Saranghae Sosaengnim Chapter 1

Tittle                      : Saranghae Sosaengim Chapter 1

Cast                       : Im Yoona

Choi Siwon

Lee Donghae

Support Cast      : You will find them

Genre                   : Romance, Friendship

Rate                      : G

Length                 : Chapter

Disclaimer         :

Cast Dalam ff ini merupakan tokoh real dan milik Tuhan YME

Namun alur ceritanya ASLI dan MURNI hasil imajinasiku

DON’T BE A PLAGIATOR !!!

YoonWonited merapat ^^

Yeee.. akhirnya bisa menuhi permintaan reader minta ff yang main castnya YoonWon

Padahal mau ngelanjutin TWWH tapi belum dapet feelnya dan malahh jadilah FF abal-abal ini

Mianhae kalau gaje… >.<

Happy Reading chingudeul 🙂

“Jagiya….” Teriak Donghae oppa yang membuat seluruh kelas termasuk Yunho sosaengnim menatap kami dengan tatapan ‘apa ini di pasar’. Aku hanya tersenyum lemah kepada Yunho sosaengnim dan memutar kepalaku ke arah Donghae oppa. Seharusnya dia tidak perlu berteriak memanggilku karena kursinya tepat berada dibelakangku.

Namaku Im Yoona tapi aku biasa dipanggil Yoona. Aku adalah putri tunggal dari pemilik perusahaan terbesar di Korea Selatan dalam bidang Property. Oleh karena itu, appa menyuruhku untuk masuk ke jurusan business agar nanti dapat menggantikan posisi appa sebagai presiden direktur.

Aku memelototkan mataku ke arah Donghae oppa tapi Ia malah memberiku senyum andalannya. Huh.. aku tak pernah bisa marah kalau sudah begini. Pesona namja chinguku ini selalu berhasil meluluhkan hatiku. Ya, Lee Donghae adalah namja chinguku sejak 3 bulan yang lalu. Ia sosok namja yang perhatian dan merupakan namja tertampan di fakultas business ini. Ah, bukan di fakultas ini saja tapi juga di seluruh President University.

President University memang milik orang tua Donghae oppa. Oleh karena itu, Ia suka bersikap seenaknya terhadap dosen maupun seluruh orang yang ada di kampus ini. Mau belajar atau pun tidak, ya terserah moodnya saja. Sejak aku menjadi yeoja chingunya, aku pun sering melalaikan tugasku sebagai mahasiswi, aku sering bolos kuliah untuk menemani Donghae hang out bersama teman-temannya.

“oppa, kenapa harus berteriak seperti tadi. hah?” tanyaku dengan nada sepelan mungkin tapi tetap menunjukkan kalau aku kesal dengan sikapnya tadi.

“karena kau mengabaikan panggilanku jagiya. Aku bosan disini. Kita keluar saja ya. Please?” Ia menangkupkan kedua tangannya dan tak lupa memberiku puppy eyesnya.

“2 jam lagi kan pelajaran Yunho sosaengnim selesai. Bersabarlah sedikit.” Jawabku masih dengan nada yang lemah tapi Donghae oppa langsung menggelengkan kepalanya.

“aniyo, aku sudah tidak tahan ada disini jagiya. Kita keluar saja, ia kan?” jawab Donghae dengan meminta persetujuan teman-temannya yang langsung mendapatkan anggukan dari Sungmin, Enhyuk dan Heechul oppa.

Donghae oppa berdiri dari kursinya dan membereskan semua buku dan alat tulisku yang ada di meja. Ia memasukkannya dalam tasku dan langsung merangkul bahuku beranjak keluar dari kelas. Teman-teman Donghae oppa ikut dibelakang kami begitu juga dengan Sunny, sahabat sebangkuku. Yunho sosaengnim hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah laku kami tapi Ia tidak melarang karena pasti Ia takut akan kuasa Donghae oppa. Donghae oppa adalah pewaris tunggal universitas ini dan merupakan putra kesayangan Lee ahjussie.

Aku dan Donghae oppa naik ke mobil sport kuning yang sama dengan mobil sport milik Bella hadiah dari Edward Cullen. Penggemar Twilight Saga pasti tahu mobil apa yang kumaksud. Sedangkan Sungmin oppa menggunakan Mercedes keluaran terbaru berwarna silver bersama dengan Sunny. Mereka sudah menjalin hubungan lebih dari setengah tahun. Heechul dan Eunhyuk oppa menggunakan mobil sport keluaran BMW berwarna hitam dan merah.

Kami melaju ke Cafe Tiffany eonnie, pacar Heechul oppa. Mereka sudah berpacaran lebih dari setahun. Walau Tiffany eonnie tidak sekampus dengan kami tapi kami sangat dekat. Tiffany eonnie mengambil jurusan design di  Inha University bersama dengan Hyoyeon eonnie yang merupakan pacar dari Eunhyuk oppa. Mereka adalah pasangan yang sangat hot dan romantis karena mereka memang sudah menjalin hubungan yang cukup lama sejak mereka SMA.

“sepertinya para tuan muda sedang bosan, hah?” sambut Tiffany eonnie ketika kami telah sampai di Sweet Cafe miliknya.

“yeah, para tuan muda bolos kuliah lagi” timpal Hyoyeon eonnie yang mengundang Donghae, Heechul, Sungmin dan Enhyuk oppa tertawa terbahak-bahak.

“apa kau tidak merindukanku chagi, aku sangat merindukanmu?” Tanya Enhyuk oppa sambil memeluk Hyoyeon eonnie dan tanpa sungkan mereka berciuman dengan hot di depan kami semua.

“aigo, hyukkie. Hentikan ciumanmu. Kau membuatku ingin melakukannya juga pada Tiffany” ucap Heechul oppa yang mendapatkan death glare dari Tiffany eonnie.

“hahahahaa…. Jangan salahkan kami chullie. Kami sudah tidak lama bertemu, iya kan chagi?” balas Eunhyuk oppa dan memeluk Hyoyeon eonnie dari belakang.

“ckckck… kalian ini ada-ada saja. Ayo kita ke dalam dan bersantai. Aku sudah capek hanya berdiri disini sejak tadi” rengek Sungmin hyung yang juga sedang merangkul Sunny.

Kami semua masuk ke dalam Sweet Cafe, menuju tempat duduk favorit kami yang terletak di taman belakang cafe ini. Hanya tamu VIP yang boleh masuk kesini. Salah satunya adalah kami. Kursi dan meja disusun tidak beraturan dan ada kolam kecil yang aliran airnya mengalir layaknya air terjun. Menimbulkan suara gemericik air yang sangat nyaman untuk didengar. Selain itu, juga terdapat bunga-bunga yang semakin memperindah tempat ini. Itulah yang membuat kami sangat betah berkumpul ditempat ini.

Dua pelayan mengantarkan makanan dan minuman yang tak perlu kami pesan lagi karena mereka sudah hafal semua makanan dan minuman kesukaan kami satu persatu. Kebetulan aku sudah sangat haus, aku menyeruput jus melonku tapi aku menghentikannya karena dari tadi Donghae oppa menatapku lekat.

“wae oppa? Oppa juga mau jus melon? Aku pesankan ya?” tanyaku. Ia menggeleng dan menarikku keatas pangkuannya. Ia menyapu bibirku dengan ibu jarinya. Sepertinya, ada bekas minumanku yang menempel di sudut bibirku. Aku mengucapkan terimakasih dengan berbisik ditelinganya dan meniup telinganya jahil.

Ia menggelinjang karena oppa memang mudah merasa geli. Aku tertawa melihat reaksinya. Ia menatapku dengan smirknya dan Ia langsung menahan wajahku dengan kedua tangannya lalu perlahan bibirnya menyentuh bibirku. Ia menciumku dengan lembut tapi aku langsung melepaskan ciumannya.

“wae jagiya, kau tidak pernah membalas ciumanku. Apa kau tidak mencintaiku?” tanyanya lirih. Aku menggeleng dan mencium keningnya sekilas.

“aniyo oppa, aku sangat mencintaimu tapi aku hanya belum bisa untuk membalas ciumanmu. Mianhae.” Balasku lirih. Ia menghembuskan napasnya kemudian tersenyum padaku.

“ne, aku mengerti. Kita tidak perlu terburu-buru. Saranghae Yoona-ah.” Ucapnya menatap lekat mataku.

“naddo saranghae Donghae oppa.” Aku bangkit dari pangkuannya dan mulai melebur dengan teman-teman kami yang lain. Kami membicarakan berbagai hal, mulai dari hal kuliah, fashion, dan merencanakan untuk liburan bersama ke Maldive ketika liburan akhir semester nanti.

Donghae oppa mengantarku kerumah setelah kami menghabiskan waktu bersama sampai pukul 8 malam. Ia mencium keningku lalu aku melambaikan tanganku sebelum akhirnya aku melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah yang telah kutinggali sejak kecil.

“ehemm…” appa menghentikan langkahku ketika aku akan melangkahkan kaki naik ke kamarku yang ada di lantai dua.

“annyeong appa. Mianhae, aku tidak melihat appa dan eomma tadi.” Ucapku sopan. Aku menghampiri appa dan eomma yang sedang duduk di ruang tamu. Aku mencium pipi kedua orang tuaku dan duduk dihadapan mereka.

“darimana saja honey baru pulang jam segini?” Tanya eomma lembut padaku. Jantungku berdetak cepat, aku bingung harus menjawab apa. Kalau aku bilang, aku habis bersenang-senang dengan Donghae oppa bukannya belajar di kampus, appa pasti akan marah padaku. Tuhan, maafkan aku. Untuk kesekian kalinya, aku harus berbohong pada kedua orang tuaku.

“mianhae eomma, aku lupa memberitahu eomma karena tadi aku sangat sibuk mengerjakan tugas kuliah di rumah Sunny. Akhir-akhir ini tugas kuliah kami sangat banyak.” Jawabku membohongi kedua orang tuaku sendiri.

“lain kali kau jangan lupa mengabari kami lagi, eommamu tadi sangat khawatir. Apalagi ponselmu tidak bisa dihubungi Yoona-ah.” Pesan appa padaku.

“ne appa, mianhae membuat appa dan eomma cemas.” Kataku dengan menundukkan kepalaku. Eomma bangkit dan mengelus pipiku.

“aniyo, kau pasti lelah setelah belajar seharian, naiklah ke atas. Mandi dan ganti bajumu setelah itu turun untuk makan malam. Eomma akan menyiapkannya untukmu. Arra?” ucap eomma penuh kasih sayang.

“ne eomma, tapi aku tidak akan makan malam eomma. Tadi aku sudah makan di rumah Sunny. Aku langsung istirahat saja. Tidak apa-apakan eomma?” tanyaku pada eomma. Eomma hanya mengangguk dan setelah mengucapkan selamat malam kepada kedua orang tuaku, aku langsung melangkah menuju kamarku.

___

Minggu-minggu ini adalah minggu sibuk karena kami sedang melaksanakan ujian akhir semester. Aku berusaha fokus belajar tapi seperti biasanya Donghae oppa selalu memintaku untuk menemaninya hang out. Aku tak dapat menolak karena Ia adalah namja chinguku. Aku hanya berusaha menjawab semua soal itu semampuku. Aku tak yakin akan mendapatkan nilai yang memuaskan seperti semester 5 kemarin.

Benar saja, saat nilai keluar. Aku hanya dapat memandangi nilai-nilai yang kuraih dengan nanar. Hampir semua mata kuliah aku mendapatkan nilai C, hanya 2 mata kuliah yang mendapat nilai B dan 1 mata kuliah dengan nilai terparah yaitu D. Aku sangat sedih dengan hasil ini, bagaimana aku memberitahu appa kalau semua nilaiku turun. Appa sangat bangga ketika aku selalu mendapatkan IPK hampir sempurna. Paling kecil, IPK yang pernah kuraih adalah 3.87 dan sekarang nilaiku sangat hancur. Otthokae???

Aku menangis di pelukan Donghae oppa, Ia menenangkanku dengan mengecup keningku. Donghae oppa merangkulku dan kami menuju mobil lalu kembali berkumpul dengan teman-teman kami di Sweet cafe. Donghae oppa selalu bisa menghilangkan kesedihanku.

___

Appa sangat kecewa setelah mengetahui semua nilai yang kudapat. Appa tidak berbicara apa-apa, beliau meninggalkanku diruang keluarga dan langsung masuk ke ruang kerjanya. Aku menangis di pelukan eomma. Eomma membelai lembut rambutku dan tak terasa aku telah tertidur di pelukan eomma.

Aku terbangun di pagi hari dengan mata yang bengkak dan lingkaran hitam membuat mataku terlihat menyeramkan. Aku bergegas ke kamar mandi, membilas tubuhku dengan air hangat yang menyejukkan kembali tubuhku. Setelah berdandan sedikit, aku turun untuk sarapan bersama appa dan eomma.

Aku belum berani memandang wajah appa, aku hanya menunduk dan eomma menyadari suasana yang akward diantara kami, tidak seperti biasanya. Eomma berusaha mencairkan suasana kembali.

“aigo, yeobo kau makan sangat sedikit. Apa kau mau sakit lagi, hah? Kau juga sweet heart, ayo tambah lagi dagingnya. Apa kau mau bertambah kurus Yoona-ah? Kau akan terlihat jelek nanti dan eomma tak akan mengakuimu sebagai putri kesayangan eomma kalau seperti itu” canda eomma sambil tertawa garing.

“ne.. eomma.” Timpalku, tapi appa tetap diam. Tak memberi komentar apa-apa. Kami kembali makan dalam diam sampai appa membuka suara.

“Yoona-ah, apa memaafkanmu untuk kali ini, tapi appa tak akan memaafkanmu lagi kalau sampai kau mendapat nilai yang sangat buruk seperti itu lagi. Putri kesayangan appa adalah putri yang pintar dan sangat bertanggung jawab. Appa merindukan putri appa yang seperti itu.” Ucap appa tegas.

“ne appa, mianhae. Aku berjanji akan memperbaikinya dan menjadi putri kebanggaan appa lagi.” Jawabku dengan tegas juga. Appa mengangguk mendengar jawabanku dan eomma tersenyum dengan penuh haru. Eomma memang wanita yang sangat mudah tersentuh. Itulah yang membuatku semakin menyayangi eomma.

“kau sudah liburan kan? Appa tidak mengizinkanmu untuk liburan kemanapun. Selama liburan, kau akan tetap dirumah dan appa akan mencarikan guru privat untukmu. Kau harus mengejar ketinggalanmu. Arra?” perkataan appa membuatku shock. Bagaimana ini, aku kan sudah berjanji akan menghabiskan liburan bersama ke Maldive dengan Donghae oppa dan teman-temanku.

“tapi appa…” belum sempat aku menyelesaikan kata-kataku appa telah menyelanya.

“tidak ada tapi-tapian Yoona-ah. Kau sudah berjanji untuk memperbaiki nilaimu kan?” Tanya appa dengan memandang mataku tajam. Aku hanya mengangguk karena tak mungkin bisa lagi mendebat permintaan appa.

Setelah selesai sarapan, aku langsung menuju kamarku dan menelpon Donghae oppa. “oppa, kau sedang dimana?”

“aku sedang bersama Heechul hyung, wae jagiya?” tanyanya.

“mianhae oppa, selama liburan aku dihukum appa tidak boleh keluar rumah. Aku harus belajar mengejar ketinggalanku oppa.” Kataku lirih.

“mwo????? Tidak bisa begitu jagiya, kita kan sudah berjanji akan liburan bersama.” Ucapnya kecewa.

“ne, aku tahu, tapi aku tak dapat mengubah pendirian appa lagi. Appa sangat kecewa melihat nilai-nilaiku oppa. Oppa kumohon mengertilah, untuk kali ini saja. Aku tidak bisa bersama oppa.” Ucapku dengan nada tak kalah kecewa.

“whatever” setelah mengatakan itu, Donghae oppa memutus telpon dariku. Aku menangis, aku juga sangat ingin menghabiskan waktu liburanku bersama namja chingu yang sangat kucintai bukannya belajar dengan guru yang pasti akan sangat membosankan.

___

Seharian Donghae oppa tidak pernah membalas sms atau pun mengangkat telpon dariku. Aku sangat frustasi dengan keadaan ini. Aku sangat merindukan namja chinguku. Ketika aku bertanya pada Sunny, dimana Donghae oppa, Ia berkata tidak tahu. Begitu pula dengan teman-temanku yang lain. Heechul oppa bahkan mengatakan, kalau Donghae oppa membatalkan rencana liburan bersama kami ke Maldive dan mereka menyangka kalau kami merencanakan liburan berdua saja.

Aku sangat merasa bersalah kepada Donghae oppa, oppa pasti sangat ingin menghabiskan liburan bersamaku tapi aku malah tidak bisa. Mianhae oppa, aku benar-benar tidak bisa memenuhi permintaanmu untuk kali ini. Aku berjanji akan menghabiskan waktu bersamamu setelah masa hukumanku selesai. Bersabarlah oppa. Aku sangat mencintaimu.

Aku memeluk boneka kesayanganku dan mengabaikan panggilan eomma untuk makan malam. Aku tidak merasa lapar padahal dari tadi siang aku belum makan apa-apa. Eomma kembali mengetuk pintu kamarku tapi aku berpura-pura tidak mendengarnya, aku hanya membutuhkan Donghae oppa saat ini dan jika dia tidak ada maka aku hanya ingin sendiri. Aku ingin menumpahkan rasa kesalku dengan tangisan yang tak menimbulkan suara lagi karena sudah seharian penuh aku menangis. Jeongmal bhogoshippeo Donghae oppa.  Mianhae…..

TBC…..

Gimana chingu, gajekah????

Oya, mian kalau yang bertanya-tanya mana Siwonnya???

Tunggu ya di next chapter..

Oppa bakal keluar… *anggep aja oppanya lagi jalan2* #plak

😀

Jangan lupa commentnya ya chingudeul…..

Advertisements

About choireri

I'm not a writter, but I LIKE writing. Siwon is my priority bias and I like YoonWon + SeoKyu too ^^ author at CRFF

Posted on June 11, 2012, in Chapter, Fan Fiction and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 88 Comments.

  1. donghae oppa gmna sih bikin yoong eonni jd ga bener ini lg malah cinta bgt sama donghae oppa. pasti siwon oppa nih yg jd guru privatenya hahaha

  2. Kemana yach donghae..??? Dan siapa yg guru privat yoongie??? Jd penasarn..chapter 2 lanjut…

  3. waktu tdi di awal, aku baca donghae… lho, aku salah pilih ff ya?? tpi setelah liat LAGI ada YOONWON.,, baru deh lanjut baca..

    appanya yoona benar… kan slama ini (waktu utk kuliah) yoona slalu hang out kan, so.. waktu libur dia hrs belajar…

    klo aku kayaknya bakal dimarahin abis2an klo smp nilai jatuh… lanjut.

  4. ice princess yong

    gomawo for ff yoonwon ya…

  5. sblumnya maaf ya bru comment,so’alnya aq jga bru nmuin ff ni..he
    yoonnie tinggalin jha haeppa..kan gra2 dia nilai yoonnie anjlok..udah kbur jha ma wonppa..aq dkung ko..trus aq umpetin biar haeppa gk bisa nmuin klian brdua..hihihi

  6. Donghae bnr2 bikin nilai yoong turun…ђαϑϱђ (¬˛¬) kasian yoona,,, putusin ªĴª lagian yeojachingu na └∂ģî down, bukan dihibur malah kabur…ƗƗɐƗƗɐ…ƗƗɐƗƗɐ….ƗƗɐƗƗɐ”̮…peace…

  7. Waaahhh Donghae nggak bener nih, sampai buat Yoona nilai nya turun 😮
    Lanjuuuutttt~~

  8. Pasti guru privet xa siwon

  9. aigooo…donghae ngajarin yg gk bener ni -_-

  10. Nah loh…siwonnya mana??kok donghae mulu..
    Kayaknya donghae membawa dampak buruk ya buat hidup yoona,dan trkesan egois. Lanjut aja deh biar jelas hehe…

  11. Pacar macam apa yang buat pacarnyaa mempunyai nilai sangat jelek dan malah nyuruh bolos 😐
    Kasihan yoona bisa jatuh cinta dan punya pacar seperti iti 😣

  12. wonie belum muncul…udah lah yoona ninggalin dongahe aja…gara2 donghae kan nilaimu jdi jelek..ish ish ish…next

Leave Your Words, Chingudeul ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: