The Wedding Without Heart Part 2

Judul                     : The Wedding Without Heart Part 2

Cast                       : Choi Siwon

Im Raena (OC) *reader bisa anggep siapa aja*

Support Cast      :  you will find them

Genre                   : Romance

Rate                       : G

Length                  : Chapter 2 of (?)

Disclaimer           :

Beberapa cast dalam ff ini merupakan tokoh real dan beberapa juga OC

namun alur ceritanya ASLI dan MURNI  hasil imajinasiku.

DON’T BE A PLAGIATOR !!!

Warning!!!!

Anda memasuki area ff gaje

Hahhaaa

Huruf miring alias italic artinya lagi flash back ya chingu

Happy reading chingudeul J

 

Siwon Pov

“Khyaaaaaaa………….” teriak seseorang.

Siapa yang berteriak pagi-pagi begini? Sepertinya suara seorang yeoja. Ah, tidak mungkin suara seorang yeoja. Aku hanya sendiri tinggal diapartemen ini. Aku mengerjapkan mataku untuk mengembalikan kesadaranku.

Tunggu dulu…

Kenapa aku melihat ada siluet seorang yeoja disampingku. Kukerjapkan kembali mataku. Tidak berubah. Tetap ada siluet seorang yeoja.

“Khyaaaaaaaaaaa……” aku pun tak bisa menahan mulutku untuk tidak ikut berteriak dan membuatku terjatuh ke atas lantai keramik yang cukup keras.

“Kenapa aku ada disini? Apa yang telah kau lakukan padaku?” ia berteriak histeris. Menatapku dengan mata membulat. Seakan meminta  penjelasan penuh.

Aku bangun dari lantai dengan emosi memuncak di kepalaku “apa yang telah kulakukan padamu? Pertanyaan macam apa itu? Akulah yang seharusnya bertanya, siapa kau? Kenapa ada dalam kamarku?” Dia terlonjak kaget mendengar bentakanku.

Kurutuki sikapku barusan. Ini pertama kalinya aku membentak serang yeoja. Selama ini aku selalu memperlakukan yeoja dengan baik karena itulah yang diajarkan appa. Sebenarnya, tak ada sedikit niatpun untukku membentaknya tapi aku terlalu bingung dengan keadaan ini.

Siapa yang tidak akan bersikap sepertiku? Mengetahui kenyataan bahwa kau terbangun di pagi hari dan ada seorang yeoja yang berteriak histeris dalam kamarmu.

Kuhembuskan napas untuk mengontrol emosiku. Aku kembali menatap mata yang dari tadi tak melepaskan pandangannya sedikitpun dari mataku. Pandangan kami tetap terkunci sampai aku mendengar suara dari seseorang yang sangat kukenal.

“khyaa… siapa eonni ini Siwon oppa?” tanya Ji-ah sambil mengarahkan jari telunjuknya kepada yeoja yang sampai detik ini belum juga kuketahui identitasnya.

Bukannya menjawab pertanyaan dari adik kesayanganku, aku malah balik bertanya “Apa yang kau lakukan pagi-pagi begini di apartemen oppa? Kenapa kau bisa masuk ke kamar ini?”

“Aku mendengar teriakan oppa dari pintu depan jadi aku langsung berlari kesini. Pintu kamar oppa tidak terkunci makanya aku bisa langsung masuk. Aku ke apartemen oppa untuk menemani ….. “ belum sempat Ji-ah menyelesaikan ucapannya, kembali aku mendegar teriakan histeris.

“omo.. siapa yeoja ini Siwon-ah? apa yang telah kalian berdua lakukan?” tanya eomma terkejut dengan tangan kanan menutupi mulutnya yang menganga.

Disaat seperti ini, otakku tak dapat diajak bekerjasama. Sepertinya semua sistem syaraf dalam kepalaku kusut total sehingga tak dapat bekerja dengan normal untuk memberikan perintah kepada mulutku agar dapat menjawab pertanyaan eomma. Nyatanya, satu kata pun tak mampu kukeluarkan. Mulutku terkunci penuh dan tenggorokanku seakan tercekat.

“eh.. ah.. emm.. tak ada yang kami lakukan ahjumaa, emm.. aniyo.. maksudku, molla… aku tak bisa mengingat semuanya” jawab yeoja itu dengan terbata-bata.

“kenakan pakaian kalian secara lengkap dan temui eomma di ruang tamu Siwon-ah” setelah mengatakan itu eomma dan Ji-ah keluar dari kamarku.

Aku mengambil kemeja putihku dari atas lantai kemudian beranjak keluar mengikuti eomma tapi sebelum aku benar-benar keluar, kupandangi sekilas yeoja ini dan berkata sambil mengarahkan telunjukku “kamar mandi ada disebelah sana”. Setelah yakin bahwa yeoja ini mengerti akan ucapanku, aku kembali melangkahkan kaki ke ruang tamu apartemenku.

End Siwon Pov

 

———-

Raena Pov

 

Aku memandang ahjumma yang beranjak keluar dan diikuti yeoja yang dipanggil Ji-ah oleh namja yang masih berdiri dihadapanku ini. Dia mengambil kemeja putihnya dari atas lantai kemudian beranjak keluar tapi tiba-tiba berhenti dan menatapku sekilas lalu berkata dengan dingin “kamar mandi ada disebelah sana”.

Aku mengangguk sekali sebagai tanda mengerti dengan ucapannya. Ia pun kembali melangkahkan kakinya keluar. Aku masih berdiri ditempat tadi, menyapukan pandanganku ke penjuru kamar yang baru aku lihat ketika bangun tidur pagi ini.

Kamar ini cukup luas dengan nuansa hitam putih. Sebuah tempat tidur terletak ditengah dan diapit oleh 2 nakas disetiap sisinya. Didepannya terdapat LCD TV ukuran 32 inch yang dilengkapi dengan sound system turbo. Disebelah kiri nakas tempat tidurnya terdapat sebuah meja yang diatasnya terletak laptop dan berbagai gadget lainnya yang tersusun dengan rapi.

Aku mengambil kemejaku yang terletak diatas lantai disamping tempat tidurnya dan aku beranjak ke kamar mandi yang terletak di pojok sebelah kiri dari LCD TVnya. Kupandangi wajahku dicermin. Omo. Aku bahkan tak mengenali wajah yang ada dihadapanku ini. Great. This isn’t me. Wajah pucat, mata yang sedikit berwarna merah dan menghitam  pada bagian bawahnya karena eyelinerku yang luntur. Ditambah dengan rambut acak-acakan semakin membuat wajahku terlihat sangat mengenaskan.

Kubasuh wajahku dan aku sedikit merasa segar ketika air yang dingin itu menyentuh permukaan kulitku. Kupandangi lagi wajahku dicermin. Tidak terlalu baik tapi setidaknya tak seburuk tadi.

Kuhembuskan nafasku sekali dan berusaha mengingat semuanya tapi percuma karena hanya denyutan yang kurasakan dikepalaku. Aku berhenti untuk mencoba mengingat semuanya, tapi aku sedikit lega karena tadi aku melihat bahwa namja itu masih menggunakan celananya lengkap dengan singlet putih sedangkan aku juga masih memakai rok kerja selutut dan tang top hitamku.

Kupakai kemeja merahku dan setelah yakin dengan penampilanku, aku beranjak keluar. Apartemen ini didesign dengan simple, ruang tamunya tepat berada di depan kamar yang tadi aku tempati. Ahjumma tadi duduk disebelah yeoja yang menurut tebakanku adalah anaknya. Tekstur wajah mereka berdua sangat mirip dan kecantikan yang terpancar di wajah mereka juga terlihat tak ada bedanya. Sama-sama cantik dan elegant.

Kulangkahkan kakiku mendekati mereka dan aku duduk setelah ahjumma tadi menunjuk sofa yang ada disamping namja ini untukku. Untuk beberapa saat, kami hanya terdiam sampai ahjumma tadi berkata “siapa namamu agashi?”

“em… mianhae ahjumma, aku terlalu kalut sehingga lupa untuk memperkenalkan diriku. Mianhae atas ketidaksopananku. Jeongmal mianhae” aku membungkukkan badanku.

“tidak apa-apa, ahjumma mengerti” katanya lembut.

“gomawo ahjumma. Im Raena imnida. Bangapsemnida” aku kembali membungkukkan badanku.

“tidak keberatankah jika ahjumma memanggilmu dengan Raena saja”

“ne.. tidak apa-apa ahjumma”

“Raena-ssi, sudah berapa lama kau memiliki hubungan dengan anakku?” tanyanya lembut tapi cukup tegas.

“Mwo? Kami tidak memiliki hubungan apa-apa ahjumma. Aku bahkan tidak tau namanya. Kami tidak saling mengenal. Kami baru bertemu semalam” kataku gelagapan.

“araseo, ahjumma mengerti. Baiklah, perkenalkan saya eomma dari namja yang ada disampingmu saat ini, Choi Siwon. Kau boleh memanggilku dengan ahjumma choi dan disebelahku ini Choi Jiwon. Adik satu-satunya Siwon-ah” aku melihat Jiwon membungkukkan badannya dan tersenyum manis padaku. Gadis ini terlihat jauh lebih cantik jika dilihat dari sedekat ini. Pasti banyak namja yang menggilainya. Batinku.

“eomma.. seperti kata Raena-ssi tadi, kami tidak memiliki hubungan apa-apa dan semalam, kami hanya mabuk tapi tak ada yang terjadi diantara kami berdua”

“ah.. ne ahjumma. Tak ada yang terjadi antara kami berdua” aku membantunya untuk meyakinkan eommanya tapi ahjumma choi hanya memandang kami dengan tatapan yang sulit dijelaskan.

“Siwon-ah, malam ini kau dan Raena-ssi harus datang kerumah kita. Jelaskan semua ini pada appamu” kata ahjumma choi dengan tegas dan aku hanya dapat membulatkan mataku mendengar kata-katanya barusan.

Setelah menyerahkan sekotak makanan pada Siwon, ahjumma choi mengajak Jiwon pulang. Aku masih terduduk di sofa ini sedangkan Siwon ikut keluar mengantarkan eomma dan adiknya sampai lobby.

End Raena Pov

 

——–

Siwon Pov

 

Aku melihatnya terduduk dengan memeluk lututnya ketika aku kembali dari mengantar eomma dan Ji-ah sampai lobby. Ternyata eomma dan Ji-ah pagi-pagi ke apartemenku untuk mengantarkan waffle favoritku yang dibuat oleh Bibi Eunso.

“ehemm” aku berhasil menarik perhatiannya. Ia menolehkan kepalanya padaku.

“Apa kita harus pergi kerumahmu nanti malam?” ia menatapku dengan mata sendunya tak seperti tadi.

“ne.. kita tak mungkin membatalkannya lagi. Eomma termasuk orang yang tegas dengan ucapannya dan appaku jauh lebih tegas lagi” kataku dengan lemah.

“araseo. Dimana alamat rumahmu? Aku tak ingin jika sampai tersesat”

“kita akan pergi bersama-sama”

“shirreo. Aku akan pergi sendiri dengan …. omo.. dimana mobilku? Bagaimana kita sampai kesini?”

“seingatku, semalam kita menggunakan mobilku”

“aiss.. mobilku pasti masih tertinggal di cafe itu. Huh” Ia mengerucutkan bibirnya dan Ia terlihat sangat lucu, tidak seperti ketika Ia meneriakiku tadi. Aku ingin sekali tertawa melihat bibirnya saat ini.

“kajja” aku menarik tangannya.

“lepaskan! Kau mau membawaku kemana lagi?”

“ke Blitz Cafe, memangnya mau kemana lagi. Apa kau tak mau mengambil mobilmu?”

“ne.. tapi tadi aku melihat tasku masih dikamarmu. Aku atau kau yang akan mengambilnya Siwon-ssi?”

“ambillah, aku akan menunggumu disini”

Setelah mengambil tas merahnya, kami langsung melesat menuju Blitz cafe. Dia menghembuskan napas lega setelah melihat sedan putihnya masih terparkir di depan gedung cafe ini.

“Gomawo..” Dia mengucapkan terimakasih dan hendak melangkah keluar tapi kutarik tangan kirinya. Dia menatapku penuh tanda tanya dan aku menyerahkan ponsel sebagai jawabannya.

“apa kau lupa kalau nanti malam kita akan kerumahku? Masukkan nomor ponselmu agar aku bisa menghubungimu nanti”

“sudah” Ia menyerahkan ponselku dan keluar menuju mobilnya .

Aku kembali melajukan mobilku ketika memastikan mobilnya telah meninggalkan Blitz Cafe. Kulirik jam tanganku. Aigo… sudah pukul 8 pagi. Aku lupa harus ke kantor.  Kutancap gas mobilku dengan cepat. Untuk pertama kalinya, aku terlambat ke kantor.

End Siwon Pov

———

 

Raena Pov

Kuhempaskan tubuhku di sofa dan sudah kuputuskan untuk tidak bekerja hari ini. Selain karena kepalaku masih sedikit pusing, aku memang belum siap untuk bertemu dengan Jung Soo oppa. Aiss.. dia sudah tidak pantas lagi kupanggil dengan oppa. Bagaimana bisa dia berselingkuh dengan sekretarisnya dibelakangku. Menyebalkan. Sangat menyebalkan.

Kriuk kriuk

Kurasakan perih pada perutku ketika cacing-cacing ini bernyanyi dengan nyaring. Aku beranjak ke dapur, membakar 3 buah roti dan mengambil sebotol susu dari dalam kulkas. Kulahap 3 buah roti itu dengan cepat dan meneguk sebotol susu sampai habis. Sepertinya, susu tadi bereaksi dengan cepat. Rasa pusing dikepalaku berangsur-angsur berkurang.

Untuk mengembalikan kondisi tubuhku secara penuh, kuputuskan untuk segera mandi. Berendam di bath up dengan aroma terapi membuat tubuhku kembali rileks. Aku pun perlahan mulai menutup mata.

Sekelebat bayangan menari-nari dalam kepalaku. Kubiarkan kilasan-kilasan adegan itu terputar secara jelas seolah aku sedang menonton sebuah film.

 Kami memutuskan kembali ke meja bar setelah lelah menari. Kami memesan beberapa botol minuman, tapi memang akulah yang lebih banyak menghabiskan minuman-minuman itu. Siwon hanya meminum beberapa gelas. Sepertinya dia tidak kuat dalam hal minum. Tidak seperti namja pada umumnya.

 

Aku mulai terhuyung dan Ia menangkapku dalam dekapannya. Kami sama-sama mabuk sekarang tapi Ia masih sedikit memiliki kesadarannya. Aku menerima tawarannya untuk mengantarku pulang. Karena aku tak menjawab ketika Ia menanyakan alamat rumahku, Ia membawaku ke apartemennya. Ia memapahku menuju sebuah kamar. Badanku terasa sangat gerah dan aku mulai melepas kemejaku, melemparnya sembarangan. Setelah itu, aku mulai terlelap dan Siwon pun melakukan hal yang sama.

 

Aku segera bangkit dari bath up, aku tak sabar memberitahu Siwon tentang ini semua. Aku mengurungkan niatku, setelah sadar bahwa tadi aku hanya memasukkan nomorku pada ponselnya. Paboya. Kenapa aku tidak menyimpan nomornya juga. Ais.. aku harus menunggu Ia yang menghubungiku terlebih dulu.

End Raena Pov

 

——–

Siwon Pov

Kuambil ponsel yang terletak di atas meja kerjaku. Kucari nama Raena-ssi dan mulai menghubungi nomornya.

“Yoboseo”

“Yoboseo Raena-ssi. Ini Siwon, apa kau masih mengingatku?”

“apa kau pikir aku seorang yeoja yang bisa melupakan namja yang tadi pagi kulihat ketika aku terbangun dari tidur dengan mudah? Hah?”

“hahaa.. ne.. ne.. aku mengerti. Dimana alamat rumahmu? Aku akan menjemputmu untuk pergi kerumahku”

“sebelum mambahas itu, aku ingin memberitahumu sesuatu” dia menggantung ucapannya.

“wae?”

“Siwon-ssi aku sudah mengingat semuanya”

“jinja????”

“ne”

“cepat beritahu aku. Tak ada yang terjadi diantara kita berdua kan?”

“jadi kau masih belum mengingatnya sampai sekarang? Aigo.. Ingatanmu sangat payah Siwon-ssi”

“ne.. ingatanku sangat payah, puas?  cepat beritahu yang sebenarnya atau aku tak akan bertanggung jawab jika terjadi apa-apa padamu” ancamku.

“jadi kau ingin jika memang terjadi sesuatu diantara kita hah?”

“aniyo.. bukan itu maksudku. Cepatlah beri tahu aku”

“memang tidak terjadi apapun diantara kita Siwon-ssi. Kita hanya tertidur ditempat yang sama karena terlalu mabuk. Jadi kita tak perlu pergi kerumah orang tuamu untuk menjelaskan ini semua lagi kan?”

“huwaaaa… aku sangat lega mendengarnya Raena-ssi tapi kita masih tetap harus kerumahku. Kita tak mungkin membatalkan janji dengan eomma”

“emm.. begitukah?” suaranya terdengar lemas.

“ne.. jadi beritahukan alamat rumahmu. Kau harus pergi bersamaku dan aku bukan seseorang yang bisa menerima penolakan, Raena-ssi”

“kau bisa menjemputku di Orchid Apartment pukul 7 malam ini dan aku bukan seseorang yang suka menunggu, Siwon-ssi. Araseo?” setelah mengatakan itu, Ia langsung memutuskan sambungan telpon.

Sudah pukul 5, aku mulai merapikan meja kerjaku dan kembali ke apartemen. Kuputuskan untuk memakai kemeja panjang berwarna biru muda yang lengannya kugulung hingga siku. Kupadankan dengan sepan berwarna hitam dan tak lupa Alexander Christie menghiasi pergelangan tangan kiriku.

Aku melihat Raena keluar dari pintu utama ketika aku sampai di lobby. Ia memakai  dress selutut dengan warna yang senada dengan yang kupakai saat ini. sepertinya kami memang berjodoh. Langsung kutepis pikiran anehku.

Aku turun, membukakan pintu mobil untuk Raena dan kembali ke belakang kemudi, melajukan mobil sportku dengan kecepatan yang konstan.

Puluhan pelayan menyambut kedatangan kami mulai dari pintu depan. Padahal sudah berapa kali aku mengatakan untuk tidak melakukan hal ini setiap kali aku pulang kerumah tapi mereka tak pernah mau mengabulkan permintaanku.

Bibi Eunso mengantar kami sampai ke ruang makan. Eomma, appa dan Ji-ah sudah menungggu kami. Eomma duduk bersebelahan dengan Ji-ah sedangkan appa duduk di kursi yang menghadap ke penjuru meja makan.

“Annyeong ahjusie, Im Raena imnida. Bangapsemnida” Raena memperkenalkan dirinya kepada appa dan membungkukkan badannya pada appa, eomma dan juga Ji-ah.

“annyeong Raena-ssi, tidak perlu sungkan. Cukup memanggilku dengan Ahjusie Choi” timpal appa.

“kalian berdua duduklah dahulu, daritadi Jiwon sudah kelaparan.. hahaha”

“jangan percaya eonni. Eomma menjadikanku kambing hitam, eomma lah yang sudah kelaparan sejak tadi. Iya kan appa?” balas Jiwon membela diri.

“hahaha…. kalian berdua sama-sama sudah kelaparan” timpal appa.

Aku menarikkan kursi untuk Raena dan kami pun mulai makan malam dan diselingi dengan percakapan singkat tentang kuliah Jiwon.

Appa mengajak kami semua ke ruang keluarga setelah selesai makan malam. Aku mulai deg-degan. Aku yakin eomma telah menceritakan kejadian tadi pagi pada appa.

“Siwon-ah, appa dan eomma telah memutuskan untuk menikahkan kalian berdua”

“mwo?” aku bersamaan berteriak dengan Raena ketika mendengar ucapan appa. Pernikahan? Sepertinya indera pendengaranku mulai terganggu.

“appa tak pernah mengajarkanmu untuk menjadi namja yang tidak bertanggungjawab Siwon-ah. Kalian berdua harus melangsungkan pernikahan secepatnya” kata appa tegas.

“tapi kami tidak melakukan apapun. Tak ada yang terjadi appa”

“ne, ahjusie.. benar yang dikatakan Siwon-ssi. Aku telah mengingat semuanya dan memang tidak ada yang terjadi diantara kami berdua ahjusie”

“walau tak ada yang terjadi, tapi kalian telah tidur diranjang yang sama. Itu melanggar norma agama Siwon-ah. Kallian harus mempertanggungjawabkan apa yang telah kalian berdua lakukan itu pada Tuhan”

Aku menatap Raena, wajahnya kini telah pucat pasi. Dia hanya memandang lemas ke arah appa. Aku pun tak bisa berkata apa-apa lagi, karena semua yang dikatakan appa tadi adalah benar. Walau kami tidak melakukan apapun, tapi kami tetap telah melanggar norma agama.

“Raena-ssi, ahjusie yang akan membicarakan semua ini pada orang tuamu. Kau hanya perlu mengatur waktunya.” Appa kembali berbicara.

“emm… aku hanya tinggal sendiri disini ahjusie. sejak 4 tahun yang lalu, appa dan eomma sudah pindah ke amerika untuk mengembangkan bisnis appa disana” kata Raena dengan  suara yang lemah.

“tidak apa-apa, berikan saja nomor ponsel appamu, nanti ahjusie yang akan menghubunginya dan membahas pernikahan kalian berdua” kata appa dengan tegas.

“tapi appa, aku dan Raena belum saling mengenal, bagaimana mungkin kami menikah?”

“kalian akan saling mengenal setelah menikah nanti. Percayalah pada eomma” kali ini eomma yang berbicara.

“tapi ahjumma…”

“tak ada tapi-tapian lagi sayang dan kau tak perlu khawatir Raena-ssi, ahjumma yang akan mengurus semuanya” kata eomma lembut.

Raena semakin tertunduk lemas mendengar perkataan eomma dan appa. Sepertinya kami sudah tak mungkin mengubah keputusan appa dan eomma. Arrhhhgg.. kami bahkan baru mengenal tadi pagi dan belum tahu sifat masing-masing. Bagaimana mungkin kami melangsungkan pernikahan? Apa yang harus kulakukan sekarang???

TBC …….

 

Gimana chingu chapter 2 nya

Gaje sangat kah?

Walau gaje, tetep give a comment ya chingu 😉

*Mianhae, karena lepi Reri lagi erorr

Jadi setiap ngetik ms.word gak mau nyimpen padahal udah Reri selesain chapter 2 ini…

But, what??? Filenya gak bisa dibuka..

Dan ini untuk ketiga kalinya Reri tulis ulang..

Mianhaee kalau gak dapet feelnya*

😦

Advertisements

About choireri

I'm not a writter, but I LIKE writing. Siwon is my priority bias and I like YoonWon + SeoKyu too ^^ author at CRFF

Posted on April 12, 2012, in Chapter, Fan Fiction and tagged , , . Bookmark the permalink. 27 Comments.

  1. annyeong slam knel aku mutia 94lines pngunjung baru nih dsni.. 🙂
    itu yg chap 1’y blum koment karna emg bca chap2 dlu,,hhee…
    crita’y kya’y bkal seru nih.. lanjut lanjut… :))

  2. waaah unnie !! makinn seru aja nih chap 2 nya..

    pasti sedih deh un, filenya gak bisa dbuka padahal udah capek-capek ngetik ><,

    aku langsung ke chap 3 ya xoxoxoxo

  3. Bakal makin seru ini fanfic,,bingung thor mau komen ap ya udah deh sependek itu aja cukup kan..ngelanjutin ngebaca part selanjutnya nie..

  4. Hallo Reri eonnie, Kyo balik lagi nih jreng…jreng…jreng TAARAAA #plakk….. Wah ffnya keren eonnie aku suka, dan ceritanya seru!

  5. bagus FFnya..lanjut terus ya… hehehe

  6. Bagus unN , ,
    lanjut unN 🙂

    Fighting .g.

  7. Wah won oppa ma raena mau dinikahkan tp kan mereka bru kenal kasian harus nikah tanpa cinta tp tenang z oppa entar jg suka hehe

  8. Keluarga’x Siwon agamanya kuat no tangkis! Hahahaa… 😀
    Aku menganggap im raena itu im Yoona yah author, soalx saya YoonWonited! Hehehee^^

  9. hmm… poor siwon oppa and raena eonnie….

  10. Makin seru ini
    Semangat ya 🙂

  11. annyeonghaseo aq reader baru
    aku ktinggal part 1 tp mau lanjut kpart 3.dl ah critanya mnarik

  12. annyeong saya pembaca baru di blog ini..
    hehe..
    bagapta.
    saya mau ngelanjut baca dlu…

  13. hahaha…
    apes bgd nasib mrka b2 hrus nikah kna hal spele..!!!

    gmn khdpan mrk stlh nkah ya ??

  14. aku merasa sepertinya aku pernah membaca ini,, dan ternyata bnr..
    tp aku mau baca lagi gk papakan 🙂

  15. Kyak nya tambah rame nih, coba aku yg jd Raena .. hahahaha

Leave Your Words, Chingudeul ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: