belum bisa menghubungi Donghae oppa, apa kau mendengar kabar tentangnya? Aku sangat khawatir.” Ucapku lirih.

“emm.. aniyo Yoona-ah. Mungkin oppa berlibur keluar negeri jadi ponselnya tidak bisa dihubungi. Positive thinking sayang.” Ucap sunny riang, berusaha memberiku semangat.

“hemmm.. aku juga ingin berpikiran positif sun, tapi…” aku mengehentikan ucapanku sebentar dan melanjutkannya lagi “tapi, aku merasa Donghae oppa berubah. Padahal hari ini aku sangat ingin bertemu dengannya, appa memberiku izin untuk keluar.” Balasku dengan lemah.

“jinjja? Kau boleh keluar? Baiklah, bagaimana kalau kita menghabiskan hari ini bersama? Sesekali kita juga bisa bersenang-senang tanpa pacar. Aku akan menelpon Tiffany dan Hyoyeon eonnie. Kau mau kan sayang?” Tanya Sunny. Aku berpikir sejenak. Ya, tak ada salahnya pergi bersama teman-teman yeojaku. Lagian sudah lama sekali kami tidak jalan-jalan hanya berempat saja.

“ne.. tapi kau jemput aku. Aku malas membawa mobil sendiri.” Ucapku sebagai syarat.

“ne tuan putri.. aku akan menjemputmu pukul 10. Dandan yang cantik sayang. Annyeong.”

“annyeong.” Aku memutus sambungan telponku dan langsung bergegas mandi.

Aku memandangi diriku dicermin. Aku memakai dress selutut berbahan shiffon warna hijau dengan belt yang membentuk tubuhku dengan sempurna. Ditambah dengan aksesoris kalung dan gelang serta weadges berwarna senada dengan dress yang kupakai  semakin membuat penampilanku hari ini terlihat cantik. Tak lupa, aku merias wajahku dengan make up yang natural dan terakhir kupoles lipstik berwarna baby pink pada bibir tipisku.

Setelah yakin dengan penampilanku, aku beranjak keluar karena Sunny telah menungguku dibawah. Aku pamit pada eomma dan bergegas masuk ke mobil Sunny. Ternyata tidak hanya aku yang terserang virus malas membawa mobil sendiri, Tiffany dan Hyoyeon eonnie pun begitu. Hahaha.. untung masih ada Sunny.

Kami memutuskan untuk menghabiskan hari ini di salah satu pusat perbelanjaan paling terkenal di Seoul. Kami masuk dan keluar berbagai butik ternama dan kini sudah ada beberapa bag belanja yang memenuhi tangan kami masing-masing. Window shopping benar-benar menyenangkan.

Setelah lelah berbelanja, kami memutuskan meletakkan semua tas belanjaan kami di mobil. Dan kembali lagi memasuki mall, Kini waktunya untuk mengisi ulang tenaga. Kami memesan semua makanan yang kami senangi. Tak kami pedulikan tatapan orang-orang yang menatap porsi makan kami dengan aneh.

“oh God, aku sangat kenyang. Tapi aku belum mau pulang. bagaimana kalau kita nonton bioskop terlebih dahulu?” ajak Tiffany eonnie setelah kami menghabiskan semua pesanan kami dengan cepat.

“ne, aku ingin nonton Snow White. Katanya film itu sangat keren. Yoona-ah, kau tidak keberatan kan?” rengek Hyoyeon eonnie.

“kajja.. ayo kita nonton Snow White.” Ucapku riang karena aku ingin menghabiskan hari ini dengan baik.

Kami memesan tiket dan langsung masuk karena filmnya baru saja dimulai. Kami duduk di bangku barisan kedua dari atas. Hanya tempat ini yang tersisa selain barisan paling bawah. Sunny terlihat sangat menikmati film ini begitu pula dengan Tiffany dan hyoyeon eonnie. tapi aku merasa terganggu dengan desahan-desahan dari penonton yang duduk dibelakang kami. Pasti mereka sedang asik membuat film sendiri, pikirku.

“Hae oppa” aku tercekat ketika samar-samar aku mendengar yeoja itu mendesahkan nama seseorang. Hae? Seperti nama Donghae oppa. Tidak, tidak mungkin itu Donghae oppa. Pasti nama orang lain. Aku berusaha berpikiran jernih dan kembali fokus pada screen besar dihadapanku.

“emm… kau sangat pintar chagi” deg.. aku mengenal suara ini. Ya, ini suara Donghae oppa tapi tidak mungkin. Aku tidak percaya kalau namja di belakangku ini Donghae oppa. Pikiranku kacau dan perasaanku tidak karuan, aku sudah tidak fokus untuk menonton lagi. Aku harus membuktikan sekarang juga kalau namja dibelakangku ini bukanlah Donghae oppa.

TBC…..

Gimana chingu, gajekah????

Oya, mian kalau yang bertanya-tanya kok malah TBC padahal di chapter 1 bilangnya two shoot…

Reri udah ngetik semuanya dan jadi +- 6000 kata, Reri pikir terlalu panjang dan nantinya malah chingudeul bosen bacanya jadi Reri putusin dipenggal jadi dua bagian… #plak

next chapternya udah pasti END kok chingu..

hehee…

Jangan lupa commentnya ya chingudeul…..

Advertisements

About choireri

I'm not a writter, but I LIKE writing. Siwon is my priority bias and I like YoonWon + SeoKyu too ^^ author at CRFF

Posted on June 15, 2012, in Chapter, Fan Fiction and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 95 Comments.

  1. aku penasaran ko siwon oppa bilang baru pertama ngajar? apa itu kode ya? ih donghae oppa ngpain coba ituuuu

  2. Apakah donghae selingkuh dr yoona..tak bisa dipercaya…mudah2an yoong ϐɪ̣̇S̸ά melupakan donghae dan menerima siwon mnjdi kekasih Ωyå ..chapter 3 lanjut…

  3. hmm… contoh tuh siwon oppa menepati janji… aku benci lah ngeliat donghae… sebenarnya sih dri awal… but utk yoona:: Tabahka hati . siapakan diri utk menghadapi kenyataan… wkwkwkwk

    aku jdi penasaran gimana nnti endingnya… lanjut

  4. ice princess yong

    next..

  5. Hmmm sypa ya cwe yg lagi sma donghae??? Penasan…

    Lanjut ne…

  6. ayoo yoonnie ptusin haeppa…ptus..ptus..ptus…!!!
    hehe kbwa emosi…

  7. Makin seru…..kira2 bnr ga yah yg └∂ģî slingkuh donghae????? Wah….yoonwon uda mulai dkt,,, jgn2 siwon namja yg mau djodohin ma yoona └∂ģî???

  8. Yeah, Donghae ternyata laki-laki gak bener!
    Kebusukan Donghae terungkap!
    Siapa perempuan yang bersama Donghae?
    Bikin panas aja udah mempermainkan perasaan Yoona eonni! Ini kan hari ulang tahunnya! *eh
    Lanjuuuuuttttt~

  9. kira2 hae sm siapa tuh ya??? aigooo sempet2 ny di bioskop >_<

  10. waduuuhh…..itu pasti donghae!!
    Biar yoona sadar klo donghae tuh Ga baik buat dia,tinggalin aja.mendingan siwon aja,udah pinter,baik,menepati janji dan pastinya tampan.
    Tp siapa siwon sebenarnya?dia blg baru pertama ngajarin org?brarti dia bkn seorang songsaenim?? Lanjuut lg ya abis penasaran

  11. Itu pasti suara donghae yang anteng buat film sendiri di belakang , yoona yang sabar yah , ternyata cinta mun yang tulus itu di nodai sama pacar yang kamu cintai itu 😑
    Udah deh yoona sama siwon oppa aja ☺☺☺☺

  12. kayaknya siwon mencurigakan gitu deh… apalagi kata2, sikapa dan perilakunya…udah yoona putus aja sama donghae…

Leave Your Words, Chingudeul ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: