The Past or Present will be My Future

Author                  :  Choi Reri

Judul                     :  The Past or Present will be My Future

Main cast             : choi Siwon

Pak Ryeri (OC)

Lee Donghae

Jessica Jung

Im Yoona

Genre                   : Romance (?)

Rate                       : –

Length                  : Oneshoot (maybe)

Disclaimer           :

Cast merupakan tokoh real except Park Ryeri namun alur cerita MURNI dan ASLI hasil imajinasiku…

DON’T BE A PLAGIATOR !!!

Cuap-Cuap Author :

Annyeong chingu…

Choi Reri here..

Reri baru dibidang per-ff.an dan Ini ff pertama Reri

Mian karena ceritanya gaje

Warning !!!

Typo bertebaran hehehe

Happy Reading  chingudeul ^ ^

“Ne?” hanya kata itu yang mampu keluar dari mulutku setelah harabeoji memperkenalkan ahjusie dan ahjumma dihadapanku ini sebagai calon mertuaku. Ya, aku tahu siapa mereka. Mereka adalah anak dari Choi Namgil, sahabat dekat harabeoji yang telah meninggal dunia. Selain itu, siapa yang tidak mengenal keluarga CHOI??? Konglomerat nomer 1 di Korea Selatan. Ah, Aniyo.. bukan hanya di negara ini tapi juga di benua Asia.

Aku masih belum sadar dari keterkejutanku saat kudengar pintu restoran mewah yang bergaya klasik ini terbuka dan perlahan aku mendengar derap langkah kaki yang medekati meja tempatku, harabeoji, ahjusie dan choi ahjumma.

“Annyeong umma, appa dan Park Harabeojii. Mianhae aku terlambat, begitu banyak pekerjaan yang harus kuselesaikan dikantor” sapanya ramah sambil membungkukkan badan sopan. Tunggu dulu “Park Harabeoji” kenapa dia memanggil harabeoji seperti itu. Terkesan mereka sudah sangat akrab.

Deg.. jantungku berdetak dengan cepat saat ia berpaling menatapku dan tersenyum sekilas. Hanya sekilas, tapi berhasil melumpuhkan sistem kerja syarafku dengan benar. Senyumnya sangat manis bahkan lebih manis dari strawberry ice cream favoritku. Mungkin ini pertama kalinya aku merasakan jantungku berdebar kembali ketika menatap seorang pria selain DIA.

“Gwencanayo Siwon-ah. Abeoji maklum kau sangat sibuk sebagai penerus Choi Corporation, ini cucu harabeoji yang sering harabeoji ceritakan. Rye-ah perkenalkan dirimu sayang” kata harabeoji padaku.

“Emm.. Park Ryeri imnida” sapaku dengan gugup sambil mengulurkan tanganku dan tersenyum canggung.

“Choi Siwon imnida.. Senang akhirnya bisa bertemu langsung denganmu Ryeri-ssi” Ia menerima jabatan tanganku dan tersenyum. Lagi.. senyumannya membuat jantungku berdebar bahkan senyuman ini jauh lebih manis dan terkesan tulus dari senyumnya yang tadi.

“Senang juga bisa berkenalan langsung denganmu siwon-ssi” Balasku canggung dan ahjumma langsung menyahut “Kalian berdua terlihat sangat kaku, tak seperti anak muda pada umumnya”

Ahjusiie dan harabeoji juga ikut menambahkan “Kalian harus lebih akrab, pernikahan kalian kan akan dilangsungkan dalam waktu dekat”

“HAH ????” Aku kembali berteriak kencag.

Akhir-akhir ini aku dan Wonnie disibukkan menyiapkan semua hal yang diperlukan dalam pernikahan kami minggu depan. “huuuhhh” Aku mendesah ketika mengingatnya. MINGGU DEPAN. Kenapa harus secepat ini. Aku bahkan belum terlalu mengenalnya dan sejujurnya aku belum memiliki perasaan yang lebih selain perasaan kagum padanya tapi aku tak bisa untuk menolak keinginan abeoji.

Bam bram bam bam bam

Super junior

We are super super man

Tanpa melihat display bellagioku, langsung kuangkat panggilan itu.

“Yoboseo”

“Yoboseo, Rye-ah kau dimana sekarang?”

“Oh, wonnie-ah. Aku masih di hotel, memastikan dekor untuk resepsi kita nanti. Waeyo?”

“Ara. Kau tunggu saja disitu ya. Aku masih menyelesaikan pekerjaanku. Setelah ini, aku akan menjemputmu untuk fitting baju pernikahan kita”

“Ne.. Wonnie”

“Annyeong”

“Annyeong”

Setelah menutup telpon dari woonie aku langsung berjalan menuju lift sambil menunduk untuk memasukkan hp ku kedalam tas sehingga aku tak menyadari ada orang di depanku dan akhirnya malah menabraknya.

“ Mianhae..  mianhae.. aku tak sengaja” Kataku sambil berulangkali membungkuk

“Ryeri” Ia memanggillku dan aku refleks mendongak untuk menatapnya

Deg….

Aku terdiam dan hanya menatap sosok pria dihadapanku ini tanpa ekspresi.

“Ryeri.. sudah lama kita tak berjumpa” Katanya kikuk

“Ne.. sudah sangat lama” Aku membalasnya datar

“Kau sedang sibuk? Bagaimana kalau kita mengobrol di resto bawah?” tawarnya

Batinku menolak tapi mulutku malah menerima ajakannya.

@ Restoran Choi Hotel

Aku sedikit terkejut ketika dia memesan “ 2 Strawberry cream cake dan 2 vanilla milkshake” tanpa melihat daftar menu yang disiapkan pelayan.

Seketika hening menyelimuti kami sampai pelayan tadi mengantarkan pesanan kami.

“Aku masih mengingat semuanya Rye. Bahkan aku masih hafal semua kesukaanmu” Dia berkata seakan bisa menebak pikiranku.

Aku menyeruput milkshake itu sekali lalu berkata “Sudahlah, toh itu hanya masa lalu”

“Tapi itu bukan hanya masa lalu bagiku Rye. Tak bisakah kau memafkanku?” Tatapannya seakan membiusku tapi aku langsung tersadar ketika hp ku kembali berbunyi dan langsung mengangkatnya.

“Yoboseo, aku masih di resto. Ne, aku akan segera keluar”

Aku langsung menutup telpon dan berpamitan pada sosok pria di depanku

“Mian, Donghae-ssi aku harus segera pulang. Tunanganku menungguku diluar. Annyeong”

Aku dapat merasakan guratan kekecewaan dan kesedihan ketika manik matanya tepat menatap mataku hingga ia kembali berkata “Annyeong Rye. Aku harap kita dapat bertemu lagi”

Hanya seulas senyum yang kuberikan ketika mendengar perkataanya dan langsung pergi keluar menemui Woonie.

@Bridal

Aku tak bisa memfokuskan pikiranku ketika fiiting baju. Pikiranku terus memutar kenangan-kenanganku dengan Donghae oppa. Mantan kekasihku yang sangat kucintai. Hingga pelayan itu berkata “Neomu yeopuda nona, pasti tuan muda choi terkesima melihat anda nanti” Aku hanya tersenyum melihat matanya yang menatapku berbinar. Kemudian aku keluar dan berhadapan langsung dengan Wonnie.

Omo.. Dia sangat tampan. Dengan memakai tuxedo bernuansa gold dan rambut yang ditata sedemikian rupa. Dia bagaikan pangeran yang ada di negeri dongeng. Bahkan dengan yakin aku mengatakan dia jauh lebih tampan. Aku tetap menatapnya dengan perasaan kagum. Hingga aku mendengar samar-samar ia berkata “Goddes”

Sejak mengucapkan kata tadi, ia terus menatapku tanpa berkedip sampai membuatku salah tingkah. “Wae??? Apa aku terlihat aneh??”

“Aniyo, you are the prettiest woman that I ever seen. You like a goddes” Aku menunduk dan kupastikan pipiku merona semerah tomat.

Selesai fitting baju, kami berdua langsung menuju mobil dan berencana untuk kerumahku terlebih dahulu.

Bam bram bam bam bam

Super junior

We are super super man

Incoming call dari nomor yang tak dikenal tapi aku tetap mengangkatnya dan terkejut ketika mendengar suara yang masih sangat kuhapal.

“Yoboseo, rye. If you are not busy, can I meet you tomorrow? There are many thing that I want to say. Please” katanya lirih

“Ara, 9am at redberry cafe. Anyeong” Langsung kututup telpon dari Donghae oppa.

Ternyata telpon tadi menarik perhatian wonnie “Nuguya?”

“Chingu”

“Oooo” Nampaknya wonnie tak puas dengan jawabanku tapi aku langsung menatap keluar jendela sepanjang perjalanan kerumah.

@redberry cafe

Aku melihatnya melambaikan tangan dan aku langsung menuju meja dipojokan cafe favorit kami dulu. Tempat yang sama, orang yang sama tapi dengan suasana berbeda. Kalau dulu terkesan romantis dan selalu gelak tawa yang ada diantara kami tapi tidak dengan saat ini. Canggung, kaku dan hanya ada seringaian bukanlah senyuman apalagi gelak tawa yang tercipta.

“Kau ingin memesan apa Rye?” Tanyanya basa basi

“Maffle dan segelas cappuchino” Jawabku mantap dan ia hanya menatapku penuh sellidik. Aku yakin ia heran karena aku tak memesan strawberry cake favoritku but EVERYONE SHOULD BE CHANGE, right? Aku hanya ingin dia tau kalau aku yang sekarang bukanlah Ryeri yang dulu. Tepatnya bukan Ryeri-nya lagi. Aku yang sekarang adalah pribadi baru.

“Sepertinya, kau banyak berubah” Katanya singkat

“Time makes me change” Jawabku seduktif

“Yes, but one thing you must know that my feeling is never change” Manik matanya terus memenjarakan mataku. Kalau aku tak ingat apa yang dilakukannya dulu mungkin aku langsung meleleh dan memeluknya tapi tidak, hatiku terlanjur beku.

“Rye, mianhae… aku tak pernah menghianatimu. Itu hanya sandiwara Jessica untuk memisahkan kita. Aku tak pernah tidur dengannya” Tatapannya semakin lirih dan menyiratkan kejujuran

“Aniyo, aku tak percaya lagi denganmu Donghae-ssi dan itu juga tak penting karena aku akan segera menikah” Dapat kulihat ia tersentak dengan jawabanku

“Aku tak peduli kau akan menikah Rye, kumohon batalkan lah. Kau dan aku tau perasaan kita saling mencintai. Percayalah. Aku tak pernah berhianat dengan siapapun termasuk jessica. Hatiku hanya milikmu.. jeball” ia berkata sambil memegang tanganku dan lagi-lagi menatap mataku intens. Aku pikir kuat untuk menahan perasaanku tapi ternyata tidak. Sebutir air mata turun dipipiku dan Donghae oppa menghapusnya lembut dengan ibu jarinya lalu ia menarikku kedalam pelukannya. Pertama aku menolak tapi ia semakin memelukku erat dan aku pun membalas pelukannya. Lama kami berpelukan dan kepalaku sudah tebenam di dadanya yang bidang. Kuhirup kembali aroma tubuhnya yang sudah sangat lama kurindukan.

Perlahan aku melepaskan pelukan kami. Tapi Donghae oppa malah mempereratnya sampai tak ada jarak diantara kami dan saat itulah aku mendengar ada yang memanggil namaku dengan lirih

“Rye-ah”

Aku langsung melepaskan pelukan donghae oppa dan berpaling kearah sumber suara itu. Aku melihat Wonnie berdiri dengan kaku dan menatapku dengan sedih. Dia berbalik dan langsung meninggalkan aku dan Donghae oppa.

Donghae hanya melihat wonnie dan kemudian berkata “Diakah tunanganmu?” aku hanya menjawabnya dengan anggukan dan tak berani menatap Donghae oppa. Perlahan aku menangis dalam diam hingga bahuku bergetar. Donghae oppa melihatku begitu kemudian ia langsung mendekapku lagi dan berbisik tepat ditelingaku “uljimayo, biar oppa yang bicara padanya. Kita akan bersama lagi chagi” tapi aku langsung berkata “aniyo oppa, biar aku yang menyelesaikan ini semua”

Setelah berkata itu, aku memandang Donghae oppa dan pergi menyusul Wonnie.

Aku pergi kerumah wonnie untuk menyelesaikan semuanya tapi dia tak ada disana, dikantornya pun tak ada. Aku menghubungi ponselnya tapi tak aktif. Aku lelah dan memutuskan untuk pulang kerumah dan menemui Woonie esok hari.

Sudah tiga hari aku mencari wonnie tapi dia seakan menghilang. Ketika aku bertanya pada ahjumma dan ahjussie mereka hanya memberiku sepucuk surat dan tak berkata apapun lagi.

Aku kembali kerumah dan langsung membuka surat itu. Tulisannya sangat rapi dan aku pun mulai membacanya.

Dear, Rye-ah

Mianhae karena aku telah masuk dalam kehidupanmu

Mianhae karena aku telah menyetujui perjodohan ini

Mianhae karena aku telah jatuh hati padamu

Aku jatuh hati padamu sejak pertama aku melihatmu

Kalau kau menebak pertama kali aku melihatmu di restoran itu

Kau salah Rye-ah

Karena aku melihatmu pertama kali saat pesta ulang tahunmu yang ke-8 tahun

Aku begitu terkesima melihat senyum manismu dan sejak itulah aku sering memperhatikanmu

Aku tahu kau sudah punya kekasih yang amat sangat kau cintai

Tapi lagi-lagi

Mianhae karena aku malah sangat senang ketika kau putus dengannya dan abeoji menjodohkanmu denganku

Aku sangat bahagia ketika akhirnya kau menerimanya walau aku tahu kau belum mencintaiku

Aku berjanji pada diriku, aku akan membuatmu jatuh cinta padaku

Takdir berkata lain..

Kau tak akan bisa mencintaiku seberapa besarpun aku berusaha

Aku sadar

Sekaranglah saatnya melepaskanmu

Kejarlah cintamu Rye-ah

Dan berjanjilah kau akan selalu bahagia

Karena melihatmu bahagia adalah semangat hidupku

 

With love

Choi siwon

 

Nb: tak usah kau pikirkan masalah pernikahan kita, aku akan mengurus untuk membatalkan semuanya.

Aku menatap nanar surat yang kupegang ini dan aku hanya berkata lirih “mianhae Wonnie-ah”

Aku menghabiskan hari-hariku bersama Donghae oppa. Pria yang sangat kucintai. Kucintai? Entah mengapa aku sedikit ragu dengan perasaanku sendiri. Donghae oppa selalu melakukan hal-hal romantis yang dapat membuat semua yeoja menatapku iri. Dia mengajakku romantic dinner, menyanyikan lagu khusus untukku dan masih banyak lagi yang telah ia lakukan. Aku senang dengan semua ini tapi kenapa aku sedikit merasa hampa. Aku merasa ada yang hilang dalam hatiku. Aku merasa kosong dan tak bahagia. Kugelengkan kepalaku untuk menepis semua pikiran itu tapi bukannya menghilang pikiran-pikiran itu malah semakin menjadi.

Donghae oppa menatapku aneh dan ia bertanya “Wae chagi? Apa kau sakit?”

“Aniyo oppa, aku hanya merasa lelah” ia menatapku dan memang aku tak pandai berbohong. Dengan mudah ia menebak bahwa ada yang salah dengan sikapku. “Katakan saja chagi, apa yang membuatmu resah”

Aku meletakkan sendok dan garpu yang kupegang lalu menatap matanya “entahlah oppa, aku merasa ada yang hilang dalam hatiku” dia langsung bangkit dan mendongakkan daguku agar menatapnya. Perlahan ia mendekatkan wajahnya dan dapat kurasakan hembusan nafasnya menerpa wajahku. Wajah kami semakin mendekat dan bibirnya menyapu bibirku. Perlahan  ia menekan bibirku dan melumatnya dengan lembut. Ia memperlakukan bibirku dengan sangat lembut. Penuh kasih sayang bukan penuh nafsu. Ciumannya manis tapi tak kurasakan lagi debaran jantungku seperti dulu. Aku hanya membiarkannya mencium bibirku tanpa bisa membalasnya. Donghae oppa melepaskan ciumannya perlahan dan menatap kedua mataku seolah mencari kebenaran disana.

Deburan ombak dan pemandangan pasir putih di pantai ini semakin membuatku melebarkan senyumku. Begitu indah ciptaanmu ya Tuhan. Aku memejamkan mata dan menghirup udara untuk memenuhi rongga dadaku dari balkon rumah kami.

“Kau sudah bangun yeobo?” tanyanya sambil mencium pipi kananku dan memeluk pinggangku dari belakang.

“Ne, oppa.. pemandangan pagi ini sangat indah. Sayang jika dilewatkan”

“Tapi tak seindah dirimu yeobo, my goddes” bisiknya tepat ditelingaku yang selalu membuat pipiku merona

Dia memutar tubuhku dan mendongakkan wajahku “Aigo… istriku tambah cantik ketika merona begini”  aku semakin menunduk tapi ia lagi-lagi mendongakkan wajahku dan menatapku penuh cinta.

“Gomawo yeobo karena telah memilihku menjadi orang yang paling spesial di dunia ini.. kau adalah harta terindah dalam hidupku”

“Kau juga adalah harta terindah dalam hidupku Wonnie oppa.. jeongmal saranghae”

Aku mengucapkan isi hatiku dengan tulus. Dan aku sangat berterima kasih kepada Donghae oppa karena telah menyadarkanku bahwa aku hanya mengganggapnya oppa. Tak lebih. Dia adalah masa laluku. Aku lega mengetahui bahwa Donghae oppa sekarang telah menikah dengan Yoona dan mereka hidup bahagia. Terimakasih Tuhan untuk semua kebahagiaan ini. Aku berjanji untuk mencintai malaikat yang begitu tampan ini seumur hidupku. Biarlah mautmu yang hanya dapat memisahkan cinta kami.

“Naddo saranghae Rye-ah” ia membalas ucapakanku dan perlahan ia mencium bibirku… melumatnya dengan penuh cinta. Aku pun membalasnya. Dapat kurasakan debaran jantung kami begitu kencang. Bibir kami saling melumat dan ciuman Wonnie oppa turun ke leherku yang jenjang. Aku hanya mendesah menikmati sensasi yang ditimbulkannya. Kemudian tiba-tiba ia berhenti dan menggendongku secara bridal style,  menatapku dengan nakal dan berkata “Umma, appa dan harabeoji sudah ingin punya cucu dan cicit. Are you ready yeobo?” aku menggangguk menanggapi kata-katanya.

Masa lalu yang pahit menghantarkan ke masa sekarang yang begitu indah dan aku berharap akan berlangsung untuk masa depanku dan dirinya SELAMANYA……

~END~

Gimana chingu, gajekah? *kabur ke pelukan Wonnie*

Advertisements

About choireri

I'm not a writter, but I LIKE writing. Siwon is my priority bias and I like YoonWon + SeoKyu too ^^ author at CRFF

Posted on March 27, 2012, in Fan Fiction, Oneshot and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 37 Comments.

  1. woh. first? ._. lol! lagi – lagi aku tak tahu apakah ini dibaca dan dibalas atau tidak. ffnya bagus kok 🙂 heuheu. suka suka suka! >v< kkk :p tapi emang berasa alurnya cepet sih. ._. coba kali di bikin lebih panjang jadi yang baca juga gak berasa ngebut 🙂 hehe. seru kok! asik XD

  2. Dictavip (Sekar Arum)

    Ini salah satu Admin Di FANFICTION LOVERS!
    waaaaah, akhirnya sempet komentar jugaaaaa!^^
    boleh kasih kritikan? boleh ya? seenggaknya saya pengen membantu onni berkembang! ^o^

    – penggunaan bahasa korea dalam narasi : sebenarnya boleh aja menggunakan alboeji, sebgai pengganti kakek, atau omma sebagai pengganti ibu/mama… tapi menurut saya pribadi, itu bakal menyusahkan pembaca FF baru yang gak tahu arti2 kata tersebut. saya rasa menggunakan kata-kata itu bisa di limited dengan hanya menggunakannya di dialog… tapi kalau onni ngerasa nyaman kayak gitu, ya gk papa…

    – DIKSI Onni kereeeen! sebagai penulis baru, diksi onni cukup mengalir dan secara pribadi saya sukaaaa!^^

    – jalan ceritanya cukup bisa di ikutin, tpi ada beberpa bagian yang terasa cepat sekali alurnya, seperti : bgimana shiwon jatuh cintai pada Hyeri, bagaimana Hyeri mulai merasakan rasa sukanya, bagimana akhirnya Hyeri memutuskan hubungannya dengan Donghae dan memilih Shiwon, bagaimana Hyeri tidak menolak perjodohan ini dan apa alasan Hyeri di jodohkan? masih banyak pertanyaan, tpi itu sudah sangat bagus!

    – apa lagi ya? emmmh, ya, berlatih lagi onni!! Dicta percaya onni pasti bisa! Dicta bakal sering2 mampir kalau ada waktu luang! terima kasih sudah menjadi pembaca di blog kami!^^

    SEMANGAT ONNI!!

    • iya! setuju sama comment ini. ._. maaf ya berasa sok join bareng.
      soalnya, setau aku, kakek itu : harabeoji. abeoji itu : papa. mangkanya tadinya itu aku bingung sebenernya. ._.v hahaha!
      Overall keren koook 🙂 hihi~ cuma blognya kurang rame ff 😦 aku pikir bakalan nemu banyak,.. 😦 sedikit kecewa cuma nemu satu… 😦 Ayo tambahin lagiii XDD heuheu. contact aku via twitter aja buat kasih tau ada postingan apa lagi 🙂 follow ya @devinardelia XD

      • Mian ya chingu blom rame ff.nya
        Soalnya, blog inii juga baru jadi hari inii..
        Semalem ada ide buat ff yg inii
        Ngebut nulisnya biar ada postingan..
        Heee..

        Iaa chingu, jgn bosen ya mampir
        Onnie lgi ada project satu ff lagi nih
        Msh progress
        Tp gk tau kapan selesaiinya
        *semoga cepet*
        Dtunggu ya chingu..
        :*

    • Huwaaaa
      Ada dicta
      Salah satu author fav. Onnie di ffl
      *peyukk*

      Iaa nih saeng
      Onnie jga ngerasaa kpendekan
      Mau bikin lebih panjang biar crtnya lebih jelas
      Tp malah bingung nulisnya
      Dan jadilah ff gaje inii
      Mian ya saeng 😦

      Saengg kritik n sarannya bagus bgt
      Onniee akan coba perbaiki di ff2 selanjutnya *kyk bakal ada ide cerita aja* 😀
      #semoga ada

      gomawo saeng udah nyempetin comment di ff abal2nya onniee
      Jgn bosen2 yaa mampir ke blog inii
      😀

  3. hua.. ini FF keren kok chingu 🙂
    bagus ^^
    Syukurlah si Rye sadar akan cintanya pada Siwon :))
    hua.. aku jadi kepikiran pengen punya suami kaya siwon. XD

  4. wah.. komennya kepotong..
    bahasanya bagus chingu ^^
    aku suka. Apa lagi kata2 “Times make me change” hue… XD

  5. muehehhe.. jeongmal? wah, belajar dari pengalaman pribadi nih XD

  6. Eonnie, im coming! maaf yaa telat, soalnya baru bisa muncul di PC hari ini >.< but after all, i wanna give some comments for you 😀

    1. Diksinya bagus!! Ceritanya jadi ngalir lah, dan enak dibaca juga. Sebagai amatir eonnie bagus loh^^ kalau semakin diasah bisa semakin bagus dan rangkaian katanya juga pasti bagus!

    2. Alurnya sebenernya agak kecepatan._. Kayak, moment pas Ryeri mutusin Donghae dan kejadian saat mereka masih bersama, pas Jessica muncul, dan sebagainya. Mungkin juga dijelasin sebenarnya Siwonnya kemana. Coba diperjelas beberapa moment-moment yang harusnya ada dan penting, supaya cerita dan feelnya makin kerasa^^

    3. Try try and always try^^ dan saranku buat FF itu gausah dipaksain eonnie, buat sebisa mungkin pembacanya bisa terbawa hanyut oleh alur cerita…

    Yap, dan sisanya seperti komenannya Dictavip 😀 makasih udah jadi pembaca di Indonesia Fanfiction Kpop loh eonnie, ditunggu visitnya setiap saat XD

    Hwaiting!!!

  7. Dan hei, I love the title 🙂

  8. romantis 🙂

  9. Waw,Romancenya krasa bgt^^

  10. Nangis baca ff ini :'((((((((( kkenapa YoonHae??????????????????????????????????????????????????????????????

  11. hmm… bagus unn..! keep fighting!! 🙂

  12. ayu dian pratiwi

    Keren kok ceritanya

  1. Pingback: The Past or Present will be my Future | Ourfanfictionhouse

  2. Pingback: [FREE WRITER] The Past or Present will be My Future « Fanfiction Lovers~

Leave Your Words, Chingudeul ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: