I’ll Find Someone Like You

Author                  :  Choi Reri

Judul                     :  I’ll Find Someone Like You

Main cast             : choi Siwon

Im Yoona

Support Cast      :  You’ll find them

Genre                   : Romance

Rate                       : PG

Length                  : Oneshoot

Disclaimer          :

semua cast dalam cerita ini merupakan tokoh real

namun alur ceritanya MURNI dan ASLI hasil imajinasiku.

DON’T BE A PLAGIATOR !!!

Cuap-Cuap Author :

Ditengah kegalauan Reri, terciptalah ff abal2 ini.. *gubrak*

Note:

Huruf italic alias cetak miring itu berarti lagi flashback ya chingudeul…

Happy Reading Chingudeul….

Hujan sore ini berhasil membawa kembali kenangan-kenangan indah yang pernah kulalui dengannya. Waktu yang sama, tempat yang sama tapi satu hal yang membuat suasananya sangat berbeda. Disini hanya ada aku sendiri, tak ada lagi sosok namja gagah yang dulu selalu menemani dan menghibur dalam setiap hari-hariku. Tak ada gelak tawa, tak ada tatapan teduhnya dan tak ada lagi senyumannya. Senyuman manis yang selalu menyambut setiap aku bertemu dengannya, senyuman yang selalu berhasil membuat perasaanku kembali riang walau dalam keadaan terpuruk sekalipun. Kini, senyum itu bukan lagi untukku.

Kubenamkan daguku pada kedua lutut yang telah kuangkat keatas sofa. Bunyi gigi yang bergemelatuk terdengar jelas dan begitu nyata ditelingaku. Seolah menjadi nyanyian yang berasal dari hati kecilku. Refleksi dari perasaanku saat ini. Rasa ini sungguh sangat menyiksa, menyayat setiap inci hatiku yang menimbulkan rasa pedih yang begitu mendalam.

Rembesan kristal bening yang keluar dari kedua sudut mataku mengaburkan pandanganku tapi masih dapat kulihat hujan deras yang kini mulai berubah menjadi rintikan-rintikan kecil dari jendela apartemenku. Tetesan-tetesan hujan ini mengembalikan ingatanku pada kejadian 5 tahun lalu. Awal manis dari hubungan yang kini hanya tinggal kenangan.

“mianhae oppa, kau jadi basah kuyup begini. Tunggu disini, akan kuambilkan handuk untuk mengeringkan tubuh oppa” aku berlari ke kamar yang hanya berjarak beberapa meter dari ruang tamu apartemenku. Aku tak ingin membuat namja yang sedang basah kuyup itu semakin kedinginan.

Ia tersenyum ketika aku keluar dari kamar dengan membawa dua buah handuk ditanganku. Senyumannya memacu jantungku bekerja dengan lebih keras. Detakan jantungku membuat sekujur tubuhku memanas padahal aku dalam keadaan basah kuyup.

Aku menyerahkan satu handuk putih padanya dan satu lagi kugunakan sendiri untuk mengeringkan tubuhku.

“gomawo Yoona-ah, sebenarnya kau tak perlu repot-repot seperti ini” Ia kembali tersenyum setelah mengeringkan rambutnya.

“siapa yang repot oppa, malah akulah yang selalu merepotkan oppa. Gara-gara mengantarkanku pulang, Siwon oppa jadi basah kuyup begini. Mianhae” kataku lirih.

“aku tak pernah merasa repot dan memang sudah kewajibanku mengantarkanmu pulang. mana mungkin aku membiarkan gadis cantik dihadapanku ini kehujanan sendirian di kampus yang sudah sepi”

Aku tersentak mendengar ucapannya. Darahku mengalir dengan cepat dan aku sulit mengendalikan detakan jantungku yang semakin berdetak dengan sangat cepat. Aku bahkan takut jika jantungku berhenti berdetak karena telah melebihi kemampuannya.

“emm… tunggu disini oppa, akan kubuatkan capphuchino hangat untuk oppa” tanpa menunggu jawabannya aku langsung beranjak ke dapur. Aku harus menghindari tatapan matanya, aku takut akan bertindak bodoh karena tak bisa mengendalikan diriku jika terus berada di dekatnya saat ini.

Ia duduk diatas sofa memandang butiran-butiran hujan yang tak hentinya menghantam tanah dengan keras ketika aku mendekatinya dengan satu gelas capphucino di kedua tanganku. Ia memutarkan kepalanya saat menyadari kehadiranku.

Kuserahkan satu gelas chappuchino itu padanya dan Siwon oppa langsung menyeruputnya.

“mashitta, chappuchino buatanmu benar-benar enak Yoona-ah” katanya dengan mata berbinar, seperti mata anak kecil yang baru mendapatkan mainan kesukaannya. Sangat lucu.

“oppa terlalu berlebihan, itu hanya chappuchino biasa” kataku tersipu malu.

“tapi menjadi luar biasa karena dibuat oleh yeoja cantik dengan tangan halusnya”

“hahahha… oppa sangat pintar menggombal”

“hahaha… siapa yang menggombal, aku kan berkata sejujurnya Yoona-ah”

“gomawo oppa”

“cheonma.. oya, gantilah dulu bajumu. Aku tak ingin kalau kau sakit Yoona-ah”

“aniyo, aku tak apa-apa oppa”

“cepat gantilah bajumu sana atau aku yang akan menggantikan bajumu dengan paksa”

“shirreo… aku bisa sendiri” pekikku.

“hahaha.. kau lucu sekali Yoona-ah. Aku kan hanya bercanda. Cepatlah ganti bajumu dulu” ia mendorong bahuku menuju kamarku.

Aku mengganti baju  dan mengeringkan kembali rambutku. Aku beranjak keluar, tapi kulangkahkan kembali kakiku menuju kamar setelah teringat sesuatu. Setelah mengambilnya aku kembali melangkahkan kakiku menuju ruang tamu, dimana ada Siwon oppa disana.

“oppa, cepatlah ganti juga bajumu. Kau bisa sakit jika terus memakai baju yang basah seperti itu. Ini baju sepupuku, Donghae oppa. Ketinggalan disini ketika Ia menginap sebulan yang lalu. Aku tak tahu muat atau tidak tapi lumayan untuk ganti baju sementara aku mengeringkan baju oppa”

“tidak perlu Yoona-ah, aku hanya menunggu sampai hujan sedikit reda”

“hujannya masih sangat deras oppa, pakailah dulu untuk sementara. Aku akan merasa bersalah jika oppa sampai sakit” ucapku dengan memelas.

“ne..” Ia mengambilnya dan langsung menuju kamar mandi di sebelah dapur untuk mengganti bajunya. Ia menyerahkan bajunya yang basah padaku dan aku langsung mengeringkannya di mesin cuci.

Kuputuskan untuk kembali duduk di ruang tamu sementara menunggu Siwon oppa yang sedang mengganti bajunya. Aku tak dapat menahan tawaku ketika melihatnya dari atas sampai bawah. Kuperhatikan penampilannya kini, sungguh lucu. Sangat berbeda dari Siwon oppa yang biasanya. T-shirt yang digunakannya sedikit ketat, berhasil mengekspos bentuk tubuhnya yang kotak-kotak, otot bisep dan trisepnya juga terekspos dengan sangt jelas. Celananya juga kependekan. Pokoknya, penampilan oppa saat ini sangat lucu.

“hahaha… oppa sangar lucu denga baju itu” Ia mengerucutkan bibirnya melihatku meledeknya.

“berhentilah tertawa Yoona-ah. baju sepupumu yang kecil dan celananya yang pendek” gerutunya.

“hahaha… Donghae oppa memang sedikit lebih pendek daripada oppa”

“berhentilah tertawa Yoona-ah atau ……” Ia tak menyelesaikan ucapannya karena kini tangannya telah menggelitiki perutku yang membuatku semakin tertawa dengan kencang.

“hentikan oppa”

“aku tak akan berhenti sebelum kau memohon maaf karena telah meledekku” ancamnya dengan tertawa.

“ne.. ne.. mianhae oppa, aku tak akan meledek oppa lagi” kataku menyerah karena sudah tidak tahan lagi menahan rasa geli pada perutku.

Siwon oppa berhenti menggelitiki perutku tapi tiba-tiba aku kehilangan keseimbanganku. Siwon oppa berusaha menahan punggungku, sayangnya Ia gagal. Kami terjatuh ke atas lantai , aku berada di atas tubuh Siwon oppa sekarang.

Jarak diantara kami berdua hanya beberapa cm saja. Mata kami bertatapan dengan lekat, dapat kurasakan hembusan nafas dari Siwon oppa dengan jelas. Aku semakin terperangkap dalam tatapan matanya tapi aku berusaha mengendalikan diriku kembali.

Aku segera bangkit dan begitu pula dengan Siwon oppa. Suasana diantara kami berdua sedikit canggung.

“emm.. oppa aku ke belakang sebentar, melihat baju oppa sudah kering atau belum” kataku canggung dan Siwon oppa hanya menanggapinya dengan anggukan.

Beberapa kali aku menghembuskan nafas dari mulut untuk mengendalikan diriku kembali. Setelah dapat mengendalikan diriku, aku kembali kedepan membawa baju Siwon oppa yang sudah kering. Ia mengambilnya dan mengganti bajunya lagi di kamar mandi.

Aku duduk diatas sofa menunggu Ia selesai mengganti bajunya lagi. Kuseruput chappuchinoku hingga tegakan terakhir, perasaanku kembali tenang sekarang.

“Yoona-ah” Ia memanggil namaku dengan lemah. Kutolehkan kepalaku ke belakang. Ia menatapku dengan nafas yang memburu. Sepertinya Ia sangat gugup.

“waeyo Siwon oppa?” tanyaku dengan kening berkerut melihat tingkahnya. Ia berjalan ke depan sofa dimana sekarang aku sedang duduk. Sekarang Ia tepat berdiri dihadapanku. Matanya masih tetap menatap ke dalam manik mataku.

“emm… Yoona-ah, ada yang ingin kukatakan tapi berjanjilah kau tak akan marah jika aku mengatakannya?”

“memangnya apa yang ingin oppa katakan?”

“aku tak akan mengatakannya sebelum kau berjanji tak akan marah dan membenciku?”

“ne.. aku berjanji. Sekarang katakanlah oppa, jangan membuatku mati penasaran” kataku berusaha mencairkan suasana. Walau aku mengatakannya dengan sedikit terbata sehingga terkesan garing. Kuakui aku sangat penasaran dengan apa yang akan dikatakan Siwon oppa. Sama seperti Siwon oppa, Aku pun sangat gugup sekarang.

“Yoona-ah, apa kau pernah mendengar bahwa di dunia ini ada satu kata beribu makna?”

“emm.. satu kata beribu makna? Apa ada yang seperti itu oppa?” tanyaku polos.

“ne.. ada.. walau hanya satu kata, kata itu sangat sulit diungkapkan. Butuh keberanian dan komitmen yang besar”

“emm…” aku berusaha menebak kata yang dimaksud Siwon oppa tapi tak ada satu kata pun yang muncul dalam benakku.

“Cinta adalah satu kata beribu makna. Kata yang mempunyai arti yang pasti berbeda tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya Yoona-ah” deg.. jantungku kian berpacu dengan cepat mendengar kata yang disebutkan Siwon oppa. Aku tak bisa berkata apa-apa, aku hanya memandang matanya sekarang. Seakan terhipnotis dengan mata yang terus lekat menatap mataku.

Siwon oppa melangkah satu kali kedepan dan Ia meraih kedua tanganku. Menarikku untuk ikut berdiri. Kedua tangan besarnya menggengggam tanganku dengan lembut.

“Yoona-ah, bagiku cinta itu kamu. Entah sejak kapan, hanya namamu yang terus melekat di hatiku. Hanya bayanganmu yang selalu ada dalam kepalaku. Kau berhasil membuat hidupku lebih berwarna. Kau adalah magnet yang selalu menarikku dimanapun aku berada. Yoona-ah, saranghae. jeongmal saranghae”

Aku menelan ludah mendengar semua kata yang diucapkan Siwon oppa tadi. Apakah ini mimpi? Jika Ia, maka jangan ada yang membangunkanku dari mimpi indah ini.

“Yoona-ah gwenchana?”

“emm.. gwen-cha-na-yo” kataku gugup.

“Yoona-ah mianhae. Mianhae atas kelancanganku. Kau tak perlu menjawabnya Yoona-ah. Aku tak berharap lebih. Bisa dekat denganmu seperti ini saja sudah membuatku senang. Mianhae” terpancar dengan jelas gurat kekhawatiran dan kekecewaan dimatanya.

“tapi aku tidak senang dengan keadaan ini oppa”

“mwo? Mianhae Yoona-ah kalau kehadiranku sudah membuatmu tidak senang. Aku akan pulang sekarang” katanya dengan lemah. Ia melepaskan genggamannya dan hendak beranjak keluar.

Belum sempat Ia melangkahkan kakinya. Kutarik tangan kirinya. Entah apa yang membuatku berani melakukan ini.

“kajima oppa. Aku belum selesai bicara” Ia berbalik lagi dan kini Ia menatapku dengan penuh tanda tanya.

“Aku tidak senang jika oppa terus berada disampingku tapi hanya sebagai oppa atau pun sahabat. Aku ingin lebih oppa. Aku ingin oppa lah yang menjadi namja chinguku” ungkapku malu.

“jinja? Bisa kah kau ulangi Yoona-ah?” pekiknya antusias.

“Siwon oppa. Na ddo saranghae” kuucapkan dengan kencang dan mantap.

“gomawo Yoona-ah. Gomawo atas kesempatan yang kau berikan. Jeongmal saranghae jagiya. Mulai sekarang kau harus siap karena aku tak akan melepaskanmu lagi. Hatimu hanya akan menjadi milikku jagiya” katanya dengan senyuman licik tapi aku malah sangat senang mendengarnya.

“ne oppa. Jadikan aku sebagai milikmu selamanya”

Ia membenamkanku kedalam pelukannya. Aku pun membalas pelukannya dengan erat. Berusaha menghapus jarak diantara kami. Ia membelai rambut panjangku dan mencium puncak kepalaku. Oh, Tuhan beruntungnya aku memiliki namja ini dalam hidupku.

Siwon oppa melepaskan pelukannya walau dengan enggan. Ia menuntun tubuhku untuk kembali duduk di sofa. Ia melingkarkan tangannya pada pinggulku dan aku mulai menyenderkan kepalaku pada bahunya. Dapat kuhirup aroma tubuhnya yang sangat memikat.

Tak ada yang berbicara. Suasana yang tenang dan damai terasa dalam setiap penjuru apartemen ini. Siwon oppa mencium keningku sekilas. Mata kami bertemu dan aku memberinya senyuman tulus dari dasar hatiku. Sekarang, mata kami tertuju pada hujan yang tak hentinya turun dari langit. Kami menikmati pemandangan ini dalam diam dan penuh senyuman. Hujan ini adalah saksi bisu dimulainya kisah baru diantara kami berdua.

Aku tersenyum getir ketika mengingat moment dimana Siwon oppa mengungkapkan perasaaanya. Jika waktu bisa diputar, aku ingin kembali dan tetap berada pada masa itu. Aku ingin terus berada disisinya, karena hanya itulah sumber kebahagianku.

Dari pagi Siwon oppa telah ada di apartemenku. Ia ingin mengajakku jalan-jalan karena hari ini adalah aniversary kami yang pertama. Aku menggunakan dress putih dan hell 5cm yang juga warna putih. Aku keluar dari kamarku dan Siwon oppa menatapku lekat. Aku sangat malu setiap Ia menatapku seperti itu.

“waeyo oppa? Tidak bagus ya? Tunggu sebentar oppa, aku akan mengganti bajuku”

“aniyo jagiya, kau bahkan sangat cantik” aku tersipu malu mendengar jawabannya. Aku sengaja menggunakan serba putih karena warna ini adalah warna favorit Siwon oppa.

“gomawo oppa.. kajja, kita pergi sekarang” aku menarik tanggannya.

Siwon oppa mengendarai mobilnya dengan santai. Setelah 30 menit perjalanan, Siwon oppa menghentikan mobilnya. Tapi aku bingung, sebenarnya kami ada dimana. Siwon oppa tidak mau memberitahuku.

“jagiya, kemarilah.. kau harus menutup matamu” aku mengerutkan kening tapi kuturuti saja kemauan namja chinguku ini.

Sepertinya, kami menaiki tangga. Aku sedikit kesulitan tapi Siwon oppa terus memegang kedua tanganku. Ia menuntun langkahku dengan pelan.

Siwon oppa melapaskan penutup mataku dan aku menutup mulutku dengan kedua tanganku melihat pemandangan dihadapanku. Balon-balon bertebaran di setiap penjuru tempat ini. Kami berada diatas atap suatu gedung. Pemandangan dari atap gedung ini sangat indah.

Siwon oppa menggenggam tangan kananku dan Ia kembali menuntunku ke meja yang ada ditengah tempat ini. Ada kue, berbagai jenis makanan, wine, dan juga lilin-lilin yang menghiasi meja ini. aku semakin terpukau dengan semua yang telah Siwon oppa siapkan.

Siwon oppa menyalakan lilin pada kue itu dan sekarang kami meniupnya tapi tak lupa kami berdoa terlebih dahulu. Setelah meniup lilin, Siwon oppa menarikkan kursi untukku duduk. Kami pun mulai menikmati makanan sambil terus bercengkerama.

Ternyata tak berhenti sampai disitu, Siwon oppa memutar lagu favorit kami berdua. Nothing Gonna Change My Love For You dari George Benson. Ia berlutut dihadapanku dan mengeluarkan kotak merah kecil dari saku bajunya. Ia membuka kotak itu dan aku tercekat melihat kilauan dari benda kecil yang ada pada kotak itu.

“jagiya, aku tak bisa memberikan apa-apa dihari spesial kita tapi semoga kau menyukai cincin sederhana ini. Cincin ini sebagai tanda ikatan diantara kita berdua. Aku berharap suatu saat ini, kau benar-benar menjadi milikku seutuhnya”

Siwon oppa memakaikan cincin dengan berlian itu pada jari manisku. Kupandangi sekilas cincin itu dan aku tak dapat menahan haru dalam hatiku. Setitik kristal bening keluar dari sudut mataku.

“gomawo Siwon oppa. Aku juga berharap bahwa suatu saat nanti aku akan menjadi milikmu seutuhnya.

Siwon oppa berdiri dan menghapus kristal bening itu dengan ibu jarinya. Ia menarikku kedalam pelukannya dan mencium keningku dengan penuh cinta. Kubenamkan kepalaku pada dada bidangnya, tangan Siwon oppa melingkar pada pingganggku. Kami mulai berdansa mengikuti alunan lagu favorit kami.

Tangisku kembali pecah ketika mengingat sebagian kecil dari moment special yang pernah kami lalui itu dan alirannya semakin deras saat aku melihat tanda ikatan diantara kami berdua dulu.  Kupandangi cincin yang masih melekat pada jari manisku. Aku tak akan melepaskan cincin ini sampai aku benar-benar bisa melupakannya.

4 tahun kami merajut tali kasih tapi kenyataannya harus kandas ditengah jalan. Aku tahu, Ini bukan kemauan Siwon oppa tapi kenapa aku sulit sekali mengikhlaskan namja yang sangat aku cintai itu. Aku pun tahu, Siwon oppa juga berjuang dengan keras untuk mempertahankan hubungan kami. Tapi, Ia tak bisa meluluhkan kemauan orang tuanya ditambah dengan penyakit Tiffany. Tak ada pilihan lain, selain mengakhiri hubungan kami. Kami lah yang harus mengalah. Kami harus mengubur dalam-dalam keinginan untuk saling memiliki seutuhnya. Pernikahan antara aku dan Siwon oppa hanya menjadi harapan yang tak akan pernah terealisasi.

Aku adalah wanita terbodoh di dunia ini. Mungkin, hanya aku wanita yang menghadiri pesta pernikahan dari seorang namja yang sangat kucintai. Ya hari ini adalah hari pernikahan Siwon oppa. Mirisnya, bukan aku yang menjadi pengantin wanitanya tapi Tiffany. Wanita yang menjadi pilihan keluarga Choi.

Seberapa kuatpun aku menahan mataku untuk tidak menangis, akhirnya air mata itu mengalir dengan deras ketika aku melihat dengan mata kepalaku sendiri Siwon oppa mengucapkan janji setianya dengan Tiffany di depan pendeta.

Kulangkahkan kakiku meninggalkan gereja ini. Aku tak dapat lagi menahan rasa sakit melihat namja yang aku cintai menikah dengan wanita lain. Kenapa harus ada perjodohan itu? kenapa Tiffany harus mengidap penyakit kanker? Kenapa aku yang harus mengalah? Kenapa aku yang harus ditinggalkan Siwon oppa? Kenapa harus Tiffany  yang berada disisimu sekarang? Kenapa?

Pertanyaan-pertanyaan itu hanya semakin menyakiti hatiku. Seharusnya aku merelakan Siwon oppa menikah dengan Tiffany, Tiffany sedang melawan penyakit kankernya tidak seperti aku yang sepenuhnya sehat tapi itu sangat sulit. Egoiskah aku?

Sangat sulit merelakan kepergian siwon oppa dan sangat sulit menerima kenyataan bahwa Ia bukanlah lagi milikku.

Dulu, Ia selalu ada untukku. Menemaniku dimanapun dan kapanpun aku membutuhkan kehadirannya. Dia selalu menjadikanku yang utama, dia selalu melindungiku, mencurahkan segenap cintanya hanya untukku. Memberikan kenyamanan dan ketenangan dalam setiap hari-hariku.

Setahun ini aku selalu mencoba untuk menghapus bayangan-bayangannya dari dalam kepalaku tapi nyatanya aku tak pernah bisa. Ia selalu memenuhi pikiran dan hatiku. Semua hal yang ada dalam kehidupanku selalu mengingatkan aku padanya. Oh, Tuhan… Bisakah aku kembali merasakan kebahagian itu lagi? Aku pun ingin bahagia walau tak bersama dirinya.

Kuhapus air mata yang terus membanjiri pipi mulusku. Aku harus bangkit, aku tak bisa terus-terusan menangisi keadaan ini. Yang harus kulakukan adalah berdamai dengan kenyataan.

Semoga Tiffany bisa membuatmu bahagia oppa. Aku tak akan berharap kau kembali kesisiku lagi karena aku tahu, itu tak mungkin terjadi. Kini aku menyadari sepenuhnya apa yang dimaksud dengan Sometimes it last in Love but Sometimes it hurt instead.

Kuhembuskan nafasku dan kali ini, senyuman yakin terpancar dari wajahku. Siwon oppa, I wish nothing but the best for you. Never mind oppa, I’ll find someone like you. Maybe not now, but later. I believe it.

~END~

Gimana chingu?

Kurang dapet feelnya kah?

Please, give a comment ya chingu and press like if you love this ff

Gomawo *bow*

Advertisements

About choireri

I'm not a writter, but I LIKE writing. Siwon is my priority bias and I like YoonWon + SeoKyu too ^^ author at CRFF

Posted on April 17, 2012, in Fan Fiction, Oneshot and tagged , , , . Bookmark the permalink. 92 Comments.

  1. Huwaaa…
    Knp wonppa tega sihh ninggalin yoonnie… ;(

  2. ​ƍäª suka akhir cerita Ωyå ..why Yoong n Siwon ​ƍäª bersama..but gumawo chingu ud buat story Ωyå …

  3. Yaaah ko sad ending sih! Kagak ikhals Siwon oppa sama si Jamur!!!

  4. ah.. alur critanya enak banget thor.. lanjut yah.. fighting..

  5. knp Yoonwon tdk brjodoh ?? sdih rsanya klo mrka tdk brstu.
    Its really good story 🙂

  6. aq mngerti perasaan u yoona…

  7. Haiyaaaaa!! Ini akhirnya sad yaaakkk .—–.
    Seketika lemes pas bagian Yoona sama Siwon putus terus Siwon malah nikah sama Tiffany 😦
    Nyesek banget sih ini._____.
    Pantesan aja poisternya cuma ada Yoona hehe
    All of this story is Yoona POV, right? 😀

  8. Cinta memang tak harus memiliki

  9. aigoooo…why so sad TT TT 😥

  10. Yahh siwon nikah sama orang lain 😦

  11. Nyesek bgt bacanya,, ajaa knapa ini harus terjadi pada yoonwon 😥 keren eon bnr2 masuk ke hati

  12. Huaaa . . . koo wonppa tega bget sma yoong unni . .
    akhirnya Sad pulaa . .
    Yoonwon tak berjodoh . .

  13. Ga relaaaaa….siwon tuh buat yoona.
    Siwon tega banget sih.
    Nyesek bacanya tp keren FF nya.kirain nih FF bakal happy terus trnyata ujungnya hiks..hiks…huwaa… T_T

  14. kasian bgt yoona eonnie nya

Leave Your Words, Chingudeul ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: