As Long As You be My Side, Everything will be Perfect

Author                  :  Choi Reri

Judul                     :  As Long As You be My Side, Everything will  be Perfect

Main cast             : choi Siwon

Lee Ryeri (OC) *anggep aja author atau kalian    bisa anggep diri kalian sendiri*

Jessica Jung

Lee Donghae

Cho Kyuhyun

Lee Hyukjae aka Eunhyuk

Kim Heechul

Choi Jiwon

Genre                   : Romance

Rate                       : PG

Length                  : Oneshoot

Disclaimer           :

semua cast dalam cerita ini merupakan tokoh real except Lee Ryeri namun alur ceritanya MURNI dan ASLI hasil imajinasiku.

DON’T BE A PLAGIATOR !!!

Cuap-Cuap Author :

Anyyeong chingu..

Choi Reri here..

FF ini Reri buat khusus dalam rangka hari spesialnya Wonnie..

Reri nggak bisa ngasih apa-apa ke Wonnie, Cuma FF ini aja sebagai ungkapan rasa sayang Reri ke suami pertama Reri ini *ditampar siwonest*

Saengil chukkae uri SuperWon…

Best wishes for you jagiya :*

Note:

Huruf italic alias cetak miring itu berarti lagi flashback ya chingudeul…

Happy Reading Chingudeul….

drtdrttt

drtdrttt

 

Aku berharap itu bunyi sms darinya tapi ternyata bunyi mention di akun twitterku. Dari tadi sudah ribuan mention yang masuk dengan hastag #HappyBirthDaySiwon. ELF dan Siwonest diseluruh dunia memang benar-benar memukau dan luar biasa.

Begitu banyak ucapan yang aku terima hingga saat ini, tapi tak ada satu pun dari orang-orang yang benar-benar dekat denganku. Appa, eomma, Jiwon, semua member Super Junior dan yang paling penting dari seorang wanita spesial yang telah bertahta di hatiku.

Aku tersenyum getir mengingat sosoknya. Sosok yang tak hentinya memberikan cinta, kasih sayang, perhatian, waktu dan pengertiannya untukku. Apa balasan yang kuberikan padanya? Hanya rasa sakit.

Seandainya waktu bisa diputar kembali, aku tak akan melakukan kesalahan itu. Aku takkan membuatnya merasakan sakit seperti ini. Aku tak akan melihat linangan air mata yang mengalir di pipi mulusnya. Tapi itu semua hanya seandainya, nyatanya akulah yang menjadi penyebab Ia merasakan sakit itu. Akulah yang membuatnya menangis. Akulah yang telah mengecewakan wanita yang paling berharga dalam hidupku.

“Lee Ryeri, maukah kau menjadi pengisi hati ini? berada disisiku untuk selamanya dan menjadi pendamping hidupku?”

“ne? Apa maksudmu Wonnie oppa?” matanya membulat mendengar pengakuan tiba-tibaku.

“akan kukatakan lagi dengan jelas. Lee Ryeri, maukah kau menjadi yeojachingu dari namja pabo ini?”

“hahaa… sejak kapan Wonnie oppa menjadi namja pabo?” tawanya.

“sejak aku mengenal bidadari dihadapanku ini. Aku seolah menjadi namja terpabo di dunia. Untuk mengatakan kata saranghae saja aku gugup seperti ini, tak selancar ketika aku mengucapkannya dalam drama yang kubintangi. Sangat berbeda”

“itu bukan pabo oppa, tapi itu memang hukum alam. Refleksi dari sebuah perasaan nyata” katanya lembut.

“jadi, bersediakah kau menerima namja pabo ini Rye?”

“sejak pertama kali Donghae oppa mengenalkan oppa padaku. Sejak itulah, oppa telah mencuri seluruh isi hati dan pikiranku. Aku akan menyerahkan seluruh cintaku pada namja pabo nan tampan dihadapanku saat ini”

 

Aku tersihir mendengar kata-kata manis yang terucap dari bibir tipisnya. Kurasakan kedua sudut bibirku tertarik kesamping, membentuk senyuman terindah yang kuberikan hanya untuk wanita cantik yang ada di hadapanku saat ini. Kutarik tubuhnya perlahan dan kudekap Ia dengan erat. Kubelai dengan lembut tiap surai rambutnya yang halus dan kuhirup aroma wanginya. Seolah aroma ini  adalah candu dalam hidupku.

 

Aku mengacak rambutku ketika mengingat kenangan manis saat wanita sempurna itu menerima pengakuan cintaku dan bersedia menjadi yeojachinguku. Betapa bahagianya aku kala itu dan aku pernah berjanji untuk tidak pernah menyakitinya sekalipun. Tapi apa yang kulakukan?

Arrggggggggggggg

“oppa, berjanjilah kau takkan pernah menduakanku. Berjanjilah kau akan selalu setia menjaga cinta kita”

“tanpa perlu kau minta pun, aku telah berjanji hanya mencintaimu selamanya jagiya”

“yakso?”

“yakso. Aku akan mencintai, menyayangi dan setia kepada seorang wanita sempurna yang bernama Lee Ryeri”

“aku bukanlah wanita sempurna oppa, tapi oppalah yang sempurna dimataku”

“dimataku, hanya kaulah yang sempurna dan hanya kehadiranmu lah yang mampu membuat hidupku sempurna, jagiya”

Dapat kulihat semburat merah dari pipinya dan aku sangat bahagia bahwa akulah alasan dibalik rona merah itu.

Aku kembali merutuki kesalahan yang telah kulakukan. Aku menunduk dengan kedua belah tangan yang menopang kepalaku saat ini.

“oppa, aku akan melanjutkan studyku di Paris. Aku ingin menjadi designer terkenal. Aku ingin merancang baju yang akan dipakai oleh semua orang” katanya dengan mata berbinar.

“oppa akan mendukungmu jagiya dan oppa yakin, kau akan bisa menjadi designer terkenal di seluruh dunia”

“gomawo oppa. Apa oppa tahu alasanku yang lain mengapa aku ingin menjadi seorang designer?” Aku berpikir sejenak mendengar pertanyaannya.

“Molla.. cepat beri tahu oppa jagiya”

“shirreo.. tebak dulu dong”

“emm… apa karena kau ingin bisa berdekatan dengan model-model pria yang tampan itu jagiya” tanyaku was-was.

“hahahaa…. oppa ada-ada saja. Untuk apa aku ingin berdekatan dengan mereka kalau disampingku telah ada namja tampan yang menjadi idola setiap wanita”

“aigo.. pacarku pintar menggombal ya”

“hehee.. seperti kata pepatah buah tak jatuh dari pohonnya. Ya, sifat seorang adik takkan jauh berbeda dari kakaknya”

“kau memang sama gombalnya dengan Donghae tapi tak masalah asal kau tak menggombal dengan namja lain selain pacarmu yang tampan ini. Arraseo jagiya?”

“arraseo yeobo” bibirnya tersenyum manis.

“good girl.. jadi, apa alasanmu ingin mendai designer jagiya?

“karena aku ingin merancang gaun pengantin yang terindah sepanjang sejarah untuk pernikahan kita berdua oppa”

 

Aku kembali tersenyum getir mengingat percakapan-percakapan singkat kami setahun yang lalu. Gaun pengantin. Tentu kau akan menjadi pengantin tercantik sepanjang sejarah jagiya. Tak peduli bentuknya, asal kau yang memakainya aku yakin setiap orang akan berdecak kagum melihat kecantikanmu. Bodohnya aku, telah menghancurkan impian indah yang kita bangun berdua.

“jagiya.. jaga kesehatan, jangan telat makan, jangan terlalu larut tidur, dan jangan lupa menggunakan mantel setiap akan keluar rumah” kataku disela-sela aktifitasku menolongnya mempersiapkan semua barang yang akan dibawanya besok ke Paris.

“tak kusangka kalau oppa jauh lebih cerewet daripada eomma atau pun Donghae oppa”

“aiss.. aku hanya tidak ingin kau sakit jagiya. Kau hanya sendirian disana. Aku sangat mencemaskan kesehatanmu”

“gomawo yeobo, tapi oppa tak perlu khawatir. Aku akan baik-baik saja, lagipula aku tak sepenuhnya sendiri, ada bibi Lin yang menemaniku” katanya berusaha menenangkanku yang sedang gusar.

“Aku tetap cemas jagiya” kataku menatap matanya dengan sendu.

“tak ada yang perlu oppa cemaskan. Apa oppa lupa, kalau pacarmu ini yeoja yang kuat, hah?” Ia berusaha mencairkan suasana diantara kami berdua.

“ne…ne… kau memang yeoja yang kuat… SuperRi… hahahhaaaa…” kataku ikut tertawa melihat wajah konyolnya.

 

Bayangan demi bayangan dari masa lalu kami memenuhi setiap rongga otakku. Saling berkejaran seolah putaran film yang sedang diputar ulang.

“oppa, ini sudah pukul 2 malam kan disana? Kenapa kau belum istirahat? Hah?” Ia memberondongku dengan berbagai pertanyaan saat aku menelponnya. Tersirat kekhwatiran mendalam dari nada suaranya.

“aku sedang sakit jagiya”

“opaa sakit apa? Apa sudah ke dokter? Lalu apa kata dokter, apa penyakit oppa parah?” lagi-lagi Ia menyerbuku dengan pertanyaan-pertanyaannya.

“bahkan dokter mengatakan kalau penyakit ini tak ada obatnya” kataku dengan nada selirih mungkin.

“mo? Aku akan pulang secepatnya ke Korea oppa. Doakan agar aku mendapat tiket pesawat untuk esok pagi. Sementara aku belum  disana, oppa harus istirahat total. Araseo?” katanya semakin khawatir.

“benarkah kau akan pulang kesini esok hari jagiya?” teriakku histeris.

“omo.. kenapa oppa teriak-teriak seperti itu. Oppa harus istirahat, aku tak ingin oppa tambah sakit”

“tak perlu khawatir chagi, penyakitku akan langsung sembuh total jika kau benar-benar pulang esok. Aku menderita penyakit malarindu stadium akhir dan kau adlah penyebab utamanya”

“omo… oppa mengerjaiku? Oppa jahat.. aku benar-benar mencemaskan oppa” katanya dengan sedikit terisak.

“mianhae jagiya. Jangan menangis. Jebal.. aku hanya sangat merindukanmu”

“ne.. tapi jangan pernah melakukan itu lagi. Aku tak ingin kalau oppa kenapa-kenapa. Aku sangat mengkhwatirkan oppa”

“ne.. yang harus kau cemaskan itu bukan aku tapi dirimu sendiri chagi. Apa kau sudah makan?”

“tak perlu mencemaskanku oppa, bibi Lin selalu menyediakan makanan penuh gizi untukku”

“aku lega mendengarnya chagi”

“katakan kapan terakhir kali oppa istirahat?”

“emm…”

“harus berapa kali aku mengingatkan oppa, oppa harus istirahat dengan benar. Jangan selalu lupa waktu. Sayangilah tubuh oppa”

“Jadwal Super Junior akhir-akhir ini sangat padat chagi. Kami sedang menyiapkan comeback untuk album ke-5. Tak ada waktu untuk santai-santai”

“justru itu, oppa harus menjaga kesehatan. Bagaimana album ke-5 Super Junior akan sempurna jika personilnya sakit, hah?”

“kau seharusnya menjadi dokter chagi, bukan menjadi designer. Hahahahaa…..” aku tak dapat menahan tawaku mendengar ocehannya yang panjang lebar kalau sudah membahas kesehatan.

“Sudahlah, oppa selalu begitu. Aku kan serius. Itu semua demi kebaikan oppa. Huh..” gerutunya kesal.

“rasanya aku ingin mencubit hidugmu jagi. Kau pasti sedang cemberut sekarang. Aigo.. aku semakin merindukanmu. Jeongmal bhogoshippeoso jagiya” keluhku.

“ na ddo bhogoshippeoso oppa”

“gomawo jagiya… yasudah, oppa tidur dulu ya chagi. Saranghae my sweet heart”

“na ddo saranghae oppa. Have a sweet dream about us sweety. mmmuuahhhh” ia memberiku ciuman pengantar tidur.

“I’ll… mmmuuahhhhh….” aku memutus sambungan telpon dan meletakkannya di samping tempat tidur. Kutarik selimut dan mulai memasuki alam bawah sadarku.

 

Setitik air mata keluar dari sudut mataku. Kuhapus dengan cepat dan kembali ingatan tentang kenangan-kenangan indah kami  berdua berputar di kepalaku.

“jagiya,aku ingin naik rollercoster” rengekku padanya ketika kami sampai di lotte world.

 

 Sudah setengah tahun kami tidak pernah bertemu karena Ia sibuk dengan kuliah designernya di Paris sedangkan aku sedang sibuk promo album ke-5 Super Junior. 3 hari yang lalu Ia sampai di Korea untuk menghabiskan seminggu masa liburan kuliahnya  tapi baru hari ini, aku ada jadwal kosong dan tak kusia-siakan lagi, aku ingin menikmati seharian penuh ini hanya bersamanya. Tak lupa aku mengenakan kaca mata dan topi hitam sebagai samaranku.

 

“kajja, setelah rollercoster aku ingin naik binglala oppa”

“anything for you, your highness” kataku dengan menatap matanya dan menggandeng tangannya mesra.

 

Kami mencoba semua wahana yang ada di dunia permainan ini. Mulai dari wahana yang biasa-biasa saja sampai wahana yang cukup memacu adrenalin. Lelah, sangat lelah tapi aku sangat senang melihat yeoja disampingku ini tersenyum dengan sangat cerah. Memancarkan rasa bahagia yang sedang Ia rasakan.

Kenangan yang sangat indah. Seandainya aku masih mempunyai kesempatan untuk mengulang kenangan-kenangan indah itu. Tapi, aku sanksi dapat mengulangnya, mengingat apa yang telah kulakukan padanya kemarin.

“oppa, apa kau sibuk pagi ini?”

“aniyo jagiya, nanti sore kami baru akan melaksanakan rehearsal di La Zenith de Paris. Jadwalku free sampai nanti sore. Waeyo chagi?”

“jadwal kuliahku juga sedang kosong oppa. Bagaimana kalau kita jalan-jalan dulu oppa?”

“ne.. aku akan  menjemputmu sejam lagi. Aku  juga sangat merindukanmu jagiya. Mianhae aku tak sempat menemuimu sejak aku tiba disini kemarin jagiya”

“tidak apa-apa oppa, aku juga mengerti kalau oppa perlu istirahat”

“gomawo untuk pengertiannya chagi, aku jemput ke apartemenmu sejam lagi ya”

“aniyo oppa. Oppa tak usah menjemputku. Aku yang akan kesana karena kebetulan aku juga ada perlu dengan Donghae oppa”

“araseo. Waiting for you my sweety”

“I’ll be there as fast as I can. Annyeong yeobo”

“annyeong jagiya”

 

Tok tok tok

 

Ada yang mengetuk pintu kamar hotelku. Tak mungkin Rye-ah kan. Baru saja Ia menutup telponnya. Batinku. Aku berjalan perlahan kearah pintu yang tak terlalu jauh dari sofa tempatku duduk tadi. Kubuka pintunya dan aku sedikit terkejut dengan sosok yang ada di hadapanku saat ini.

 

“Jessica, apa yang terjadi padamu ?” Ia hanya menatapku dengan mata sembab dan masih berlinang air mata. Kutuntun Ia menuju sofa dan kulihat Ia mulai duduk tapi masih dengan senggukan akibat menangis yang terlalu lama.

 

Aku berniat mengambil air putih dari dapur tapi Ia mencegahkku. Aku pun duduk di sampingnya. Kami hanya terdiam untuk beberapa saat sampai akhirnya Jessica memecah keheningan diantara kami berdua.

 

“Siwon-ah, dia memutuskanku. Dia memintaku mengakhiri hubungan yang telah kami jalin selama 2 tahun ini” tangisnya kembali pecah.

“mo? Kenapa bisa? Tak mungkin Donghae tiba-tiba memutuskan hubungan kalian berdua tanpa ada sebab yang jelas” timpalku.

“molla. Apa salahku Siwon-ah? Apa yang kurang dariku? Kenapa Donghae oppa tega melakukan ini padaku. Wae? Wae Siwon-ah?” teriaknya histeris.

“sudahlah Jess, coba kau tenangkan pikiranmu dahulu. Mungkin Donghae hanya emosi sesaat. Coba nanti kau bicarakan lagi secara baik-baik dengannya” aku mencoba menghiburnya.

“tidak bisa Siwon-ah, Donghae oppa sudah bulat dengan keputusannya. Otthokae Siwon-ah? Otthokae? Aku masih sangat mencintainya” bahunya bergetar dengan hebat ketika mengatakan isi hatinya tadi.

“kau harus menenangkan dirimu dulu Jess baru kau bisa berfikir dengan jernih tindakan apa yang sebaiknya kau lakukan” aku kembali mencoba menenangkannya tapi sia-sia saja karena Jessica semakin menangis. Aku bingung harus berbuat apa dan naluriku mengatakan untuk melakukan ini. Kutarik tubuhnya kepelukanku. Kutepuk-tepuk secara perlahan punggungnya. Berharap Ia bisa sedikit rileks dan tenang.

 

Buk

 

Aku mendengar dentuman seperti suara tas yang terjatuh. Kualihkan pandanganku menuju asal suara itu. Kulihat sesosok yang amat kukenal berdiri seperti patung. Menatapku dengan tatapan sendu dan perlahan aku melihat kristal-kristal bening mulai mengalir di pipi mulusnya.

 

Ia berlari keluar dan aku tersentak menyadari apa yang telah terjadi. Kulepaskan pelukanku pada Jessica dan berlari mengejar yeoja yang sangat kucintai itu. Aku berlari dan terus berlari tapi Rye-ah seakan lenyap. Aku tak menemukannya dimanapun.

 

Aku menyerah dan kembali ke kamarku. Setibanya, langsung kuambil I-Phoneku dan menelpon nomor yang sudah sangat kuhapal. Tersambung tapi tak ada jawaban. Kucoba lagi tapi tetap tak ada jawaban.

 

Arrgggggghhhh

 

Aku berteriak frustasi mengingat linangan air matanya tadi. Jessica menatapku dengan penuh tanda tanya akan sikapku tapi aku mengabaikannya. Pikiranku hanya terfokus pada yeoja yang bernama Lee Ryeri.

 

Hingga saat ini, tak ada satu kabar pun dari Rye-ah. Ponselnya tak aktif dan ketika selesai SS4 tadi aku bertanya pada Donghae tentang keberadaan Rye-ah, Ia ingin memukulku tapi untung ada Kyuhyun yang memisahkan kami.

drtdrttt

drtdrttt

Kuangkat I-phone ku itu dengan malas.

“Hyung, cepatlah ke ballroom hotel. Rye-ah sedang bertengkar dengan Jessica” katanya panik.

Tanpa membalas perkataan Kyuhyun aku langsung berlari ke arah ballroom hotel. Aku sampai di depan ballroom hotel dengan napas tersengal-sengal. Tapi ruangan ini tertutup dan langsung kudorong pintunya. Ternyata tidak terkunci.

Tak ada siapapun dalam ruangan ini. Hitam pekat. Hanya kegelapan yang menyelimuti seluruh penjuru ruangan ini.

Cklek…

Dan tiba-tiba saja ruangan yang gelap gulita tadi berubah terang benderang. Terompet berbunyi dengan keras dan dapat kulihat banner besar yang ada dihadapanku bertuliskan “Happy 27th Birthday Choi Siwon”.

Mataku tertuju pada sosok yang tepat berada di depanku. Ia menggunakan dress panjang yang berwarna soft pink. Semakin menjadikan dirinya yang paling berkilau dalam ruangan ini. Ia tersenyum manis padaku.

Jarak kami hanya beberapa meter tapi aku berlari kearahnya. Kudekap Ia dengan erat. Dan aku berbisik lirih ditelinganya “Mianhae, jangan tinggalkan aku lagi. Aku bisa menjelaskan semuanya. Semua yang kau lihat kemarin tidak seperti yang kau pikirkan. Aku dan Jessica tak ada hubungan apa-apa. Kami hanya berteman. Percayalah pada oppa untuk kali ini. Jeongmal saranghae Rye-ah” Tak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya tapi dapat kurasakan Ia membalas pelukanku.

“Ehemmm”

Dengan enggan kulepaskan secara perlahan pelukanku dari tubuh yeoja yang sangat kucintai ini saat mendengar suara seseorang yang sangat kusegani.

“sampai kapan oppa akan memeluk Ryeri onnie?” goda Jiwon. Adikku satu ini memang paling suka menggoda orang lain.

Tunggu dulu, aku baru sadar. Ada  yang aneh. kusapukan pandangan ke seluruh ruangan. Semua  orang-orang terdekat dalam hidupku ada dalam ruangan ini. Appa, eomma, Jiwon, semua member Super Junior, SNSD dan beberapa staff SM Entertainment. Aku mengerutkan keningku. Sedikit bingung dengan keadaan ini.

“Ternyata sangat mudah membohongimu hyung” kata Kyuhyun

“Lucu sekali, kau percaya begitu saja kalau Rye-ah sedang bertengkar dengan Jessica disini. Apa kau lupa kalau sekarang sudah pukul 1 dini hari. Hahahaha….” tambah Eunhyuk sambil tertawa terpingkal-pingkal.

“Ide siapa semua ini?” tanyaku geram dan semua mata tertuju pada satu sosok yang membuatnya salah tingkah.

“mianhae yeobo. Semua yang terjadi kemarin hanya sandiwara. Aku yang meminta tolong ke Jessica onnie dan seluruh member Super Junior berikut paman, bibi, dan Jiwon-ah untuk bekerjasama mengerjaimu. Jessica dan Donghae oppa tidak pernah bertengkar apalagi putus, semua itu hanya akting agar kau percaya” katanya dengan suara lemah.

“mo?” teriakku dan hanya membuat semua orang tertawa.

“kau sangat pintar dalam menyusun rencana ini Rye-ah. Kita sukses besar membuat uri Simba frustasi seharian penuh” timpal Heechul.

“Seharusnya Kyuhyun tadi tidak menghalangiku, lumayan kan bisa membuat wajah porselenmu itu sedikit membiru Won-ah” ledek Donghae dengan cengirannya dan disambut tawa oleh semua orang kecuali Rye-ah. Wajahnya sedikit tegang memandangku.

“Kau akan mendapatkan balasan dariku jagiya” Aku langsung menariknya kepelukanku dan mencium keningnya singkat namun penuh cinta.

“aigo.. kalian berdua membuat kami iri saja. Ayo, sayang tiup dulu lilinnya dan ucapkan doamu” kata eomma dengan penuh sayang.

Aku berdoa dalam hati semoga semua orang yang aku sayang dapat terus bahagia dan khususnya semoga aku cepat bisa mewujudkan impianku untuk menikah dengan Rye-ah. Kutiup lilin yang berlambang 27 itu dan mulai menyuapi potongan kue ke semua orang yang aku sayang dalam ruangan ini.

Kami bercengkerama melepaskan kepenatan dan suasana kekeluargaan yang akrab sangat terasa diantara kami. Tak terasa kami berpesta sampai pukul 3 dini hari dan setelah selesai semua orang kembali ke kamar hotel masing-masing.

Aku mengajak Rye-ah ke kamarku. Kami duduk diatas sofa dan perlahan kutarik Ia kedekapanku. Kepalanya menyender diatas dada bidangku dan kukecup puncak kepalanya. Kutegakkan tubuhnya dan kurengkuh kedua pipinya dengan tanganku sehingga mata kami saling bertatapan.

“Gomawo jagiya”

“for what?” timpalnya.

“for everything that you did for me. Thanks for so much love that you give and share to me. I’ll always try to do the best for you, for me and for our great future”

“cheonma yeobo”

“I believe my future will be perfect if you are in my side”

“I promise always be in your side jagiya without you I’m nothing and be with you are my everything”

“me too sweety. As long as you be my side, everything will be perfect. Please, never did it again. I can’t survive anymore If you leave me one more time”

Perlahan wajah kami mendekat dan kukecup lembut bibir tipisnya. Ciuman ini seolah mewakili perasaan kami. Perasaan yang dipenuhi dengan cinta dan kasih sayang. Semoga perasaan ini akan terus kami rasakan dan kami satukan selamanya.

~END~

 

Gimana chingu?

Kurang dapet feelnya kah?

mianhae…

Please, give a comment ya chingu and press like if you love this ff

Gomawo *bow*

Advertisements

About choireri

I'm not a writter, but I LIKE writing. Siwon is my priority bias and I like YoonWon + SeoKyu too ^^ author at CRFF

Posted on April 8, 2012, in Fan Fiction, Oneshot and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 24 Comments.

  1. bagus kok chingu aku suka sama ceritanya ~ ^^
    semoga ff selanjutnya makin bagus lagi ya 🙂
    oh ya untuk ff selanjutnya jangan lama” di publishnya,apalagi kalo cast nya wonpa ^^ hehe
    eonni FIGHTING ~ !! ^^

    • gomawo chingu udah read n sempetin comment…
      :*

      amin..
      makasih chingu buat doanya

      ia chinguu diusahain buat update secepetnya
      🙂

      sipp chingu..
      emang kebanyakan wonnie castnya
      *semoga gk bosen ya*

      jgn lupa bca ff Reri yang lain ya chingu kalau ada waktu
      heee

  2. iya,makanya bikin FF nya jangan lama” ya eonn 🙂
    eonni FIGHTING ~ !! ^^

  3. Ahaaaa !!
    Suka banget ceritanya 😀

  4. Ceritanya bagus dan keren Reri eonnie! Bikin ff YoonWon dong Reri eonnie yg banyak banget! #plakk

  5. keren romantis bgt 🙂

  6. seru kok chingu.. 😀

  7. ught…….,,
    so sweet….,
    annyeong author aku reader baru ayu imnida…,
    salam kenal…. ^^

  8. wah… pasti seru bgt ya, d ksih kejutan ultah sama org terkasih..
    keren unn..! 🙂

  9. cocuwitt baguss bingittt bikin lagi eonn,, yang gregett 😀

Leave Your Words, Chingudeul ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: