The Wedding Without Heart Part 5

Judul                     : The Wedding Without Heart Part 5

Cast                       : Choi Siwon

Im Raena (OC) *reader bisa anggep siapa aja*

Support Cast      :  you will find them

Genre                   : Romance

Rate                       : G

Length                  : Chapter 5 of (?)

Disclaimer           :

Beberapa cast dalam ff ini merupakan tokoh real dan juga OC

namun alur ceritanya ASLI dan MURNI  hasil imajinasiku.

DON’T BE A PLAGIATOR !!!

Fiuh…

Ahirnya selesai juga part 5 dari ff abal-abal ini..

Buat chingu yang sudah baca part sebelumnya silahkan dilanjutkan baca part ini tapi buat yang belum, silahkan baca part sebelumnya dulu….

Obrak abrik aja library Reri

😀

Happy reading chingudeul 🙂

Raena Pov

Kuhembuskan nafas ketika melihat pantulan seorang gadis di cermin. Tak ada yang salah bahkan sekarang aku sulit mempercayai bahwa gadis yang ada dicermin ini adalah diriku. Gaun pengantin terusan panjang ala putri kerajaan yang melekat pada tubuhku berwarna putih tulang dengan batu permata yang berwarna blue shapphire pada belahan dadanya semakin menambah kesan glamor dan mewah. Gaun ini adalah gaun ketiga yang kucoba waktu itu, selera Jiwon patut diacungi jempol. Riasan make up dari para profesial artis membuat wajahku terlihat sangat segar dan cantik. Tiara kecil yang bertahtakan berlian menghiasi kepalaku dan High heel putih 13 cm yang kukenakan semakin menyempurnakan penampilanku hari ini.

Hari ini adalah hari pernikahan kami –aku dan Choi Siwon- yang dilaksanakan di gereja terbesar di Seoul. Aku bahkan tidak menyangka kalau pernikahan ini menjadi topik utama di berbagai media cetak. Ternyata pernikahan dari penerus tunggal dari kedua perusahaan besar yang ada di Korea dan Amerika sangat menarik perhatian berbagai kalangan mulai dari masyarakat umum sampai para pengusaha.

Cklek

Kuputar kepalaku ketika mendengar suara pintu dari ruang tunggu pengantin ini terbuka. Eomma tersenyum melihatku tapi aku tak dapat membalas senyuman Eomma. Bibirku tertahan dan terlalu banyak hal yang memenuhi pikiranku saat ini. Aku hanya menunduk melihat tatapan Eomma.

“hey… what’s wrong sweet heart?” tanya Eomma dengan mendongakkan kepalaku, lalu mengelus pipiku dengan penuh rasa sayang.

“emm.. emm… tak bisakah kita membatalkan pernikahan ini Eomma?” tanyaku yang membuat Eomma terlonjak dan melepaskan kedua tangannya dari pipiku.

“you’re kidding me? Jangan bercanda Raena-ah. Semuanya telah disiapkan dengan matang dan sekarang kau ingin membatalkannya begitu saja. Kemana putri Eomma yang selalu bertanggung jawab itu? Apa kau ingin mengecewakan semua orang, sayang?” ucap Eomma dengan menatap mataku intens tapi kuhindari, aku kembali menundukkan kepaku. Eomma mendekatiku dan memegang kedua bahuku.

“look at me Raena-ah ! hari ini adalah hari pernikahanmu dengan Siwon. Namja yang baik, sopan, penyayang dan berasal dari keluarga yang Eomma dan Appa telah mengenalnya dengan sangat baik. Eomma yakin kau akan bahagia dengannya Raena-ah” kata Eomma dengan lembut.

“tapi Eomma, aku tidak yakin dengan pernikahan ini dan itu membuatku sangat khawatir” ucapku lirih.

“tak ada yang perlu kau khawatirkan sweet heart. Eomma dan Appa ada disini. Apa kau tahu kalau hari ini adalah hari yang paling Eomma dan Appa tungggu. Menyaksikan putri tersayang kami menikah dengan namja yang kami yakini adalah yang terbaik adalah kebahagiaan terbesar dalam hidup Eomma dan Appa” kata-kata yang penuh kelembutan dan tatapan eomma yang memancarkan rasa sayang yang begitu besar padaku membuat kristal-kristal bening mengalir dengan mulus pada pipiku.

“mianhae eomma, aku.. aku…” kataku terbata-bata.

“aniyo, kau tak pelu minta maaf sayang. Eomma tahu perasaanmu saat ini sedang kalut dan karena itulah Eomma ada disini untuk membuat perasaanmu kembali tenang. Uljimma sayang… uljimma” kata Eomma menghapus air mataku dengan telunjuknya.

“gomawo Eomma. Eomma juga tidak boleh menangis” kataku sambil menghapus air mata Eomma dengan jempolku.

“ini tangisan bahagia sayang, Eomma sangat bahagia sekarang” kata Eomma dan langsung memeluk tubuhku. Pelukan Eomma menyalurkan perasaan hangat yang membuatku kembali merasa tenang.

“ehem… apa Appa boleh bergabung?” kata Appa yang membuatku dan Eomma melepaskan pelukan kami.

“ne.. tentu saja Appa” jawabku dengan senyuman riang. Kini aku dipeluk oleh kedua orang tua yang sangat aku sayangi. Aku tak akan pernah melupakan moment ini. setelah beberapa saat, Appa melepaskan pelukannya dan begitu juga dengan Eomma.

“riasanmu berantakan sayang, ayo benahi dulu karena sebentar lagi acara akan segera dimulai” kata Eomma dan menuntunku ke meja rias. Eomma memanggil ahjumma yang tadi meriasku dan tak perlu waktu yang lama, kini penampilanku telah kembali sempurna. Eomma mengelus pipiku dengan penuh kelembutan. Menyalurkan kekuatan untukku.

“kau sudah siap sayang?” tanya Appa.

Aku mengangguk dan Appa mengambil tangan kananku. Kini tanganku menggamit tangan kiri Appa. Kami beranjak keluar dan aku dapat mendengar lagu indah yang mengiringi langkahku. Semua tamu undangan berdiri dan menatapku dengan tatapan kagum. Aku menguatkan pegangan tanganku pada tangan Appa dan sepertinya Appa menyadari perasaanku, Appa semakin menguatkan tangannya dan menuntutku dengan langkah pasti menuju altar yang disana telah berdiri seorang namja yang sebentar lagi akan berubah status menjadi suamiku.

End Raena Pov

——–

Siwon Pov

Alunan lagu mengalun dengan indah ketika Ia mulai melangkahkan kakinya memasuki altar. Semua orang yang ada dalam ruangan ini berdiri dan menatap kagum pada sosoknya, tak terkecuali diriku. Ia sangat cantik dengan gaun pengantin yang terlihat sangat sempurna ditubuhnya. Aku bahkan tak sadar jika sekarang Ia telah berada dihadapanku. Pesonanya mengalihkan duniaku.

Ahjusiie Im melepaskan tangan Raena yang masih menggamit tangannya dengan perlahan. Ia mengambil tangan mungil itu dan menyerahkannya padaku. Aku mengambilnya dan membungkukkan kepalaku singkat pada Ahjusiie Im atau mulai sekarang harus kupanggil dengan Appa.

Kami sudah berhadapan dengan pendeta yang akan menuntun kami dalam mengucapkan janji pernikahan yang sah.

“Sdr.  Choi Siwon, Apakah saudara mengakui dihadapan Tuhan bahwa saudara  bersedia dan  mau menerima Sdri. Im Raena sebagai istri saudara satu-satunya dan hidup bersamanya dalam pernikahan suci seumur hidup, mengasihinya sama seperti saudara mengasihi diri sendiri, mengasuh dan merawatnya, menghormati dan memeliharanya dalam keadaan susah dan senang, dalam keadaan kelimpahan atau kekurangan, dalam keadaan sakit dan sehat dan setia kepadanya selama saudara berdua hidup dan apakah saudara bersedia menjaga kesucian perkawinan saudara ini sebagai suami yang setia dan takut akan Tuhan sepanjang umur hidupmu?” tanya pendeta padaku.

“ Saya, Choi Siwon menerima  engkau, Im Raena  menjadi satu-satunya istri dalam pernikahan yang sah, untuk dimiliki dan dipertahankan, sejak hari ini dan seterusnya, dalam suka dan duka, semasa kelimpahan dan kekurangan, di waktu sakit dan di waktu sehat, untuk dikasihi dan diperhatikan serta dihargai, kuucapkan janji setiaku kepadamu” jawabku tegas walau sebenarnya masih terbersit keraguan dalam hatiku.

“Sdri.  Im Raena, Apakah saudari mengakui dihadapan Tuhan bahwa saudari  bersedia dan  mau menerima Sdr. Choi Siwon sebagai suami saudari satu-satunya dan hidup bersamanya dalam pernikahan suci seumur hidup, mengasihinya sama seperti saudari mengasihi diri sendiri, mengasuh dan merawatnya, menghormati dan memeliharanya dalam keadaan susah dan senang, dalam keadaan kelimpahan atau kekurangan, dalam keadaan sakit dan sehat dan setia kepadanya selama saudari berdua hidup dan apakah saudari bersedia menjaga kesucian perkawinan saudari ini sebagai istri yang setia dan takut akan Tuhan sepanjang umur hidupmu?” tanya pendeta pada Raena. Kulirik Ia sekilas, Raena hanya terdiam dan Ia menghembuskan nafas sebelum akhirnya menjawab pertanyaan pendeta.

“ Saya, Im Raena menerima  engkau, Choi Siwon  menjadi satu-satunya suami dalam pernikahan yang sah, untuk dimiliki dan dipertahankan, sejak hari ini dan seterusnya, dalam suka dan duka, semasa kelimpahan dan kekurangan, di waktu sakit dan di waktu sehat, untuk dikasihi dan diperhatikan serta dihargai, kuucapkan janji setiaku kepadamu” jawabnya dengan pelan.

“Kalian telah sah menjadi suami istri dan sekarang pengantin pria dapat memasangkan cincin pada pengantin wanita begitu juga sebaliknya” Aku memasangkan cincin pada jari manis Raena dan begitu juga dengannya setelah mendengar ucapan pendeta.

“Pengantin pria diperkenankan untuk mencium pengantin wanita”

deg

jantungku berpacu dengan cepat mendengar kata-kata pendeta. Keringat dingin telah membanjiri tubuhku. Kuberanikan diri untuk merengkuh wajahnya dan mencium keningnya singkat. Ia sedikit terlonjak tapi Ia langsung menguasai dirinya lagi.

Tepukan tangan membahana setelah aku mencium keningnya dan kini waktunya Raena untuk melemparkan bunga yang akan diperebutkan oleh semua wanita yang belum menikah diruangan ini. Mereka yakin bahwa siapapun yang mendapatkan bunga itu maka Ia juga akan segera menikah. Sulit dipercaya dengan logika tapi inilah tradisi yang sudah turun temurun.

End Siwon Pov

——–

Raena Pov

Kedua Eomma dan Appaku serta adik iparku, Jiwon menangis terharu ketika upacara pernikahan telah selesai dilaksanakan dengan penuh hikmat. Mereka memelukku dan juga Siwon dengan penuh rasa bahagia yang terpancar jelas dari wajah mereka. Aku pun tersenyum bisa membuat semua orang yang aku sayang bahagia walau sebenarnya hatiku belum bisa menerima semua ini sepenuhnya.

Kami meninggalkan gereja dan menuju hotel bintang 5 yang telah dipilih oleh Eomma dan Eomma mertuaku sebagai tempat resepsi pernikahan yang akan dilaksanakan malam ini. Jiwon membantuku melepaskan gaun pengantinku dan aku pun mulai kembali dirias. Rambutku ditata ke atas tapi ada beberapa rambut yang dibiarkan terurai dengan dibuat sedikit bergelombang pada ujung-ujungnya, tak ketinggalan tiara kecil masih menghiasi puncak kepalaku yang kali ini senada dengan warna gaunku, bercorak keemasan.

Setelah selesai make up dan menata rambutku, Jiwon kembali membantuku  memakaikan gaun malam yang sangat elegant dan glamor. Gaun ini pilihanku sendiri dan Jiwon sangat menyukai pilihanku.

“omo.. neomu yeoppoda. Kakak iparku benar-benar cantik. Siwon oppa tidak salah pilih” puji Jiwon sambil memelukku sekilas.

“gomawo Jiwon-ah. Kau bahkan jauh lebih cantik daripada eonnie” pujiku yang membuat wajahnya merona.

“Eonnie tidak perlu berbohong” elaknya.

“aku tidak berbohong Jiwon-ah, kau memang benar-benar cantik. Sangat cantik”

“gomawo Eonnie” katanya malu.

“Ji-ah..” ucapku pelan.

“waeyo Eonnie?” tanyanya penasaran.

“em… am.. aniyo…” kataku yang membuat keningnya berkerut.

“waeyo Eonnie? Jangan buat aku mati penasaran” kali ini Ia melipat kedua tangannya di depan dada ditambah dengan kerucutan bibir tipisnya. Aku tak tahan untuk tidak mencubit pipinya yang menggelembung. Sangat lucu.

“aniyo Ji-ah… Eonnie hanya ingin bertanya, apa Oppamu sudah siap?” tanyaku dengan menundukkan kepala yang membuat Jiwon tertawa.

“hahaha… Eonnie sudah merindukan Oppa. Sabar ya Eonnieku sayang, sebentar lagi kan acara resepsinya dimulai. Eonnie akan segera bertemu dengan suami tampanmu itu” kata Jiwon dengan kedipan matanya.

“aigo… bukan seperti itu Ji-ah, Eonnie kan hanya bertanya” elakku.

“ne.. Eonni tidak perlu khawatir. Disana ada Eomma yang mengurus Oppa” jawabnya dengan senyuman.

“baru sebentar Eomma telah melupakan anaknya” kataku mendramatisir keadaan.

“hahaha… disini kan ada aku yang mengurus Eonnie. Makanya Eomma mengurus Oppa disana”

“hahaha… ne sayang… Eonnie hanya bercanda” aku tersenyum pada Jiwon dan Jiwon pun membalas senyumanku.

End Raena Pov

——–

Siwon Pov

“Siwon-ah… ayo cepat keluar sayang, acara akan segera dimulai. Kajja” kata Eomma mertuaku.

“ne Eomma” jawabku.

Kuperhatikan lagi penampilanku sebelum melangkah keluar, aku memakai tuxedo yang berwarna keemasan, rambut yang ditata dengan rapi dan wajahku yang di make up secara minimalis. Konsep resepsi pernikahan yang bernuansa gold ini dipilih langsung oleh Raena. Sama seperti Jiwon, Raena memiliki selera yang luar biasa.

Lagi-lagi hari ini aku terpesona akan kecantikan yeoja yang kini telah menjadi istriku ketika Ia keluar dari ruang riasnya. Aku mendekatinya dan Ia langsung menggamit tanganku. Kami menuju ball room utama dan sama seperti tadi siang, tamu undangan -terutama para namja- menatap gadis yang ada disebelahku ini dengan penuh decakan kagum.

Resepsi ini diadakan secara standing party, maka kami –aku dan Raena- mulai berkeliling setelah acara resmi dilaksanakan untuk menyapa semua tamu undangan yang telah hadir malam ini.

“hyung, bagaimana mungkin kau menikah duluan. Aku sulit menerima kenyataan ini” sambut Nickhun ketika kami menghampirinya.

“aku setuju denganmu Khun, bahkan aku masih heran ada yeoja yang mau menikah denganmu hyung” timpal Kyuhyun. Apa maksud ucapannya tadi? Sifat evilnya mulai kumat. Huh.

“aisss… sudahlah, aku malas meladeni evil sepertimu Kyu. Kenalkan, ini istriku, Im Raena” kataku memperkenalkan Raena yang dari tadi hanya melongo melihat kelakuan teman-temanku.

“annyeong haseyo, Im Raena imnida. Bangapsemnida” kata Raena dengan membungkuk hormat dan tersenyum. Omo.. kenapa senyumnya begitu manis? Kutepiskan pikiran anehku.

“annyeong.. Lee Donghae imnida, sahabat Siwon yang paling tampan” Donghae mulai narsis, Ia menjabat tangan Raena dan mengedipkan matanya.

“hahaha….. hyung, ternyata kau lebih evil dari Kyu. Tatapan matamu pada Donghae hyung benar-benar mengerikan. Annyeong nuna, Nickhun imnida. Sahabat Siwon hyung yang paling imut” kata Nickhun pada Raena dengan memasang wajah aegyonya. Nickhun menjabat tangan Raena tapi tak melepaskannya. Kusentakkan tangannya yang membuat bibir Nickhun mengerucut.

“aigo nuna.. aku turut prihatin, nuna sangat cantik kenapa mau menikah dengan Siwon hyung? Kalau nuna sudah tidak betah dengannya, ceraikan dia dan aku dengan senang hati akan menikahi nuna. Cho Kyuhyun imnida” kerling kyuhyun pada Raena. Raena hanya diam, mungkin Ia sama sepertiku. Syok dengan kata-kata Kyuhyun tadi. CERAI. Setelah menguasi dirinya kembali, Raena menjabat tangan Kyuhyun dan hanya membalas kata-kata Kyuhyun dengan senyuman.

“mana Yunho hyung?” tanyaku untuk mencairkan suasana diantara kami yang sedikit kaku.

“Yunho hyung sedang ke toilet. Nah, itu dia sudah kembali hyung” tunjuk Nickhun dan aku menolehkan kepalaku. Entah kenapa, aku merasa aura Yunho hyung sangat mengerikan ketika Ia menatapku.

“kau… kau sangat menyebalkan Siwon” ucap Yunho hyung dengan mengacak pinggang ketika Ia telah sampai di hadapan kami.

“mwo?” dahiku berkerut mendengar ucapan sinisnya.

“mwo? Kau bahkan tidak sadar kesalahanmu? Hey.. dongsaeng macam apa yang tidak menghadiri pernikahan hyungnya? Hah?” sindirnya.

“mianhae hyung, aku sangat sibuk menyiapkan pernikahan ini. mianhae, karena aku tidak hadir pada pesta pernikahanmu” ucapku dengan penuh penyesalan.

“aiss… untung istrimu sangat cantik. Ne.. aku maafkan, tapi kau harus minta maaf langsung pada Sooyoung. Dia benar-benar marah padamu” kata Yunho hyung.

“gomawo hyung, ne.. nanti aku akan meminta maaf langsung pada Sooyoung. Ngomong-ngomong, apa karena masih marah padaku Sooyoung tidak datang hari ini hyung?” tanyaku dengan penuh penyesalan.

“aniyo, dia sedang sakit. Pesta pernikahan kami membuatnya kondisinya drof. Oleh karena itu, aku tidak bisa berlama-lama disini. Aku khawatir meninggalkannya terlalu lama”

“oooo… ne.. aku mengerti, sampaikan salamku padanya hyung” kataku tulus.

“pasti.. tapi bagaimana aku bisa pulang, kau saja belum mengenalkan istrimu padaku” Yunho hyung menatap Raena.

“annyeong haseo. Im Raena imnida. Bangapsemnida” kata Raena dengan membungkuk hormat.

“annyeong Raena-ssi. Yunho imnida. Kau bisa memanggilku Yunho oppa” Raena mengangguk, lalu Yunho hyung menjabat tangan Raena.

Kami berbincang-bincang singkat sepeninggal Yunho hyung, lalu Raena mengajakku berkeliling lagi. Matanya berbinar ketika melihat seorang gadis yang ada ditengah ruangan. Sepertinya itu sahabatnya.

“omo… Raena-ah, kau sangat cantik. Aku sangat senang, tapi aku iri melihat sahabatku menikah duluan” sambut gadis itu, lalu mereka berdua berpelukan. Raena melepaskan pelukannya.

“gomawo Seohyun-ah. Oya, perkenalkan ini suamiku. Kau sudah sangat mengenalnya kan” kerling Raena pada gadis yang bernama Seohyun itu. Wajah seohyun merona dan mereka terkikik bersama. Walau sedikit bingung pada tingkah mereka berdua, aku tersenyum pada Seohyun. Aku tak ingin jika sahabat Raena menilaiku tidak sopan.

“annyeong Seohyun-ssi. Choi Siwon imnida” kataku dengan membungkuk padanya.

“annyeong Siwon-ssi. Seo Johyun imnida, tapi lebih akrab dipanggil Seohyun. Aku sahabat dekat Raena-ah di kantornya yang dulu. Bangapsemnida” Ia pun membungkuk dan tersenyum padaku.

End Siwon Pov

——–

Raena Pov

Setelah berkeliling menyapa semua tamu undangan, acara resepsi pernikahan ini pun diakhiri dengan pesta dansa. Aku dan Siwon yang menjadi sorotan utama. Awalnya kami sangat kaku, tapi lama-kelamaan kami berdansa dengan luwes, mengikuti alunan musik yang sangat indah.

Seluruh keluargaku mengantar kami ke kamar hotel yang telah disiapkan kedua Eommaku untuk m alam pertama kami. Aigo.. bagaimana ini? jantungku berpacu dengan cepat ketika mereka meninggalkan kami berdua di depan kamar yang bernomorkan sama dengan nomor apartemenku, 13.

Siwon membuka pintu kamar, Ia mempersilahkanku masuk duluan. Aku mengangguk berterimakasih, lalu melangkahkan kakikku masuk. Kamar ini sangat luas, didesain dengan suasana yang sangat romantis. Aroma mawar dengan bentuk love yang memenuhi tempat tidur king size itu membuatku kembali merasa rileks.

“Raena-ah” panggil Siwon.

“ne?” jawabku dengan membalikkan kepalaku menghadapnya.

“kau atau aku yang akan meggunakan kamar mandi duluan?” tanyanya.

“emm… apa kau tidak keberatan kalau aku yang duluan?” aku balik bertanya.

“ne…” jawabnya singkat.

Aku pergi ke kamar mandi. Aku mengganti bajuku dengan baju tidur yang telah kubawa tadi. Membersihkan wajahku dan menggerai rambutku. Rasanya benar-benar nyaman. Aku keluar, lalu Siwon langsung masuk untuk mengganti bajunya.

Aku duduk di pinggir tempat tidur ketika Siwon telah keluar dengan memakai piyama. Kami hanya terdiam, suasananya sangat kaku.

“emmm… Raena-ah, kau pasti sangat lelah. Kau tidurlah di kasur, aku akan tidur di sofa”

Ia mengambil bantal dan mulai merebahkan dirinya di sofa. Aku pun merebahkan diriku di kasur, tapi aku tidak bisa menutup mataku. Aku tidak tega melihat Siwon tidur di sofa, pasti Ia tidak pernah tidur di sofa seperti itu. Omo… eotthokae???

“emm.. Siwon-ah” panggilku dengan suara yang sangat pelan tapi Ia mendengarnya.

“ne? Waeyo?” tanyanya.

“emmm.. emmmm… badanmu akan sakit-sakit semua jika tidur disitu. Emm… aku tidak keberatan jika kau tidur disini. Emm.. maksudku, kasur ini sangat besar… emmm… aniyo…. maksudku…” aku tidak bisa menemukan kata-kata yang tepat. Aku menggigit bibir bawahku kembali.

Aku melihat Siwon bangkit dari sofa, Ia membawa bantalnya lalu merebahkan dirinya di kasur ini.

“emm.. ne.. aku mengerti maksudmu Raena-ah. Kau tidurlah, kau pasti sangat lelah. Jaljayo” Ia membalikkan tubuhnya kearah kanan dan aku pun membalikkan diriku kearah kiri. Kutekan jantungku yang kini semakin berdetak dengan cepat. Aku berharap Siwon tidak mendengar detakan jantungku ini.

Aku sangat lelah, Aku menutup kedua mataku. Jaljayo Siwon-ah, batinku. Aku pun perlahan masuk kealam bawah sadarku.

TBC……

Gimana chingu?

Minahe karena Reri gak bisa deskripsiin pernikahan mereka dengan detail dan bagus, malah gaje bgt kan chingu?

Walau gaje, tetep di comment ya chingu…

😀

Gomawo udah baca + comment

*bow*

Advertisements

About choireri

I'm not a writter, but I LIKE writing. Siwon is my priority bias and I like YoonWon + SeoKyu too ^^ author at CRFF

Posted on May 16, 2012, in Chapter, Fan Fiction and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 41 Comments.

  1. yeaaay mreka nikaaah
    Pnsran gmn kelanjutan khdupan mreka
    Smangat chinguu

    • fiuhhh
      ahirnyaa mereka nikah juga

      gimana ya klanjutannya
      bingung mau dibuat gimana
      heee

      ditunggu ya chingu
      semoga nanti gk mengecewakan chingudeul
      😀

  2. omoo.. kereeen XD buat mereka saling jatuh cinta dan happy ending ya eonni ^^

    hhe…
    i like it 🙂 nice ff eonni ^^

    • masih bingung mau dibuat gimana
      tp eonnie akan berusaha buat mereka jatuh cinta
      *maksa wonnie sama Raena buat setuju*
      😀

      sad atau happy ending ya????
      emmm…
      msh rahasia
      heee

      gomawo chingu udh baca + sempetin comment
      🙂

      • wkwk.. wah kita samaan eonni.. Kadang aku juga bingung mau di bawa kemana klo ffnya udah TBC XD bhahaha

        *ikut maksa Wonnie ama Raena*

        Happy ending aja eonni ^^
        wkwk..
        jangan lupa buat baby ya XD yang unyuunyu nan imut kaya Wonwon ^^
        #apaan sih wkkw..

  3. Annyeooong~
    Baru nemu ff ini nih.
    Seru banget ceritanyaaa.. Apalagi Siwon castnya kkk~ bukan siwonest, tp aku lg kesemsem sama Siwon. Kkk~ gpplah. Yang penting kan elf.
    Ditunggu next partnya yaa^^

  4. waaw akhir’y mreka mnkah.. hh
    chukae.. ^^

  5. wah penasaran banget sama kehidupan dan kegiatan mereka setelah menikah. next partnya cepat dipublish ya un kkk ~

  6. amin…
    *loh?
    haaa
    msa’ jeruk makan jeruk saeng

  7. Lanjut thor..aq penasaran nih sama kelanjutannya nie..

  8. tiba-tiba kesasar di sini, dan ceritanya tentang Siwon Uhuuuiiii
    wah, Siwon sama Raena dingin2an gitu… repot ya?
    hehehe

  9. Wah semakin seru aja ceritanya Reri eonnie, Kyo suka ceritanya Kereeen!

  10. wuaah…akhirnya mereka menikah!chukkae oppa,eonnie.. 🙂

  11. New merried couple tuh

  12. langsung aja dc next part udah gak sabr pengen tau bgaimana khidupan mrka.stlah mnikah

  13. sip sip sip… hihi

  14. akhirnya mereka menikah ,kelanjuttannya happy ending apa Sad ya?

  15. Coment dlu ah… Akhirnya nikah juga, bakalan ada konflik nih!!

  16. Woahhhhh raena nya mulai ada perasaan nih sama siwon>< ga sabar nunggu siwon nyatain perasaannya ke raena ahhh pasti so sweet ^^
    Oke nexttt chapp eon

  17. Sweet couple,,, gk ad acara rbutan kasur yaaa 😀

  18. kyuhyun oppa kalau ngomong asal jeplak hahaha ceritanya keren serius deh hehe

Leave Your Words, Chingudeul ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: