Because of Text Message

Author                  :  Choi Reri

Judul                     :  Because of Text Message

Main cast             : Park Jungsoo aka Leetuk

Kang Soora

Other cast           : you’ll find them

Genre                   : Romance

Rate                       : G

Length                  : One Shot

Disclaimer           :

semua cast dalam cerita ini milik Tuhan YME namun alur ceritanya MURNI dan ASLI  hasil imajinasiku.

DON’T BE A PLAGIATOR !!!

Cuap-Cuap Author :

Anyyeong chingu…

Choi Reri here..

Ini ff pertama reri yang main castnya bukan Woonie.

Selingkuh ke Leetuk oppa gara-gara heboh di twitter tadi. *ditendang Wonnie*

Warning !!!

Typo bertebaran

hehehe

Happy Reading  chingudeul

Berulang kali kutekan remote tv yang ada ditangan kananku, tapi tetap tak ada tayangan yang menarik dari LCD 32 inch dihadapanku saat ini. Akhirnya aku menyerah dan kutekan tombol power off dan membanting remote yang tak bersalah itu ke atas sofa.

“Aiiss.. sangat membosankan” gerutuku.

Kusapukan pandangan ke seluruh penjuru dorm. Sepi. Sepertinya semua dongsaengku sudah terlelap. Wajar, jadwal kami akhir-akhir ini sangat padat. Super Show 4 yang mengharuskan kami terbang ke berbagai negara dan masih banyak lagi. Tapi rasa lelah itu langsung terbayar ketika kami melihat semangat dari ELF. Teriakan mereka bagaikan batu bara yang selalu berhasil membakar semangat kami untuk selalu memberikan penampilan terbaik.Hampir 7 tahun sejak Super Junior debut tahun 2005 silam. Aku bahkan tak pernah menyangka kami akan bersinar seperti sekarang. Sebagai seorang leader, aku harus bisa menyemangati semua dongsaengku untuk terus berkarya dan pantang menyerah. Kuakui, memang tak mudah tapi aku selalu menanamkan dalam pikiranku. Aku bisa, aku bisa menjadi leader yang baik demi semua dongsaengku dan yang paling penting demi ribuan ELF. Ah.. aniya, bukan ribuan tapi jutaan ELF di seluruh penjuru dunia. Entah apa jadinya Super Junior jika tak ada ELF.

Apa yang bisa kulakukan untuk sedikit membalas semua yang telah mereka lakukan. Aku berpikir dengan keras dan tiba-tiba sebuah ide terlintas di benakku. Aku tersenyum memikirkan ide menarik itu. Apa reaksi ELF jika aku melakukannya. Apa mereka akan menyukainya? Semoga mereka menyukainya, pikirku.

Aku melangkah kearah kamarku. Mataku sudah tak bisa bersahabat lagi. Kulirik sejenak jam tanganku. Pantas saja, sudah pukul 1 malam. Aku harus istirahat jika tak ingin tumbang. Aku tak ingin tumbang, Aku harus melaksanakan ide brilianku tadi.

——–

“Hyung, bisakah kau membelikanku satu nomor baru?” pintaku ketika manager kami hendak keluar dari ruang latihan saat kami sedang beristirahat setelah dua jam lebih berlatih untuk SS4 yang akan dilaksakan di Perancis sebentar lagi.

“ne. Nanti akan kubelikan tapi untuk apa? Apa nomormu rusak? Tanyanya.

“aniyo..” jawabku singkat sambil bersiul.

“ada-ada saja” kata hyung sambil menggelengkan kepalanya dan ia pun keluar.

“memangnya untuk apa hyung kau membeli nomor baru” tanya eunhyuk penasaran.

“kau selalu ingin tahu urusan orang lain hyung” timpal Kyuhyun tapi tetap tak mengalihkan pandangannya dari PSP kesayangannya itu.

“aku kan bertanya pada Leetuk hyung, bukan padamu raja iblis. Jangan ikut campur, urusi saja game-mu itu” balas eunhyuk sebal.

“aigo.. kalian berdua itu sama-sama kepo jadi jangan saling menyudutkan seperti itu. Aku pusing mendengarnya” kali ini Donghae ikut berbicara.

“hahaha… kenapa kalian menjadi emosi seperti ini. Nanti juga kalian akan tahu untuk apa aku membeli nomor baru” kataku sok misterius yang mendapatkan anggukan ogah-ogahan dari semua dongsaengku.

Setelah lima belas menit, aku pun menyemangati semua dongsaengku untuk kembali latihan. kami akan melakukan beberapa perubahan dance pada lagu Mr. Simple dan Superman untuk SS4 Perancis 6 April nanti dan sekarang sudah 1 April, tinggal 5 hari lagi. Hal ini membuat kami harus berlatih lebih keras lagi.

Tak terasa, sudah dua jam berlalu. Kami pun selesai latihan dan mengajak semua dongsaengku berkumpul sebentar. Sekedar untuk saling menyemangati dan memastikan semua member dalam kondisi yang fit.

Aku menoleh ketika manager memanggilku.

“Ini nomor pesananmu tadi. Mian kalau kau tak suka. Tapi hanya ada itu” katanya masih ngos-ngosan. Sepertinya dia berlari kesini tadi.

“gwenchana hyung. Aku suka kok. Gomawo” kataku tulus dan sedikit membungkuk sebagai ucapan terimakasihku setelah melihat nomor yang diberikan hyung padaku.

“syukurlah kalau kau menyukainya. Yasudah, kau kembalilah ke dorm. Mandi dan istirahat tapi jangan lupa untuk makan siang terlebih dahulu. Ingat, sebentar lagi kita harus berangkat ke Paris” katanya tegas tapi aku tahu ia begitu bukan untuk mengekangku tapi itu ditujukannya karena Ia sangat peduli pada kesehatan semua member.

Aku berjalan menuju parkiran. Akibat tidur terlalu larut semalam, aku kesiangan dan ditinggalkan oleh member yang lain. Terpaksa aku membawa mobil sendiri ke gedung latihan ini.

Kriuk kriuk

Semua cacing di perutku menari. Aku memang belum sarapan dari pagi tadi. Untung aku tidak pingsan ketika 4 jam latihan yang sangat menguras tenaga. Kuambil iphone-ku dan kutelpon dongsaengku.

“Yoboseo Siwon-ah, kalian makan siang dimana?”

“—“

“araseo, aku akan menyusul kesana” langsung kuputus sambungan telpon dan mempercepat laju mobilku menuju restoran favorit kami.

——-

“aigo, kau rakus sekali hyung. Mengalahkan Shindong hyung, seperti tak makan selama seminggu saja” kata Kyuhyun sambil menggelengkan kepalanya melihatku makan.

“aku sangat lapar Kyu, apa kau mau memberikan bagianmu untukku?” balasku.

“shirreo. Aku juga lapar hyung, minta punya Donghae hyung saja”

“andwae.. aku juga sangat lapar. Pesan lagi saja sana” timpal Donghae dan akupun memanggil pelayan untuk memesan satu porsi lagi.

Kuelus-elus perutku. Aku sangat kenyang dan sepertinya aku mulai mengantuk. Kebiasaan buruk, setelah makan ya tidur. Kupercepat langkahku menuju parkiran mobil dan setelah sampai langsung kupacu lagi mobilku menuju dorm dengan kecepatan mencapai 100km/jam.

Aku telah sampai di dalam kamarku. Aku merebahkan diriku dikasur yang empuk dan memejamkan mataku berniat untuk tidur, mumpung jadwalku kosong hari ini. Aku langsung kembali membuka mataku ketika teringat sesuatu. Kuambil tas kecil yang kubawa saat latihan tadi. Kubuka dan kuambil nomor yang telah dibelikan manager hyung. Kumatikan Iphone-ku dan kulepaskan kartu yang telah kupakai dari dulu. Aku memang tak suka menggonta-ganti kartu tidak seperti Donghae. Dongsaengku satu itu memang sangat suka mengganti nomor hp. Seperti teroris saja, pikirku.

Kupasang nomor baru itu dan kuhidupkan kembali Iphone-ku. Aku langsung mengatur nomor baru itu dan langsung log in ke akun twitterku dan memposting satu tweet yang mungkin akan menggemparkan seluruh ELF. Aku tak sabar mengetahui respon dari para ELF.

                010-4460-1117 kekeke…

                ELF ayo kirim sms kalian…

                Aku akan membalasnya secara langsung.

                Let’s start ^^

Tak selang berapa lama, puluhan mention masuk ke akun twitterku.

                Apa kau serius oppa? >.< @special1004

Kuabaikan semua mention itu karena dari tadi tak henti-hentinya Iphone-ku bergetar menandakan ada sms yang masuk. Tak hanya sms, tapi bahkan ada yang menelpon. Langsung kuputus setiap ada telpon yang masuk. Aku hanya ingin membalas sms. Ternyata begitu banyak sms yang masuk. Jariku cukup letih mengetik balasan untuk semua sms-sms itu. Aku berhenti ketika membaca satu sms yang masuk. Mataku terbelalak membaca sms itu.

                Ahjusie, bujuklah Siwon oppa melakukan seperti yang kau lakukan saat ini.

                Aku sangat merindukannya.

                Aku ingin bisa dekat dengannya bukan dengan ahjusie. L

AHJUSIE??? Hey, aku kan masih muda. Kenapa ada yang memanggilku AHJUSIE. Kupandangi wajahku dicermin. Masih sangat kenyal dan tak kalah tampan dengan siwon. Rutukku. Kumatikan Iphone-ku dan kutarik dengan paksa nomor itu. Menyebalkan.

——–

Aku masih sebal mengingat sms yang kuterima kemarin. Ahjusie. Siapa yang mengirimkan sms itu?. Aku sedikit penasaran. Awas kau, akan kubuat mulutmu berdecak kagum melihatku dan takkan kubiarkan kau memanggilku ahjusie.

“Hyung, bisakah kau menolongku?”

“apa? Kalau bisa pasti kutolong” jawab hyung manager. Dia memang sangat baik kepada kami semua.

“tolong cari tahu siapa pemilik nomor ini. Semua tentangnya. semuanya” kataku sambil memperlihatkan nomor itu pada hyung manager.

“untuk apa? Apa dia temanmu?”

“aniyo hyung, aku hanya penasaraan dengannya” jawabku diplomatis.

“ara. Akan kucari tahu dan secepatnya memberi tahumu”

“gomawo hyung. Mianhae selalu merepotkan hyung”

“santai saja” balasnya tersenyum kemudian meninggalkan kami di dorm.

“apa lagi yang kau inginkan kali ini hyung?” tanya Sungmin.

“kau mulai ikutan kepo juga ya sekarang” balasku.

“sedikit saja boleh kan hyung” ia mulai memasang tampang aegyonya.

“shirreo” jawabku tegas tak terpengaruh dengan aegyonya

——–

Aku menatap kertas ditanganku dan tersenyum sinis, hanya butuh dua jam Hyung mencari semua yang kupinta padanya tadi. Hyung manager memang hebat. Jadi nama yeoja itu, Kang Soora. Mahasiswi designer tingkat 4 di Seoul National University. Pasti ia yeoja yang pintar. Langsung kutepis pikiran itu. Aku tak boleh kagum padanya. Sebaliknya, aku akan membuatnya beralih dari pesona Siwon dan terkagum-kagum padaku. Kubaca lagi kertas itu, ternyata Ia telah mempunyai butik sendiri. Wanita mandiri. Aigo.. kenapa aku memujinya lagi. Huh. Daripada pikiranku semakin ngawur lebih baik aku langsung kesana.

@Soora Butik

Kutatap etalase dihadapanku sejenak dan ada beberapa baju yang menarik perhatianku. Selera wanita ini boleh juga. Pikirku. Aku melangkah masuk dan kusapukan pandanganku ke seluruh butik ini. Butiknya cukup besar, bernuansa putih dan terkesan nyaman.

Aku disambut oleh pelayan yang begitu ramah. Aku tak tahu, apa dia memang ramah atau karena dia mengenaliku sebagai Leetuk Super Junior.

“Ada yang bisa saya bantu tuan?” tanyanya.

“aku sedang mencari kemeja lengan panjang. Adakah yang menurutmu cocok untukku, agashi?” jawabku spontan diikuti dengan sebuah senyuman. Aku yakin dia terbuai dengan senyumku karena kulihat Ia salah tingkah.

“ada tuan.. ayo ikut saya kesini” ia menuntunku ke bagian kanan dari butik ini.

“bagaimana dengan yang ini tuan? Kurasa akan sangat cocok jika anda memakainya” pujinya dan kuliah wajahnya merona.

“emm… baiklah aku akan mencobanya. Dimana ruang gantinya?” tanyaku.

“mari saya antar tuan”

Aku mengikutinya kemudian mulai mengganti bajuku. Aku mendengar pelayan tadi berbicara dengan seseorang. Kutajamkan pendengaranku.

“ne.. Soora agashi. Aku akan menjaga butik dengan aman selama nona ke Paris. Serahkan saja semuanya padaku” katanya mantap.

“gomawo yomin-ah. Aku lega meninggalkan butikku padamu. Aku akan berangkat nanti sore, tapi kau tak perlu khawatir. Aku hanya seminggu disana” jawabnya.

Aku langsung keluar dan memulai aktingku.

“nona, sepertinya ini kurang cocok dengan kepribadianku. Bisakah kau membantuku untuk mencari yang lain?” kataku mencela pembicaraan mereka. Sontak Ia menoleh dan menatapku.

Ya Tuhan, apakah ini manusia? Atau malaikat yang kau turunkan untukku? Matanya bening dihiasi bulu mata yang lentik. Kulitnya putih dan bersinar. Rambutnya tergerai lurus dan bibirnya yang merah muda berhasil menawan mataku untuk tetap menatapnya.

“Apa kau baik-baik saja Jungsoo-ssi?” tanyanya sambil menggerakkan tanggannya ke kiri dan kekanan tepat dihadapan wajahku. Aku tersadar dan berusaha untuk bersikap biasa-biasa saja.

“ne.. I’m ok.. Leetuk imnida” aku menjulurkan tanganku dan kulihat Ia sedikit terkejut tapi kemudian membalas jabatan tanganku.

“Kang Soora imnida”

“Soora-ssi bisakah kau menolongku untuk memilih kemeja yang cocok untukku?” tanyaku tak menyia-nyiakan kesempatan.

“kemeja lengan pendek atau lengan panjang?” tanyanya

“lengan panjang”

Ia mengambil beberapa baju, meletakkannya di depan tubuhku dan setelah berpikir sejenak. Ia menyerahkan 6 kemeja lengan panjang dan menyuruhku mencobanya. Aku masuk ke ruang ganti tapi tak ada satu pun yang kucoba. Yang kulakukan malah menghembuskan napas dari mulutku, mengatur debaran jantung yang seakan ingin keluar dari tempatnya ketika melihat senyuman manis gadis dihadapanku tadi.

Setelah berhasil mengontrol debaran jantungku, aku keluar dan berjalan menghampirinya yang kini telah ada di dekat meja kasir.

“Pilihanmu semuanya bagus Soora-ssi. Aku ambil semuanya” kataku tersenyum dan mengeluarkan kartu kreditku.

“Gomawo ahjusie”

Deg.. seketika wajahku mengeras mendengar panggilannya. Apakah dia tidak bisa melihat kalau aku masih sangat muda. Tidak pantas dipanggil ahjusie. Ya, walaupun kuakui kalau umurku sudah lumayan.

“bisakah kau tidak memanggilku ahjusie, Soora-ssi? Cukup panggil aku dengan oppa” kataku berusaha menahan kesalku.

“wae? Aniyo.. aku hanya ingin memanggilmu dengan ahjusie” katanya datar.

Aiss.. kalau seperti ini. Ia lebih mirip dengan sifat iblisnya Kyuhyun daripada seorang angel.

——–

Kami sudah sampai di paris karena lusa SS4 akan dilaksanakan di Le Zenith de Paris. Salah satu tempat konser terbesar di paris dan kami adalah boy band pertama dari Korea Selatan yang melaksankan konser tunggal di tempat megah ini.

Hari ini kami akan istirahat terlebih dahulu dan rehearsal akan dimulai esok sore. Ah.. aku teringat dengan yeoja setengah titisan iblis itu. Soora telah sampai dari kemarin dan setelah menyogok pelayannya dengan tanda tangan Siwon, pelayan yang bernama Yongmin itu memberitahuku hotel tempat Soora menginap + nomor kamarnya. Lagi-lagi Siwon, bahkan Yongmin pun mengidolakan dongsaengku satu itu. Huh..

Apa kami memang sudah ditakdirkan berjodoh? Kami menginap di hotel yang sama. Aku keluar dari kamarku dan menuju kamar Soora. Kuketuk pintu kamarnya.

Tok

Tok

Tok

Tak berapa lama Ia membuka pintu dan terbelalak ketika melihatku ada dihadapannya.

“apa yang kau lakukan disini ahjusie?” tanyanya sinis.

“aigo.. apa kau lupa kalau lusa kami akan melaksanakan SS4 Paris” balasku tak kalah sinis.

“kalau itu aku juga tahu tapi bukan itu maksudku. Apa yang ahjusie lakukan di depan KAMARKU?” tekannya pada kata kamar.

“menemuimu” kataku singkat.

“menemuiku? Memangnya ada perlu apa ahjusie menemuiku?”

“molla.. aku hanya ingin melihat wajahmu”

“mimpi apa aku semalam harus dirindukan ahjusie tua. Aigo.. malangnya nasibku”

“heh? Ahjusie tua? Aku masih muda nona Soora” balasku sengit.

“terserah ahjusie saja tapi bagiku kau tetap ahjusie tua”

“aiiss.. anak ini”

“apa? Sudahla, aku masih sibuk. Tolong sampaikan salamku pada Siwon oppa ya ahjusie tua” katanya sambil menjulurkan lidahnya dan menutup pintunya. Tidak sopan sekali gadis ini. Kuketuk lagi pintu kamarnya.

“aiiss.. apa lagi ahjusie?” bentaknya kesal.

Kutarik tangannya dengan paksa. Ia terus meronta tapi kuabaikan. Aku berhenti sejenak, tangan kiriku mengambil kaca mata dari saku kemejaku sedangkan tangan kananku tetap memegang tanggannya kuat. Dengan memakai topi hitam dan kacamata hitam, aku menarik gadis ini keluar. Aku bersyukur karena Ia tidak berteriak histeris ketika ada di depan hotel tadi, bisa-bisa ketahuan semua ELF kalau Ia masih melakukannya.

Aku menghentikan taksi kami di depan restoran favoritku jika berkunjung ke negeri penuh cinta ini. Aku menyeretnya menuju gazebo yang terletak paling pojok. Ia menatapku dengan tatapan penuh amarah.

“kau mau makan apa?”

“aku masih kenyang” katanya ketus

Aku memesan 2 lasagna dan 2 jus melon. Aku juga tidak lapar tapi aku ingin bertemu dengan yeoja ini dan hanya tempat ini yang terlintas dibenakku tadi.

Walau Ia berkata bahwa Ia kenyang, tapi ia menyantap lasagna itu dengan lahap. Aku terkekeh geli melihat tingkahnya.

“kenapa kau tertawa ahjusie?” tanyanya sinis

“aniyo.. aku hanya lucu melihatmu makan dengan lahap. Apa ini yangn kau sebut dengan masih kenyang?”

“aku hanya tak mau menyia-nyiakan rezeki yang telah Tuhan berikan padaku” jawabnya

“arra.. aku setuju”

Kami pun makan dalam diam….

Pukul 7 malam kami kembali ke hotel tapi ketika aku menariknya kuat menghindari para ELF di depan pintu hotel. Aku membuatnya terjatuh dan sepertinya kakinya terkilir. Ia meringis menahan sakit. Tanpa berpikir dua kali, aku menggendongnya di punggungku sampai ke dalam kamarnya.

Aku menurunkannya diatas ranjangnya. Kulepas high heel hitam yang dikenakannya dan perlahan memijat ringan pergelangan kakinya. Tidak terlalu parah, hanya keseleo ringan.

“apa masih sakit?” tanyaku sambil tetap memijit kakinya.

“gwenchana.. aku sudah merasa baikan. Gomawo” katanya tulus.

“cheonma.. ini juga kesalahanku. Mianhae memaksamu seperti tadi” kataku penuh penyesalan.

Setelah memastikan kakinya sudah pulih, aku kembali ke kamarku. Pasti dongsaengku cemas karena aku menghilang dan tidak memberi kabar sama sekali.

——–

Malam ini, kami mengguncang Le Zenith de Paris bersama dengan enam ribu lebih ELF. Aku semakin semangat karena setelah membujuknya dengan keras, Soora mau menonton Super Show kami. Aku bisa melihatnya duduk di kursi VVIP yang kuberikan padanya tadi dari arah panggung ini.

Setelah lebih dari 3 jam, akhirnya kami menutup SS4 Paris ini dengan Sorry-Sorry. Kami membungkuk ke arah ELF dan berteriak “kamsahamnida” secara bersamaan. ELF pun membalas salam kami dengan teriakan “SARANGHAE” yang membahan di seluruh ruangan ini.

Tampak raut lelah dari setiap wajah dongsaengku tapi lebih besar rasa bahagia yang hati kami rasakan. Kami bahagia karena super show ini berjalan dengan sukses. Terbayar sudah usaha dan kerja keras kami selama ini.

Kami berjalan kearah backstage dan aku tersenyum ketika melihatnya telah menunggu kami.

“Chukkae oppadeul. Kalian benar-benar luar biasa” katanya dengan mata berbinar.

“gomawo.. Soora-ssi” balas Siwon. Semua member telah mengenal Soora setelah kemarin aku mengenalkan mereka padanya sebelum kami melaksanakan rehearsal.

“cheonma.. oppa malam ini benar-benar keren. Aku tambah kagum pada oppa” pujinya pada Siwon.

“aiss.. sudahlah Siwon-ah jangan kau dengarkan apa pun yang dia katakan. Dia hanya milikku” kataku protektif.

“mwo? Sejak kapan aku menjadi milikmu ahjusie?” katanya histeris.

“sejak saat ini” aku menarik tangannya dan semua member hanya tertawa memandang kepergian kami.

@menara Eiffel

Hampir pukul 12 malam ketika kami sampai di depan menara Eiffel. Jangan tanyakan apa aku tidak lelah?.. aku bahkan sangat lelah tetapi mendengarnya memuji Siwon dihadapanku tadi membuat pikiranku kalut.

Aku memandang menara Eiffel yang berdiri kokoh dihadapan kami. Dilengkapi dengan ribuan lampu yang membuatnya terlihat sangat indah, menciptakan suasana yang begitu romantis.

“Soora-ah” kupanggil namanya dengan lirih.

“ia menatapku sejenak lalu membuang pandangannya lagi” sepertinya ia masih kesal.

Kuletakkan tanganku pada wajahnya membuat wajahnya menghadapku sepenuhnya. Kutatap mata lentik itu dan aku tak dapat menahan gejolak dalam hatiku. Perlahan aku mendekatkan wajahku pada wajahnya. Kuhirup hembusan napasnya dan kutekan bibirku pada bibirnya. Hangat dan manis. Aku sangat menikmati ciuman ini. Awalya Ia menolak tapi perlahan Ia mulai membalas ciumanku.

Aku melepaskan bibirku dari bibirnya secara perlahan. Sebenarnya aku enggan, tapi kami mulai kehabisan napas dan aku tak mau membuat paru-paru yeoja yang sangat kucintai ini kehabisan stok oksigen. Ia menunduk tapi kudongakkan kembali wajahnya.

“mulai saat ini, kau adalah milikku. Tak ada satu namja pun yang boleh memilikimu selain aku. Araseo?”

“kau tak bisa memaksaku ahjusie tua”

“kalau kau tak mau, aku akan menciummu lagi” kataku dengna tatapan nakal. Ia menggidik ngerii.

“kau tidak hanya ahjusie tua tapi kau juga ahjusie mesum” balasnya.

“I don’t care. Yang aku pedulikan adalah kau menjadi milikku. HANYA AKU” tekanku.

“mana bisa begitu”

“bisa, karena dari matamu aku tahu bahwa kau juga mencintaiku. Mengakulah atau aku akan membuatmu menyesal” aku mendekatkan kembali wajahku padanya tapi dengan cepat Ia mendorong wajahku.

“dasar ahjusie tua mesum”

“tapi kau mencintai ahjusie tua yang mesum ini kan?” godaku.

“ne.. aku adalah wanita bodoh karena bisa-bisanya jatuh hati pada ahjusie tua yang mesum ini hanya dalam hitungan hari. Oh, Siwon oppa maafkan aku” katanya mendramatisir. Aku mengacak rambutnya pelan dan perlahan memeluknya dari belakang. Sepertinya kami akan menghabiskan malam ini dihadapan menara Eiffel yang menjadi saksi bisu cinta kami berdua.

~END~

Gomawo udah baca *bow*

Gimana chingu???

Semakin gajekah???

Jangan kupa commentnya ya 😉

Baik kritik ataupun saran, Reri terima semuanya…

Sangat menghargai seorang good reader ^_^

Advertisements

About choireri

I'm not a writter, but I LIKE writing. Siwon is my priority bias and I like YoonWon + SeoKyu too ^^ author at CRFF

Posted on April 1, 2012, in Fan Fiction, Oneshot and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 12 Comments.

  1. Wah !! Senang banget jadi yang pertama comment padahal ff ini ud lama. Siders bener2 keterlaluan *asah golok*

  2. Keren dan bagus ceritanya Reri eonnie, tpi aku sebenarnya lebih suka TaeTeuk, Reri eon kalau bisa bikin ff TaeTeuk ya!

  3. waaahh … Teuki sama Kang Sora! double wahhh ..
    tpi aku lbih ska yg TaeTeuk. nnti bkin yg TaeTeuk ya, eonn….

  4. wah… kasian leeteuk oppa, d panggil ahjussi tua mesum! 😀
    keren unn..! 🙂

Leave Your Words, Chingudeul ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: