The Wedding Without Heart Part 4

Judul                     : The Wedding Without Heart Part 4

Cast                       : Choi Siwon

Im Raena (OC) *reader bisa anggep siapa aja*

Support Cast      :  you will find them

Genre                   : Romance

Rate                       : G

Length                  : Chapter 4 of (?)

Disclaimer          :

Beberapa cast dalam ff ini merupakan tokoh real dan juga OC

namun alur ceritanya ASLI dan MURNI  hasil imajinasiku.

DON’T BE A PLAGIATOR !!!

 Fiuh…

Ahirnya selesai juga part 4 dari ff abal-abal ini..

Buat chingu yang sudah baca part sebelumnya silahkan dilanjutkan baca part ini tapi buat yang belum, silahkan baca part sebelumnya dulu….

Obrak abrik aja library Reri

😀

Happy reading chingudeul 🙂

Raena Pov

Masih pukul 9 pagi, berarti masih ada waktu 3 jam untukku membereskan apartemen yang sedikit atau lebih tepatnya sangat berantakan.  Bantal sofa yang sudah tidak pada tempatnya lagi, piring dan gelas yang sudah menumpuk di dapur, debu yang mungkin sudah 5cm tebalnya. Wajar saja karena seingatku, 5 hari yang lalu terakhir aku sempat membereskan apartemen ini.

Aku yakin, eomma akan dengan senang hati memberi kuliah berjam-jam tentang pentingnya kebersihan bagi perkembangan jiwa seseorang terutama bagi seorang yeoja. Memikirkannya saja sudah membuat bulu kudukku merinding.

Setelah yakin bahwa setiap sudut apartemen ini bersih, rapi dan wangi kuputuskan untuk segera mandi dan bersiap-siap menjemput appa dan eomma di bandara. Tak kusangka appa dan eomma akan pulang ke Korea secepat ini. Biasanya appa sangat enggan untuk meninggalkan bisnisnya di Amerika. Hal ini membuat firasatku semakin buruk tentang nasibku dan Siwon ke depan.

Aku sampai di bandara sedikit lebih awal. 15 menit lagi pesawat appa dan eomma baru akan tiba. Aku duduk di kursi tunggu. Belum genap 60 detik, aku sudah mulai bosan. Kukeluarkan ponselku untuk mengurangi rasa bosan. Aku mulai asik berseluncur di dunia maya.

“ehem… apa kau sangat sibuk agashi sampai tidak menyadari appa dan eomma sudah berdiri disini sejak satu menit yang lalu” kudongakkan kepalaku mendengar suara yang sangat familiar dan sangat aku rindukan ini.

“annyeong appa, eomma.. jeongmal bhogoshippeo” aku langsung menghambur kepelukan appa dan eomma. Tak kuhiraukan jika orang lain menatap heran akan tingkahku ini. Aku sudah sangat merindukan pelukan dari appa dan eomma. Mungkin karena aku anak tunggal jadi aku sedikit lebih manja jika dekat dengan kedua orang tuaku ini.

Sebenarnya appa sangat enggan membiarkanku hidup sendirian di Korea sejak appa memutuskan untuk pindah ke Amerika. Butuh satu bulan untukku merayu dan melunakkan hati appa agar mengizinkanku tetap tinggal di Korea. Adik appa, Ahjusiie Yoochun memintaku untuk tinggal bersama mereka tapi aku menolaknya dengan halus. Aku tak ingin jika harus merepotkan orang lain walaupun aku sangat dekat dengan ahjussie, ahjumma dan terutama dengan Yoona. Sepupuku itu seumuran denganku, dari kecil kami selalu bersama tapi sejak 3 tahun yang lalu Ia pindah ke Paris untuk mewujudkan impiannya menjadi pelukis.

Aku berkata pada appa bahwa aku ingin benar-benar hidup sendiri, tanpa pembantu, supir, bodyguard atau siapapun. Awalnya appa dan eomma menolak dan menentang dengan keras tapi setelah aku memberi alasan bahwa aku ingin menjadi wanita mandiri yang tidak tergantung pada orang lain, akhirnya appa menyetujui permintaanku. Appa menjual rumah kami yang dulu dan membelikan apartemen ini untukku karena eomma yakin aku akan kerepotan jika harus tinggal di rumah yang besar sendirian.

“na ddo bhogoshippeoso sweet heart. How are you darling?” tanya eomma sambil mengelus pipiku dengan kedua tangannya.

“as you can see, I’m really fine eomma” kataku dengan senyuman lebar di wajahku.

Appa dan eomma masing-masing membawa satu koper. Langsung kuambil koper yang sedang dibawa eomma dan kami beranjak menuju parkiran. Sebelum aku membuka pintu kemudi, appa sudah mengambil kunci mobilku. Kebiasaan appa belum berubah, dari dulu appa tak pernah mengizinkanku membawa mobil sendiri jika masih ada appa disampingku.

Kami sampai di apartemenku dan aku langsung mengantar appa dan eomma ke kamar yang sudah kusiapkan khusus untuk appa dan eomma. Kamar ini memang tidak besar seperti kamar appa dan eomma di rumah kami yang dulu tapi masih cukup nyaman untuk beristirahat. Perjalanan Amerika-Korea pasti membuat appa dan eomma sangat lelah.

Sementara menunggu appa dan eomma bangun tidur, aku menyiapkan makan malam. Aku memasak makanan khas korea karena aku yakin appa dan eomma sudah rindu dengan makanan khas Korea. Aku memasak kimchi jjigae, bulgogi, galbi,makchang, doenjang jigae dan  jajangmyeon sebagai menu utama sedangkan untuk makanan ringannya, aku membuat gimbap dan yugwa.

“waw…. anak eomma benar-benar sudah siap menjadi ibu rumah tangga. Banyak sekali yang kau masak malam ini sayang” kata eomma takjub ketika keluar dari kamar.

“anak siapa dulu dong” aku mengedipkan sebelah mata pada eomma yang langsung membuat eomma tertawa.

“hahaha.. ne.. anak eomma pasti pintar memasak seperti eomma” kata eomma sedikit narsis.

“hahaaa.. oya, eomma. Apa appa masih istirahat?” tanyaku disela aktivitasku menata hidangan di atas meja makan.

“sudah, appamu lagi mandi”

“ooo…”

“sweet heart, karena kau sudah memasak makanan yang spesial dan sangat banyak. Tidak mungkin kita bertiga sanggup menghabiskan ini semua. Cepat kau telpon calon suamimu dan eomma yang akan menelpon Hana-ssi”

Sendok yang sedang kupegang terlepas begitu saja setelah aku mendengar kata-kata eomma. Omo.. otthokae??? Aku belum siap dengan pertemuan keluarga ini.

“sweet heart, gwenchana?” tanya eomma cemas melihatku yang terdiam seperti patung.

“emm.. ne eomma.. gwenchanayo”

“syukurlah, cepat kau telpon Siwon dan setelah itu kau harus bersiap-siap biar eomma yang melanjutkan menyiapkan ini semua. Jangan lupa dandan yang cantik. Araseo ?” kerling eomma padaku.

“emmm… ne eomma”

Aku mondar mandir di kamar. Apa aku harus menelponnya? Omo… otthokae? Kuatur nafasku dan kuambil ponsel dari atas tempat tidurku.

End Raena Pov

——–

Siwon Pov

Aku merapikan meja kerjaku, sudah pukul 5 sore aku harus segera pulang. Kepalaku sedikit pusing mungkin karena terlalu lelah bekerja dan ditambah dengan masalahku dengan Raena. Ponselku berbunyi ketika aku hendak melangkahkan kaki keluar dari ruang kerjaku.

“Yoboseo”

“Yoboseo Siwon-ssi”

“ne.. ada apa Raena-ssi?”

“emmm… emmmm….”

“katakan saja, tak perlu gugup seperti itu”

“Siwon-ssi, orang tuaku sudah sampai disini siang tadi dan sekarang eomma mengundangmu, ahjusiie, ahjumma dan Jiwon-ah untuk makan malam di apartemenku”

“mwo???”

“ne… kau masih ingat apartemenku kan?”

“ne.. aku ingat tapi …”

“ok.. jam 7, lantai 2 dan no 13.. annyeong”

Raena langsung menutup sambungan telpon. Aku yakin, perasaannya juga sama denganku saat ini. KALUT. Kupijit pelipisku untuk sedikit mengurangi rasa pusing di kepalaku. Langsung kulangkahkan kembali kakiku menuju parkiran.

Aku melihat eomma dan Jiwon sudah bersiap-siap ketika aku sampai dirumah. Entah kenapa, hari ini kuputuskan untuk pulang ke rumah daripada apartemenku sendiri.

“Sayang, cepatlah mandi dan bersiap-siap. Appamu juga sedang mandi, kita akan segera berangkat ke apartemen Raena-ah untuk makan malam bersama karena kedua orangtuanya sudah sampai di Korea siang tadi”

“ne eomma. Aku sudah tahu, tadi Raena-ssi menelponku”

Eomma mengangguk mengerti dan aku beranjak ke kamarku. Mengambil handuk dan langsung mandi. Guyuran air hangat kembali membuat tubuhku merasa lebih segar. Kuputuskan untuk memakai kemeja lengan panjang dan sepan panjang. Tidak perlu berlebihan, asal sopan dan enak dipandang. Pikirku.

Kami pergi secara bersama-sama, agar terasa kekeluargaannya kata eomma. Kuiyakan saja karena memang sudah lama sekali kami tidak pergi dengan mobil yang sama. Aku tersenyum melihat Jiwon, eomma dan appa yang sedang bersenda gurau. Aku sangat merindukan moment-moment seperti ini.

“yeobo, apa penampilanku masih rapi?” tanya eomma pada appa ketika kami sampai di depan pintu apartemen Raena yang bertuliskan 13.

“kau selalu cantik jagiya” puji appa.

“aigo.. eomma dan appa membuatku iri saja” timpal Jiwon sambil mengerucutkan bibirnya.

“hahaha.. makanya cepatlah punya pacar Ji-ah” kata eomma yang membuat bibir Jiwon semakin mengerucut.

Aku memencet bel.

ting tong

ting tong

ting tong

Raena membukakan pintu untuk kami. Kuakui, aku sedikit terpukau dengan penampilannya malam ini. Dress pink itu sangat pas ditubuhnya, membentuk S-line yang begitu sempurna. Kugelengkan kepalaku untuk menepis pikiranku.

“annyeong ahjusiie, ahjumma, Jiwon-ah dan Siwon-ssi”

“annyeong Raena eonni” balas Jiwon.

“eomma dan appa sudah menunggu di dalam, ayo ahjusiie, ahjumma, Jiwon-ah dan Siwon-ssi masuk ke dalam”

Hanya beberapa langkah, kami sudah sampai di ruang makan apartemen Raena. Eomma langsung berpelukan dengan ahjumma yang bisa kutebak sebagai eommanya Raena dan appa langsung berpelukan juga dengan ahjusiie yang pasti adalah appanya Raena.

Selesai eomma dan appa berpelukan dengan orang tua Raena, aku dan Jiwon membungkuk hormat memberikan salam pada eomma dan appanya Raena.

“Kau sudah besar dan sangat tampan Siwon-ah, terakhir kali ahjumma melihatmu kau masih remaja. Jiwon-ah juga sangat cantik persis sepertimu Hana-ah” puji ahjumma Im.

“Raena-ah juga sangat cantik, ia kan Siwon?” kerling eomma padaku yang membuatku kikuk.

“emm.. ne eomma” jawabku malu.

“hahaha…. tidak perlu malu-malu seperti itu sayang” goda eomma padaku. Aku melihat Raena menunduk, pasti Ia juga sangat malu sekarang.

“jangan goda mereka terus, ayo kita mulai makan” kata Ahjusiie Im dan kami pun mulai duduk di meja makan.

Appa duduk berseberangan dengan Ahjusiie Im. Eomma, Ahjumma Im dan Jiwon duduk bersebelahan sedangkan aku dan Raena juga duduk bersebelahan.

“mashitta… masakan ahjumma benar-benar enak” kata Ji-ah sambil terus melahap makanannya.

“ini bukan masakan ahjumma, Jiwon-ah.. semua ini masakan Raena” kata Ahjumma Im dengan senyuman bangga.

“jinjja?” timpal eomma.

“ne Hana-ah… semua ini masakan Raena”

“wah… calon menantuku memang luar biasa. Menantu idaman” kata eomma dengan mata berbinar.

“aniyo ahjumma, aku hanya bisa sedikit. Itu juga karena eomma yang mengajariku” jawab Raena dengan menundukkan kepala. Wajanya sudah merona sekarang. Sangat lucu.

“omo… jangan panggil ahjumma lagi sayang, mulai sekarang kau harus memanggilku dengan eomma dan appanya Jiwon dengan appa” jawab eomma yang mendapatkan anggukan dari appa.

“kau juga harus memanggilku dengan eomma dan appanya Raena dengan appa, Siwon-ah” kata Ahjumma Im padaku.

Aku dan Raena hanya mengangguk kikuk menimpali perkataan kedua eomma kami. Eomma dan Ahjumma Im –yang sekarang harus mulai kupanggil eomma- tersenyum melihat anggukan kami berdua. kami kembali makan dan setelah selesai, Raena, Jiwon,  eomma dan Ahjumma Im membereskan meja makan sedangkan aku, appa dan Ahjussie Im –yang sekarang juga harus mulai kupanggil appa- beranjak ke ruang tamu.

Kami sedang membicarakan tentang perkembangan investasi saham di Korea ketika Raena dan Jiwon keluar dengan membawa gimbap, yugwa dan beberapa minuman kaleng. Tak lama, eomma dan Ahjumma Im juga ikut bergabung duduk di ruang tamu.

“yeobo, sudahlah jangan membahas masalah saham lagi lebih baik kita membahas hal yang lebih penting” kata eomma pada appa.

“hahaha… araseo. Lebih baik kita membahas masalah pernikahan Siwon dan Raena sekarang” jawab appa.

“bagaimana kalau besok, Raena eonni dan Siwon oppa photo pra-wedding terlebih dahulu setelah itu baru kita bisa mencetak undangan dan keperluan lainnya” saran dongsaengku yang membuat mataku dan Raena membulat bersamaan.

“Ide bagus Jiwon sayang, eomma setuju, bagaimana menurutmu Hana-ah?” tanya Ahjumma Im pada eomma.

“Aku setuju, tapi jangan hanya poto pra-wedding tapi sebaiknya besok juga mereka berdua langsung memilih gaun pengantin karena pernikahan mereka  hanya tinggal 5 hari lagi” usul eomma.

“aniyo eomma, aku besok ada meetting penting dengan klien” sanggahku.

“sampai proses pernikahan selesai, pekerjaanmu akan diserahkan pada Kangin, appa sudah membicarakan hal ini dengannya tadi jadi tak ada alasan kau tidak bisa lagi Siwon-ah” kata appa tegas. Aku hanya menunduk pasrah jika sudah begini.

“ne.. terserah appa dan eomma saja” kataku.

Perbincangan diantara kedua orang tua kami terus berlanjut, mulai dari konsep pernikahan, pemilihan gedung resepsi, gereja tempat dilangsungkannya pernikahan nanti,  dan masih banyak lagi. Mereka tampak sangat antusias apalagi Jiwon yang tak hentinya memberikan ide-ide cemerlang tentang pernikahan ini sedangkan aku dan Raena hanya berdiam diri dan menjawab seadanya ketika mereka menanyakan pendapat kami.

End Siwon Pov

——–

Raena Pov

Aku sangat lelah, sudah lebih dari 5 jam aku dan Siwon harus terus-terusan tersenyum di depan kamera. Poto pra-wedding itu benar-benar menguras tenaga, apalagi kami tidak hanya mengambil poto pada satu lokasi tapi ini sudah lokasi ke 3 yang kami datangi. Eomma dan Ahjumma Choi tidak ingin jika hanya poto pra-wedding biasa, mereka tidak akan puas sebelum mendapatkan poto kami yang terkesan ‘wah’ dan glamor.

Aku menghembuskan napas lega setelah mengetahui bahwa tadi adalah kilatan blitz terakhir yang diarahkan sang potographer pada kami. Akhirnya sesi poto pra-wedding ini selesai juga. Aku tak bisa membayangkan bagaimana lelahnya menjadi model yang harus setiap hari berhadapan dengan blitz kamera.

“gwenchana Raena-ssi?” tanya Siwon ketika melihatku memijit kedua kakiku.

“gwenchanayo Siwon-ssi. Aku hanya sedikit lelah” kataku.

“kau masih kuat? Setelah ini, kita masih harus fitting baju pengantin?” tanyanya cemas.

“ne.. aku tidak apa-apa Siwon-ssi. Emm.. dimana eomma dan ahjumma?” tanyaku setelah melihat eomma dan Ahjumma Choi sudah tak ada di tempat ini lagi.

“eomma dan ahjumma pergi duluan, katanya ingin mengurus gedung resepsi dan keperluan lainnya” jelasnya.

“oooo… jadi hanya kita berdua yang pergi fitting baju?”

“aniyo, Jiwon sudah menunggu kita disana”

“oooo…”

Kami berdua langsung pergi ke butik tempat fitting baju pengantin diantar oleh Lee ahjusiie, supir pribadi keluarga Choi. Ternyata bridal ini merupakan salah satu usaha keluarga Choi. Jiwon yang mengurusnya.

Puluhan gaun pengantin yang cantik dan mewah terpajang rapi dan ada beberapa gaun pengantin yang dipasang pada manekin yang membuatnya terlihat jauh lebih cantik. Jiwon menghampiriku dengan 3 gaun ditangannya.

“mianhae eonni, kita tak akan sempat jika harus menjahit baju khusus untuk eonni tapi eonni tak perlu khawatir, 3 gaun ini merupakan rancangan desainer terkenal dan dikirim khusus dari Perancis. Semoga eonni menyukainya” kata Jiwon dengan senyuman lebar lalu seorang pelayan menuntunku ke ruang ganti.

Jiwon menggeleng ketika aku keluar dengan gaun yang pertama. Aku kembali mencoba gaun yang kedua dan lagi-lagi Jiwon menggeleng padahal menurutku gaun ini sangat cantik. Gaun putih dengan lengan terbuka dan pita di belakangnya ternyata kurang cantik dimata calon desainer terkenal sekaligus calon adik iparku ini, Choi Jiwon. Aigo.. Adik ipar? mungkin karena lelah, pikiranku mulai melantur kemana-mana.

Aku hendak mencoba gaun yang ketiga tapi Jiwon menghentikan langkahku. Aku menolehkan kepalaku dan kulihat sudah ada Siwon disana. Ia menggunakan tuxedo hitam dengan kemeja putih di dalamnya. Selain itu, Ia juga menggunakan dasi kupu-kupu yang berwarna senada dengan tuxedonya. Siwon tampak sangat gagah dan menawan. Lagi-lagi pikiranku melantur, langsung kugelengkan kepalaku.

“eonni, kemarilah” Jiwon menarik tanganku.

Sekarang aku sudah berada disamping Siwon. Kulihat Ia menggaruk kepalanya, sepertinya Ia gugup.

“Siwon oppa mana ponselmu?” tanya Jiwon.

“untuk apa? Memangnya ponselmu kemana Ji-ah?” Siwon malah balik bertanya.

“aiss.. oppa terlalu banyak bertanya, ayo kemarikan. Aku hanya pinjam sebentar” jawab Jiwon dan siwon langsung memberikan ponselnya walau dengan sedikit enggan.

“eonni, ayo berdiri lebih dekat dengan Siwon oppa”

“ne?” tanyaku.

“aiss.. kalian berdua sangat kaku, mana ada calon pengantin yang berdiri berdampingan seperti bermusuhan” kata Jiwon geram.

“sebenarnya apa maumu Ji-ah?” Siwon mulai ikutan geram.

“Raena eonni ayo gandeng tangan Siwon oppa. Aku akan memotret kalian berdua dengan baju pengantin itu” ucap Jiwon semangat tanpa memperdulikan kata-kata Siwon tadi.

“aniyo, kami sudah lelah dipotret seharian Ji-ah” tolakku.

“jebal… sekali saja eonni… ayolah eonni, sekali saja” pinta Jiwon. Akhirnya aku menyerah, tak kuat melihat wajah aegyo Jiwon. Aku menggamitkan tanganku pada tangan Siwon.

“aigo Siwon oppa, ayolah tersenyum seperti Raena eonni. Sekali saja” kata Jiwon pada Siwon.

Raena memberi aba-aba dengan jari-jarinya.

cklek

“omo… tidak hanya appa dan eomma, sekarang pun oppa dan eonni sudah membuatku iri. Kalian berdua pasangan yang sangat serasi, Siwon oppa tampan dan Raena eonni sangat cantik” puji jiwon.

Jiwon menyerahkan ponsel Siwon padaku. Pantas saja kalau tadi Jiwon tersenyum puas melihat hasil potonya, aku dan Siwon terlihat sangat serasi disini. Kami tersenyum dengan lepas. Siapapun yang melihat poto ini, pasti menyangka kalau kami berdua benar-benar pasangan yang saling mencintai, tapi nyatanya???

TBC……

Gimana chingu?

Walau gaje, tetep di comment ya chingu…

Gomawo udah baca

*bow*

Advertisements

About choireri

I'm not a writter, but I LIKE writing. Siwon is my priority bias and I like YoonWon + SeoKyu too ^^ author at CRFF

Posted on April 20, 2012, in Chapter, Fan Fiction and tagged , , . Bookmark the permalink. 22 Comments.

  1. waaa makin dekat sma hari pernikahan nih
    dtunggu kelanjutanyaa yaa

  2. wiiiih, ada yang mau nikash tuh.. makin seru aja nih un kkkk ~

  3. gk boleh… wonnie cuma blh buat eonnie
    #digampar Raena eonnie
    😀

  4. Mendekati hari pernikahan nih.punya bridal juga ternyata keluarga choi.jiwon lagi yg mengurusnya pengen deh jadi salah satu keluarga choi yg super duper kaya*bahasa gue kok kaku ya*..ckckck,,

    • Ehhh…
      Sebenernya gk tau sih chingu aslinya punya atau nggak
      Itu cuma hayalan reri aja
      Heee

      Ikutan
      Reri jg mau jd keluarga choi
      *ngarep jd istrinya wonnie*
      Hihihiii

  5. Kyo datang lagi Reri eonnie #tumben gak semangat… Sebenarnya Kyo agak sedikit pusing tpi Kyo akan mencoba baca ff ini, ceritanya bagus eonnie, dan sebentar lagi mereka akan menikah.

  6. hmm… pengen cepet2 baca waktu moment pernikahannya! 🙂

  7. Daebak
    Ditunggu kelanjutannya 🙂

  8. Klo w jd raena…beruntuuuuunggg!!bagetsss

  9. next part aja dehh

  10. bagus bgt ceritanya, aku suka… sebenernya lbih bgus lagi kalo main cast.nya yoonwon, hahaha #ngarep… salam kenal

  11. Aigoooo raena dan siwon pasangan serasi banget><, oke lanjut next chapp yah eon^^

  12. cie yang didukung sepenuhnya sama orang tua hehe

Leave Your Words, Chingudeul ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: