The Wedding Without Heart Part 1

Judul              : The Wedding Without Heart Part 1

Cast                : Choi Siwon

Im Raena

Support Cast :  you will find them

Genre             : Romance

Rate                : PG *maybe*

Length           : Chapter 1 of (?)

Disclaimer     :

Semua cast dalam ff ini merupakan tokoh real except Im Raena namun alur ceritanya MURNI dan ASLI hasil imajinasiku…. ^^

DON’T BE A PLAGIATOR !!! 

Warning!!!!

Anda memasuki area ff gaje

hahhaaa

Happy reading chingudeul J

Siwon Pov

 

Aku menghembuskan napas ketika kutatap sekilas jam dinding yang ada di ruangan kerjaku. Sudah pukul 8 malam dan aku masih harus berhadapan dengan tumpukan dokumen yang seakan tak ada habisnya. Tapi, aku tak heran lagi karena memang hampir setiap hari aku seperti ini. Menjadi direktur utama dari sebuah departemen store terbesar di Korea Selatan dalam usia yang relatif muda semakin menuntutku untuk bekeja lebih keras agar dapat membuktikan bahwa aku memang pantas ada diposisi ini bukan karena aku anak laki-laki satu-satunya appa1. Ya, itulah motivasi terbesarku dalam bekerja.

Aku semakin tenggelam dalam duniaku sendiri. Meneliti kontrak kerja sama dengan beberapa departemen store baik yang domestik maupun departemen store luar negeri, memeriksa laporan keuangan dan laporan penjualan serta pendapatan bulan ini. Aku tersenyum ketika mengetahui pendapatan bulan ini meningkat tajam. Perjuanganku dan semua karyawan departemen store ini terbayar sudah, tapi sebagai pemimpin aku tak boleh terlena. Keberhasilan ini harus semakin kutingkatkan. Aku ingin mewujudkan impian appa menjadikan Hyundai Departemen Store ini sebagai departemen store terbesar di benua Asia.

Kurasakan getaran hp dari dalam saku jas Armani yang semakin menyempurnakan penampilanku hari ini. Bukan karena aku pria metroseksual tetapi lingkungan yang menuntutku untuk selalu memperhatikan penampilan mulai dari rambut sampai ujung kaki.

Tanpa melihat siapa yang menelpon, langsung kuterima telpon itu.

“Yoboseo”

“Yoboseo hyung.. kau ada dimana?”

“Aku masih dikantor, waeyo Nickhun-ah?”

“Aiis.. jam segini kau masih tetap bekerja. Dasar..”

“kalau kau menelpon hanya untuk menceramahiku akan kututup sekarang juga” kataku sinis

“andwae.. kau cepat sekali tersinggung tuan muda” timpal nickhun dengan nada menggoda

“Baiklah, akan kumatikan sekarang juga” ancamku

“hahaha… menggoda tuan muda yang super sibuk ini memang sangat menyenangkan ”

“Berhentilah basa-basi. Cepat katakan apa maumu. Aku sedang sibuk” jawabku dingin

“aigo.. baiklah tuan muda. Yunho hyung mengundang kita untuk merayakan pesta melepas masa lajangnya sebelum menikah dengan Sooyoung. Pukul 10pm di Blizt Cafe. Hyung harus datang”

“Aku tak bisa, masih banyak pekerjaan yang harus kuselesaikan” jawabku

“Andwae andwae andwae… Hyung harus datang. Tak ada alasan, sekalian refreshing. Apa hyung tak lelah selalu bekerja” bujuknya

Aku berpikir sejenak, tak ada salahnya aku refreshing. Hitung-hitung melepaskan kepenatan seharian bergelut dengan dokumen-dokumen ini “arra.. kau pintar sekali merayu. Belajar dari siapa hah??”

“dari Donghae hyung dong.. hahahha” jawabnya dengan bangga

“Hahaha.. ternyata kau tertular virus si ikan mokpo itu”

“jadi malu.. hehehe.. sudah ya hyung, aku mau siap-siap berangkat. annyeong”

“annyeong.. take care” kataku menyudahi pembicaraan kami dan akupun kembali fokus melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda tadi.

Kulirik lagi sekilas jam dinding di depanku, pukul 9.45pm. Aku langsung membereskan semua dokumen-dokumen yang ada diatas meja kerjaku dan menyusunnya dengan rapi. Setelah itu, aku mengambil kunci mobil dan dompet dari laci kemudian berjalan keluar menuju parkiran mobil.

Kebetulan, Blitz Cafe tak terlalu jauh dari kantorku jadi aku mengendarai mobil sport kuning limited edittion ini dengan santai. Kuhidupkan radio dan aku mulai bernyanyi mengikuti alunan musik. “ternyata suaraku cukup merdu, tak kalah dengan suara boy band yang terkenal sekarang” gumamku yang membuatku tertawa sendiri.

Sekarang aku telah sampai di depan gedung Blitz cafe, langsung kucari tempat parkir yang strategis. Setelah memastikan mobilku terkunci dengan aman, aku mulai melangkahkan kaki mendekati pintu masuk gedung bertingkat ini. Aku menggunakan lift untuk menuju Blitz Cafe yang terletak di lantai 2.

Aku disambut oleh beberapa pelayan yang tersenyum ramah dan setelah menyebutkan nama Yunho Hyung, aku langsung diantar ke ruangan VIP. Rupanya Yunho hyung telah memesan ruangan khusus untuk pesta kecil ini.

“Siwon brother, akhirnya kau datang juga.. Nickhun tadi berencana menelpon ambulance karena kami pikir kau telah pingsan dikantor menghadapi dokumen-dokumen tidak jelas itu” sambut Yunho hyung.

“Aniiyo.. Siwon tak kan pernah pingsan menghadapi itu semua hyung.. Malah, kurasa Siwon akan langsung opname jika sehari saja tidak bertemu dengan yang namanya dokumen… itukan sudah menjadi candunya… hahahaha”

“Bukan candu Donghae hyung, tapi pacarnya… hahaha” sekarang si evil Kyuhyun pun ikut mengejekku.

Aku hanya tersenyum menanggapi ejekan mereka berempat. Aku tahu kalau mereka hanya bercanda dan memang kami sudah terbiasa bercanda dengan saling mengejek seperti ini. Ini adalah salah satu alasan yang membuat kami akrab walau terbilang usia kami berlima berbeda-beda.

Setelah berhigh five, aku menghempaskan diriku duduk disamping Donghae. Aku sedikit lelah. Aku hendak memejamkan mataku sejenak ketika kulihat 3 pelayan kembali masuk keruangan ini.

“Ada yang bisa kami bantu oppa?” kata si jangkung sambil mengedipkan sebelah matanya

“cukup temani kami saja chagi, terutama orang yang sedang kelelahan disana” balas Yunho hyung sambil melirik kearahku

Kulihat, perlahan pelayan yang bertubuh paling sexy daintara mereka mendekatiku dan duduk diatas pangkuanku. Aku risih dengan semua ini.

“kau sangat tampan oppa, biar aku yang menemanimu malam ini” katanya berbisik tepat ditelingaku

“Aniyo.. tidak perlu.. aku ingin sendiri agashi” aku membalas perkataannya sesopan mungkin dan perlahan membuatnya berdiri dari pangkuanku.

“Kemarilah chagi, oppa tak akan mengabaikanmu sepertinya” si evil maknae membuka kedua tangannya dan si sexy tadi branjak ke pelukannya. Aku hanya terpaku melihat semua ini.

“Masih menjadi Choi Siwon yang good boy ternyata kau hyung. Belum  berubah sama sekali “ timpal Nickhun disela-sela aktivitasnya ‘memanjakan’ diri dengan pelayan paling cantik diantara mereka bertiga.

“oh.. come on Wonnie-ah… ini pestaku.. apa kau hanya datang dan melihat kami bersenang-senang tanpa memberikan kontribusi sama sekali?”

“Aigo.. kau berlebihan hyung” kataku membela diri

“Baiklah, jika kau tak suka dengan ‘makhluk Tuhan terindah’ di depanmu ini… setidaknya kau harus ikut menemani kami minum sampai puas”

“ne.. kau harus hyung.. kau harus ikut minum soju ini” Kyuhyun menimpali kata-kata Yunho hyung dan diikuti anggukan setuju dari Donghae dan Nickhun. Sepertinya aku terjebak dan tak dapat lagi menolak untuk kali ini. Kupikir tidak apalah meminum beberapa gelas soju daripada harus ‘dilayani’ oleh pelayan-pelayan itu. Mereka sangat cantik tapi entah kenapa aku tak ingin jika hanya bermain-main. Aku sangat menghargai seorang perempuan dan aku tak ingin merusak prinsipku ini.

“araseo, asal dengan syarat hanya ada kita berlima dalam ruangan ini” Kulihat mereka enggan melepaskan ‘mainan’ mereka tapi toh mereka menyetujuinya dan Yunho hyung memberi kode kepada 3 gadis cantik tadi untuk keluar.

“kau sangat menyebalkan hyung” timpal kyuhyun sambil memajukan bibirnya merajuk.

“hahaha… siapa suruh mengajakku ikut bergabung kesini jika kalian ingin ‘bermain-main’… aigo… kau harus melihat wajahmu dikaca kyu.. wajahmu sangat lucu ketika cemberut begitu” kami semua serempak tertawa dan langsung tediam ketika mendapat tatapan mematikan dari raja evil ini.

Aku menelan ludah ketika melihat pelayan mengantarkan 20 botol soju lagi padahal sudah ada 5 botol soju dalam ruangan ini yang tadi dipesan Yunho hyung sebelum aku datang. Siapa yang akan menghabiskan soju sebanyak ini.

“Kita akan memulai permainan kita malam ini. Peraturannya simpel. Siapa yang menghabiskan botol soju paling banyak dapat meminta apapun dari siapapun yang menghabiskan botol soju paling sedikit. Arachi?” kata Donghae seakan mengerti apa yang kupikirkan.

Tunggu dulu, sebelum berlombapun sudah dipastikan kalau akulah yang akan kalah. Diantara kami berlima memang hanya aku yang tidak bisa minum. Walau aku tau, Yunho hyung juga bukan peminum yang baik. Tapi tetap saja, akulah yang terburuk. Ini sama saja kalah sebelum berperang. “Kau harus menegak soju sebanyak-banyaknya hyung jika tidak ingin menjadi budakku” kali ini si evil semakin menyunggingkan senyum evilnya padaku. Omo… apa yang harus kulakukan ya Tuhan. Aku tak sudi jika harus menjadi budak Evil menyebalkan ini.

“ok.. kuanggap semua mengerti.. hana deul set… permainan dimulai” teriak Donghae dengan penuh semangat. Kulihat Yunho hyung, Kyuhyun, Donghae dan Nickhun sudah mulai menegak habis botol soju yang pertama. Aku tak ingin kalah, akupun mulai mengak habis botol soju yang pertama. Kepalaku mulai berkunang-kunang dan tenggorokanku serasa terbakar tapi aku tak boleh kalah. Kubuka tutup botol soju yang kedua dan mulai menegaknya lagi. Kali ini, perutku mulai bereaksi menolak minuman ini tapi aku tetap menegaknya. glek glek glek kutegak sampai botol kedua ini benar-benar tak bersisa. Saat aku mulai menegak botol yang ketiga, kurasakan kepalaku yang berdenyut-denyut. Aku tak bisa menahannya lagi. Aku ambruk ke lantai dan sayup-sayup kudengar Nickhun memanggil namaku tapi rasanya aku tak dapat membuka mata ini lagi.

Aku berusaha mengembalikan kesadaranku ketika kurasakan ada yang mengguncang-guncangkan bahuku. Kupaksa mataku untuk terbuka dan ketika aku berhasil perlahan membuka mataku, aku beranjak untuk berdiri. Aku berhasil berdiri untuk seperkian detik dan kembali tubuhku terhuyung kedepan. Untung masih ada yang menangkap tubuhku dan memapahku ke sofa tempat kami tadi duduk. Aku tak dapat mengenali wajahnya dengan jelas tapi sepertinya ini Kyuhyun kalau menebak dari bentuk tubuhnya.

Perlahan aku mulai kembali sadar, walau rasanya kepalaku ingin pecah. Semakin berdenyut-denyut. “K-au ka-lah h-y-ung, ka-u ha-rus me-nur-uti pe-rintah-ku” ricaunya dengan nada yang aneh, tapi aku masih bisa mengerti maksudnya.

“a-ku tak min-ta yang macam-ma-cam h-yung. K-au ha-nya per-lu menga-jak yeo-ja mana-pun yang ada dlu-ar untu-k ber-dansa ber-samamu” setelah berkata seperti itu, Kyuhyun ambruk dilantai tempatku ambruk tadi. Aku menggoyangkan kepalaku ke kiri dan kanan serta membuka mataku untuk menghalau pusing yang semakin memuncak di kepalaku. Setelah rasa pusing dikepalaku sedikit menghilang, kusapukan pandanganku pada ruangan ini. Kulihat Donghae telah terlelap dengan kaki diatas sofa sedangkan kepala dan badannya menghadap lantai. Tak berbeda jauh dengan Donghae, Nickhun telah terlelap dengan kepala diatas meja dan mulutnya mericau tidak jelas. Sedangkan Yunho hyung masih sedikit sadar dan perlahan memijit-mijit pelipisnya. Aku yakin, ia pun merasakan pusing seperti yang kurasakan.

Aku perlahan berdiri dan beranjak keluar dari ruangan ini untuk melaksanakan apa yang diinginkan si Evil sebelum tumbang tadi. Aku memang masih pusing tapi aku akan menuruti keiinginannya sebagai konsekuensi kekalahanku. Dengan sedikit terhuyung, aku berhasil sampai keluar dan mengerjapkan mataku untuk melihat apa yang ada disini. Kulihat ada seorang yeoja duduk di depan bartender dengan membenamkan wajahnya diatas meja bar. Dia sedikit menarik perhatianku. Perlahan, aku mendekatinya dan setelah berada disampingnya dapat kudengar ia menyebut nama seseorang kemuadian ia megeluarkan sumpah serapah. Siapapun orang itu, pasti ia telah menyakiti yeoja ini. Tiba-tiba ia menegakkan kepalanya dan kembali meminum segelas minuman keras yang aku tak tahu namanya karena memang aku tak terlalu familiar dengan berbagai jenis minuman keras. Aku berdiri disampingnya dan ia melihat kearahku sekilas. Setan apa yang membuatku memberanikan diri untuk berkata “Agashi, maukah kau berdansa denganku?” ia menoleh lagi padaku dan kulihat keningnya sedikit berkerut mendengar ajakanku tapi detik berikutnya ia mengangguk dan kami pun mulai berjalan kearah lantai dansa.

End siwon pov

—-

Raena pov

Aku menghapus butiran air mata yang sejak tadi membasahi pipiku. Kenapa mereka melakukan itu padaku? Kenapa mereka begitu tega? Apa salahku? Pertanyaan-pertanyaan itu berkecamuk dipikiranku yang membuat kristal-kristal itu semakin menetes dengan derasnya. Kuhapus kembali dengan punggung tanganku. Arrrrggghhhh kepalaku sakit sekali mengingat apa yang mereka lakukan tadi tapi sakit kepala ini tak ada apa-apanya jika dibandingkan sakit yang kurasakan di dalam hati ini. Rasanya begitu menyiksa, menyesakkan seolah tak ada oksigen lagi yang dapat kuhirup.

Kuputuskan untuk mengarahkan mobil yang sedang kukendarai ini menuju cafe langgananku. Setelah memarkirkan mobil dengan sembarangan, aku berjalan kedalam. Aku harus melampiaskan rasa sesak ini. Kupesan satu botol —— dan setelah bartender menyerahkan pesananku, langsung kutegak satu gelas penuh. Kurasakan sensasi hangat dari minuman ini menjalari seluruh tubuhku. Kutuang lagi segelas dan kuminum dalam sekali tenggakan. Bartender itu melirikku sekilas. Kurasakan tatapan ibanya padaku tapi kemudian ia telah kembali sibuk dengan kegiatan meramu minuman yang dipesan para pelanggan setianya.

Aku pikir dengan minum minuman keras aku dapat melupakan kejadian tadi tapi bukannya menghilang mereka malah menari-nari di kepalaku. Bayangan-bayangannya masih terekam jelas disetiap memori otakku. Aku menggoyang-goyangkan kepalaku berharap dengan begitu semua memori itu akan menghilang. Tapi lagi-lagi usahaku gagal. Aku merutuki diriku sendiri, kenapa begitu lemah seperti ini. Kutenggak lagi minuman ini, tapi kali ini bukan dari gelas kecil yang kupakai tadi melainkan langsung dari botolnya. Siapapun yang melihatku saat ini, pasti menilaiku sebagai yeoja gila. Aku tak peduli, yang aku pedulikan hanya bagaimana menghilangkan rasa sesak ini.

Setelah menegak habis botol minuman itu, aku memesan satu botol lagi kepada bartender dengan suara parau. Tenggorokanku seolah tercekat. Tapi ia langsung mengerti dan memberikanku sebotol lagi. Kutenggak lagi segelas dan setelah itu aku tak dapat menahan rasa sakit dikepalaku. Aku memang cukup kuat minum untuk ukuran seorang yeoja. Tapi mungkin ini telah melebihi batas. Denyutan kepalaku memaksaku untuk membenamkan kepalaku diatas meja bartender ini. Kurasakan dingin dari meja ini pada setiap inci wajahku. “Park Jungsoo.. go to the hell” nama itu keluar begitu saja dari mulutku yang membuatku tak henti-hentinya mengutuk semua perbuatannya tadi. Sepertinya ada yang memperhatikanku dari tadi. Aku menoleh dan benar saja, ada seorang namja yang berdiri disampingku. Satu detik ia mengunci tatapanku dan setelah aku kembali ingin meminum segelas — lagi, sayup-sayup kudengar ia berkata ““Agashi, maukah kau berdansa denganku?”

Aku menoleh lagi pada namja disampingku ini, keningku berkerut mendengar ajakannya. Aku ingin menolaknya tapi entah kenapa kepalaku tidak dapat bekerja sama. Aku malah mengganggukkan kepalaku dan kamipun mulai berjalan kelantai dansa. Awalnya kami hanya menari dengan santai tapi alunan musik semakin membuat kami terbuai. Tangannya mulai menarik pinggangku dan aku menurutinya. Kukalungkan kedua tanganku dilehernya. Semua ini, semakin mempertipis jarak diantara kami. Kami pun mulai menari dengan sedikit liar karena pengaruh minuman tadi. Kami terus menari sampai kurasakan kakiku sudah tak mampu lagi untuk berdiri. Aku memberi kode padanya untuk berhenti dan ia mengerti. Sedikit terhuyung, kami kembali menuju meja bar. Tangannya tetap merangkul pinggangku. Sesampainya disana, aku kembali memesan minuman dan kali ini aku tak meminum minuman ini sendirian. Ia ikut bergabung bersamaku. Segelas, dua gelas dan bahkan aku tak dapat mengingat kembali berapa gelas minuman yang telah kami habiskan.

End Raena Pov

-morning-

Author Pov

Raena memegangi kepalanya yang berdenyut-denyut dengan kedua tangannya. Kepalanya seolah dihantam dengan palu. Rasanya sangat sakit dan membuatnya sulit untuk membuka mata. Setelah sedikit merasa nyaman, ia kembali mencoba untuk membuka matanya. Bukan rasa sakit yang ia rasakan kini, tapi rasa terkejut ketika melihat seorang namja terlelap tidur disampingnya. Ia kembali mengerja-ngerjapkan matanya. “Aku masih bermimpi” gumamnya dan mencubit pipinya untuk lebih meyakinkan. Pipinya terasa sakit. “Khyaaaaaaa………….” ia berteriak dengan kencang dan berhasil membangunkan namja yang sedang terlelap disampingnya itu. Namja itu mengerjapkan matanya dan ikut berteriak  tak kalah kencangnya ketika ia melihat Raena “Khyaaaaaaaaaaa……”

“Kenapa aku ada disini? Apa yang telah kau lakukan padaku?” Raena berteriak histeris kepada namja yang masih menatapnya dengan mulut terbuka….

TBC…..

Gimana chingu?

Gajekah ff chapter pertama reri?

RCL ya chingu..

Kritik dan sarannya reri tunggu…

Reri usahakan part duanya dibuat secepatnya *kayak ada yang suka aja sama ff ini*

#ditimpuk chingudeul pake sendal

Kekekee….

Advertisements

About choireri

I'm not a writter, but I LIKE writing. Siwon is my priority bias and I like YoonWon + SeoKyu too ^^ author at CRFF

Posted on March 28, 2012, in Chapter, Fan Fiction and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 50 Comments.

  1. Tiwielf Shawol

    hwwaahh.. daebakk thor ^^
    sempet ketawa gx jelas pas baca ‘menari-nari dikepalaku.”

    :Dwakakak..
    Lanjuuttt baca.. =>

  2. Keren chingu, lanjut next part ya?

  3. Ceweknya diperanin siapa?

  4. wahhhh daebak eon… bagus bgt hehhehehe

  5. G’ gaje koQ chingu, critanya krenn !!
    Jd mrka tdur breng ?? Wah gawat, pst akan tmbh kcau khdpam Reina !!

  6. wah apa yang terjadi tu mereka tidur di mana

  7. azzryia noer hayyati

    Oohh jd gitu awalnya pertemuan mereka…lanjut deh penasaran nih!!!

  8. kenala sih knpaa? lnjut ahhh.

  9. lanjut ahh seruuuu. . . .

  10. Knapa bukan yona aja yg jdi pemeran cew nya chingu

  11. Hahahaah apa siwon tidur sama cewek itu ?

Leave Your Words, Chingudeul ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: